NLP UNTUK SUKSES BISNISMU | NLP leadership Indonesia – bagian 2

NLP UNTUK SUKSES BISNISMU | NLP leadership Indonesia – bagian 2

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

Bagi yang belum baca artikel sebelumnya, wajib baca dulu ya. Di tulisan sebelumnya saya membahas bagaimana penggunaan teknik NLP dalam melakukan modeling orang yang excellent pada bidangnya dengan pendekatan Neuro Logical Level (NLL)

 

Nah sekarang kita kupas NLL bagian identitas. Apa sih identitas? Identitas adalah jati diri atau cermin diri ketika  kita menjalankan profesi kita. Saya beri contoh: jika saya ditanya siapa coach Arif dalam konteks pebisnis maka saya jawab “saya adalah seorang yang diberkati Tuhan dan anak yang di favoritkan Tuhan sehingga saya menjadi jenius dalam mengembangkan bisnis apapun” maka dalam dunia nyata sangat tidak aneh bahwa dengan segala berkat yang Tuhan berikan bisa membuat saya mengembangkan bisnis sedemikan cepatnya dan multi dimensi. Tapi kalau identitas sebagai coach atau trainer? Sudah pasti berbeda lagi. Siapa seorang coach Antonius Arif? “Saya adalah seorang coach dan trainer yang diberikan berkat dari Tuhan mempunyai kemampuan untuk mendeteksi problem sebuah bisnis atau divisi sehingga diberi kemampuan untuk mencari solusi perbaikan secara permanen.” Maka tak aneh saya sering mudah sekali menemukan problem dan menemukan solusi serta membantu korporasi untuk tidak selalu bergantung dengan kami dan mereka bisa jalan sendiri.

 

Nah menarik kan identitas? Bagaimana cerita penerapan dalam bisnis yang kemaren kita kupas tentang perusahaan kursi pijat? Ternyata 5 orang terbaik dan 2 orang terlemah memang identitasnya berbeda. Yaitu yang lemah rata rata mereka “terpaksa” menjadi sales bukan karena kemauan sendiri tapi karena kondisi.

 

Maka dalam pelatihan saya menggunakan berbagai pendekatan untuk mengubah mindset yang jelas bukan terapi karena korporasi kadang suka merasa aneh jika ada karyawan di terapi. Hahaha

NLP UNTUK SUKSES BISNISMU  | NLP Leadership Indonesia  – bagian 1

NLP UNTUK SUKSES BISNISMU  | NLP Leadership Indonesia  – bagian 1

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

Apa sih yang menarik dalam  belajar NLP (Neuro Linguistic Programing) untuk diaplikasikan dalam bisnis?

 

Banyak teknik NLP yang menarik tapi saya mau ulas kisah nyata salah satu klien saya waktu itu meminta pelatihan penjualan berkaitan kursi pijat. Bagaimana cara meningkatkan bisnis kursi pijat di mall atau distore mereka. Saya pribadi belum pernah punya pengalaman bagaimana membuat orang tertarik dan membeli kursi pijat. Dan saat itu saya mengalami kebingungan karena saya tidak punya ilmunya dan teorinya. Jadi saya putuskan untuk menggunakan pendekatan NLP dari awal yaitu adalah ilmu modeling the excellent people. Jadi saya putuskan untuk mencari orang yang akan di model.

 

Siapa orangnya yang akan saya gunakan di model? Saya memilih dari 5 orang terbaik mereka dalam penjualan dan 2 orang yang penjualannya terendah sebagai data pembanding. Ini benar benar mengasyikan, ini m.

 

Waktu itu saya memutuskan menggunakan pendekatan Neuro logical level (NLL) satu baris. Tapi kalau sekarang, pasti saya akan pakai multi dimensi yaitu selling cycle, buying cycle serta dibuat matrix ke NLL.

 

Didalam NLL ada apa saja sih yang dikupas? Saya tulis dalam urutan bukan berarti di leveling dan berurutan.

