Profil Meta Program Internal & External

Profil Meta Program Internal & External

By Coach Antonius Arif

Internal dan External adalah dua jenis orientasi atau sumber preferensi informasi yang digunakan oleh seseorang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya.

  • Internal : lebih cenderung memproses informasi berdasarkan pengalaman, pemikiran, dan perasaan pribadi mereka sendiri. Mereka cenderung lebih introspektif dan lebih terhubung dengan pemikiran dan perasaan mereka. Mereka mungkin berbicara dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan pengalaman pribadi, seperti “Saya merasa…” atau “Saya pikir…”.

Kata kunci perkataan : Tahu, yakin sendiri, percaya pada penilaian sendiri

Contoh : saya yakin keputusan ini sudah bulat, saya tahu yang terbaik

Orang yang preferensil ini cocok sebagai pemimpin karena akan berdampak untuk pengambilan keputusan.

  • External : lebih cenderung mencari informasi dari lingkungan eksternal dan orang di sekitar mereka. Mereka cenderung lebih terhubung dengan apa yang terjadi di luar diri mereka dan lebih fokus pada pengamatan dan interaksi sosial. Mereka mungkin berbicara dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan situasi atau orang lain, seperti “Orang mengatakan…” atau “Situasi ini terlihat…”.

Kata kunci perkataan : apa kata orang, nilai, KPI dan lain lain

Contoh : setelah mendengarkan masukan dari tim kami, teman saya mengatakan bahwa produk ini bagus

Orang preferensi ini mau mendengarkan feedback dari orang lain. Cocok menjadi customer service.

Bagaimana mengetahui mereka internal atau external?

  1. Amati Bahasa Tubuh dan Bahasa Verbal: Perhatikan bahasa tubuh dan bahasa verbal seseorang selama percakapan. Orang yang lebih cenderung “internal” mungkin cenderung lebih banyak mengungkapkan pemikiran dan perasaan pribadi mereka. Mereka mungkin menggunakan kata-kata seperti “Saya merasa” atau “Saya berpikir.” Orang yang lebih cenderung “external” mungkin cenderung lebih banyak berbicara tentang pengamatan eksternal atau pengalaman orang lain.
  2. Pertanyaan Terbuka: Dalam percakapan, Anda dapat mengajukan pertanyaan terbuka yang memungkinkan seseorang berbicara lebih banyak tentang pemikiran dan perasaan pribadi mereka atau tentang pengamatan eksternal. Beberapa contoh pertanyaan termasuk:
  • “Apa yang Anda pikirkan tentang situasi ini?”
  • “Apa yang Anda rasakan saat ini?”
  • “Apa pendapat Anda tentang pengalaman ini?”
  1. Pertanyaan Pilihan Ganda: Anda juga dapat mengajukan pertanyaan dengan pilihan ganda yang meminta seseorang untuk memilih di antara beberapa opsi. Misalnya, Anda bisa bertanya, “Apakah Anda lebih suka belajar dari pengalaman Anda sendiri atau dari pengalaman orang lain?” Ini dapat memberikan petunjuk tentang preferensi mereka.
  2. Pertanyaan Tentang Sumber Informasi: Anda bisa bertanya langsung tentang sumber informasi yang mereka andalkan ketika membuat keputusan atau memahami situasi. Misalnya, “Apakah Anda lebih sering mencari saran dari orang lain atau Anda cenderung mengandalkan pengalaman pribadi Anda?

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana Kita Tahu Orang Procedural dan Optional?

Bagaimana Kita Tahu Orang Procedural dan Optional?

By Coach Antonius Arif

  1. Pertanyaan Terbuka: Dalam percakapan sehari-hari, Anda dapat bertanya pertanyaan terbuka yang memberi seseorang kesempatan untuk berbicara tentang pendekatan mereka terhadap pekerjaan. Beberapa contoh pertanyaan termasuk:
  • “Bagaimana Anda biasanya mengelola tugas atau proyek?”
  • “Apa yang Anda anggap penting dalam menyelesaikan pekerjaan dengan sukses?”
  • “Bagaimana Anda menyusun rencana atau strategi untuk mencapai tujuan?”
  1. Pertanyaan Khusus: Anda juga dapat menggunakan pertanyaan yang lebih spesifik untuk menggali preferensi mereka dalam hal langkah-langkah atau prosedur. Contoh pertanyaan meliputi:
  • “Apakah Anda lebih suka bekerja dengan panduan yang jelas atau lebih suka menentukan langkah-langkah Anda sendiri dalam menyelesaikan tugas?”
  • “Bagaimana Anda mengatasi situasi ketika prosedur yang telah ditetapkan tidak berfungsi atau relevan?”
  • “Bagaimana Anda merencanakan dan mengorganisasi pekerjaan Anda?”
  1. Observasi: Amati cara seseorang mengelola pekerjaan mereka. Orang yang memiliki preferensi “optional” mungkin lebih fleksibel dan cenderung mencari cara kreatif untuk menyelesaikan tugas. Orang yang memiliki preferensi “prosedural” mungkin lebih cenderung mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan atau mencari panduan yang telah diberikan.

