NLP for Life – Tips Mengatasi Takut Gagal

Semangat Pagi! Banyak orang yang tidak berani maju karena mengalami perasaan takut gagal. Nanti kalau gagal bakal diketawain sama orang lain pula. Terus belum perasaan tidak nyaman yang akan dialami ketika gagal itu. Kan nga enak banget rasanya.

takut gagal

Bagaimana ciri-ciri orang yang takut Gagal?

 

  1. KeGagalan membuat anda khawatir apa yang orang lain pikirkan tentang saya.

 

  1. karena Gagal membuat saya khawatir tentang kemampuan saya untuk mengejar masa depan

 

  1. akibat Gagal membuat saya khawatir orang menjadi tidak tertarik lagi sama saya.

 

  1. Gagal membuat saya dianggap tidak mampu dan tidak pintar.

 

Dan masih banyak lagi.

ketakutan-ketakutan yang kadang tidak beralasan yang tepat. tapi sering kita pikirkan.

Jadi apa yang harus dilakukan secara NLP? Ini yang harus disadari satu hal bahwa kita tidak mungkin mencapai apapun jika anda tidak pernah memulai.

 

Tinggal bagaimana anda mengignore tentang pembicaraan orang?

 

Dalam NLP ada pilar NLP yang namanya Outcome. Jadi ala outcome anda? Itu yang anda fokuskan. Ketika anda menginginkan sesuatu, itu yang anda harus fokuskan. Maka hal itu akan mengabaikan ketidak inginan anda.

 

Joe dispenza mengatakan bahwa pikiran bisa memerintah tubuh. Semua keraguan anda adalah tubuh. Selama anda merasa bertanggungjawab pada sukses anda sendiri maka semua akan baik2 saja adanya.

 

Belajar NLP yang PAS dan TEPAT akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT.

Antonius Arif

NLP for Life – Handling Stress

Selamat pagi. siapa yang tidak pernah stress dalam hidupnya? saya rasa semua pernah mengalami yang namanya stress. kita akan bahas mengenai handling stress menurut NLP.

 

Mungkin beberapa orang menganggap stres itu sebagai pemacu semangat. Buktinya ketika stres maka bekerja bisa menjadi begitu bergairah dan bersemangat. Dan saya juga termasuk orang yang seperti itu sampai akhirnya saya menyadari bahwa stres itu akan mengirimkan informasi ke kelenjar adrenal yang akhirnya kelenjar adrenal mengeluarkan adrenalin dan kortisol yang akan memacu jantung dan darah lebih cepat dan tak jarang memunculkan penyakit maag. Dan setelah itu seluruh penyakit rata2 pemicunya adalah stres. Jadi apa yang harus dilakukan bila dengan NLP?

handling stress

Sebenarnya banyak yang bisa dilakukan jika memahami sirkadian rhytam tubuh. Apa itu?

 

Kenapa orang bisa stres? Stres terjadi krn pekerjaan yang belum beres. Jd cara mudah adlh kelola pekerjaan anda dahulu (handling stress)

 

Nah ini yang akan kita ulas dalam.

  1. Tidur usahakan sebelum jam 22.00 karena dengan istirahat sblm jam 22, anda akan memaintain kesehatan anda
  2. Dalam state happy ketika mengerjakan sesuatu. Bisa bernyanyi sambil bekerja
  3. Disosiasi ketika ada masalah. Ketika ada problem, amati problem tersebut. Dan beri label lalu release masalah tersebut. Amati saja
  4. Ketika sdh mentok dan stres. Berhenti sejenak. Tarik nafas panjang dan hembuskan nafas serta pejamkan mata lalu stop pekerjaan 5 menit saja.

 

Bila dengan cara NLP yang PAS dan TEPAT maka hasil akan PAS dan TEPAT.

 

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Mengatasi atasan yang temperamen

Selamat pagi. tentunya banyak diantara kita yang pernah berhadapan orang yang memiliki temperamen yang tinggi. kita bahas secara NLP yuk.

 

Kemaren saya dan keluarga baru saja menonton film my stupid boss 2. Filmnya cukup menghibur dan tipe bosnya benar2 menyebalkan total alias toxic. Hihihihi

Ada yang punya pengalaman seperti ini dalam kehidupan pekerjaan anda?

 

Saya punya dan pernah.