– lingkungan

– behavior

– capability

– belief

– value

– identity

– spiritual

 

Dan untuk tulisan kali ini saya akan membahas berkaitan belief.

 

Waktu itu saya dibantu coach Adithia melakukan wawancara dan menemukan bahwa belief 5 orang yang jago jualan dan belief 2 orang yang penjualan terburuk ternyata berbeda banget khususnya ketika menghadapi customer. Saya beri contoh : yang jago jualan mempunyai belief “customer yang datang kepada saya pasti beli. Kalau tidak beli sekarang pasti dia akan beli lain kali” nah belief ini membuat dia jadi melayani orangnya dengan sepenuh hati. Sedangkan untuk belief yang penjualan jelek ” ini pasti php lagi deh” jadi wajar penjualannya menjadi tidak bagus.

 

Nah setelah kami temukan disalah satu beliefnya maka apa yang saya lakukan? Saya bukan teknik cara menginstall belief tersebut dengan teknik rehearsal karena tidak mungkin di dunia korporasi saya menggunakan teknik seperti terapi untuk menginstal belief itu kan karena sudah pasti akan resistance.

 

Jadi pengalaman tadi adalah pengalaman mengasyikan dan di artikel berikutnya saya akan kupas penggunaan teknik Modeling dalam belajar NLP khususnya pada penerapan bisnis.

Kalah Mental

Kalah Mental

By coach Antonius Arif
Licensed Trainer of NLP TM – Approved by Dr Richard Bandler

Khusus para pebisnis yang selama ini sering sekali bernegosiasi dengan orang lain, pernahkah anda mengalami kondisi sudah kalah mental sebelum bernegosiasi? Bahkan anda cenderung mengiyakan karena takut kehilangan order?

Ini juga mirip dengan kasus para atlit olah raga baik sepakbola, tinju, mma, bulu tangkis, basket dan lainnya sering sekali saat sebelum bertarung sudah kalah sebelum bertanding. Kok gitu ya? Bahkan dalam pertandingan kadang bermain dikandang sendiri sama dikandang lawan juga efeknya beda. Mentalnya beda. Hmm menarik ya?

Dalam NLP (Neuro Lingustic Programming), ini disebut adalah Framing atau pigura pikiran. Kalau orang awam menyebutnya Mindset atau Mental. Yes, mindset yang sudah ragu diawal maka akan mempengaruhi saat berbicara atau melakukan apapun menjadi kalah duluan. Tidak perlu skill lagi, lah mental sudah kalah gimana mau menang?

Jadi apa sih yang harus dilakukan? Saya suka sekali teknik Framing yaitu bagaimana cara kita saat bertemu sudah siap dulu.

Beberapa waktu yang lalu saat saya mengajar, ada satu sales yang bertanya kepada saya. “Coach, kok aku ga berani prospek A, kenapa ya?” Kemudian saya coba gali dan saya temukan bahwa dia punya frame bahwa selama ini hubungan dia super baik dengan orang itu dan dia khawatir kalau dia memprospek eh nanti hubungannya tidak baik. Kemudian saya lakukan intervensi NLP dan menganti frame mereka dengan bertanya “kamu selling atau helping?” Selling coach. Ahhh langsung saya tahu kenapa dia ragu. Saya tanya apa beda selling dengan helping. Dia diam dan mikir. selling menawarkan untuk dia beli. Dan helping adalah membantu menyelesaikan masalah yang mereka miliki.
Ketika dia mengatakan begitu mendadak dia tersenyum dan manggut manggut seperti memahami sesuatu. Saya tanya “kenapa manggut manggut?” Dia menjawab “ooo saya ga bantu masalah mereka. Jadi harusnya saya tahu apa masalah mereka dan saya bantu mereka”

Saya tersenyum dan bertanya “gimana? Masalahmu sudah dapat solusi?”

“Sudah coach”, jawabnya.

Problem mental seseorang hanya mengubah Frame saja bisa mengubah mental mereka apalagi dalam bernegosiasi ya?

Masuk akal?

DO IT or DIE?

DO IT or DIE?