Bagaimana mempengaruhi orang Prosedural dan Optional?

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi “Optional” :

  • Berikan Ruang untuk Kreativitas: Orang dengan preferensi “optional” cenderung lebih kreatif dan fleksibel dalam pendekatan mereka. Berikan mereka kesempatan untuk mengemukakan ide-ide kreatif dan eksplorasi tanpa batasan yang ketat.
  • Bicaralah tentang Tujuan dan Hasil: Fokus pada tujuan dan hasil yang diinginkan. Orang dengan preferensi “optional” mungkin akan lebih termotivasi oleh tujuan yang ingin mereka capai daripada oleh prosedur atau langkah-langkah tertentu.
  • Biarkan Mereka Menentukan Cara: Berikan mereka ruang untuk menentukan cara mereka ingin mencapai tujuan mereka. Orang dengan preferensi “optional” mungkin merasa lebih nyaman dalam menentukan langkah-langkah mereka sendiri.

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi “Procedural”:

  • Berikan Panduan dan Struktur: Orang dengan preferensi “procedural” cenderung mencari panduan dan struktur yang jelas. Berikan mereka petunjuk yang rinci tentang apa yang diharapkan dan langkah-langkah yang harus diikuti.
  • Bicaralah tentang Proses: Fokus pada proses dan langkah-langkah yang harus diambil. Jelaskan secara rinci bagaimana sesuatu akan dilakukan atau dicapai.
  • Jelaskan Logika dan Alasan: Berikan alasan atau penjelasan yang masuk akal tentang mengapa prosedur atau langkah-langkah tertentu diperlukan. Orang dengan preferensi “procedural” mungkin lebih terdorong jika mereka memahami logika di balik tindakan yang diambil.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Profil Meta Program Procedural & Optional

Profil Meta Program Procedural & Optional

By Coach Antonius Arif

 

  1. Procedural & Optional adalah tipe kita mengerjakan, dua konsep yang digunakan untuk memahami bagaimana seseorang mengelola tugas dan pekerjaan mereka
  • Optional : Orang yang memiliki preferensi “optional” lebih cenderung berfokus pada hasil akhir, tujuan, atau hasil pekerjaan. Mereka cenderung lebih bebas dalam pendekatan mereka terhadap tugas dan tidak selalu memerhatikan langkah-langkah atau prosedur tertentu. Mereka mungkin lebih terbuka terhadap berbagai cara untuk mencapai hasil yang diinginkan dan lebih fleksibel dalam pendekatan kerja mereka.

Kata kunci perkataan : Kriteria, pilihan-pilihan, kemungkinan, dan lain lain

Contoh :

Pertanyaan: “Bagaimana  kamu bisa tahu iklan lowongan kerja diperusahaan ini?”

Jawab : “Ada dikoran Kompas dan kirim cv via email.”

Orang yang profil ini cocok : Bagian creative atau bagian yang membutuhkan ide ide

 

  • Procedural : orang yang memiliki preferensi “procedural” lebih cenderung memerhatikan langkah-langkah dan prosedur yang jelas dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Mereka cenderung mengikuti rencana yang telah ditetapkan atau panduan yang telah diberikan.

Mereka mungkin merasa lebih nyaman dengan struktur yang ketat dan proses yang terdefinisi dengan baik. Orang yang memiliki preferensi “procedural” lebih cenderung memerhatikan langkah-langkah dan prosedur yang jelas dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Mereka cenderung mengikuti rencana yang telah ditetapkan atau panduan yang telah diberikan. Mereka mungkin merasa lebih nyaman dengan struktur yang ketat dan proses yang terdefinisi dengan baik.