 

Dulu, sebelum saya belajar NLP, wah saya kesulitan sekali menghadapi situasi seperti ini. Tidak tahu harus melakukan apa atau bagaimana. Ya kadang akhirnya saya memutuskan resign. Tetapi kan ada situasi dimana anda tidak bisa resign, betulkan?

 

Contoh :temperamen

Gajinya besar dan anda sedang butuh uang

 

Atau

 

anda bekerja di MLM atau asuransi dimana anda suka bisnisnya tetapi tidak suka dengan atasan anda.

 

Atau

 

Jangan2 dia mertua atau orang tua anda yang mengatur anda sedemikian rupa. Hihihi

 

Jadi bagaimana mengatasinya?

 

Yuk saya tunjukkan caranya.

 

Presuposisi NLP yang saya gunakan adalah “tidak ada orang yang resisten kecuali komunikator yang kurang ahli”

 

Yes, ini pernah saya anjurkan kepada salah satu alumni saya. Karena orang kenapa toxic, itu karena biasanya hubungan kita kurang terjalin akrab. Jadi saya menchallenge agar dengan bisa mengakrabkan diri maka orang itu akan berubah.

 

Itu cara pertama

 

Cara kedua adalah jadikanlah anak emasnya dia dengan cara tunjukkan prestasi diatas rata2 sambil mendekati dirinya. Maka ini juga bisa membuat orang itu berubah.

 

Ketiga yang harus dipahami, orang bersikap toxic sebenarnya karena dia tidak tahu harus bersikap apa dan seharusnya seperti apa. Maka wajar mereka bersikap seperti itu. Anggap saja bahwa anda lagi dimentor dengan sangat keras utk jadi sukses. Lihat niat baiknya. Dan stop memikirkan hal yang buruk tentangnya. Cari hal positif tentang dirinya.

 

Nah yang paling penting.

 

Jangan dikonfrontasi karena keributan akan makin kencang serta saat dimarahi olehnya anda sambil katakan dalam diri anda bahwa maksud dia baik kepada anda. Maksud dia baik kepada saya agar diri saya menjadi hebat.

 

Selamat melakukan 🙂

 

Cara belajar NLP yang PAS dan TEPAT akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT

 

Antonius Arif

NLP for Life – Mengatasi MARAH ketika staf melakukan kesalahan

Selamat pagi. mampukah kita untuk mengatasi marah yang berlebihan bila tim atau staf kita melakukan kesalahan? kita bahas secara NLP

 

Tahukah anda ketika anda dimarahi oleh seseorang yang terjadi anda akan semakin mempertahankan diri. Dan ketika atasan anda marah maka anda memutuskan untuk tidak mendengar dengan baik. Malah saya menemukan kasus ada orang yang tidak tahu bagaimana, Pikiran Bawah Sadarnya orang yang dimarahi mendadak menjadi seperti tertutup telinganya. Saya sudah menemukan ini disekitar 5 kasus yang melaporkan kepada saya berkaitan hal ini. Hmm menarik! Dan NLP mampu memperbaiki masalah ini dengan relatif singkat.mengatasi marah

 

Jadi kalau begitu sebagai atasan langsung marah juga tidak bagus dong. Betul! Ini yang saya belajar dari NLP tentang cara kerja otak. Tujuan memberikan feedback kan agar mereka berubah perilakunya yang kurang tepat. Betul! Tapi kan ketika melihat kejadian seperti itu maka langsung muncul emosi marah. Dan tahu nga anda bahwa kalau marah maka otomatis anda tidak bisa berbicara secara logika dan tidak bisa membimbing orang tersebut. Jadi percuma saja kasih masukan. Jadi harus bagaimana? Saya berikan solusi NLP yang PAS dan TEPAT buat anda. Caranya?

  1. Ketika dalam kondisi kesal maka anda harus melakukan break state. Apa itu break state? Anda melakukan kegiatan yang menghilangkan emosi kesal itu. Caranya? Bisa minum atau makan bisa jalan keluar, bisa wudhu, bisa nyanyi dan sebagainya. Menurut penelitian manusia tidak bisa mempertahankan satu emosi tertentu lebih dari 90 detik kecuali diberikan meaning dikepala anda. Maka bisa berhari – hari emosinya. Jika situasi tersebut kejadian ditelpon atau sejenisnya, hindari menegor saat ditelpon atau chating. Karena misintepretasinya akan sangat tinggi. Jadi lebih baik tunggu saat bertemu.
  2. Setelah sudah tenang maka anda boleh memanggil staf tersebut untuk menghadap. Persiapkan diri dan buat frame dikepala anda bahwa saya mau mengajar dirinya untuk menjadi lebih pintar. State anda harus seperti seorang guru kepada murid

 

Selanjutnya gunakan teknik menegornya persis seperti yang sudah saya ulas kemaren.

