Gagal Sukses Karena Kebanyakan Bersyukur

Halo, selamat pagi! Gimana kabar teman-teman semuanya? Jangan lupa tetap taat prokes yaa teman-teman walaupun pandemic sudah mulai turun. Kita semua harus menggunakan masker saat berpergian dan mencuci tangan. Tahukah kamu terlalu bersyukur bisa menghambat kesuksesan? Mungkin teman-teman bingung kok bisa sih kebanyakan bersyukur malah sukses kita terganggu? Simak terus artikel ini sampai habis ya.

Ada persepsi yang mengatakan bahwa terlalu bersyukur bisa menghambat kesuksesan.

Ternyata Ini alasan mengapa terlalu bersyukur tidak baik!

Terlalu bersyukur efeknya akan membuat kamu menjadi pasrah, dan mengakibatkan kamu tidak mau melakukan apapun lagi. Tidak ada manusia yang diciptakan tanpa tugas. Tuhan tidak pernah menciptakan manusia hanya untuk tidur-tiduran saja, manusia diciptakan untuk melakukan sesuatu.

Simak hal berikut!

Setiap manusia dilahirkan dan diciptakan di dunia ini harus jadi penguasa di bidangnya masing-masing. Manusia diciptakan mempunyai tugas, tidak ada manusia yang diciptakan tanpa tugas. Tuhan tidak pernah menciptakan manusia hanya untuk tidur-tiduran saja. Manusia diciptakan untuk melakukan sesuatu. Syukur harus kita imbangi dengan kerja cerdas, kerja yang baik, melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar, dan proses yang benar.

Artinya bersyukur itu benar tapi terlalu banyak yang membuat kamu tidak melakukan apapun itu akan menjadi tidak benar. Selama kita masih dimuka bumi ini, kita harus melakukan sesuatu. Jadi bersyukur dan melakukan tugas yang diminta oleh Tuhan kepada hidup kita.

Terlalu banyak efeknya akan membuat kamu menjadi pasrah. Dan mengakibatkan kamu tidak mau melakukan apapun lagi. Tidak ada manusia yang diciptakan tanpa tugas. Tuhan tidak pernah menciptakan manusia hanya untuk tidur-tiduran saja, manusia diciptakan untuk melakukan sesuatu.

Semoga penjelasan diatas bermanfaat untuk teman-teman semua. Dan apabila bermanfaat dari artikel ini, silahkan teman-teman bisa share dengan teman-teman lainnya.

Sampai sini dulu untuk pembahasannya yaa…

Untuk kamu yang mau tau banyak tentang ilmu NLP kamu boleh banget cek youtube Panduan Hidup dengan NLP  dan jangan lupa untuk simak selalu artikel- artikel yang kami berikan semoga bermanfaat. Terima kasih.

Self Talk Negatif sangat mengganggu dirimu? Ini solusinya

Halo, Selamat Pagi! Gimana kabar kalian semua? Jangan lupa tetap taat prokes yaa teman-teman walaupun pandemic sudah mulai turun. Kita semua harus menggunakan masker saat berpergian dan mencuci tangan tentunya prosedur kesehatan lainnya ya. Tetap patuhi 6M ya teman-teman semua. Kali ini saya mau membahas tentang self talk negatif.

Beberapa orang menyebutkan ini inner voice. Pernah gak sih kamu mendengar suara-suara kecil dihati dan diotak kamu yang sering berkata-kata. Misalnya “kamu tidak bisa, kamu ngga mampu deh, kamu kan miskin mana bisa itu, kamu kan jelek mana ada yang mau.”

Tahukah bahwa kata-kata kecil itu secara langsung atau tidak langsung membuat diri anda menjadi tidak berdaya dalam melakukan apapun yang anda inginkan.

Nah… Itu adalah yang disebut self talk negative atau ada yang mengatakan inner voice.

Sebenarnya apa sih tujuan self talk ? sebenarnya tujuan baiknya adalah untuk membuat diri kita menjadi sadar diri hanya kadang itu malah menjadi penghambat kita untuk mencapai tujuan.