By coach Antonius Arif
Licensed Trainer of NLP TM – approved by Dr Richard Bandler

Ketika berbicara masa pandemi dan kondisi ekonomi yang kita tidak bisa katakan baik tapi tidak bisa dikatakan buruk, itu semua jika dilihat dari sudut pandang NLP apakah hal itu berguna atau tidak dalam mencapai tujuan maka akan menjadi menarik.

Jika kita melihat dalam pilar NLP yaitu bertanggungjawab 100 persen atas segala tindakan atau perilaku kita maka menjadi menarik. Karena NLP selalu melihat segala sesuatu dilihat dari kacamata bertanggungjawab 100 persen maka selalu ada 4 hal yang dilihat.

Apa saja 4 itu?
1. Pikiran, dimana kita mengendalikan pikiran kita ke arah mana yang kita inginkan. jika kita pengusaha dan berpikir ke hal yang negatif maka otomatis seluruh tubuh kita akan menyesuaikan dengan apa yang anda pikirkan. Tapi coach, kan kondisi memang lagi ga bagus? Saya bilang tergantung. Saya melihat banyak orang yang malah kaya dimasa pandemi tuh. Ahhh pasti coach Arif mau ngomong, itu pasti yang jualan masker dan hand sanitizer ya? Hahaha itu bisa dibilang iya tapi kita bisa lihat angle lain. Kemaren saya menemukan cerita ada pengusaha makanan yang terpaksa tiarap dan demi survive eh mrk coba buat makanan dalam kemasan alias frozen eh malah laku dan sekarang malah menjadi salah satu tulang punggung bisnis mereka. Coba seandainya mereka tidak bergerak, gimana coba ya kan?
2. perkataan kita. Jika kita sudah menset kan pikiran ke arah jalan keluar maka kita juga jaga cara bicara kita. Ketika cara bicara tidak dijaga maka akan masuk kepikiran bawah sadar maka akan terjadi pola menetap dan menjadi kenyataan
3. Perasaan alias state atau kondisi. Jika kita meyakini jadi pemenang dengan tetap melihat realita yang ada maka pasti akan membuat action plan dengan membuat skenario kalau terjadi kondisi A bagaimana dan kondisi B bagaimana. Yang penting gimana menjaga perasaan dengan pikiran yang berguna
4. Perilaku. Maka perilaku kita akan sesuai dengan pikiran kita. jika kita hopeless ya otomatis tubuh mengikuti.

Nah bagaimana dengan para pebisnis dan pengusaha?

Saya hanya mau mengatakan mau teori apapun untuk berhasil tetapi jika kita tidak paham manual otak kita dengan menguasai NLP maka akan relatif lebih menantang perjalanan. dan gimana untuk berhasil maka akan mengalami kesulitan. Karena bisa dikatakan ini situasi seperti kabut yang kadang kita tidak tahu apakah jalan yang diambil benar atau tidak.

Benar kabutnya ga tebal sekarang, karena pelan pelan kita sudah mulai mendapat pola. ooo dibln apa bakal PPKM naik dan bln kapan turun? Dan pola ini bisa kita gunakan untuk pattern bisnis kita dan kegiatan marketing.

Masuk akal?

NLP for Life – Tipe-tipe Customer

Selamat Pagi

 

Untuk anda para penjual dan orang orang yang berhubungan dengan orang lain. Kadang mengalami kesulitan ketika mendekati orang baru atau prospek baru. Kenapa bisa kesulitan?

 

Karena tidak mengenali tipe tipe customer.

 

Memang ada gunanya mengetahui tipe customer? Yes, untuk memudahkan anda dalam membujuk mereka dan cara mendekati mereka.

Dan ini yang saya sharingkan dikelas NLP Persuasive Selling yang diselenggarakan tgl 31 Mei – 1 juni 2019 dan ini program Ramadhan terakhir. ( Info )

 

Saya sharingkan kepada anda ada 4 tipe customer. Apa saja 4 tipe tersebut?