Kata kunci perkataan : Bercerita, narasi, sejarah kerja, kebutuhan, akibat dari suatu kejadian, bukan pilihan, dan lain lain

Contoh :

Pertanyaan: “Bagaimana  kamu bisa tahu iklan lowongan kerja diperusahaan ini?”

Jawab : “Waktu hari sabtu, saya melihat koran Kompas dan saya melihat ada lowongan pekerjaan diperusahaan ini. Lalu segera saya buat cv dan kirim via email sore itu juga.”

Orang yang profil ini cocok : Kerja administrasi, kerja yang memakai SOP

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana Cara Mempengaruhi Toward atau Away from?

Bagaimana Cara Mempengaruhi Toward atau Away from?

By Coach Antonius Arif

  1. Fokus pada Tujuan dan Pencapaian: Orang dengan preferensi “Toward” cenderung lebih termotivasi oleh tujuan dan pencapaian positif. Jelaskan dengan jelas bagaimana tindakan atau proyek tertentu akan membantu mereka mencapai tujuan yang diinginkan.
  2. Berikan Dorongan Positif: Berikan pujian dan pengakuan atas pencapaian mereka. Ini dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terus bekerja menuju tujuan.
  3. Jelaskan Manfaat Langsung: Gambarkan manfaat yang mereka akan rasakan dengan mencapai tujuan. Orang dengan preferensi “Toward” mungkin akan lebih termotivasi jika mereka melihat manfaat positif secara langsung.

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi “Away From”:

  1. Fokus pada Pencegahan Masalah: Orang dengan preferensi “away from” cenderung lebih fokus pada menghindari masalah atau risiko. Jelaskan bagaimana tindakan atau proyek tertentu akan membantu mencegah atau mengatasi masalah atau konsekuensi negatif.
  2. Jelaskan Dampak Negatif: Terkadang, menggambarkan dampak negatif dari tidak melakukan tindakan tertentu dapat menjadi pendorong bagi mereka. Ini dapat membantu mereka menjauhi potensi konsekuensi buruk.
  3. Tawarkan Solusi Keamanan: Berikan alternatif yang dapat membantu mereka merasa lebih aman dan mengurangi risiko. Ini bisa termasuk opsi untuk mengatasi hambatan atau menghindari risiko.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Profil Meta Program Toward & Away from

Profil Meta Program Toward & Away from

By Coach Antonius Arif

Toward & Away from, ini kita sebut arah motivasi mereka. Apakah mereka orang yang mengejar kenikmatan atau menghindari kesakitan.

    • Toward adalah orang yang mengejar kenikmatan. Orang seperti ini adalah tipe orang yang berfokus kepada impian,  tujuan, cita-cita, atau hal-hal yang ingin mereka capai. Mereka merasa termotivasi oleh hal-hal yang positif yang ingin mereka peroleh. Mereka mungkin lebih fokus pada pencapaian, aspirasi, atau hal-hal yang ingin mereka raih di masa depan. Mereka melihat perubahan sebagai kesempatan untuk mencapai hal-hal yang lebih baik.

Kata kunci : Mendapatkan, memperoleh, mencapai, mengejar, meraih, dll.

Contoh : Saya mengejar sampai dapat, saya pasti bisa memperolehnya.

Orang yang mempunyai profil ini : Jika latar belakang sebagai penjual, jika dia diiming imingi bonus tertentu maka dia akan kejar.

  • Away from adalah orang yang cenderung didorong oleh keinginan untuk menghindari masalah, konsekuensi negatif, atau hal-hal yang tidak mereka inginkan. Mereka mungkin lebih fokus pada menghindari resiko, masalah, atau hal-hal yang ingin mereka hindari. Mereka melihat perubahan sebagai cara untuk menjauhi sesuatu yang buruk atau tidak diinginkan.

Kata kunci perkataan : Menghindari, mengenali masalah, mencegah, mengantisipasi hambatan

Contoh : Saya tidak mau permasalahan itu terulang lagi, saya tidak mau keluarga saya susah.

Orang yang mempunyai profil ini : Orang tipe ini jika bekerja maka dipastikan sampai selesai, karena dia tidak mau terkena tegoran jika tidak dikerjakan.

Bagaimana kita tahu dia toward atau away from?