Berikut ini cara mengatasinya untuk diri kamu

  1. Jangan dimusuhi suara tersebut. Terima sebagai bagian dari diri kamu. Coba cari tahu apa maksud baik self talk negatif tersebut

 

  1. Ucapkan terima kasih kepada self talk tersebut atas maksud baiknya

 

  1. Bicara sama dengan problem tersebut agar mau menganti kata-kata negatif tersebut dengan kata-kata yang lebih positif sesuai yang kamuinginkan. Dan katakan tujuan kata tersebut maksud baiknya, sama hanya kata-kata yang anda inginkan akan membuat anda lebih baik dan lebih menyemangati anda.

 

  1. Setelah selesai, coba bayangkan dimasa depan jika hal tersebut berulang lagi, kira-kira sudah berubah belum masalahnya sesuai dengan yang kamu inginkan.

 

Sampai sini dulu yaa untuk pembahasannya yaa…

Untuk kamu yang mau tau banyak tentang Ilmu NLP kamu boleh banget cek youtube Panduan hidup dengan NLP disana banyak video-video menarik. Dan tentunya ilmunya sangat bermanfaat untuk kehidupan kita semua.

Kebanyakan mengeluh ? Siap-siap bermimpi untuk meningkatkan karir.

Kebanyakan mengeluh ? Siap-siap bermimpi untuk meningkatkan karir.

 

Mengeluh merupakan kesalahan diri sendiri. Karena didalam NLP pilar yang pertama adalah bertanggung jawab. Ada beberapa yang mengatakan bahwa orang yang suka mengeluh itu adalah orang-orang yang kariernya cenderung tidak bisa naik level ke level berikutnya. Karena bisa dianggap orang itu adalah orang yang toxic. Pertanyaannya apakah bisa meningkatkan karir?

 

Ketiga karakter itu berpotensi besar ngerem kusuksesan kita untuk mencapai target yang kita tempuh dengan menyandarkan factor kegagalan diluar diri kita. Hindari B-E-J Karakter yang menghancurkan karier kamu sendiri. Kalau karier kamu ingin meningkat, jangan jadi orang yang dibawah garis. Orang yang selalu dibawah garis berarti adalah orang yang selalu B-E-J.

 

B E J adalah singkatan dari Blame, Excuse, Justify yaitu kumpulan karakter buruk pada diri sesorang yang bisa  merugikan diri sendiri, orang tua, sodara, bahkan anak keturunan.

 

Blame

Blame artinya menyalahkan

Contoh: Menyalahkan atasan atau bawahan, menyalahkan orang lain.

Excuse

Excuse artinya berdalih atau mencari cari alasan

Contoh: “Ah aku masih muda kok, aku belum pengalaman, aku masih belum banyak belajar.”

Justify

Artinya mencari pembenaran atas tindakan yang dilakukan

Contoh: “aku bener kok.” Artinya apapun tindakannya dia merasa paling benar

 

 

Ketiga karakter itu berpotensi besar ngerem kusuksesan kita untuk mencapai target yang kita tempuh dengan menyandarkan factor kegagalan diluar diri kita. Contohnya seperti ini, misal aja ada dua pekerja yang dua-duanya masih ngekos, merka sama-sama pengen cari duit tambahan dari usaha sampingan. Dan ternyata pekerja 1 usahanya berkembang dengan lancar dan akhirnya mampu bayar kos sendiri. Sedang pekerja 2 belum mencapai keberhasilan seperti sahabatnya itu. Maka pekerja 2 ini merasa ok-ok aja karena karakter BEJ dah mendominasi pikirannya.

 

Karakter seperti ini sudah wajar dimiliki setiap orang. Dan memang apa yang dikeluhkan karakter B E J biasanya benar adanya. Semua itu tidak ada manfaatnya bagi kemajuan kita! Satu-satunya manfaat dari B E J  adalah efektif menghentikan kita untuk bertindak dan berubah jadi lebih baik dari sebelumnya. Itu dia. Bila menjalankan ini semoga bisa meningkatkan karir kita.

