Ini Cara Mempersuasi Orang Ketika Meeting!

Apakah Anda kesulitan ketika mempersuasi orang lain?

Padahal rasanya udah ada ketertarikan nih tapi kenapa susah tembus ya?

Lalu apakah ada cara dalam bisa menerapkan ketika mempersuasi orang lain?

Menurut Maulana dan Gumelar. Persuasi adalah proses yang bertujuan guna mengubah sikap ataupun perilaku orang lain dalam sebuah peristiwa, ide, ataupun objek lainnya melalui bahasa verbal atau nonverbal yang didalamnya tersirat informasi, perasaan dan penalaran.

Dalam channel YouTube Coach Antonius Arif menjelaskan hal-hal yang bisa dilakukan dalam mempersuasi orang lain, yaitu dengan teknik Upbeat dan Downbeat.

Apa yang termasuk dalam Upbeat & Downbeat?

  • Upbeat : Energik, positif, antusias
  • Downbeat : Tenang, stabil, terkontrol

Keduanya dibutuhkan dalam mempengaruhi orang lain, seperti:

  • Kenali audiens

Identifikasi nilai-nilai yang penting bagi mereka. Pelajari gaya komunikasi mereka. Sesuaikan nada bicara dan kata-kata yang digunakan.

  • Gunakan bahasa tubuh yang mendukung

Contoh: pandangan mata, senyuman, gerakan tangan. Hindari bahasa tubuh yang menghalangi, seperti bersandar atau melipat tangan di depan dada.

  • Gunakan kata-kata yang positif

Hindari kata-kata negatif yang dapat menghalangi persuasi. Gunakan kata-kata yang menginspirasi, seperti “kita dapat”, “kita akan”, “kita berhasil”.

  • Sajikan argumen yang jelas dan konkret

Gunakan fakta dan data untuk mendukung argumen. Hindari argumen yang terlalu umum atau abstrak.

  • Gunakan teknik storytelling

Ceritakan kisah yang relevan dengan pesan yang ingin disampaikan. Gunakan teknik narasi yang menarik untuk menarik perhatian audiens.

  • Berikan alternatif solusi

Sajikan beberapa opsi solusi yang dapat dipilih audiens. Berikan penjelasan yang jelas mengenai keuntungan dan kerugian masing-masing opsi.

  • Sampaikan pesan dengan keyakinan

Gunakan nada bicara yang tegas dan percaya diri. Jangan ragu-ragu dalam menyampaikan pesan, agar kamu terlihat yakin dengan apa yang kamu tawarkan.

Mempersuasi orang lain membutuhkan kombinasi Upbeat dan Dwnbeat. Kenali audiens, gunakan bahasa tubuh yang mendukung, gunakan kata-kata positif, sajikan argumen jelas dan konkret, gunakan teknik storytelling, berikan alternatif solusi, dan sampaikan pesan dengan keyakinan.

Yuk simak penjelasan lebih lengkap di link berikut ini:
https://youtu.be/RVNLYrrnaSU

Salam performance,

Sukses Memodelling Dalam Bisnis | Teknik TOTE Strategy

Apakah Anda tahu ada teknik memodelling dalam bisnis?

Dalam memodeling seseorang bisa loh kita mencapai kesuksesan…

Bagaimana cara sukses memodelling seseorang dalam bisnis menggunakan teknik TOTE Strategy?

Memodelling seseorang dalam bisnis merupakan salah satu teknik yang dapat membantu Anda mencapai kesuksesan lebih cepat. Dengan memodelling, Anda dapat belajar dari keberhasilan orang lain dan menerapkannya dalam bisnis Anda sendiri.

Namun, untuk sukses memodelling seseorang, Anda perlu menggunakan teknik yang tepat. Salah satu teknik yang sangat efektif adalah TOTE Strategy.

T.O.T.E model dikembangkan oleh tiga orang ilmuawan yang berbeda disiplin : George Miller, Eugene Galanter, dan Karl H Pribram. TOTE model ini dibahas dalam buku mereka yang berjudul : ‘Plans and the Structure of Behaviour’, diterbitkan pada tahun 1960.