 

Pastikan belajar NLP yang PAS dan TEPAT akan membuat hidup anda LEBIH Indah.

Antonius Arif

NLP for Life – Effective Communication

Selamat Pagi. kita akan bahas pada tulisan kali ini mengenai Effective Communication. kita coba telaah secara NLP.

 

Anda bekerja di Perusahaan dan sebagai atasan. Setiap kali anda memberikan feedback atau menyampaikan sebuah tugas kok sepertinya komunikasinya tidak efektif.

 

Tahu darimana tidak efektif? Bisa dari beberapa hal dibawah ini:

Setiap diberikan tugas atau feedback malah yang muncul, keluar dari ruangan malah ekspresi muka mereka tidak enak

Effective Communication

Atau

Yang anda minta, tidak dikerjakan atau kalau dikerjakan kadang ditunda-tunda

 

Atau

Bakal jadi pembicaraan orang2 bahwa atasannya jelek lah, bermasalah lah, arogan lah dan sebagainya.

 

Menariknya, NLP bisa membuat komunikasi yang kurang efektif bisa menjadi efektif.

 

Yes, BISA!

 

Caranya? Yuk simak! Ini caranya sangat sederhana. NLP mengajarkan teknik yang mudah dan pasti PAS serta TEPAT adalah dengan menggunakan teknik 4MAT system.

 

4 MAT adalah sebuah fase komunikasi efektif (Effective Communication)

  1. Why, ditahap ini anda harus menyampaikan sebuah alasan kenapa mereka harus mengetahui atau mendengarkan ini. Kuncinya : manfaatnya harus di mereka. Dan tahap ini adalah tahap melakukan menjalin hubungan dengan teknik Pacing Leading yang sudah pernah dibahas tips sebelumnya. Jika mau tahu, silahkan cari di sini seluruh tips saya https://t.me/NLPforLifebyCoachArif
  2. What. Ditahap ini anda menjelaskan atau mendeskripsikan why nya secara lebih mendetail.
  3. How, ditahap ini berbicara mengenai bagaimana yang anda bicarakan itu bekerja
  4. What if adalah tahap anda berdiskusi dengan orang tersebut membicarakan segala kemungkinan dan possibilities

 

Jika anda menggunakan teknik yang PAS dan TEPAT maka problem komunikasi lebih mudah anda kontrol dan begitu juga hasilnya.

 

Selamat Implementasi!

 

Antonius Arif

NLP for Life – Malas Memimpin Team

Selamat pagi. “Coach, manager kami itu malas sekali untuk membimbing stafnya. Jadi team kami kordinasinya kurang bagus. Mana managernya sibuk melulu.”

 

Itu salah satu pernyataan yang sering diajukan saat saya datang ke sebuah perusahaan untuk mencari tahu apa kebutuhan training diperusahaan mereka yang mereka harapkan dengan menggunakan NLP (neuro linguistic programing)

malas

Ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa manager di sebuah perusahaan tidak berjalan dengan baik. dan bisa dikatakan malas.

 

Apa saja?

  1. Apakah orang yang dipilih sudah dilakukan test bahwa orang tersebut mempunyai kemampuan kepemimpinan?
  2. Sudahkah dibekali pengetahuan sebagai manajer dan tugas-tugas yang harus dilakukan?
  3. Sudahkah dicek berkala tentang kemampuan manager tsb sbg pemimpin dengan 360 derajat feedforward dari sekitarnya?

 

Wajar jika belum dilakukan maka hasilnya tidak akan sebagus yang diharapkan.

 

Ada satu statement yang sering saya gunakan, “ATASAN YANG LEBIH SIBUK DIBANDINGKAN BAWAHANNYA MAKA MANAGER YANG KURANG EFEKTIF” loh kok bisa?

 

BISA! Ini alasan pernyataan saya

 

Kita kembali ke fungsi manager.

 

Setiap pekerjaan dibagi berdasarkan level dan kompetensi yang sebagai pegangan.

Dimana ada kemampuan teknikal, relationship serta konseptual

 

Untuk level staf maka kemampuan teknikal menjadi porsi yang paling besar.