 

  1. Tipe Director, tipe ini adalah tipe orang yang ngomong ceplas ceplos dan maunya cepat. Dan ketika sdh janji sama orang spt ini harus segera ditepati. Dan jika mau beli dia akan ngomong beli. Jika tidak, dia akan terus terang.
  2. Tipe analisa, tipe ini adalah tipe orang yang mau memakai data. Jadi sering banget meminta data untuk memutuskan. Dan orang seperti ini agak kurang enak terus terang
  3. Tipe friendly, tipe ini adlh tipe orang yang sangat bersahabat tetapi agak susah berterus terang untuk membeli. Kalaupun mau membeli itu krn faktor mengetahui siapa2 saja yang sudah beli
  4. Tipe entertainment. Ditipe ini lebih senang bergaul dulu sebelum memutuskan. Dan cara mendekatinya ya didekati dengan bergaul ke tempat yang mereka suka

 

So, cara yang TEPAT dan PAS akan membuat mudah mengaet mereka.

Antonius Arif

NLP for Life – Kokpit Pikiran anda

Selamat Pagi

 

Beberapa puluh tahun yang lalu ketika mendengar kata stres menurut saya sih biasa saja. Saya nga pernah pusing kata stres karena stres buat saya seperti kehidupan sehari hari dan seakan2 itu membuat saya terpacu untuk lebih bagus lagi dalam bekerja. Bahkan saya pernah membuat satu kutipan yang mengatakan bahwa stres adalah sahabat saya. Upsss, pemikiran yang salah tuh.

 

Yes, stlh 2-3 thn belakangan ini saya baru menyadari bahwa stres itu berbahaya buat tubuh manusia serta tubuh saya. Waduh, kok bisa saya tidak memahami ya. Bener2 kacau dah.

Yes, stres itu bisa membuat masalah di kesehatan mental dan fisik. Untuk mental sih saya tidak ada isu tetapi utk kesehatan fisik, waduhhh sudah mulai kena dampaknya. Baik hipertensi, Diabetes miletius 2, Gerd bahkan sampai gangguan sexual. Dan saya sampai habis puluhan juta hanya untuk membereskan satu masalah dan dampaknya tidak banyak membantu. Dan apalagi stres ternyata secara tidak langsung itu seperti silence killer. Dan kita menganggap ahh kerja santai tidak stres (persepsi: berasumsi stres itu memikirkan sesuatu berlebihan sehingga kepala seperti pusing), ternyata hal spt itu sudah diasumsikan stres oleh tubuh. Dimana ketika stres akan memicu kelenjar adrenal dan kelenjar adrenal akan mengeluarkan kortisol dan adrenalin. Dan hal itu akan memacu jantung berdetak lebih kencang, asam lambung meningkat, tensi darah akan meninggi serta gula darah akan naik. Dan ini pangkal sakit jantung, hipertensi, diabetes miletius 2, stroke dan gangguan lainnya.

 

Dan sengaja saya attach gbr bahaya stres. Lalu saya mulai menyadari kata Guru Besar saya Dr Richard Bandler, kenapa saya tidak menikmati kehidupan dengan lebih menyenangkan. Kan kalau menyenangkan maka tubuh saya tidak akan rentan terhadap penyakit. yes, kita bisa happy kapanpun kita mau sama seperti tinggal memencet tombol seperti dikokpit pesawat. Dan itu yang saya sharingkan di kelas Design Human mind technology yang diselenggarakan tgl 25-26 Mei 2019 ( info http://bit.ly/DesignHumanMind ) dan kelas ini terakhir saya selenggarakan 2 thn lalu dan saya tidak tahu kapan akan membuat lagi.

 

Apa yang saya lakukan dengan kokpit pesawat pikiran saya? Saya menyadari kuncinya saya harus memunculkan 2 tombol yang saya bisa putar sendiri seperti volume di sound system. Yaitu relax dan gembira

 

  1. Saya mengidentifikasikan tombol didalam diri saya berbentuk apa? Apakah volume naik turun atau diputar atau digital
  2. Saya meletakan satu emosi tertentu ke satu tombol.
  3. Mengidentifikasikan dan menginstal emosi tersebut ke tombol yang diinginkan
  4. Lakukan test. Jika lagi stres maka tombol relax akan saya naikkan dan stres saya turunkan. Begitu juga tombol happy akan saya putar volumenya.