TOTE merupakan singkatan dari Test-Operate-Test-Exit. Dalam TOTE Strategy, Anda melakukan pengujian untuk menentukan apakah suatu strategi berhasil atau tidak, kemudian melakukan tindakan atau operasi yang tepat, dan kemudian mengulangi pengujian untuk melihat hasilnya. Jika strategi tidak berhasil, maka keluar atau beralih ke strategi yang berbeda.

Cara penerapan TOTE Strategy dalam memodelling seseorang adalah dengan melakukan empat langkah, Coach Antonius Arif menjelaskan sebagai berikut :

  • Test

Pelajari dan pahami cara kerja orang yang ingin Anda model. Amati tindakan, kebiasaan, dan keputusan yang diambil oleh orang tersebut.

  • Operate

Setelah Anda mempelajari cara kerja orang tersebut, terapkan pengetahuan dan kebiasaan tersebut dalam bisnis Anda.

  • Test

Lihatlah hasil dari penerapan strategi tersebut. Apakah berhasil atau tidak? Jika tidak, evaluasi strategi dan cari solusi alternatif.

  • Exit

Jika strategi tersebut tidak berhasil, jangan terus mencoba memaksakannya. Sebagai gantinya, keluar dari strategi tersebut dan coba pendekatan yang berbeda.

Dengan menerapkan teknik TOTE Strategy, Anda dapat memodelling orang yang sukses dalam bisnis dan meningkatkan kesuksesan Anda sendiri. Namun, penting untuk diingat bahwa memodelling hanya merupakan salah satu bagian dari kesuksesan dalam bisnis. Anda juga perlu mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bisnis Anda sendiri. Yuk simak penjelasan lebih lengkap di link berikut ini:
https://youtu.be/Yyc3qhkXSOg

Salam performance

Inilah Tips Untuk Atasi Resistensi!

Pernah gak kalian mengalami penolakan atau resistensi dari orang lain?

Padahal niatnya baik, mau kerja sama tapi kenapa tetap ditolak ya?

Lalu bagaimana mengatasi penolakan atau resistensi saat berbicara dengan orang lain?

Resistensi atau penolakan merupakan suatu sikap/tindakan menentang, melawan, menampik, menghalau suatu tekanan/ perintah/anjuran yang datang dari luar. Menurut O’connor (1993:111), “Menahan dukungan untuk rencana tertentu atau ide. Itu bisa disengaja atau tak disengaja”. Biasanya orang menolak dikarenakan orang itu takut dibohongi, dimanipulatif, dan takut tidak bisa mengendalikan pikiran.

Berikut ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi penolakan tersebut yang disampaikan oleh Coach Antonius Arif :

  • Fokus pada kebutuhan audiens

Saat Anda berbicara dengan seseorang, pastikan bahwa Anda mengetahui kebutuhan dan keinginan mereka. Dengan memahami kebutuhan audiens Anda, Anda bisa menyusun pesan yang lebih relevan dan efektif.

  • Gunakan bahasa yang mudah dipahami

Ketika berbicara dengan orang lain, hindari menggunakan istilah atau bahasa yang terlalu teknis. Gunakan bahasa yang mudah dipahami agar pesan Anda dapat dipahami dengan mudah.

  • Berikan alasan yang jelas

Jika Anda ingin mengajak seseorang melakukan sesuatu, pastikan bahwa Anda memberikan alasan yang jelas dan konkret. Jangan hanya memberikan alasan yang samar-samar atau tidak jelas, karena hal tersebut dapat memicu resistensi.

  • Beri ruang bagi pendengar untuk berbicara

Berbicara bukan hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga mendengarkan pendapat orang lain. Beri ruang bagi pendengar untuk berbicara dan memberikan masukan, sehingga mereka merasa dihargai dan lebih terbuka untuk menerima pesan Anda.

  • Gunakan teknik NLP

Teknik NLP (Neuro-Linguistic Programming) dapat membantu Anda untuk berkomunikasi secara lebih efektif dengan orang lain. Misalnya, dengan menggunakan teknik rapport building, Anda dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan pendengar Anda.

Demikianlah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi penolakan atau resistensi saat berbicara dengan orang lain. Semoga tips ini bermanfaat dan membantu Anda untuk menjadi seorang komunikator yang lebih efektif! Simak penjelasan lebih lengkap di link berikut ini:
https://youtu.be/pBkA5RyKQcg

Salam performance

Inilah Cara Atasan Buat Tim Jadi Super!

Apakah Anda seorang atasan yang ingin memiliki tim yang super?

Langkah apa yang perlu dilakukan sebagai pemimipin?

Berikut ada beberapa tips yang dapat membantu Anda meningkatkan kinerja tim Anda!

Menurut McShane, Von Glinov (2008)tim adalah kelompok dari dua atau lebih orang yang berinteraksi dan saling mempengaruhi, yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan objektif organisasi, dan merasakan diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dalam organisasi.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk memiliki tim yang super?

Coach Antonius Arif menjelaskan dalam channel youtubenya diantaranya :

Komunikasi yang Jelas dan Terbuka

Penting untuk memiliki komunikasi yang jelas dan terbuka dengan anggota tim Anda. Pastikan bahwa mereka memahami tujuan dan tugas mereka dengan baik, dan berikan mereka umpan balik secara teratur.

Berikan Motivasi

Dorong mereka untuk mencapai tujuan dan memberikan apresiasi pada kerja keras mereka. Berikan insentif dan hadiah ketika mereka mencapai target.

Berikan Pelatihan dan Pengembangan

Berikan pelatihan dan pengembangan pada anggota tim Anda untuk membantu mereka meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka agar bisa lebih efektif dan efisien dalam bekerja.

Berikan Ruang Kreatif

Berikan ruang kreatif pada anggota tim Anda. Biarkan mereka berinovasi dan menciptakan solusi kreatif untuk masalah yang dihadapi.

Jalin Kerjasama yang Baik

Jalin kerjasama yang baik dengan anggota tim Anda. Bekerjasama dengan saling mempercayai dan memahami dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja tim secara keseluruhan.

Pahami Kebutuhan Individu

Pahami kebutuhan individu pada anggota tim Anda. Berikan dukungan dan bantuan pada mereka jika dibutuhkan dan pastikan bahwa mereka merasa dihargai.

Evaluasi Kinerja Secara Berkala

Evaluasi kinerja secara berkala pada anggota tim Anda. Berikan umpan balik secara teratur dan buat perbaikan jika diperlukan untuk meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.

Jadi, itu dia beberapa tips yang dapat membantu Anda menjadi atasan yang hebat dan membuat tim Anda menjadi super. Terapkan tips ini dengan konsisten dan lihatlah bagaimana kinerja tim Anda meningkat. Simak penjelasan lebih lengkap di link berikut ini:
https://youtu.be/sTCl9dYLFK0

Salam performance

Tips Melihat Peluang Dibalik Krisis Pada Perusahaan!

Krisis pada perusahaan dapat terjadi kapan saja dan dapat mempengaruhi kinerja dan reputasi perusahaan secara signifikan.

Pernahkah Anda mengalami suatu kejadian krisis pada perusahaan?

Ketika moment itu datang apa yang Anda lakukan?

Apakah ada peluang yang bisa dilakukan?

Menurut Fink (1986), krisis adalah keadaan yang tidak stabil dimana perubahan yang cukup menentukan mengancam, baik perubahan yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan akan memberikan hasil yang lebih baik.

Jangan Panik! Saat krisis terjadi, banyak perusahaan tergesa-gesa mengambil keputusan yang buruk karena panik. Jangan biarkan emosi memengaruhi keputusan Anda. Cobalah untuk tenang dan berpikir jernih.

Coach Antonius Arif menjelaskan hal yang bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Pelajari Tren Pasar.