  1. Apa yang paling memotivasi Anda dalam bekerja? Orang yang cenderung “Toward” mungkin akan menjawab dengan aspirasi dan tujuan positif yang ingin mereka capai. Mereka mungkin akan berbicara tentang pencapaian, pertumbuhan, atau hal-hal yang mereka nantikan.
  2. Apa yang Anda coba hindari dalam pekerjaan? Orang yang cenderung “Away from” mungkin akan berbicara tentang masalah atau konsekuensi negatif yang ingin mereka hindari. Mereka mungkin akan fokus pada menghindari resiko, kesalahan, atau situasi yang tidak diinginkan.
  3. Ceritakan tentang pencapaian terbesar Anda di pekerjaan. Orang yang cenderung “Toward” mungkin akan menyoroti pencapaian mereka dengan antusiasme dan berbicara tentang bagaimana mereka mencapai tujuan mereka. Orang yang cenderung “Away from” mungkin akan menekankan bagaimana mereka menghindari kesalahan atau situasi buruk.
  4. Ceritakan tentang situasi terburuk yang pernah Anda alami di pekerjaan. Orang yang cenderung “Away from” mungkin akan berbicara tentang bagaimana mereka berusaha menghindari atau mengatasi situasi buruk. Orang yang cenderung “Toward” mungkin akan menekankan bagaimana mereka mengubah situasi buruk menjadi pelajaran dan pencapaian.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana Mengetahui Dia Proactive atau Reactive?

Proactive atau Reactive

Bagaimana Kita Tahu Dia Proactive atau Reactive?

By Coach Antonius Arif

 

Pertanyaan Terbuka: Dalam percakapan sehari-hari, Anda dapat mengajukan pertanyaan terbuka yang memungkinkan orang tersebut berbicara tentang pendekatan mereka terhadap pekerjaan dan bagaimana mereka merespons situasi tertentu.

Contohnya:

  • “Bagaimana Anda biasanya mengatasi tantangan di tempat kerja?”
  • “Apa yang membuat Anda merasa termotivasi dalam pekerjaan?”
  • “Bagaimana Anda mengambil keputusan dalam situasi yang tidak terduga?”

Observasi: Perhatikan perilaku dan keputusan yang dibuat oleh orang tersebut dalam situasi tertentu. Jika seseorang seringkali mengambil inisiatif, mencari peluang, dan berusaha mengendalikan situasi, itu mungkin menunjukkan tipe proactive. Sebaliknya, jika seseorang cenderung merespons dengan hati-hati dan lebih suka mengikuti arus, itu mungkin menunjukkan tipe reaktif.

Pertanyaan Khusus: Anda juga dapat mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik untuk mengeksplorasi preferensi mereka dalam berbagai aspek pekerjaan.

Contohnya:

  • “Apa yang pertama kali Anda lakukan ketika menghadapi masalah di proyek?”
  • “Bagaimana Anda menentukan prioritas tugas-tugas sehari-hari Anda?”
  • “Bagaimana Anda merespons perubahan rencana atau situasi yang tidak terduga?”

 

Bagaimana cara mempengaruhi orang Proactive atau Reactive?

 

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi Proactive:

  1. Berkomunikasi dengan Keterbukaan Terhadap Ide Baru: Orang yang proactive cenderung lebih terbuka terhadap ide-ide baru dan perubahan. Dukung dan dorong ide-ide inovatif dan solusi proaktif dalam percakapan.
  2. Fokus pada Langkah Aksi: Orang yang proactive biasanya cenderung mencari tindakan yang perlu diambil. Jelaskan langkah-langkah yang dapat mereka ambil dan cara mereka dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan.
  3. Berikan Otonomi: Orang yang proactive mungkin lebih bersemangat ketika diberikan otonomi untuk mengambil inisiatif dan tindakan yang mereka rasa tepat.