 

Nah… jadi hal mengeluh seperti ini yang sering membuat problem dalam hidup kamu.

DIHINA ATAU DILECEHKAN, SANTAI AJA

DIHINA ATAU DILECEHKAN, SANTAI AJA

 

oleh Coach Antonius Arif, LTNLP

 

Dulu saya adalah orang yang tidak mudah untuk bisa menerima penghinaan. Jika ada yang menghina baik tentang suku, tentang tindakan dan pekerjaan saya, tentang mata kanan saya wuihh saya sudah meradang dan marah marah. Wah kalau dulu setiap ada problem tertentu yang karyawan kantor ngomongin saya sebagai atasan, wah sudah stres sendiri. Ya ujung ujungnya saya yang rugi. Tingkat stres tinggi, tensipun ikut naik. Mending yang naik kalau income ya kan ���

 

Saya mulai putuskan diri saya untuk menjadi orang yang lebih tenang ketika menghadapi permasalahan tersebut dengan teknik NLP. Yang saya lakukan adalah memisahkan mana fakta dan mana opini.

 

Jadi ketika ada orang yang mengatakan “eh ada yang jual mata” atau “urusin mata buta aja, banyak ngomong” maka saya langsung pisahkan mana fakta dan mana opini. Apakah benar mata saya belum bisa melihat? (Kenapa saya tulis belum karena saya lagi mengimani suatu saat ada miracle happen ke saya) betul dimata kanan. Nah kalau sudah lalu saya gunakan pilar NLP dikotomi kontrol. Apakah perkataan mereka bisa saya kontrol? Tentu tidak bisa. Ya sudah kenapa saya pusingin?

 

Itu pembelajaran yang saya bisa dapat. Dulu saya berusaha untuk mengontrol perkataan orang. Ga bisa! Bahkan ke karyawan sendiri juga ga bisa. Jadi kenapa dipusingin? Yang penting mereka sudah bekerja sebagaimana mestinya ya sudah. Santai aja.

 

Jadi lama lama dalam hidup buat apa memusingkan omongan orang lain? Masuk akalkan?

 

Hidup nikmat dengan belajar NLP aja !

DIPECAT ATAU ENGGA YA?

DIPECAT ATAU ENGGA YA?

 

oleh Coach Antonius Arif, LTNLP TM

 

Dalam sebuah pelatihan para leader perusahaan asuransi yang diadakan di Jogja bersama lebih dari 30 orang pernah meminta pendapat saya mengenai seorang staf yang kinerjanya sangat jelek bahkan dia hanya mencapai 30 persen dari target selama hampir 2,5 tahun. Pada saat itu ada dilema diantara level pemimpin yang lebih tinggi. Mau dipecat atau tidak orang ini. Tapi saya meminta ijin dari mereka dengan cara melakukan sesi coaching dengan teknik NLP dihari ke 3 dan disaksikan langsung didepan para manager dan atasannya.

 

Saat itu saya melakukan coaching dengan metode pendekatan SCORE teknik. Apa itu SCORE?

Symptom, menemukan apa masalah yang timbul.

Cause, apa penyebab problem tersebut

Outcome, apa yang dia harapkan

Resource, sumber daya apa yang harus saya lakukan agar ketemu jawaban dari permasalahan tersebut

Effect, dampak perubahan dan mengantisipasi jika tidak berubah.

 

Nah saat itu saya menemukan bahwa permasalahan dirinya berkaitan tidak ada motivasi untuk berjuang. Buat dia, yang penting jalani saja pekerjaan apa adanya. Toh tetap digaji. Akhirnya ketika saya gali lebih dalam, rupanya dia menceritakan bahwa dia fight karena ibunya. Lalu saya muncul sebuah ide untuk menggunakan pendekatan NLP mental mentor. Lalu saya imajinasikan jika dia jadi ibunya apa yang akan dia lakukan? Dan dia nangis saat itu juga dan dia merasa kurang berjuang keras untuk ibunya. Dan setelah proses coaching selama 15 menit, dia mendapat solusinya. Dan para manager dan atasan para manager menyaksikan itu banyak yang meneteskan air mata. kenapa begitu? Karena tidak menyangka dengan pendekatan NLP bisa terjadi dengan cara itu.