Ketika terjadi krisis, pasti akan ada perubahan di pasar. Anda harus mempelajari tren pasar terbaru dan melihat peluang yang muncul dari situ. Pelajari apa yang dicari konsumen dan perhatikan tren bisnis terkini.

  • Tinjau Kembali Model Bisnis.

Krisis bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki model bisnis Anda. Tinjau kembali strategi bisnis Anda dan cari tahu apakah ada yang perlu diubah atau perlu diperbaiki. Pertimbangkan juga untuk memperkenalkan produk atau layanan baru yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan Anda.

  • Jalin Hubungan dengan Pelanggan.

Saat krisis terjadi, hubungan dengan pelanggan menjadi semakin penting. Berkomunikasilah secara terbuka dengan pelanggan Anda dan pertahankan hubungan baik dengan mereka. Cobalah untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka serta cari tahu bagaimana Anda bisa membantu mereka.

  • Berinovasi

Krisis bisa menjadi momen yang tepat untuk bereksperimen dan mencoba hal baru. Berinovasilah dan ciptakan sesuatu yang baru untuk perusahaanmu. Cobalah untuk mencari cara baru untuk memasarkan produk atau layanan Anda.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya dengan cepat dan efektif. Dengan begitu, perusahaan dapat meminimalkan dampak negatif dari krisis dan melindungi bisnis Anda. Itulah tips untuk melihat peluang di balik krisis pada perusahaan. Ingatlah bahwa krisis bisa menjadi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Klik disini untuk simak penjelasan lebih lanjut.

Salam performance

Pentingnya Leader Jalin Hubungan dengan Karyawan

Apakah sebagai Leader perlu jalin hubungan dengan karyawan ataupun tim?

Memang apa yang akan terjadi ketika hubungan sesama tim baik?

Sebagai seorang pemimpin, jalin hubungan yang baik dengan karyawan adalah hal yang sangat penting untuk membangun tim yang solid dan sukses.

John C. Maxwell dalam bukunya “The 5 Levels of Leadership” mengungkapkan bahwa pemimpin yang hebat membangun hubungan yang baik dengan para karyawannya dan mampu memotivasi mereka dengan cara yang tepat.

Coach Antonius Arif menjelaskan dalam channel YouTube 5 Levels of Leadership diantaranya:

Level 1 : Position – Sebagai seorang pemimpin, karyawan hanya mengikuti perintah karena kewajibannya. Hubungan pemimpin – karyawan terjalin hanya dalam batas-batas formalitas.

Level 2 : Permission – Pemimpin menciptakan hubungan yang lebih baik dengan karyawan dan mulai membangun kepercayaan. Karyawan mulai merasa nyaman dan terbuka untuk berbicara tentang masalah di tempat kerja.

Level 3 : Production – Pemimpin mulai menghasilkan hasil yang positif dan membuat karyawan merasa bahwa mereka sedang bekerja pada tujuan yang lebih besar. Hubungan yang terjalin semakin kuat dan karyawan mulai merasa termotivasi.

Level 4 : People Development – Pemimpin memfokuskan pada perkembangan pribadi dan profesional karyawan, mengakui dan memanfaatkan keahlian mereka. Karyawan merasa dihargai dan dihormati.

Level 5 : Pinnacle – Pemimpin mencapai puncak kepemimpinan ketika dia tidak hanya memimpin timnya, tetapi juga memengaruhi orang lain di luar organisasi. Hubungan antara pemimpin dan karyawan sangat kuat, dan karyawan merasa memiliki peran yang penting dalam kesuksesan tim.

Mengapa penting untuk membangun hubungan yang baik dengan karyawan? Karyawan yang merasa dihargai dan dihormati akan merasa lebih termotivasi dan akan lebih cenderung bekerja dengan keras untuk mencapai tujuan bersama.

Jadi, sebagai pemimpin, penting untuk membangun hubungan yang baik dengan karyawan Anda. Ingatlah untuk mendengarkan mereka, memperhatikan kebutuhan mereka, dan menghargai keahlian mereka. Dengan cara ini, Anda dapat memotivasi dan memimpin tim Anda menuju kesuksesan yang lebih besar. Yuk simak penjelasan lebih lanjut di link berikut ini: https://youtu.be/woviWtSUmNM

Salam performance

Penyebab Sering Mengalami Salah Persepsi!

salah presepsi

Pernahkah Anda merasa bahwa orang lain tidak memahami maksud kamu dengan benar? Atau mungkin kamu sering merasa bahwa orang lain menyampaikan pesan yang salah? Salah persepsi adalah masalah yang sering dialami oleh banyak orang dan bisa terjadi di berbagai situasi.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang penyebab-penyebab yang sering menyebabkan salah persepsi.

Menurut Robins (1999:124). Persepsi adalah suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka untuk memberikan makana terhadap lingkungannya.

Dalam channel YouTube Coach Antonius Arif mengejelaskan beberapa hal kenapa salah persepsi itu bisa terjadi diantaranya : Dua orang yang sedang berbicara, namun tidak memiliki konteks yang sama. Salah satu penyebab yang sering membuat orang mengalami salah persepsi adalah kurangnya konteks. Ketika seseorang tidak memiliki cukup informasi tentang suatu topik atau situasi, maka mereka mungkin akan membuat asumsi yang salah. Oleh karena itu, penting untuk selalu memberikan konteks yang jelas dalam setiap percakapan atau komunikasi.

  • Pengaruh Emosi

Contoh : dua orang yang sedang berdebat dengan emosi yang tinggi. Emosi yang tinggi juga dapat menjadi penyebab utama dari salah persepsi. Ketika seseorang sedang marah atau stres, mereka cenderung tidak bisa memproses informasi dengan baik. Mereka mungkin hanya memilih bagian-bagian dari pesan dan tidak memperhatikan konteks yang lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk mengendalikan emosi saat berkomunikasi dengan orang lain.

  • Keterbatasan Bahasa

Contoh: orang yang berbicara dengan bahasa yang berbeda. Keterbatasan bahasa juga bisa menjadi penyebab salah persepsi. Ketika berbicara dengan orang yang tidak menggunakan bahasa yang sama dengan kita, terkadang pesan yang disampaikan bisa menjadi terdistorsi atau salah dimengerti. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kita memahami bahasa yang digunakan dalam setiap komunikasi.

  • Kesalahan Interpretasi

Contoh: orang yang salah menginterpretasikan sebuah pesan. Terakhir, salah interpretasi bisa menjadi penyebab utama dari kesalah pahaman. Bisa jadi seseorang mendengar atau membaca pesan dengan benar, namun mereka salah memahami maksud pesan tersebut. Oleh karena itu, ketika berkomunikasi dengan orang lain, penting untuk memastikan bahwa kita memahami dengan benar pesan yang disampaikan dan juga memastikan bahwa pesan yang kita sampaikan dipahami dengan benar oleh orang lain.

Kesalahan persepsi bisa terjadi pada siapa saja, dan bisa terjadi dalam berbagai situasi. Namun, dengan mengenali penyebab-penyebab yang sering menyebabkan kesalahan persepsi, kita bisa menghindari kesalahan tersebut. Simak video lebih lanjut klik disini.

Salam performance,

Hidup Lebih Baik Dengan Melakukan Self Affirmation

Tahukah Anda bahwa dengan self affirmation yang tepat bisa membuat hidupmu menjadi sukses?

Dan jika menggunakan self affirmation tidak tepat hidup akan menjadi problem, apakah iya?

Lalu bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk menjadi diri yang lebih baik?

Penelitian dari National Science Fondation mengungkapkan bahwa setiap manusia melakukan self talk setiap hari sebanyak 12.000 – 60.000 kalimat dan lebih buruknya yang keluar adalah kata-kata negatif. Seperti :
“Saya ga bisa deh ngerjain itu”
“Saya ga bisa sukses”
“Ga mungkin berhasil, saya ga mampu” dan lain sebagainya.