 

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi Reactive:

  1. Tawarkan Panduan dan Dukungan: Orang yang reactive mungkin merasa lebih nyaman ketika mereka memiliki panduan dan dukungan yang jelas. Pastikan mereka merasa mereka memiliki arahan dan dukungan yang diperlukan.
  2. Fokus pada Tanggung Jawab dan Kewaspadaan: Jelaskan tanggung jawab mereka dalam situasi tertentu dan pentingnya tetap waspada terhadap perubahan atau masalah potensial. Biasa yang saya lakukan adalah membuat check list pekerjaan setiap yang dilakukan.
  3. Dorong Responsif terhadap Perubahan: Berbicaralah tentang respon terhadap perubahan dan kemampuan mereka untuk menanggapi dengan efektif ketika situasi berubah. Jadi ketika ada situasi tertentu dia sudah tahu harus melakukan apa.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

By Coach Antonius Arif

Ternyata yang menariknya berkomunikasi dengan satu manusia dengan manusia yang lain bisa berbeda walau satu keluargapun juga bisa berbeda. Bahkan cara kerja pikirannya atau cara dia memutuskan sesuatu sepertinya berbeda. Didalam NLP disebut namanya Meta program.

Dimana setiap orang ada profil yang berbeda dan kombinasi yang berbeda. Kita bisa menggunakan Meta Program ini untuk interview calon karyawan baru bahkan kita bisa gunakan juga untuk melakukan coaching kepada tim dibawah kita atau bahkan kita bisa gunakan untuk menyampaikan suatu informasi kepada tim kita.

Saya akan kupas beberapa saja meta program orang yang kita ajak bicara dan dampaknya kepada mereka seperti apa, ibaratnya kalau kita tahu meta program seseorang maka kita lebih mudah mempersuasi mereka, masuk akal kan?

Profil Meta Program apa saja?

  • Proactive & Reactive, dimana kita melihat karakter seseorang dalam melakukan sebuah Tindakan atau bagaimana mereka merepson sesuatu
  • Proactive : Orang yang memiliki meta program “proactive” cenderung inisiatif, aktif, dan berorientasi pada tindakan. Mereka seringkali memandang dunia sebagai tempat yang bisa mereka pengaruhi atau bentuk sesuai keinginan mereka. Mereka lebih mungkin untuk mengambil tindakan dengan cepat, mencari peluang, dan berusaha mengendalikan situasi..

kata kunci komunikasi yang sering digunakan : Ambil tindakan, langsung melakukan, segera diputuskan, cepat, dan singkat

Contoh : saya langsung lakukan, buat saya kecepatan itu penting, saya cari cara yang singkat

Orangnya jika bekerja seperti apa? Jika menjadi bagian keamanan maka dia akan mencari cara bagaimana mencegah terjadinya pencurian. Tetapi kalau orang tersebut adalah divisi accounting maka dia akan mengejar orang orang untuk segera melaporkan pekerjaan mereka.

  • Reactive : orang yang memiliki meta program “reactive” cenderung merespons situasi dan lingkungan sekitar mereka. Mereka mungkin lebih membiarkan hal-hal terjadi pada mereka daripada mencoba mengubah atau mengendalikannya. Mereka mungkin lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan mungkin merasa lebih nyaman saat mengikuti arus daripada menciptakan perubahan

Kata kata kunci yang sering digunakan : Mencoba, memikirkan, bisa saja, menunggu.

Contoh : saya coba dulu ya, saya pikirkan dulu caranya, saya menunggu apa kata atasan.

Orang yang mempunyai profil dalam bekerja :  ini jika menjadi keamanan maka akan menunggu jika terjadinya pencurian dan melihat ada kejadian pencurian baru bergerak. Sedangkan jika dia bagian business development maka orang ini harus disuruh suruh dulu baru dia mengerjakan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Hindari Hal Ini Saat Komunikasi

Hindari Hal Ini Saat Komunikasi

By Coach Antonius Arif

 

Ada juga beberapa guidance yang bisa menjadi pegangan kita saat komunikasi. Dan ada beberapa yang harus kita hindari :

  • Clinton box 

Imajinasikan seperti ada kotak didepan badan anda. Dan Ketika tangan kita keluar dari kotak itu saat berbicara ada dugaan bahwa kita cenderung berbohong. Jadi usahakan setiap berbicara tangan kita jangan keluar dari kotak tersebut

  • Tangan disilang didepan dada

Ini dianggap bahwa sinyal menarik diri atau anda lagi melindungi diri anda dan tidak suka dengan pendapat yang orang lain katakan kepada anda.

  • Menatap mata

Saat anda menyampaikan sesuatu dan setelah persis menyampaikan sesuatu kemudian anda menghindar bisa dianggap anda sebagai berbohong.

  • Berjalan saat masuk ke sebuah ruangan

Berjalan dengan kecepatan sedang, berdiri dengan tangan disamping, bahu ditarik dan mata kedepan. Jika anda berjalan terlalu lambat maka anda akan diasumsikan bukan sebagai seorang yang antusias.