 

Apakah ceritanya selesai disana? Tidak.

 

Dua bulan kemudian saya dikontak langsung oleh orang itu dan dia menceritakan bahwa dia mencapai target dan berhasil dalam pekerjaannya. Woww, saya senang sekali mendengarnya. Dengan cara yang tepat ternyata membuat hasil lebih luar biasa.

Kok negosiasi tidak semudah itu ya? – bagian 2

Kok negosiasi tidak semudah itu ya? – bagian 2

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

Kemaren telah saya ulas mengenai 3 hal yang harus dilakukan saat melakukan negosiasi dengan cara NLP.

Bagi yang belum baca, bisa silahkan dibaca ya.

Apa 3 asumsi dasar NLP yang dipegang?

  1. Win win win
  2. Building relationship
  3. Fleksible

Saya masuk kedua yaitu menjalin hubungan dan membangun kepercayaan. Dalam NLP tidaklah dianjurkan ketika melakukan negosiasi langsung berhadapan dan langsung nego khususnya deal besar. Yang harus dilakukan adalah menjalin hubungan dahulu dengan cara dekati mereka diberbagai kesempatan dan buat mereka percaya bahwa apa yang akan anda tawarkan membawa keuntungan bersama. Jika mereka tidak percaya bahwa apa yang anda tawarkan bisa membawa keuntungan bersama maka akan membuat negosiasi sulit.

Cara yang bisa saya bagikan adalah dengan pendekatan 5 P ketika bertemu dengan orang yang suatu saat kita akan bernego

  1. Prediction, yaitu meminta pendapat mereka tentang suatu prediksi masa depan bisnis dan sebagainya
  2. Profit, berbicara tentang apakah masih ada keuntungan ketika berbisnis dimasa depan
  3. Point of view, bertanya dan meminta sudut pandang mereka tentang segala sesuatu
  4. Passion, bertanya tentang hobi mereka dan kita melakukan pendekatan dibagian hobi
  5. Personal, mendekati dengan bertanya berkaitam kehidupan personal mereka.

Dengan mengetahui 5P maka akan lebih mudah menjalin hubungan dan membangun trust.

Untuk bagian 3 akan kita bahas lagi besok dalam artikel NLP lainnya

Kok negosiasi tidak semudah  itu ya? – bagian 1

Kok negosiasi tidak semudah  itu ya? – bagian 1

 

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

 

Apa sih yang membuat seorang pebisnis kadang sulit sekali dalam bernegosiasi? Kadang suka terjadi harganya di tekan sehingga langsung sampai batas akhir yang kadang membuat maju terus atau engga?

 

Bahkan pernah ada satu orang yang berpartner dengan saya dan kami ada project dengan salah satu perusahaan besar eh sampai ditekan sedemikan rupa padahal dia merasa sudah dekat dengan orang dalam. Pertanyaan saya adalah orang dalam itu orang dalam yang tepat atau tidak? Nah loh?

 

Inilah yang terjadi kenapa negosiasi jika tidak menggunakan teknik NLP hasilnya kadang kurang sesuai harapan.

 

Dalam NLP ada asumsi dasar yang harus dipegang saat bernegosiasi, apa itu?

  1. Win win win
  2. Building relationship
  3. Fleksible

 

Dimana maksud win win win disini adalah ketika negosiasi harus bisa sampai sama sama menang. Loh itu kok 3 menang? Siapa saja?

 

Tentunya pihak kita yang akan bernegosiasi dan pihak orang yang akan kita ajak kerjasama dan pihak lainnya adakah yang tidak dirugikan?

 

Nah jika asasnya adalah itu maka mau ga mau kita harus mencari apa motivasi orang tersebut dibalik negosiasi ini? Karena kalau kita tidak tahu KPI mereka maka ujung ujungnya kita akan di tekan terus.

 

Maka yang saya akan lakukan saya mencari tahu tentang:

  1. Apa KPI orang tersebut?
  2. Apa impian mereka?
  3. Kira kira sampai level mana mereka akan menerima dibatas negosiasi tersebut?

 

Maka target kita berikutnya adalah melakukan negosiasi yang kadang kita perlu untuk mengubah batas negosiasi dia yang kita sebut anchoring. Wah apa itu?

 

Kita bahas diartikel berikutnya ya

 

Salam performance

kok orang yang saya rekrut ga sesuai harapan ya? – bagian 2

kok orang yang saya rekrut ga sesuai harapan ya? – bagian 2

 

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

NLPLeadershipIndonesia

 

Kok staf yang kerja sama gue kok seperti menghalalkan segala cara ya?

 

Kok staf gue kenapa kerjanya kena tekanan sedikit malah ngambek mau resign?

 

Kok staf gue mudah tersinggung?

 

Dan masih banyak keluhan lainnya dari pengusaha berkaitan karyawannya. Itu wajar sekali buat seorang pengusaha baru maka kadang yang melakukan interview harus diri kita sendiri. Beda kalau perusahaan sudah diatas 50 orang mungkin sudah sistem yang berjalan. Karena kadang perusahaan dibawah 50 pun orang yang melakukan interview belum memenuhi kriteria saat mencari karyawan yang baru.

 

Sebelumnya saya sudah membahas bahwa didalam NLP ada yang namanya metaprogram yang menjadi dasar beroperasinya tindakan manusia terhadap situasi tertentu. Salah satu dari puluhan bagian didalamnya ada yang namanya Values.

 

Apa itu Values? Values adalah nilai nilai yang penting dalam pengambilan keputusan seseorang jadi ini mempengaruhi siapa orang yang akan kita rekrut dan bagaimana dia bisa bekerja dengan lebih mudah atau lebih cepat ngambek.

 

Jadi saya selalu bertanya seperti ini

 

Apa sih nilai nilai (kriteria) yang paling penting dalam hidup kamu dalam memilih pekerjaan?

 

Atau

 

Apa sih nilai nilai yang paling penting dalam hidup kamu?

 

Nah jawabannya bisa beragam.

 

Saya coba ilustrasikan dalam tulisan ini :

 

Yang paling penting buat saya adalah achievement. Maka saya akan tanya apa arti achievement buat kamu? Nah dari sini kita bisa tahu apa batasan yang bisa membuat orang ini berhasil atau tidak. Jadi kita tanya misal : jika ternyata ada situasi yang membuat kamu achievement maka apa yang akan kamu lakukan?

 

Kalau dijawab : saya akan melakukan apapun untuk berhasil. Nah ini bisa tanda tanya maka musti di eksplore lebih lanjut apakah ini artinya menghalalkan segala cara atau tidak.

 

Saya beri contoh lain : yang penting buat saya kebahagiaan.

 

Apa definisi bahagia?

Dan hal apa yang akan merusak kebahagiaan dalam konteks bekerja?

Dan hal apa yang menambah kebahagiaan dalam konteks kerja?

 

Nah dari sini bisa digali lebih dalam dan jadi kita tahu bisa memlih orang yang tepat atau tidak.

 

Memilih orang yang tepat akan membantu perusahaan maju lebih cepat. Masuk akalkan?

Kok orang yang saya rekrut ga sesuai harapan ya? – bagian 1

Kok orang yang saya rekrut ga sesuai harapan ya? – bagian 1

 

Oleh coach Antonius Arif,LTNLP

 

Ada seorang pengusaha muda yang bingung dan bertanya kepada temannya “kenapa ya kok yang saya rekrut nilainya bagus, pintar tapi kenapa ga sesuai dengan harapan?”

 

“Maksudnya tidak sesuai harapan?” Tanya temannya

 

“Iya, orangnya bekerja seperti musti disuruh suruh dulu baru ngerjain? Kan saya cape”

 

“Ooo, sy mengerti. Kamu interviewnya pakai teknik meta program dari NLP ga?”

 

“Apa itu meta program dari NLP?”

 

Nah itu ilustrasi cerita yang mau saya ajak para pembaca untuk masuk ke dunia NLP khususnya metaprogram yang salah satunya dari sekian hal lainnya bisa kita gunakan untuk merekrut orang. Dan nanti saya akan sharing di artikel lainnya supaya banyak dapat masukan apa itu metaprogram

 

Dalam meta program NLP ada istilah dikenal proaktif dan reaktif. Apa itu?

 

Proaktif adalah orang yang melakukan sesuatu dengan langsung

 

Reaktif adalah orang yang melakukan sesuatu menunggu suatu respon.

 

Jadi mudahnya begini jika saat interview dan yang melakukan interview menjatuhkan pulpen dengan sengaja maka orang tersebut langsung mengambil pulpen tersebut maka bisa kita katakan dia proaktif. Tapi kalau dia melihat kita belum ambil pulpen dan dia yang ambilkan maka dia reaktif. Jadi kuncinya dia melihat respon kita dahulu. Tapi kalau dia tidak mengambil itu namanya patung. Hahahaha ga becanda. Kalau orang yang ga ambil dan ini pernah kejadian dengan saya, wah ga cocok deh dengan saya. Itu benar benar pasif kaya patung. Makanya orang itu cocoknya jadi patung saja. Hahaha.

 

Jadi kalau orang yang musti disuruh dulu maka itu reaktif. Sedangkan orang yang langsung melakukan maka disebut proaktif.

 

Kalau pakai tanpa menjatuhkan pulpen gimana? Saya akan tanya kalau pekerjaanmu sudah selesai maka apa yang kamu lakukan? Dia jawab nunggu kerjaan berikutnya maka dia jelas banget reaktif dan sebaliknya.

 

Tapi kalau sudah terlanjur dapat orang reaktif gimana? Nah dia bekerja berdasarkan respon kan? Berarti outcome list setiap pagi saat briefing akan membantu jadi dia tahu apa yang harus dilakukan berikutnya.

 

Masuk akalkan?

 

Kita lanjutkan lagi besok untuk meta program yang lain

 

 

Salam performance

Team saya kok ga berkembang? Salah dimana ya? – bagian 2

Team saya kok ga berkembang? Salah dimana ya? – bagian 2

 

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

 

Kembali meneruskan tulisan saya kemaren berkaitan sudah merekrut orang yang tepat tapi kenapa tidak bisa ditumbuhkan. Pembahasan developing team dengan NLP akan dibahas lebih dalam lagi.

 

4 kondisi staf dan cara handlingnya

  1. Unconscious incompetence, dia tidak tahu bahwa dia tidak bisa. Maka yang harus dilakukan atasan adalah memberikan pelatihan sehingga mereka menjadi mampu melakukannya. Jangan pernah team disuruh melakukan pekerjaan tanpa dilatih sama sekali.
  2. Conscious incompetence, dia menyadari bahwa dia tidak bisa. Maka yang pemimpin lakukan adalah melakukan mentoring dilapangan. Caranya bagaimana? Bisa ada 2 cara. Satu langsung diturunkan dilapangan atau dibuat simulasi dikelas seakan akan kondisi persis dilapangan. Ini mirip konsep pilot pesawat terbang yang dilatih disimulator persis dengan kondisi dilapangan. Kan ga mungkin langsung diterjunkan dilapangan tanpa mengetahui cuaca yang benar. Dan itu harus mempunyai kemampuan mentoring yang baik
  3. Conscious competence, dia sudah bisa tapi masih up and down. Kadang bagus kadang tidak. Nah hal seperti ini harus dengan pendekatan coaching. Kenapa begitu? Kenapa ga dikasih masukan lagi? Kalau dikasih masukan terus menerus akhirnya dia tidak bisa dilepas atau didelegasikan ketika mengerjakan sesuatu. Dan ini akan menguras energi kan?
  4. Unconscious Competence, ditahap ini orangnya sudah jago dan ahli maka orang ini sudah bisa masuk ke level berikutnya. Tergantung kebutuhan perusahaan.

 

Besok akan kita bahas lebih detail, bagaimana jika situasi seperti begini atau begono ���.

 

Semoga berguna