Dengan mengungkapkan kata-kata negatif, nantinya otak akan merekam dan memproses hal itu dan membuat diri menjadi down. Oleh karena itu, Coach Antonius Arif menjelaskan hal yang perlu dilakukan adalah dengan self affirmation.

Menurut American Psychological Association, self affirmation merupakan serangkaian perilaku yang ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Self- affirmation mampu membantu individu dalam meredakan stres akibat pikiran negatif. Dengan afirmasi diri akan meningkat aura positif dalam diri sehingga tekanan-tekanan negatif bisa dihilangkan.

Berikut langkah yang bisa dilakulan ketika self affirmation :

  • Berbicara dengan diri sendiri secara positif. Gunakan kata-kata yang positif ketika berbicara dengan diri sendiri dan hindari mengkritik diri sendiri
  • Tekanlah setiap jari satu persatu ketika sedang menanamkan nilai baru yang positif atau affirmasi diri
  • Selain itu bisa gunakan afirmasi yang didapatkan dari kitab suci dengan makna yang menurut kamu menggambarkan hal baik
  • Fokus pada hal-hal positif dalam hidup kamu dan berterima kasih atas semua hal yang sudah kamu miliki
  • Teruslah berlatih. Praktikkan afirmasi diri secara teratur untuk membantu membangun rasa percaya diri dan harga diri yang positif

Jadi, untuk mendapatkan hal baik. Diri kita harus diubah dulu mindset dan perilakunya, dengan melakukan afirmasi diri. Dengan menerapkan ini, hal baik, dan kesuksesan bisa diraih hanya dengan menanamkan nilai positif.

Yuk simak penjelasan lebih lengkap di link berikut ini: https://youtu.be/u6n5frmqQPs

Salam performance,

INILAH PENYEBAB PELATIHAN TIDAK REPEAT ORDER!

Tahukah kamu kenapa banyak pelatihan tidak di repeat order lagi?

Apakah karena materi yang diberikan tidak maksimal dalam menyampaikannya?

Atau bahkan trainernya yang belum memiliki kompetensi yang sesuai dalam menjelaskan materi?

Menurut Ann Latham dalam Association for Talent Development (ATD) alasan utama kegagalan pelatihan adalah karena bukan pelatihan yang diperlukan. Jika kamu menginginkan peningkatan, mudah untuk mengasumsikan bahwa hal pertama yang dibutuhkan karyawan adalah lebih banyak pelatihan. Tetapi dalam banyak kasus banyak pelatihan yang diberikan kemungkinan besar akan sia-sia. Karena banyak pelatihan tidak memiliki efek nyata yaitu tidak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Dengan hal ini menjadikannya banyak pelatihan yang tidak repeat order. Yuk kita cari penyebab lainnya terkait hal ini. Dalam channel YouTube Coach Antonius Arif menjelaskan 4 penyebab pelatihan tidak repeat order yang lain diantaranya :

1. Tidak Sesuai dengan Kebutuhan

Biasanya pelatihan dibuat hanya semata-mata karna materi menarik, keren, dan baru. Padahal hal ini tidak boleh dilakukan karena tidak akan membawa dampak apa-apa. Seorang trainer harus bisa dan paham bagaimana caranya menggali kebutuhan dari job desk, job roll, dan matrix competency. Karena informasi yang didapatkan dari HRD biasanya belum lengkap, oleh karena itu seorang trainer harus mencari tahu sendiri kebutuhan yang sedang diperlukan dengan menggali problem yang ada.

2. Tidak Memahami Metode Pengajar

Sering sekali ditemukan di lapangan sebagai seorang trainer dalam membawakan pelatihan dengan metode pengajaran yang sama. Untuk pelatihan publik seminar, perusahaan, ataupun pelatihan yang lain menggunakan satu metode itu saja. Padahal dengan seperti itu sangat tidak efektif, seharusnya disesuaikan dengan problem yang dialami dan dibuat metode pengajaran yang tepat.

Contoh : ada role play dan real play, dengan dua pemilihan ini bisa dipraktekkan yang real play. Karena dengan mempraktekan hal yang terjadi, calon peserta bisa mengevaluasi yang kurang tepat menjadi lebih paham lagi.

3. Pelatihan Tidak Diwrapping

Kebanyakan pelatihan yang berlangsung hanya menyampaikan materinya saja di setiap bagiannya dengan memberikan satu contoh kasus. Ketika pelatihan sudah selesai tidak diberikan kesimpulan dari setiap materi yang dipelajari. Dengan tidak melakukan wrapping ini akan mengakibatkan para peserta bingung karena tidak tahu harus memulai step by step seperti apa karena tidak dijelaskan sesuai dengan masalah dilapangan yang terjadi.

4. Kinerja Setelah Pelatihan Tidak Terjadi

Pelatihan sudah selesai namun tidak berdampak kepada perusahaan seperti omzetnya tidak naik dan performance karyawan tidak terlihat. Hal ini terjadi karena pelatihan tidak disusun sedemikian rupa sesuai dengan problem yang dihadapi dilapangan.

Setelah kamu baca artikel ini, kamu jadi tahu kan kenapa pelatihan tidak di repeat order oleh customer?. Yuk perbaiki diri kamu sebagai trainer untuk menjadi trainer yang bisa memberikan dampak kepada yang dilatih dan perusahaan.

Ingin menjadi trainer? Bisa juga loh bergabung dengan tim kami kalau kamu berkompeten, yuk join di pelatihan “Trainer Competency”.

Ingin menjadi trainer?

Yuk join tim kami kalau kamu mau jadi trainer yang kompeten. Ikuti pelatihan “Trainer Competency”

Simak penjelasan lebih lanjut di link berikut ini : https://youtu.be/WKPkakqPtkk

Sulit Mengubah Kebiasaan? Ini Cara Mudahnya!

mengubah kebiasaan membuat pekerjaanmu lebih efektif

Untuk sebagian orang, mengubah kebiasaan adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Kebiasaan yang sudah terbentuk dalam diri kamu, sering kali sulit untuk ditinggalkan. Namun, tidak selamanya kebiasaan yang sudah terbentuk selalu baik dan positif bagi kehidupan kamu. Terkadang, kita perlu mengubah kebiasaan yang tidak baik agar dapat memperbaiki kualitas hidup kita.

Mengubah kebiasaan akan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif?

Dalam buku “Habit: The Power of Habit” karya Charles Duhigg menyebutkan tentang New Behavior Generator (Pembangkit Perilaku Baru) yang dapat membantu seseorang dalam membentuk kebiasaan yang baru dan positif.

Apa sih New Behavior Generator itu?

New Behavior Generator adalah sebuah teknik yang digunakan untuk membantu seseorang membangun kebiasaan baru dengan cara menemukan suatu rutinitas yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari dan menggantikannya dengan kegiatan baru yang diinginkan. Teknik ini mengandalkan kekuatan kebiasaan yang sudah ada dalam diri seseorang untuk membentuk kebiasaan baru yang lebih positif. Untuk membuat kebiasaan baru itu kita harus mempunyai cue.

Apa itu cue? Cue adalah sebuah penanda untuk melakukan pekerjaan atau tindakan yang kita inginkan.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika penanda (cue) tersebut sudah ada ya?
Selanjutnya adalah mengimajinasikan urutan perjalanan atau pekerjaan yang akan dilakukan.

Contoh sederhananya seperti seoranh muslim yang melakukan sholat, ketika ada cue berupa bunyi adzan dan seorang muslim tersebut tidak sholat maka ada beberapa orang yang merasa gelisah karena meninggalkan atau belum mengerjakan sholat tersebut.

Jadi untuk mengubah habit sebenarnya tidaklah sulit, terkadang yang menjadi sulit karena kita sendiri yang tidak mau melakukan. Apabila ingin mengubah habit, maka ubah cue nya sampai pekerjaan menjadi lebih efektif ya!

Klik disini untuk penjelasan lebih lanjutnya dan tonton videonya!!