  • Telapak Kaki menghadap ke orang yang kita ajak bicara

Tak sadar sering sekali Ketika kita bicara, telapak kaki kita mengarah ke tempat lain bukan kepada orang yang kita ajak bicara. Ini diasumsikan bahwa anda mau menghindar darinya atau mau melakukan hal yang lain.

  • Badan harus terbuka

Saat berbicara pastikan badan anda terbuka (bukan seperti bahu ditarik ke dalam atau cenderung membungkuk) karena jika terbuka maka orang didepan anda tertarik untuk berbicara dengan anda.

  • Saat meeting hindari melihat pada jam

Ini seperti anda menganggap bahwa meeting ini membosankan dan anda mau mencari cara untuk menghindar darinya.

  • Sentuh sedikit di bahunya

Ketika sedang ada pembicaraan atau sentuh tangannya sedikit saja seperti ketukan kepada tangan ini akan membuat seperti akrab.

  • Naikan alis mata saat menyapanya

Ini ekspresi muka yang sering sekali saya sharingkan saat menyapa orang baru dan ini sangat cepat sekali membuat menjalin hubungan. Kenapa itu bisa terjadi? Karena mereka akan beranggapan bahwa kita dan orang tersebut sudah kenal lama.

Pernah perhatikan saat anda berpapasan dengan teman satu kantor anda Ketika anda mau menuju ke toilet, anda secara tidak sengaja akan menaikkan alis mata seperti sebuah salam perkenalan.

 

Bayangin ga, jika kita berkomunikasi dengan orang lain dengan body language yang tepat maka Sebagian kesuksesan sudah terjadi.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Body Language for Success

Body Language for Success

By Coach Antonius Arif

 

Memang ada ya yang mempunyai body language untuk sukses? Ada, karena saya lihat sendiri ada beberapa orang mempunyai keahlian dibidang tertentu tapi ketika dia berbicara dengan orang lain, orang yang diajak bicara tidak percaya dengan apa yang dia sampaikan.

Dan sesuai dengan apa yang saya tuliskan sebelumnya, problemnya adalah bahasa tubuh mereka yang tidak mencerminkan bahwa mereka layak diperhitungkan. Masih ingat waktu awal karir, Presiden kita juga bahasa tubuhnya sering sekali dikritik orang lain tetapi kalau kita lihat beberapa tahun kemudian setelah menjabat, bahasa tubuh beliau berbeda bahkan cara beliau bersalaman, berhadapan dengan para menterinya dan juga ketika bertemu dengan rakyat seperti diatur sedemikian rupa sehingga banyak orang yang mempunyai impresi berbeda terhadapnya.

Dan kita juga melihat ada beberapa orang yang mau menjadi calon presiden, saya juga melihat ada beberapa orang yang bahasa tubuhnya berubah khususnya ketika mereka diwawancara atau ketika menyampaikan sesuatu. Bahkan ada yang sebelumnya suka gaya bicara sedikit vulgar tetapi sekarang sepertinya tertata dengan baik. Semua itu karena bahasa tubuh yang mempengaruhi orang lain.

Begitu juga saya melihat ada beberapa trainer yang sengaja mencitrakan dirinya tertentu di sosial media dengan foto foto yang dimunculkan disosial media. Kadang hal seperti itu berpengaruh sekali buat orang yang melihatnya. Bahkan saya sendiripun pernah mendapat feedback dari beberapa peserta training atau seminar saya ketika mereka melihat foto-foto saya baik dibrosur maupun website.

Sampai saya harus benar benar belajar bagaimana memunculkan ekspresi menyenangkan dilihat oleh orang lain.

Ternyata inilah yang kita sebut body language for success.