 

Untuk level manager maka kemampuan relationship menjadi lebih besar dan kemampuan konsep sudah mulai ada disana.

 

Nah untuk posisi lebih atas lagi maka kemampuan konseptual lebih besar lagi.

 

Seandainya manager masih sibuk melakukan pekerjaan day by day maka bisa disebut manager yang kurang efektif. Kenapa bisa begitu?

 

Artinya porsi membina hubungan dan konseptual menjadi tersita. Sehingga wajar perusahaan tidak bisa bertumbuh dengan baik.

 

Apa yang harus dilakukan ketika menggunakan teknik NLP?

 

Teknik NLP akan membantu kesadaran kepada setiap individu bahwa seorang efektif manager perlu mempunyai kemampuan untuk memimpin, mengelola teamnya dengan baik sehingga kinerja perusahaan menjadi PAS dan TEPAT!

 

Sudahkah PAS dan TEPAT anda melakukannya? NLP membuat hidup lebih mudah dan menyenangkan.

Antonius Arif

NLP for Life – Mengubah Pikiran Negatif

Selamat pagi! pikiran negatif kerap kali datang menghampiri kita. pertanyaan nya mampu kita mengubah pikiran negatif tersebut. kita bahas secara NLP

pikiran negatif

Ada hal yang menarik dari pikiran dan otak manusia. Ketika kita mau membuat diri kita sukses dalam hal apapun, anda harus memahami cara kerja otak dengan PAS dan TEPAT. Kadang bila anda tidak memahaminya maka anda akan jatuh ke lubang yang sama berkali – kali.

 

Tahukah anda bahwa otak anda didesign tidak bisa memikirkan 2 hal sekaligus saat bersamaan saat itu juga? Ketika anda sudah memikirkan satu hal tertentu yang buruk maka anda cenderung terlena dan mengikuti apa yang anda pikirkan buruk tersebut. Kecuali anda belajar bagaimana mengelola pikiran anda dengan belajar NLP dan sejenisnya. Dan itupun tidak semua yang memahami NLP dengan cara yang PAS dan TEPAT. Makanya wajar banyak yang sudah belajarpun masih terjerumus ke problem yang sama berulang-ulang. Atau dengan kata lain Neuro linguistic Programing yang dipelajari belum menjadi Life style hidup anda.

 

Fakta yang menarik lagi adalah ketika anda sedang berpikir negatif tadi maka otak menjadi stuck dan seakan – akan melihat problem hanya dari satu sudut saja. Ketika melihat problem dari satu sudut saja maka anda akan terjebak atau terasosiasi dengan masalah tersebut sehingga otak anda akan semakin memasukkan drama (memberi pemaknaan yang tidak berguna) yang ujung – ujungnya menyebabkan problem tidak bisa diselesaikan. Makanya wajar banyak orang yang akhirnya tidak bisa sukses karena terlalu attach dengan masalahnya. Analoginya seperti seekor ikan didalam air yang dia tidak menyadari bahwa ada air disekitarnya. Karena dia tinggal di dalam air.

 

Trus bagaimana cara mengatasinya?

 

Ini dengan mengunakan teknik sederhana yaitu Reframing. Apa itu Reframing? Bahasa sederhana yang simpelnya adalah melihat dari sudut lain dari sebuah konteks.

 

Cara melakukannya?

ketika anda lagi stuck dan melihat masalah yang bakal menghambat anda maka lihat sudut positif atau sudut lain.

 

Contoh:

Konteks penjualan

Waduh, saya ditolak oleh dia. Jangan2, sy tidak cocok jadi sales.

 

Reframing Positif:

Wajar, itu artinya saya memang harus masih banyak belajar.

 

Contoh lain :

Staf saya kalau diomongin, ngebantah terus.

 

Reframing

Kan memang kamu rekrut dia untuk mencari celah kekurangan strategi kita. Bagus dong.

 

Dan masih banyak contoh lainnya yang bisa kita gunakan.

 

Jika anda menggunakan cara yang PAS dan TEPAT dan melihat dari sudut yang PAS dan TEPAT maka bisa jauh sangat memberdayakan. Apalagi dengan belajar NLP yang PAS dan TEPAT.

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Menjaga FRAME (Mindset)

Selamat pagi. Beberapa waktu yang lalu, saya membahas tentang Frame atau Mindset. Frame sangat berguna ketika kita menggunakan saat bertemu orang atau saat mau melakukan sesuatu. Bila mau tahu lebih dalam mengenai Frame bisa baca tulisan saya di https://nlpleadershipindonesia.com/its-just-your-frame/

silahkan klik link diatas supaya dapat lebih memahami mengenai apa itu frame atau mindset. jadi tidak kebingungan saat membaca artikel kali ini.

 

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana saat kita sedang mempersuasi seseorang dan ketika kita bertemu sudah men setting frame : anda adalah orang yang persuasive. Tetapi ditengah jalan dan mengalami penolakan, mendadak Frame anda berantakan. Mendadak anda menjadi diam seribu bahasa dan kadang anda menyerah.

menjaga frame

Nah ini yang sering menjadi tantangan. Bagaimana menjaga Frame Control agar tetap anda bisa menjaga frame tersebut.

 

Ini adalah beberapa tips dan pengalaman yang saya lakukan ketika frame nya turun atau berantakan maka saya akan melakukan mensetting ulang frame saya. Baik dengan melakukan self talk lagi dan sebagainya. Ini bisa dilakukan juga dengan mohon ijin ke kamar mandi lalu saya setting ulang disana. Bila memang ada waktu yang paling enak adalah melakukan anchoring. Dan itu adalah cara tercepat mendapatkan state dan frame nya sehingga bisa percaya diri lagi.

 

Menggunakan NLP dengan cara PAS dan TEPAT akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT.

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Memotivasi Anak

Salam Performance. Banyak sekali orang tua yang mengalami kesulitan mendidik dan memotivasi anak untuk belajar. Dan dulu sebelum saya belajar NLP pun juga mengalami hal yang sama. Wajar kalau kita sebagai orang tua mengalami kebingungan karena tidak ada sekolah untuk mendidik bagaimana agar menjadi orang tua yang PAS dan TEPAT.

nlp for life

Father and son playing superhero

Sebenarnya bagaimana mendidik anak yang PAS dan TEPAT dengan cara NLP?

 

Saya membagi problem anak dengan 4 pendekatan. Dan ini sebenarnya juga bisa digunakan dalam Leadership. Karena ini konsep yang sama persis hanya object nya saja yang berbeda yaitu Anak. Kalau leadership objectnya adalah staf.

 

Saya memakai pendekatan Ken Blanchard dengan sentuhan NLP.

 

Sudah siap belajar NLP Parenting? Yuk ah

 

Tahap ke satu adalah Menemukan alasan kenapa dia harus belajar.

 

Disini yang bisa dilakukan adalah mencari apa tujuan hidup anak. Apakah mudah? Tidak mudah. Ini butuh proses dan kesabaran. Bahkan anak saya yang besar, Matthew membutuhkan waktu ketika dia memutuskan tujuannya. Dan apakah tujuannya bisa berubah? Yes berubah. Bahkan beberapa kali. Tapi tidak terlalu jauh pergeseran tujuan dia. Begitu juga dengan putri kami Janice. Masih banyak pergeseran yang terjadi.

 

Tahap ke 2, kami membagi 4 fase yang digunakan oleh Ken Blanchard dalam mengidentifikasikan permasalahan anak.

 

Fase 1 adalah teaching. Ditahap ini adalah fase mendidik dan memberikan ilmu. Fase ini baru akan berhasil jika tahap menemukan alasan dia untuk melakukannya bisa diketemui. Tidak bisa hanya sekedar dimarahi dan dipaksa belajar.

 

Fase 2 adalah Mentoring. Disini adalah fase dimana setelah belajar dan dia merasa kesulitan. Sehingga kadang terjadi de motivasi. Ini terjadi dengan putri kami Janice kelas 5 SD. Dia mengalami kesulitan untuk memahami arti kata tertentu. Contoh: kali (sungai), kinerja dan sebagainya.

 

Dan dia juga kesulitan untuk memahami penguapan seperti apa. Jadi ketika belajar Mind Map dan digambar, dia mengalami kesulitan.

 

Yang saya lakukan adalah mengajak dia belajar bareng saya. (Padahal saya juga tidak mengerti hihihi). Jadi ketika pertama kali diajak belajar, dia menangis krn menolak untuk melakukan. Itu wajar, krn manusia bila diminta melakukan sesuatu yang tidak nyaman, maka itu tidaklah mudah. Dan tugas saya adalah tetap tenang. Dan sy beri tahu bahwa papa nya membantu dia. Serta memberi tahu konsekwensi kalau nilainya jelek. Dan pelan2 dia mau mengerjakan. Dan selama proses ini, dia banyak mengatakan “tidak tahu, tidak bisa” dan tugas saya hanya menenangkan dia dan melakukan sedikit terapi NLP. Dan pelan2 dia mengerjakan. Begitu dia bisa, betapa senangnya dia. Dan saya lakukan sampai beberapa waktu kemudian untuk bisa masuk ke fase ke 3.

 

Fase 3 adalah coaching. Difase ini adalah ketika anak sudah mengerti dan sudah bisa melakukannya tapi masih ragu. Tugas kita hanya memancing dengan pertanyaan saja. Dan dalam NLP kita bisa membantu dia untuk menggunakan teknik chunking dan meta model elegan.

 

Fase 4 adalah fase delegasi. Dimana dia sudah bisa dilepas dan bisa melakukan sendiri. Saat ini semua akan berjalan dengan baik.

 

Hmm menarik ya jika memahami NLP dengan PAS dan TEPAT lebih mudah mendidik dan memotivasi anak dengan cara yang PAS dan TEPAT.

 

Bagaimana hidup anda?

 

Antonius Arif

NLP For Life – Menjalin Hubungan via Text

Salam Performance!

Pagi ini kita akan membahas sesuai pertanyaan dari member NLP for Life mengenai bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang lain via text atau chat.nlp for life

Pada prinsipnya cara NLP dalam menjalin hubungan dengan orang lain memakai prinsip yang sama dalam segala hal. Hanya yang membedakan media komunikasi Yaitu Pacing. Setelah sudah sama frekuensinya atau sudah terjalin keakraban baru masuk ke tujuan untuk berbicara atau texting apa. Nah dalam NLP ketika berbicara apa tujuan utama itu disebut Leading.

Kebanyakan orang melakukan salah dibagian hal ini. Ketika baru berbicara malah langsung berbicara apa tujuan kedatangannya. Yang akibatnya malah tidak terjalin keakraban.

Nah kesalahan banyak dilakukan disini. Terlalu terburu2 chating dengan langsung berbicara tujuan dan akhirnya gagal. Jadi harus bagaimana?

Cara yang PAS dan TEPAT akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT.

Kalau bicara Pacing atau menyamakan. Kira-kira bicara apa yang bisa membuat orang tersebut tertarik membaca lebih lanjut chatingan anda?

Yes, betul. Topik-topik yang berkorelasi dengan kehidupan mereka. Jadi diawal anda bisa saja memulai dengan percakapan FORD (Family, organization, Recreation dan Dream)  yang sudah diulas sebelumnya.

Saya ambil contoh. Waktu itu ada yang chating sama saya langsung berbicara ke tujuannya. Saya tidak kenal dan belum apa – apa sudah langsung memerintahkan (leading) saya untuk melakukan sesuatu. Dan langsung saya tanya. “Untuk apa saya lakukan itu?” Dia jawab “mungkin bapak punya korelasi atau bapak sendiri butuh” trus saya tidak jawab. Buat saya ini aneh.

Coba seandainya kita ubah skenarionya.

Dia mulai menyapa saya dan lalu memperkenalkan diri.  Kemudian dia menanyakan kepada saya yang membuat saya perhatian. Apalagi bila dia riset siapa orang ini. Lalu dia mengatakan “pak, sepertinya bapak pernah bekerja disini. Teman-temannya banyak. Trus dia gali saya disana lalu kemudian dia menceritakan benefit utk saya apa dan kemudian baru dia meminta saya untuk melakukan sesuatu (Leading) maka kemungkinan besar keberhasilannya tinggi. Apalagi bila dilanjutkan dengan menggunakan Hypnotic Language pattern yang saya kupas tuntas dikelas Lisensi NLP Practitioner yang saya adakan. Kemungkinan besar saya akan menurut. Cara yang dilakukan orang tersebut tidaklah PAS dan TEPAT. Jadi kalau ditanya atasannya “kenapa nga ada hasil?” Jangan entar dijawab “kan saya sudah usaha.”

Betul sih usaha

Usaha yang tidak PAS dan TEPAT maka wajar hasilnya pun pas pas an. Hihihi

Yuk pahami psikologi manusia dengan BELAJAR NLP lebih dalam maka hasilnya akan lebih PAS dan TEPAT.

Antonius Arif