 

Nah asyiknya diri kita bisa mengatur atau mengontrol sendiri sesuai yang diinginkan.

 

Antonius Arif

NLP for Life – Kendalikan halusinasi suara

Selamat Pagi,

 

Beberapa tahun lalu, saya mendapat klien dari Australia berwarga negara Indonesia, dia mempunyai problem yaitu banyak suara – suara dikepalanya. Bahkan wanita ini sudah pergi ke Psikiater di Australia dan sudah diberikan obat penenang. Dan itu sudah berjalan selama 6 bln dan tidak mengalami perbaikan khususnya ketika lagi sendiri.

Jadi orang tuanya memutuskan untuk diterapi oleh saya. Saat saya bertemu dengannya, saya menggunakan ilmu yang saya sharingkan dikelas Design Human Mind Technology yang kelasnya akan berjalan tanggal 25-26 Mei 2019 (cek )

 

Saat bertemu dengannya, saya bertanya kepadanya sebuah pertanyaan yang iseng dan dapat mengetahui penyebab masalahnya dimana. Saya bertanya kepadanya,

 

Suaranya laki-laki atau perempuan?

Dia mengatakan, “laki-laki”

Ngomong apa suara itu? Tanya saya.

 

Dia menjawab, nga tahu. Berisik kaya bokap saya.

 

Hmm menarik, kata saya dalam hati

 

Lalu saya tanya, apa itu suara bokap?

 

Bukan, itu suara ex gue. Cerewet kaya bokap.

 

Lalu saya memutuskan untuk melakukan intervensi dengan teknik Design Human Mind Technology.

 

Lalu saya ubah suara dikepalanya itu menjadi lambat dan saya tanya reaksinya. dia tertawa lepas, lucu.

 

Lalu saya ubah suaranya jadi donald bebek dan dia semakin ketawa.

 

Kemudian saya cek ke masa depan untuk memastikan permasalahannya beres. Dan dia jawab, sudah enak.

 

Hmm menarik kan?

 

Seandainya saja setiap anda punya problem berkaitan self talk negatif, rendah diri, malas, tidak semangat, trauma dan masih banyak lagi dan setiap problem anda bisa diberesin, kira2 apa yang bakal terjadi dihidup anda ya, menarik kan?

Antonius Arif

NLP for Life – Drama Queen

Selamat Pagi

 

Apa yang terpikir oleh anda ketika membaca drama queen?

Orang yang bermain teater?

Atau dia seorang aktor?

 

Tidak salah tapi kurang tepat. Yuk kita bahas

 

Ciri2 yang umum beberapa hal adalah

  1. Menyimpan dendam
  2. Apapun peristiwa selalu di dramatisir.
  3. Ketika memulai pembicaraan biasanya dimulai dengan seruan. “ya ampun, eh tahu nga loe, eh kasihan deh” dan lain sebagainya

 

Nah banyak orang disekitar saya yang saya temui bahkan saya sendiripun awalnya begini. Seakan2 ketika mendapat masalah ya kok pikiran saya melantur kemana mana sehingga tidak bisa saya kendalikan. Saling mengkait2kan antara satu dengan pengalaman yang lain dan menjadilah sebuah drama berkepanjangan yang membuat emosi menjadi seperti tidak bisa saya kendalikan. Sampai akhirnya saya berangkat ke Orlando ketemu yang ke 2 kali dengan Dr Richard Bandler belajar Design Human Engineering untuk membereskan permasalahan dikepala saya khususnya banyak kejadian yang menimpa saya di desember 2016 hingga april 2017 saat ibu saya meninggal, terkena masalah ditipu, permasalahan omzet, permasalahan dengan kontrakan, ayah mertua saya meninggal dan lain sebagainya. Saya menyadari bahwa saya harus kembali kendalikan hidup saya. Dan ini yang saya bagikan di kelas Spesial Ramadhan Design Human Mind Technology tgl 25-26 Mei 2019 ( informasi )

nlp for life

Dan akhirnya saya bisa kendalikan drama2 dikepala saya. Mau tahu caranya?

 

Ini yang saya lakukan

 

Setiap pikiran kita ketika kita ada masalah, suka muncul bertumpuk tumpuk kejadian yang ke recall secara tidak sengaja dan dasarnya manusia suka mengkaitkan antara kejadian satu dengan yang lain. Nah ketika kejadian tersebut dikait2kan maka kita kejebak dengan kaitan tersebut sehingga kita akan semakin get deep problem dan tidak bisa keluar. Dan secara law of attraction in action ketika kita sudah dalam kondisi saling mengkait2kan problem maka kita akan menarik hal buruk terjadi dalam diri kita.

 

Jadi harus bagaimana?

 

Ya mau nga mah harus dikupas peristiwa tersebut satu persatu dan dibersihkan. Dan ambil cara yang lebih berdaya sehingga bisa keluar dari problem tersebut.

 

Dengan mengupas problem tersebut satu persatu maka kita bisa kembali kendalikan diri anda dan membuat diri anda menjadi berdaya.

 

Dan saya juga membuat control panel pikiran saya sendiri seperti tombol2. Jadi ketika saya ada problem, tombolnya tinggal saya putar off dan saya naikan kondisi yang saya mau sehingga saya lebih bisa mengontrol hidup saya.

 

Ya ibaratnya kalau anda tidak kontrol diri anda maka ada orang lain yang akan mengambil remote kontrol anda dan dia yang kendalikan kita. Ahhh ogah. Mending dia tahu apa yang saya butuhkan. Kalau dia menyalahgunakan maka hidup saya berantakan.

 

Dan itu yang saya lakukan

 

Cara yang PAS dan TEPAT maka hidup lebih mudah dikendalikan

 

Antonius Arif

NLP for Life – Menolak Makan setelah Sembuh

Selamat Pagi

 

Suatu hari saya mendapat telpon dari sahabat saya yang baru saja mengalami sakit dibagian perut dan menjadi trauma atas makanan. Dia berasumsi kalau makan maka perutnya akan sakit. Dan buat dirinya makan itu begitu menderita.

 

Sahabat saya tersebut meminta bantuan saya untuk membantu permasalahan dirinya tersebut. Dan saya datang bertemu dengannya dan ngobrol ngobrol dengan dirinya. Yes, tubuhnya menjadi lebih kurus dengan kondisi tubuh yang bisa saya katakan tidak dalam vitalitas yang bagus. Seperti orang capek dan lelah. Guru saya mengatakan jika menjadi kurus tetapi tubuh lemah, berarti ada yang salah dalam tubuhnya. Becareful buat yang lagi diet, perhatikan ketika diet, tubuh anda menjadi berenergi atau sebaliknya? Jika sebaliknya maka salah arah

nlp for life

Lalu saya ajak berbicara ttg problemnya tersebut, makanan apa yang dia tidak bisa makan dan dijawab hampir seluruh makanan apapun yang dia makan selain bubur akan membuat perutnya sakit. Dan saya bertanya kalau menurut dokter apakah aman jika dia makan? Dokter mengatakan yes aman. Karena sdh periksa seluruh bagian tubuh dg berbagai alat kedokteran. Yang membuat sakit karena ada luka di area perut.

 

Maka saya putuskan untuk menggunakan teknik NLP Advance yang saya sharingkan di kelas Design Human Mind Technology tgl 25-26 Mei 2019 (informasi ) ilmu ini saya pelajari ketika belajar Design human engineering langsung dengan Dr Richard Bandler dan belajar Meta State untuk mengembangkannya lebih dalam.

 

Dan setelah saya terapi hanya kurang dari 5 menit, dan langsung saya minta coba untuk memesan makanan sayur yang biasanya membuat dirinya sakit, dan sembuh! Bahkan saya menunggu selama 10 menit (karena biasanya 5 menit sdh bereaksi sakit), dan everything going fine

 

Penasaran? Apa yang saya lakukan?

 

Ini yang saya lakukan

  1. Mengidentifikasikan bahwa yang saya lakukan benar2 aman secara medical. Bahwa dirinya sudah mengecek dg MRI, CT Scan, endoskopy, periksa full hasil darah termasuk cek CA marker dan hasilnya aman. Hanya ada luka di area perut (sy lupa apakah lambung atau usus)
  2. Recall pengalaman makanan yang enak. Dia menyebut beberapa makanan seperti bubur kwantung, lidah sapi dan sbgnya. Saya anchor pengalaman tersebut menggunakan teknik spinning. Saya bertanya perasaan tidak nyaman tersebut seperti berputar kemana? Beliau jawab berputar ke depan dan berwarna merah. Kemudian saya minta reverse dan warnanyapun saya ubah.
  3. Mental block ttg makanan bhw setiap makanan sakit juga saya bereskan dg teknik yang sama. Dan saya bereskan
  4. Membereskan timeline atau garis waktunya. Dengan membereskan garis waktunya, saya bisa lebih mudah meletakan masalah dimasa lalu. Dan sumber masa lalu saya taruh dimasa depan.
  5. Induce hypnotic state saat menutup. Menggunakan teknik hipnosis dan setelah itu terlihat bahwa mukanya berubah menjadi lebih berenergi
  6. Test . Dibagian ini saya test makan dan saya tunggu apakah reaksi negatif muncul? Ternyata tidak. Sudah terjadi healing untuk menikmati makanan

 

Banyak orang yang ingin lebih PAS dan TEPAT tetapi tidak mau bertanggungjawab 100 persen utk memperbaikinya. Kenapa tidak sekarang anda bisa mengendalikan diri anda untuk mencapai hasil Peak Performance anda.

 

Antonius Arif

NLP for Life – Temukan Inti Masalah Team

Selamat Pagi

 

Banyak pemimpin yang seringkali kebingungan kenapa teamnya tidak jalan atau kinerjanya tidak bagus. Baik itu pemimpin MLM, Asuransi, Perusahaan apalagi perusahaan yang berkaitan dengan dunia penjualan.

 

Mereka suka kebingungan apa yang harus dilakukan saat teamnya tidak berkinerja dengan baik. Ini yang saya sharingkan dikelas NLP Tranceformative Coaching tgl 21-22 Mei 2019 (informasi : )

nlp for life

Dan saya bagikan sedikit cara menemukan masalah dari team anda.

 

  1. Temukan apa masalahnya berkaitan stres atau bosan?
  2. Temukan masalahnya berkaitan dengan motivasi atau kompetensi

 

Setelah itu baru anda akan menemukan obat yang tepat dalam melakukan coaching, yuk saya bagi lebih dalam lagi. Bagaimana tahu masalah tersebut bosan atau stres? Dan juga masalah motivasi atau kompetensi?

 

Mudah, yuk kita kupas

  1. Kalau masalahnya bosan maka mereka kurang tantangan. Maka berikan tantangan baru. Kalau masalahnya stres maka kompetensi ditambah.
  2. Juga dicek motivasinya apakah dia punya problem dengan kepercayaan diri? Jika ada, bereskan hal tersebut dengan intervensi NLP yg diajarkan dikelas Tranceformative Coaching. Kalau dia punya masalah komitmen alias suka datang telat, suka lupa dengan pekerjaannya dan sbgnya maka perlu diintervensi bagian komitmennya dan dichallenge apakah dia mau memutuskan dan mengijinkan untuk komitmen?
  3. Jika sudah diketemui bila masalah di sana, lalu cek apakah kompetensinya memadai? Jika kurang memadai maka lanjutkan perbaiki dibagian itu.

 

Mengembangkan team tidak sesulit itu kok jika tahu cara yang PAS dan TEPAT maka hasilnya akan menjadi lebih keren lagi.

 

Salam Performance

 

Antonius Arif