Beberapa yang bisa jadi guidance untuk memunculkan bahwa Anda adalah orang yang ramah :

  • Senyum : Ekspresi wajah yang paling umum dan mudah dikenali adalah senyum. Ketika seseorang senang atau merasa nyaman, bibir mereka mungkin membentuk senyuman yang hangat.
  • Ekspresi mata dan alis : Mata yang terlihat lebih lebar dengan alis yang tidak terlalu mengerut bisa menandakan perasaan positif. Alis yang terangkat bisa menunjukkan kekaguman atau kegembiraan.
  • Ekspresi bibir : Bibir yang terbuka dan santai menunjukkan bahwa Anda tidak tegang atau cemas. Ini menciptakan kesan bahwa Anda adalah orang yang nyaman diajak berbicara.
  • Mulut terbuka : Saat berbicara dengan orang lain, mulut yang terbuka dan siap mendengarkan menunjukkan bahwa Anda adalah pendengar yang baik dan siap untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Kok Kamu Gak Dengerin Sih? – Emphatic Listening

Kok Kamu Gak Dengerin Sih? – Emphatic Listening

By Coach Antonius Arif

 

Ada telpon dari seorang sales kepada istri saya, seperti biasa dia mengucapkan salam dan ditanya apa kabar lalu istri saya mengatakan bahwa dirinya sedang makan. Tetapi sepertinya sales tersebut langsung nyerocos terus dan seakan akan dia tidak pernah mendengar kata sedang makan atau jangan jangan dia pura pura tidak mendengar ya? Dan sering sekali saya mendapatkan sales seperti itu.

Bahkan pernah suatu ketika saya pernah dikantin rumah sakit, ada agen asuransi yang sedang memprospek seseorang di kantin tersebut. Dan saya dengar bahwa orang yang diprospek sedang kontrol untuk sakit jantung dan si salesnya cuma nanya sudah berapa lama? Dan lanjut jualan lagi.

Helllooooo, ini kebiasan sales. Dia fokus jualan terus tanpa mau peduli perasaan orang didepannya. Padahal dia harusnya mendengarkan dengan baik dan berempati. Ini banyak yang terjadi pada para sales yang mereka hanya peduli tentang kepentingan mereka sendiri.

Jadi idealnya seperti apa? Saya akan sharingkan Teknik Emphatic Listening. Dimana Teknik ini ketika kita mendengarkan orang yang diajak bicara ada mengalami sesuatu maka kita berhenti sejenak dan berempati kepada permasalahan mereka.

Saya bagikan tips untuk Emphatic Listening, ini yang harus dilakukan :

  • Setiap mendengarkan mereka dan saat mereka sudah selesai berbicara jangan langsung berbicara tetapi anda menghitung sampai 3 baru anda bicara. Ini mencegah anda memotong percakapan mereka
  • Dengarkan dahulu perkataan mereka hingga selesai dan jangan loncat langsung kepada kesimpulan dan langsung memberikan penilaian. Biasanya yang sering terjadi adalah anda menyimpulkan dengan ciri ciri kata yang digunakan “jadi ini berarti xxxxxxx” ini yang disebut anda menyimpulkan. Lebih baik mendengarkan dan anda bertanya atau mengklarifikasi itu jauh lebih baik
  • Mendengar untuk memahami tentang mereka daripada sekedar respon.
  • Ketika anda tidak memahami perkataan mereka, dengarkan dulu sampai selesai baru anda klarifikasi
  • Lakukan paraphrasing yaitu anda mengulangi kalimat terakhir yang penting dia ucapkan. Misal : “Saya sedang makan”. Responnya : “Ooo sedang makan, maaf ya kalau menganggu. Saya kontak lagi nanti boleh?”

Nah ini adalah hal yang wajib anda lakukan ketika mendengarkan mereka. Nah sekarang bagaimana cara untuk mendengarkan yang emphatic. Langkah yang dilakukan :

  1. Paraphrasing perkataan mereka
  2. Jika mereka menyebut kondisi atau peristiwa tertentu maka kita tanggapi dengan menyebut dugaan emosi yang muncul atau kita sebut merefleksikan perasaan yang muncul
  3. Selalu merepson dengan pertanyaan dan ada keinginan untuk memahami lebih baik

 

Contoh :

Klien                    : “Pasangan saya baru saja keluar dari rumah sakit”

Pebisnis              : “Pasangan anda baru keluar dari rumah sakit? Saya bisa merasakan kekhawatiran anda ya pa/bu, sakit apa?”

 

Klien                    : “Minggu lalu saya terkapar karena diare dan tidak bisa kemana-mana

Pebisnis              : “O ya pak? Diare? Saya bisa merasakan ketidakenakan saat itu ya, pasti lemes banget badannya ya pak?”

Ketika kita mendengarkan dengan berempatik maka komunikasi akan terus berlanjut dan mereka akan cerita dengan sendirinya sehingga komunikasi akan semakin menarik.

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly