Komunikasi Non Verbal

Komunikasi tidak melulu perkataan tetapi juga non verbal

Ketika berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain bukan sekedar berbicara dengan suara yang kita keluarkan tetapi ada beberapa komunikasi non verbal yang sampaikan saat berbicara dan dampaknya pun bisa berbeda dengan kata yang anda sampaikan. Mungkin maksud Anda baik tapi ketika berbicara dengan intonasi atau body language tertentu efeknya bisa berbeda.

Menurut penelitian Albert Mehrabian sehingga dibuat model 7-38-55 Communication Models bahwa hanya 7% perkataan orang lain berdampak kepada perasaan dan sikap seseorang tetapi orang lebih berdampak melalui 38% berdasarkan intonasi dan tinggi rendah suara dan 55% lebih berdampak melalui body language kita. Buktinya Anda bisa nonton tv dan tanpa suara sekalipun Anda bisa menguraikan apa yang terjadi pada orang tersebut.

Hmmm menarik kan?

Jadi dalam tulisan ini saya mau fokuskan 4 hal saat berbicara dengan orang lain :

  • Komunikasi Non Verbal dengan Hand Gesture

Ketika berbicara saya selalu menganjurkan tangan ditaruh kita letakan diatas meja dan saat berbicara tangan bisa membantu mengilustrasikan. Saya beri contoh Ketika kita mau menunjukkan besar maka tangan kita bisa terbuka sambil menunjukkan tentang besar dan begitu juga Ketika kita bicara masa lalu, maka kita menggunakan tangan menunjuk masa lalu (misal: tangan terbuka dan mengarah ke kiri) dan Ketika berbicara masa depan tangan menunjuk masa depan (misal : tangan terbuka dan mengarah ke kanan).

komunikasi non verbal

Dan begitu juga ketika mau berbicara peningkatan maka tangan kita bisa mengarah ke atas dan Ketika berbicara penurunan maka tangan menunjuk ke bawah. Didalam NLP ini disebut spatial anchor dan sangat membantu saat menjelaskan sehingga akan sangat jelas apa yang dimaksudkan

  • Ekspresi Wajah

saat berbicara dengan orang lain, ekspresi muka menjadi bagian yang tak kalah penting karena akan mendukung dengan perkataan yang kita ucapkan. Saya akan sharingkan tips ekspresi muka saat berkomunikasi. Saat menyapa pertama kali kita harus memunculkan smiling face atau wajah tersenyum.

komunikasi non verbal

Saya mempraktekkan ini didepan kaca sampai menggunakan pendekatan yang sering digunakan untuk maskapai penerbangan atau crew hotel yang disebut 225 yang artinya membuka mulut kita 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan dan tahan 5 detik. Saat awal ini tidak mudah, tapi saya berlatih terus didepan kaca sehingga Ketika berhadapan dengan orang lain saat menyapa smiling face ini yang saya mulai bahkan via telponpun saya pasti lakukan smiling face.

Lalu setelah itu baru kita muka netral tidak ada emosi apapun dan Ketika saat orang berbicara serius maka saya ekspresikan muka dengan serius dan eye contact saya menatap orang tersebut lalu mendengarkan mereka. Begitu juga Ketika ada yang bertanya kepada saya, saat saya mulai diawal langsung saya senyum dahulu dan Ketika pertanyaannya seperti memprovokasi sekalipun saya akan pasang muka netral dan saat mau menjawab saya langsung senyum dahulu dan mengucapkan makasih pertanyaannya dan baru menjawab.

Begitu juga Ketika kita orang yang berbicara sedang menceritakan kabar gembira maka ekspresi muka saya adalah gembira dengan dibantu intonasi suara gembira juga

  • Tonality

Cara mengekspresikan suara saat berbicara. Memang lebih mudah kalau ditunjuk langsung. Intinya Ketika kita bicara sedih kan tidak mungkin suaranya gembira? Tapi pelan dan menunjukkan kesedihan. Begitu juga Ketika berbicara profitnya ini bagus maka saya akan berbicara dengan nada excited khususnya Ketika berbicara profitnya bagus.

  • Body language

Bahasa tubuh yang bisa saya sharingkan beberapa Gerakan tubuh yang membantu dalam berkomunikasi khususnya Bahasa tubuh yang positif :

komunikasi non verbal

    • Postur terbuka. Bersikaplah santai, tapi jangan membungkuk. Duduk atau berdiri tegak dan letakkan tangan Anda di sisi tubuh. Hindari berdiri dengan tangan di pinggul, karena hal ini dapat menunjukkan agresi atau keinginan untuk mendominasi
    • Jabat tangan yang erat. Menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang antusias tapi ingat, jangan berlebihan saat mengengamnya.
    • Pertahankan kontak mata yang baik. Cobalah untuk menahan pandangan orang lain selama beberapa detik. Ini akan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda tulus dan berkomitmen.
    • Jangan menyentuh wajah. Jika Anda melakukan hal ini saat menjawab pertanyaan, itu bisa dianggap sebagai tanda ketidakjujuran. Meskipun hal ini tidak selalu terjadi, Anda tetap harus menghindari mengutak-atik rambut atau menggaruk hidung, agar Anda menunjukkan sifat dapat dipercaya.

So, inilah kenapa berkomunikasi menjadi menarik khususnya Ketika dengan orang lain dan NLP bisa membantu memahami lebih mudah

Bingkai Pikiran By Coach Antonius Arif

Pikiran Manusia

Bingkai Pikiran

By Coach Antonius Arif

 

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain ada istilah dalam NLP yang disebut Frame atau kita sebut bingkai pikiran. Dimana ini menjadi seperti mindset didalam pikiran kita, ketika kita berhadapan dengan orang lain memakai filter tertentu yang sudah kita atur dalam pikiran kita.

▪️ Saya beri contoh : Ketika saya melihat ada seorang dosen yang mukanya jutek banget saat masuk kuliah maka dari awal saya sudah mempunyai pikiran atau frame bahwa dosen ini jutek banget. Atau jika ada dosen masuk dan senyum senyum saat masuk maka kita sudah berasumsi bahwa dia dosen yang baik hati.

Begitu juga kalau dilihat dari sudut dosen tersebut, ketika dia mau dikenal sebagai dosen killer dan agar tidak dipermainkan muridnya maka dari awal masuk kelas dia sudah memasang frame bahwa dirinya adalah orang yang tidak bisa dibuat main main maka secara otomatis cara bicaranya dibuat setegas mungkin.

Nah itulah yang disebut bingkai pikiran.

Bayangkan kalau kita bertemu orang baru, kita mau menggunakan frame apa ? jika mau memakai dari awal adalah orang bersahabat maka saat menyapa orang lain maka kita sudah muncul dengan muka bersahabat tentunya. Dan biasanya Ketika kita bermain dengan peran sebagai orang bersahabat dan orang didepan kita bisa terpancing mengikuti frame kita tersebut. Ini dengan syarat orangnya tidak memakai frame tertentu ya. Beda cerita kalau kita bertemu dengan aparat keamanan yang dari awal sudah jutek dan Ketika kita dengan gaya bersahabat maka dia bisa ngomel dari awal dianggap kita cengengesan.

Jadi masuk akal kan?

Nah kalau kita mau berkomunikasi dengan orang lain, kita harus tentukan dulu mau menggunakan frame apa saat bertemu? Dan saya pernah melakukan demonstrasi dikelas saat mengajarkan Teknik komunikasi dengan pendekatan NLP, saya meminta ada satu orang maju ke depan dan orang tersebut saya minta menjadi manager dan menggunakan frame dipikiran bahwa orang yang diajak bicara (bermain peran sebagai staf) adalah orang yang tidak bisa dipercaya dan suka bohong.

Jadi saat orang yang menjadi manager langsung seperti orang yang tidak percaya saat mendapat laporan dari yang bermain peran sebagai staf. Kenapa bisa begitu? Karena orang tersebut sudah menggunakan frame bahwa stafnya ini tukang bohong dan tidak bisa dipercaya.

Kemudian saya lakukan eksperimen kedua dimana dia menjadi manager yang bisa memberikan solusi dan stafnya tetap sama seperti biasa tapi kali ini, Ketika manajer tersebut mendapat laporan dari staf nya dengan isi percakapannya yang sama tapi ditanggapi dengan cara berbeda dan membantu mencarikan solusi, wowwww, apa yang terjadi? Ternyata frame yang berbeda berdampak kepada orang yang diajak bicara.

 

PYGMALION EFFECT

 

Inilah yang disebut the Power of Frame.

Bahkan ada penelitian yang dilakukan oleh Harvard University dalam bukunya Pygmalion in management yang ditulis oleh J Sterling Livingston menuliskan Apa yang diyakini para manajer tentang diri mereka sendiri secara tidak disadari mempengaruhi apa yang mereka yakini tentang bawahannya, apa yang mereka harapkan dari bawahannya, dan bagaimana mereka memperlakukan bawahannya.

Dengan kata lain, catatan kesuksesan dan kepercayaan diri para manajer yang superior terhadap kemampuan mereka sendiri memberikan kredibilitas terhadap harapan mereka yang tinggi. Dan inilah juga yang sebagai bagian dari frame.

Tapi apa sih Pygmalion? Ini adalah cerita rakyat yang kita tidak tahu kebenarannya tetapi dilakukan penelitian dengan dalam buku 10 Metamorphoses karya Ovid, Pygmalion adalah seorang pematung Siprus yang mengukir seorang wanita dari batu gading dan menamainya Galatea.

Ketika Pygmalion melihat Propoetides dari Siprus mempraktikkan prostitusi, dia mulai “Membenci kesalahan yang tidak dapat diukur yang telah diberikan oleh alam kepada wanita”. Dia bertekad untuk tetap membujang dan menyibukkan diri dengan seni pahat. Dia membuat patung seorang wanita yang menurutnya begitu sempurna hingga dia jatuh cinta padanya.

Pygmalion mencium dan membelai patung itu, membawakannya berbagai hadiah, dan membuatkan tempat tidur mewah untuknya. Sampai akhirnya, hari raya Aphrodite tiba dan Pygmalion memberikan persembahan di altar Aphrodite. Di sana, karena terlalu takut untuk mengakui keinginannya, dia diam-diam mengharapkan seorang pengantin wanita yang akan menjadi “Serupa dengan gadis pahatannya”.

Ketika dia kembali ke rumah, dia mencium patung tersebut, dan mendapati bibirnya terasa hangat. Dia menciumnya lagi, dan menemukan bahwa patung tersebut telah kehilangan kekerasannya. Aphrodite telah mengabulkan keinginan Pygmalion. Pygmalion menikah dengan patung yang berubah menjadi seorang wanita di bawah restu Aphrodite.

 

Bingkai Pikiran

 

Kisah inilah yang diteliti lebih lanjut dan dilakukan eksperimen dalam buku Pygmalion in management. Efek Pygmalion pertama kali diamati di ruang kelas. Psikolog sosial Robert Rosenthal dan kepala sekolah dasar Lenore Jacobson mengamati fenomena ini pada tahun 1968 di sebuah sekolah. Mereka melakukan eksperimen untuk menguji apakah prestasi siswa dapat dicapai dengan sendirinya, berdasarkan harapan guru.

Rosenthal dan Jacobsen memberikan tes IQ kepada anak-anak sekolah dasar. Dan dicarikan guru baru dan guru tersebut tidak mengetahui mana yang pintar dan tidak dan bahkan beberapa yang kurang pintar dimasukan dikelas tersebut dan menariknya gurunya tersebut dikasih tahu bahwa seluruh murid murid ini pintar semua dan guru ini dengan tidak sadar memperlakukan mereka seperti orang pintar semua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor IQ semua yang ditest menjadi tinggi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru guru tersebut. Karena dari awal guru guru tersebut sudah menganggap mereka ini adalah anak anak berbakat jadi secara tidak sengaja terjadilah persis seperti yang diharapkan.

Harapan para guru telah mengubah cara mereka memperlakukan anak-anak dan mempengaruhi kemampuan anak-anak. Dan guru tidak membedakan mana yang pintar dan tidak.

Dan inilah yang menjadi dasar dari frame yang kita bahas diatas. Menarikkah? Jadi Ketika kita berhadapan dengan orang tertentu maka kita harus mengeset ekspektasi dipikiran kita dahulu dan itu yang akan kita lihat. Inilah yang menarik tentang komunikasi dengan Teknik NLP.

Salam performance,

=======================
BOOK YOUR CALENDAR
Let’s join with our class

90 Days Performance Coaching Breakthrough Batch 3
By Coach Antonius Arif
Oktober 2023

Licensed Business Practitioner of NLP
By Coach Antonius Arif
November 2023

Strategic Business Coaching Certification
By Coach Adithia Amidjaya
Desember 2023 – April 2024

Info selengkapnya silahkan hubungi: https://PendaftaranTrainingAisyah.wasap.my

 

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Salah Persepsi

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Sadar gak sih ketika berkomunikasi kita sering mengalami kesalahan apa yang kita terima? Kita pikir ‘ooo maksudnya A’ tapi ternyata maksudnya adalah B. Dan membuat Ketika terjadi percapakan sering salah persepsi dan tak jarang bisa terjadi pertengkaran atau praduga yang tak benar.

Menurut NLP itu terjadi karena setiap manusia mempunyai peta dunia masing masing dalam pikiran kita, dan itu terjadi karena didalam peta dunia kita namanya Filter didalam pikiran yang didalamnya ada Generalization, Distortion, Deletion.

Apa itu masing masing? Kita kupas satu per Satu!

Generalisasi : Generalisasi terjadi ketika satu pengalaman spesifik mewakili keseluruhan pengalaman. Atau satu pengalaman yang digeneralisasikan keseluruhan.

Contoh : ketika kita melihat ada orang yang telat hadir saat meeting. Saat itu anda mengeneralisasikan sebagai tukang telat atau selalu telat. Nah bahayanya kalau seperti ini adalah membuat kita ketika melabel orang tertentu seakan akan dia berbuat salah. Hal ini yang menjadi bahaya sehingga ketika kita berkomunikasi dengan mereka sudah menganggap bahwa orang ini tidak bisa diandalkan.

Atau contoh lain lagi, ketika tim kita bekerja dengan kita dan saat anda menyampaikan suatu masukan kepada tim dan beberapa jam kemudian ketika mereka mengerjakan dan dia masih melakukan hal yang kita tegor. Maka kita menganggap bahwa orang ini tidak mau mendengar apa yang kita kasih tahu. Jadi harus gimana dong? Nah nanti dengan Teknik NLP kita kupas lebih dalam·

  • Distorsi

Penempelan makna terhadap suatu kejadian atau situasi tertentu. Contoh : masih ingat contoh orang yang kita beritahu dan dia tidak melakukan yang kita tegor? Lalu karena hal itu kita memberi pemaknaan bahwa orang tersebut keras kepala. Atau saat terjadi pasangan kita melihat lawan jenis langsung kita beri pemaknaan tukang selingkuh.

Atau mengerjakan matematika saat sekolah dulu kemudian Ketika kita dapat nilai jelek maka kita mengatakan bahwa saya bodoh dalam matematika dan inilah yang membuat sejak saat itu menjadi benci dengan matematika. Ini yang membuat Ketika kita berkomunikasi menjadi mengalami kesulitan bahkan bisa menghambat berkomunikasi karena sudah keburu diberi label·

  • Deletion

Penghapusan informasi yang kita dengar dan ini dilakukan dengan tidak sengaja. Contoh : saya BT banget, Ketika kita mendengar kalimat itu maka orang itu berasumsi BT karena sama Boss dimana kebetulan dia baru saja keluar dari ruang boss dan pasti kita berasumsi dia BT dengan boss.

Dan kita kadang langsung menjawab “ memang boss nge BT in banget hari ini” padahal dia mau cerita bahwa BT karena macet banget diperjalanan pagi ini. Inilah yang kita sebut deletion. Jika kita lihat seperti ini bahaya banget kan asumsi kita dalam berkomunikasi bisa saja menjadi salah. Belum lagi dalam peta dunia orang masing masing masih ada filter lainnya menurut NLP·

  • Belief

Dimana setiap orang mempunyai keyakinan yang dia percayai terhadap segala sesuatu dan ini menjadi filter saat berbicara. Ketika dia belief bahwa dia orang bodoh maka Ketika berbicara maka dia sudah minder dahulu dan Ketika ada orang yang berbicara hal tertentu kepadanya maka dia sudah menanggap orang itu lagi menuduh dia bodoh.

Contoh : saya pun menganggap diri saya tidaklah pintar karena saya punya pengalaman dimasa lalu Ketika belajar dan ujian nilai saya tidak bagus. Maka kalau saya mau jadi terbaik maka saya harus disiplin sehingga Ketika orang belajar 1 kali saya bisa 3-4x dan ini menjadi kebiasaan saya hingga hari ini. Walau saya sudah tidak punya mindset bahwa saya bodoh tapi kebiasaan disiplin itu telah membentuk diri saya sekarang.·

  • Experience

Pengalaman yang terjadi dalam hidup kita yang membuat kita menilai untuk melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman masa lalu.

Contoh : Ketika saya berbicara dengan tim dan tim melakukan kesalahan karena dia tidak mengerti maka setiap ada orang baru, saya memutuskan untuk menjelaskan secara detail dan ditest. Dan setiap keputusan saya didasarkan dengan apa yang terjadi dimasa lalu·

  • Metaprogram

Internal program didalam pikiran yang memfilter informasi yang masuk ke dalam diri dan otak kita bekerja berdasarkan filter ini.

Contoh : ada orang yang bekerja secara prosedur jadi bekerja harus dari A lalu ke B dan C atau SOP banget kalau bekerja jadi Ketika disuruh melakukan sesuatu tanpa SOP sepertinya dia akan mengalami kesulitan·

  • Values

Nilai nilai yang penting dalam diri kita yang membuat kita bekerja berdasarkan nilai nilai yang kita miliki. Contoh : Spiritual menjadi penting buat saya, sehingga Ketika melakukan sesuatu apapun maka saya melihat berdasarkan apakah ini sesuai dengan spiritual atau Tuhan. Nah nanti dalam artikel berikutnya akan saya perjelas lebih dalam lagi.

Komunikasi Ada Prosesnya Bukan Sekedar Bicara

Komunikasi ada prosesnya bukan sekedar bicara

Komunikasi Ada Prosesnya

Pernahkah anda berkomunikasi dengan orang lain dan sering mengalami salah paham dengan apa yang dia katakan. Baru saja beberapa hari yang lalu saya menonton di tiktok ada seorang pria berumur menyampaikan satu kalimat bahwa Paus Fransiskus mau memberkati pasangan LGBT dengan sambil memberikan link berita sebagai rujukan.

Karena saya tahu salah satu berita bisa menjadi simpang siur kalau saya hanya menonton diawal saja dan langsung menumpahkan ketidaksetujuan saya. Kok Paus sebagai pemimpin tertinggi Katolik bisa begitu? Saya terus baca beritanya dan isi beritanya juga sama sampai saya cari berita diluar negeri apa begitu? Begitu saya baca berita luar negeri kok sepertinya bukan itu maksudnya? Tapi saya simpan didalam hati dan saya tidak komentar dahulu walau didalam hati saya sudah muncul prasangka yang kurang tepat pada situasi tersebut.

Persis tadi pagi saya menonton video tiktok dimana orang yang membuat heboh tersebut membuat klarifikasi persis seperti berita yang saya baca diartikel luar negeri, dan dia menyebutkan bahwa Paus Fransiskus memberi berkat itu maksudnya jika ada orang yang LGBT dan datang kepada Pastor atau Romo dan meminta diberkati secara pribadi (bukan berkat untuk merestui pernikahan ya) maka diijinkan. Yang diberkati adalah orangnya ya bukan perilakunya karena mereka itu sama sama anak Adam. Dan tidak tertutup kemungkinan setelah diberkati malah hati mereka tersentuh dan berubah untuk bertobat.

Jujur Ketika saya lihat ini saya merasa dosa karena sudah ada sedikit keraguan kepada pemimpin tertinggi tersebut karena hasil dari berita yang disampaikan tadi. Abis nonton itu saya langsung berdoa dan bertobat. Inilah ngerinya kalau sebuah komunikasi tidak tahu cara menyampaikan dan tidak tahu cara prosesnya seperti yang saya gambarkan diatas.

NLP membantu untuk kita memahami sebuah komunikasi bukan sekedar berbicara, Komunikasi Ada Prosesnya dan dengan NLP kita kupas gimana caranya agar tidak terjadinya kesalahpahaman tersebut

Yuk kita kupas satu satu untuk memahaminya, ada istilah istilah dari gambar tersebut dan saat saya jelaskan gambar tersebut :

  1. Sender & Recipient adalah orang yang berkomunikasi dimana sender yang menyampaikan sesuatu dan receipient adalah orang yang mendengar informasi tersebut dan memberi tanggapan atau merespon atau istilahnya memberi feedback dari perkataan sender yang dia dengar
  2. Channel adalah kanal komunikasi via langsung tatap muka atau via online meeting atau via telp atau bahkan via chating. Dan semua media mempunyai noise atau gangguan
  3. Noise adalah gangguan yang mungkin muncul Ketika berkomunikasi. Dan nanti saya akan gambarkan secara detail
  4. Encoding adalah ide yang ada dikepala kita dan dikomunikasikan kepada orang lain berdasarkan budaya, intonasi, kecepatan atau gaya Bahasa tertentu dan juga arti tertentu.
  5. Decoding adalah dimana komunikasi yang diterima diartikan oleh pendengarnya. Dimana kalau gaya Bahasa berbeda saja maka artinya bisa berbeda. Contoh jika saya berkomunikasi dengan partner saya berkebangsaan Singapore atau Malaysia, saya lebih prefer mereka berkomunikasi dengan saya menggunakan Bahasa Inggris karena Ketika ke dalam Bahasa Melayu, wah tingkat kesalahan saya menjadi tinggi dan saya tidak memahami Persis apa yang mereka maksudkan. Bahkan contoh dengan karyawan saya dari daerah Aceh, dan Ketika menyampaikan sesuatu kepada saya, saya tidak memahami apa yang dia maksudkan dan kadang dia juga sebaliknya kepada saya.

Jadi kita sudah lihat ya, dalam komunikasi jika kita tidak memahami Teknik NLP dengan baik maka kita pasti akan mengalami kesulitan seperti ini dan tingkat kesalahan akan menjadi semakin tinggi. Dan nanti saya akan bahas lebih dalam kenapa seseorang bisa mempunyai pemahaman yang berbeda dan secara NLP akan kita bahas lebih dalam. Kita balik lagi ke dampak pemilihan Channel atau kanal komunikasi dengan kemungkinan noise.

Metode

Situasi Kemungkinan Noise
Tatap muka secara langsung

Dikeramaian (coffee shop, pasar, suara lalu lintas)

Suara mesin kopi, focus melihat orang lalu Lalang, diajak berbicara dengan orang lain

Ditempat privat (ruang meeting)

Pas jam makan siang mulai memikirkan lapar atau mau makan apa, pas jam pulang memikirkan tentang pulang dan macet

Tatap muka via online meeting

Dengan berbagai aplikasi

Koneksi internet, camera mati, sedang mengerjakan sesuatu

Telpon

Menggunakan aplikasi

Koneksi internet

Secara langsung

salah persepsi karena tidak melihat muka dan tidak paham tentang emosi mereka

Texting

Dengan berbagai aplikasi

Tidak mengetahui maksud sesungguhnya karena huruf besar dan kecil. Dan terlalu banyak emoticon bahkan terlalu banyak tanda baca

Saya pernah ada orang yang mengetik apapun hurufnya besar semua dalam chating dan biasanya jika huruf besar semua artinya marah marah tapi saya tahu orang itu sudah berumur ada kemungkinan orang itu gaptek atau tidak memahami jadi persepsi kita bisa berbeda.

Begitu juga jika texting kita tidak dibalas saja kita bisa punya persepsi macam macam. Jadi berkaitan hal ini menjadi sangat penting sekali dalam komunikasi khususnya dengan Teknik NLP, komunikasi ada prosesnya.

Mindset Komunikasi ala NLP

Mindset Komunikasi ala NLP

Apa sih NLP ? NLP adalah kependekan dari Neuro Linguistic Programming. Banyak orang yang menyebut NLP sebagai the science of cchievement ada juga yang menyatakan the handbook of human mind dan penciptanya sendiri Dr Richard Bandler menyebutkan sebuah studi yang mempelajari pengalaman seseorang yang bersifat subyektif. Atau bisa saya katakan ada seseorang menghadapi situasi tertentu, dia bisa berpikir berbeda, menghadapi berbeda dan bahkan berbicara atau menanggapi berbeda.

Ada orang yang Ketika menghadapi permasalahan malah nangis, ada juga yang menghadapi permasalahan malah santai atau malah cenderung cuek, ada orang yang malah masuk rumah sakit karena terlalu stress. Setiap orang mempunyai strategi atau cara yang berbeda beda Ketika menghadapi sesuatu. Nah bisa bayangkan ga, NLP itu juga mempelajari tentang hal itu dan kita bisa memodeling seseorang yang expert dibidang tertentu dan kita tiru mereka dan kitapun bisa seperti mereka.

O ya? Iya! Itu yang menarik dari NLP.

Konteks kali ini saya akan bicara apa sih yang ada dipikiran seseorang Ketika dalam berkomunikasi? Ini prinsip dasar yang kita sebut presuposisi NLP sehingga Ketika menghadapi situasi tertentu, dia bisa bertindak mengikuti prinsip prinsip dan asas yang digunakan oleh NLP.

Skill Komunikasi

Saya akan kupas satu persatu mindset yang bisa digunakan dalam komunikasi dan cara mengaplikasikannya.

– Menghargai model dunia orang lain, apa maksudnya ini?

Ketika seorang NLP’ers menghadapi permasalahan, mereka mencari tahu dulu apa yang mendasari seseorang bisa berpikir atau bertindak tertentu. Karena seorang NLP sangat percaya bahwa setiap manusia mempunyai model dunia (baca: pengalaman dan situasi yang berbeda dengan setiap orang bahkan seorang kembar sekalipun bisa berbeda). Jadi sebelum menjudge atau melabel seseorang kita perlu tahu dan memahami dulu dengan mencari informasi ke dirinya.

– Makna suatu komunikasi didapat dari respon yang didapatkan,

Maksudnya adalah Ketika kita mau berbicara sesuatu, kita bukan sekedar nyeplos atau berkata kata saja tetapi harus lihat apa dampaknya Ketika kita sampaikan itu. Jadi karena kata tengahnya adalah linguistic maka kita perlu pelan pelan dan memahami arti setiap kata yang mau kita sampaikan dan dampaknya apa.

Saya beri contoh : jika saya berbicara kepada seseorang bahwa kamu kalau presentasi tuh jelek atau kalimat kedua presentasi yang kamu sampaikan benar benar berguna banget dan kalau boleh beri saran sedikit biar yang kamu sampaikan itu benar benar diterima orang lain maka kamu bisa lakukan a,b, c. nah dari dua kalimat tadi, kira kira mana yang akan lebih bisa diterima?

Bisa bayangin ga jika bicara ini ke pasangan, salah bicara bisa tidur di sofa hihihi

– Peta bukan area yang sebenarnya, ini juga menarik.

Anggaplah setiap orang mempunyai peta GPS terhadap sesuatu misal : ada yang menganggap asuransi itu penting tapi ada yang menganggap asuransi itu merugikan. Ini dampaknya untuk setiap orang berbeda.

Jika kita berbicara dan berjualan kepada orang yang punya persepsi kurang tepat dan kita malah ngotot maka hasilnya bisa jadi kontra produktif. Makanya kita harus memahami dulu peta mereka. Gimana memahami peta mereka? Ya bertanya apa yang mendasari pemikiran seperti itu. Dengan begitu akan lebih mudah memahami isi pikiran masing masing.

– Setiap perilaku mempunyai maksud baik, ketika seseorang menghadapi masalah dan bertindak tertentu. Kita harus melihat pasti tindakannya maksudnya baik walau perilakunya tidak tepat. Saya beri contoh : boss marah marah kepada karyawan yang kerjanya tidak efektif. Mungkin karyawannya kesel, marah melulu bossnya.

Padahal kalau karyawannya mau cari tahu, boss itu marah marah karena lagi memikirkan gimana caranya membayar gaji karyawan dan Ketika dia melihat ada hal yang tidak beres maka dia berasumsi ini pasti juga salah satu hal yang menyebabkan bisnis tidak ramai atau bisnis menjadi problem.

– Tidak ada klien yang resisten, yang ada adalah komunikasi yang tidak fleksibel. Saya beri contoh: mungkin anda mencoba mendekatkan diri dengan seseorang dan anda bingung mau menciptakan percakapan apa, anda bingung bagaimana memulai percakapan. Jadi tidak ada orang yang sebenarnya menolak anda, itu terjadi cara kita berbicara dan cara menyampaikan atau berkomunikasi menjadi penting.

Saya sering sekali mencoba cara A, trus ubah cara B jika kurang berhasil dan terus mencari cara sampai saya berhasil berkomunikasi dengan orang itu.

Jadi jangan kita mencap atau melabel orang itu ga mau berkomunikasi dengan kita tetapi kitanya saja yang kurang fleksibel.

Nah ini beberapa yang saya sharingkan yang bisa menjadi dasar dalam berkomunikasi. Paling tidak ini menjadi salah satu guidance yang membantu kita apalagi dengan Teknik NLP

Kenapa Perlu Komunikasi? – Communication Skill

Mungkin kita bingung, buat apa belajar komunikasi?

Bukankah selama ini sudah belajar Bahasa Indonesia dari kecil jadi mungkin membuat kita merasa ragu buat apa belajar komunikasi?

Ini juga terjadi kepada saya sebelum saya mendalami Teknik Neuro linguistic Programming, dimana saya bekerja dibanyak perusahaan dan waktu awal-awal karir saya mengalami situasi, ketika berbicara dengan principal saya yang berkebangsaan Singapore, saya dikatakan kalau berbicara itu smoke.

Saya bingung apa maksud smoke itu? Setahu saya smoke itu kan asap. Lah saya tidak merokok kok dibilang berasap. Eh tahu tahunya setelah saya pahami arti tersebut bahwa saya dianggap kalau berkomunikasi suka tidak jelas dan berbicara seperti orang mengambang yang bisa dikatakan saya terlalu banyak berbicara premis minor baru premis mayor.

Apa sih itu? Nanti kita bahas lebih dalam lagi ketika sudah masuk ke materi pembahasan.

Saya ingin sharing ada satu cerita yang menarik. Waktu itu saya membaca ada satu buah tulisan di social media yang memberitahukan bahwa ayahnya begitu bangga dengannya sehingga memajang seluruh piagam yang dia miliki selama ini.

Lalu saya comment kepadanya menuliskan “Tidak sekalian ijazah dan sertifikat sertifikat?” dan dijawab “Iya coach, Alm papa saya hanya menaruh itu saja” dan saat saya membaca tulisan itu, saya seperti tidak menyadari sesuatu ada yang aneh tapi saya tidak paham apa yang aneh.

Lalu saya lanjut bekerja karena hari itu saya benar benar padat sekali. Eh tahu tahu ada yang telpon saya mengatakan bahwa ayahnya orang yang saya comment di facebook meninggal. Saya terkaget dan saya tanya sudah sejak kapan? Ternyata sudah lewat satu hari.

Nah loh! Berarti saat saya komen ayahnya sudah meninggal dong, kok saya tidak enggeh. Lalu saya baca lagi komennya dan saya baru enggeh, dia menuliskan Alm alias almarhum padahal saya tahu bahwa ayahnya masih hidup dan memang lagi mengalami sakit penyait. Astaga! Saya berasa bersalah banget saat itu karena saya tidak enggeh ada kata alm dan seperti hilang saja informasi itu yang dalam Teknik NLP disebut Deletion.

Apa itu? Nanti akan dibahas lebih detail lagi dalam tulisan saya ini. Saya yakin teman teman pernah mengalami peristiwa seperti ini kan? Inilah kenapa kita perlu belajar komunikasi. Kesalahpahaman dan perbedaan persepsi kadang bisa membuat orang menjadi berdebat bahkan tak jarang bisa terjadi kekerasan.

Belum lagi berkomunikasi via chating yang sekarang sering banget menjadi problem seperti ini kadang ada orang yang sedang chating satu persoalan lalu nambah lagi satu persoalan maka Ketika orang membalas juga sering tidak focus. Ini lagi membahas masalah yang mana? Dan tak jarang malah terjadi salah persepsi.

Pasti relate kan dengan situasi seperti ini?

Jadi banyak permasalahan komunikasi terjadi karena orang salah memahami situasi atau kondisi dengan baik sehingga jika kita tidak punya Teknik komunikasi yang tepat maka sudah pasti perselisihan paham bisa terjadi. Itulah tujuan buku ini dituliskan. Semoga bisa membantu proses berkomunikasi menjadi lebih efektif dan juga menggunakan pendekatan Neuro linguistic programming.

Belajar Komunikasi

Apa saja fungsi komunikasi sih?

  1. Membangun hubungan & kepercayaan, ketika bertemu dengan orang baru kita dapat berkomunikasi dengan baik sehingga orang percaya dengan apa yang kita sampaikan dan bisa membuat mudahnya menjalin hubungan yang baik serta tidak menjadi salah persepsi saat mendengarkan percakapan yang baik
  2. Mengidentifikaskan masalah & memecahkan masalah, mampu membuat kita menemukan apa yang menjadi akar masalah dan bagaimana menemukan solusi dari permasalahan.
  3. Komunikasi yang persuasi & efektif, komunikasi bukan sekedar berbicara tetapi bagaimana membuat komunikasi menjadi persuasive dan mempengaruhi orang lain sehingga mereka percaya dengan kita.
  4. Negosiasi, mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi agar kita bisa menemukan titik temu yang sama dalam komunikasi yang kita lakukan dan sama sama win win win
  5. Mencapai tujuan, setiap pemimpin harus mempunyai kemampuan dalam berbicara sehingga tujuan Perusahaan agar lebih mudah tercapai dengan Teknik komunikasi.

Bayangkan ketika kita menjadi pemimpin serta mempunyai kemampuan itu semua,  maka tujuan pribadi bisa terwujud.

Ungkap Rahasia Meningkatkan Potensi Diri & Meraih Keberhasilan!

Mengungkap Rahasia Meningkatkan Potensi Diri dan Meraih Keberhasilan!

 

Tahukah Anda untuk menuju keberhasilan kita harus mengetahui potensi diri terlebih dahulu? Terlebih ketika kita memiliki mental block, tentu saja itu bisa jadi menjadi sebuah penghambat menuju nya…

Lalu bagaimana Neuro-Linguistic Programming dapat membantu seseorang membebaskan potensi tersembunyi mereka?

Mental block adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami hambatan dalam pikiran atau kreativitasnya yang menghalangi kemampuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mental block dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pekerjaan, hubungan pribadi, dan pengembangan diri. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengatasi mental block dan mencapai tujuan yang diinginkan adalah Neuro-Linguistic Programming (NLP).

Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah pendekatan psikologis yang berfokus pada hubungan antara pikiran (neuro), bahasa (linguistik), dan pola perilaku yang terbentuk dari pengalaman (pemrograman). NLP memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana pikiran dan bahasa dapat mempengaruhi perilaku dan emosi seseorang. Dengan menggunakan teknik-teknik NLP yang tepat, seseorang dapat memecahkan mental block dan mengubah pemikiran dan perilaku negatif menjadi yang lebih positif.

Berikut adalah beberapa langkah dalam menggunakan NLP untuk menghilangkan mental block dan mencapai tujuan yang diinginkan:

✔️Kesadaran Diri (Self-Awareness):

Langkah pertama dalam menggunakan NLP adalah menjadi sadar akan pikiran, kata-kata, dan perilaku Anda sendiri. Kenali pola pikir negatif yang mungkin memicu mental block. Apakah ada keyakinan diri yang meragukan? Apakah ada kata-kata yang sering Anda ucapkan dalam pikiran yang menghalangi Anda? Dengan menjadi lebih sadar, Anda dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diubah.

✔️Pemodelan (Modeling):

NLP memanfaatkan konsep pemodelan untuk mengidentifikasi dan belajar dari orang-orang yang telah mencapai tujuan yang Anda inginkan. Carilah seseorang yang telah berhasil dalam bidang yang sama dan pelajari strategi dan pola pikir yang mereka gunakan. Anda dapat memodelkan kebiasaan, strategi, dan pola pikir mereka untuk membantu mengatasi mental block Anda.

✔️Mengubah Pola Pikir (Refaming):

Pola pikir negatif dapat menjadi hambatan yang signifikan dalam mencapai tujuan. Dengan NLP, Anda dapat mengubah pola pikir negatif menjadi positif melalui proses yang disebut reframing. Reframing melibatkan mengganti interpretasi negatif dengan interpretasi positif terhadap suatu situasi. Misalnya, jika Anda berpikir “Saya tidak akan pernah berhasil,” Anda dapat merubahnya menjadi “Saya akan terus belajar dan berkembang untuk mencapai kesuksesan.”

✔️Visualisasi dan Pengaturan Tujuan (Visualization and Goal Setting):

Penggunaan visualisasi merupakan salah satu teknik penting dalam NLP. Visualisasikan dengan jelas tujuan yang ingin Anda capai, bayangkan diri Anda berhasil mencapainya dengan detail. Selain itu, tetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART goals). Tuliskan tujuan Anda secara terperinci dan baca secara teratur untuk memperkuat motivasi dan fokus Anda.

✔️Teknik-Teknik NLP:

Ada banyak teknik NLP yang dapat Anda gunakan untuk menghilangkan mental block, seperti teknik anker (anchoring), penggunaan bahasa yang tepat, hipnoterapi, dan lain sebagainya. Setiap teknik memiliki pendekatan yang berbeda dan dapat digunakan sesuai kebutuhan dan preferensi Anda.

Neuro-Linguistic Programming adalah alat yang efektif untuk mengatasi mental block dan membantu mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan meningkatkan kesadaran diri, memodelkan orang-orang sukses, mengubah pola pikir negatif, menggunakan visualisasi dan pengaturan tujuan, serta menerapkan teknik-teknik NLP, Anda dapat membebaskan potensi Anda yang tersembunyi dan mencapai kesuksesan yang Anda inginkan.

Salam performance

NLP dalam Meningkatkan Kepemimpinan dan Pengaruh pada Tim

Apa itu Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan bagaimana asal-usulnya? Bagaimana NLP dapat membantu seorang pemimpin dalam mempengaruhi timnya?

Sebagai seorang pemimpin, memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tim dengan cara yang positif dan efektif adalah salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan organisasi. Salah satu alat yang dapat digunakan oleh pemimpin untuk mencapai hal ini adalah Neuro-Linguistic Programming (NLP). NLP adalah sebuah pendekatan psikologi yang mempelajari hubungan antara pikiran, bahasa, dan perilaku seseorang.

Dengan menggunakan teknik NLP, seorang pemimpin dapat mengoptimalkan komunikasi, memahami dan memanfaatkan kekuatan individu dalam tim, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.

Apa itu Neuro-Linguistic Programming (NLP)?

Neuro-Linguistic Programming (NLP) pertama kali dikembangkan pada awal tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. Mereka mempelajari berbagai praktisi terkemuka dalam bidang psikologi dan terapi, seperti Milton Erickson, Virginia Satir, dan Fritz Perls. Hasil penelitian mereka mengungkapkan pola-pola tertentu dalam bahasa dan perilaku yang digunakan oleh individu sukses dalam mencapai tujuan mereka.

Secara sederhana, NLP berfokus pada bagaimana pikiran (neuro), bahasa (linguistik), dan perilaku (programming) saling berhubungan dan saling memengaruhi. Para praktisi NLP percaya bahwa dengan memahami dan mengubah pola pikir, bahasa, dan perilaku seseorang, kita dapat mencapai potensi terbaik dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kepemimpinan.

Kepemimpinan

Penerapan NLP dalam Kepemimpinan

Komunikasi Efektif: Salah satu elemen utama dalam kepemimpinan yang baik adalah komunikasi yang efektif. Seorang pemimpin yang menguasai teknik NLP dapat lebih baik dalam menyampaikan pesan secara jelas dan persuasif kepada timnya. Mereka mampu menggunakan bahasa yang tepat, mencocokkan gaya komunikasi dengan anggota tim, dan membaca bahasa tubuh untuk lebih memahami perasaan dan kebutuhan rekan-rekan mereka.

Membangun Hubungan dan Empati: Melalui NLP, pemimpin dapat meningkatkan empati dan memahami perspektif anggota tim. Dengan menggunakan teknik NLP seperti “rapport”, pemimpin bisa membangun hubungan yang kuat dengan tim, menciptakan lingkungan yang mendukung dan memperkuat rasa kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama.

Mengenali Kekuatan Individu: NLP membantu pemimpin mengidentifikasi kekuatan unik dan potensi anggota tim. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik masing-masing anggota tim, seorang pemimpin bisa menempatkan mereka pada posisi yang tepat dan memberdayakan mereka untuk berkontribusi maksimal.

Mengatasi Hambatan Mental: Bagian penting dari kepemimpinan adalah membantu anggota tim mengatasi hambatan mental dan rintangan yang mungkin menghalangi kemajuan mereka. Teknik NLP, seperti “reframing”, membantu mengubah cara pandang dan memperkuat keyakinan positif dalam diri anggota tim.

Mengelola Konflik dan Stres: NLP juga dapat membantu pemimpin dalam mengelola konflik dan stres dalam tim. Mereka bisa memahami cara pandang dan persepsi yang berbeda, dan mencari solusi yang saling menguntungkan.

Neuro-Linguistic Programming (NLP) dapat menjadi alat yang bermanfaat bagi pemimpin dalam meningkatkan pengaruh dan keterampilan kepemimpinan mereka. Dengan memahami bagaimana pikiran, bahasa, dan perilaku saling berhubungan, seorang pemimpin dapat mengoptimalkan komunikasi, memahami kekuatan individu dalam tim, dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.

Meskipun NLP memiliki potensi untuk membantu, penting bagi pemimpin untuk tetap realistis dan berhati-hati dalam mengaplikasikan teknik ini serta menghormati keunikan setiap individu dalam tim.

Tips Mengelola Kemarahan dengan Neuro-Linguistic Programming

Pernahkah Anda merasakan kemarahan dalam situasi tertentu? Sebenarnya kita bisa mengelola kemarahan dengan Teknik NLP..

Bagaimana pendekatan ini membantu individu mengelola emosi kemarahan?

Kemarahan adalah emosi yang alami dan dapat dirasakan oleh setiap individu. Emosi ini bisa timbul akibat berbagai stimulus, baik dari lingkungan eksternal maupun internal. Bagaimana seseorang mengelola dan merespons kemarahan dapat mempengaruhi kualitas kehidupan mereka dan hubungan dengan orang lain. Salah satu pendekatan yang dapat membantu individu mengelola kemarahan adalah Neuro-Linguistic Programming (NLP).

Neuro-Linguistic Programming adalah sebuah pendekatan psikoterapi yang dikembangkan pada awal tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. NLP berfokus pada koneksi antara proses neurologis dalam pikiran (neuro), bahasa (linguistik), dan pola perilaku yang telah terbentuk dari pengalaman hidup seseorang (pemrograman). Pendekatan ini berusaha untuk memahami bagaimana pikiran, bahasa, dan perilaku saling berinteraksi dan bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan seseorang.

Bagaimana NLP Membantu Mengelola Kemarahan?

NLP dapat membantu individu mengelola kemarahan dengan mengajarkan berbagai teknik dan strategi berikut:

✅ Reframing (Penyusunan Ulang):

Salah satu aspek penting dari NLP adalah “reframing,” yaitu mengubah cara seseorang memahami atau memberi makna pada situasi tertentu. Dalam konteks kemarahan, ini berarti mengubah cara pandang terhadap situasi yang memicu emosi tersebut. Dengan memandang situasi dari sudut pandang yang berbeda, seseorang dapat mengurangi tingkat kemarahan yang dirasakan.

✅ Visualisasi:

NLP menggunakan teknik visualisasi untuk membantu individu menghadapi kemarahan. Dengan membayangkan diri mereka menghadapi situasi yang menantang dengan tenang dan penuh kasih, individu dapat membiasakan pikiran mereka untuk merespons dengan lebih positif ketika situasi tersebut benar-benar terjadi.

✅ Mengubah Pola Pikir:

NLP juga membantu individu mengidentifikasi pola pikir negatif yang mungkin memperkuat kemarahan mereka. Kemudian, mereka diajak untuk menggantinya dengan pola pikir yang lebih positif dan konstruktif.

✅ Mengelola State Emosi:

NLP mengajarkan cara mengelola “state” emosi seseorang, yaitu kondisi emosional saat ini. Dengan belajar mengubah state emosi secara sadar, individu dapat mengalihkan kemarahan mereka ke arah yang lebih produktif.

✅ Penggunaan Bahasa yang Efektif:

Bahasa yang digunakan oleh seseorang dapat mempengaruhi bagaimana mereka merasakan dan mengekspresikan kemarahan. NLP membantu individu mengenali pola bahasa negatif yang dapat memperburuk kemarahan, sehingga mereka dapat beralih ke bahasa yang lebih konstruktif dan damai.

✅ Mengelola Memori Traumatis:

NLP menyediakan teknik yang dapat membantu individu mengelola kenangan traumatis atau emosional yang mungkin memicu kemarahan berlebihan.

Mengelola kemarahan adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dengan bantuan Neuro-Linguistic Programming (NLP). Pendekatan ini memberikan beragam strategi untuk membantu individu menghadapi emosi mereka dengan cara yang lebih sehat dan efektif.

Melalui teknik-reframing, visualisasi, mengubah pola pikir, mengelola state emosi, penggunaan bahasa yang efektif, dan mengelola memori traumatis, seseorang dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi dan merespons kemarahan dengan lebih bijaksana. Penting untuk diingat bahwa pengelolaan kemarahan memerlukan latihan yang konsisten dan kesabaran, dan NLP bisa menjadi alat berharga dalam perjalanan menuju kesejahteraan emosional yang lebih baik.

Mengatasi Rasa Ketakutan dengan Teknik NLP

Apakah Anda pernah mengalami atau rasa ketakutan yang berlebihan dalam diri?

Rasa takut tersebut bisa diatasi dengan Teknik Neuro Linguistik Programming…

Bagaimana langkah-langkah menghilangkan rasa ketakutan dengan menggunakan pendekatan NLP?

Dan apa manfaat dari mengatasi rasa ketakutan dengan menggunakan Teknik Neuro-Linguistic Programming (NLP)?

Yuk bahas!

Rasa ketakutan adalah respons alami yang dimiliki oleh manusia. Namun, dalam beberapa kasus, ketakutan yang berlebihan dapat menghambat kita dalam mencapai potensi penuh kita dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi rasa ketakutan adalah Teknik Neuro-Linguistic Programming (NLP).

✔️ Pahami Sumber Ketakutan

Langkah pertama dalam mengatasi rasa ketakutan adalah memahami sumber ketakutan tersebut. Identifikasi dengan jelas apa yang menyebabkan ketakutan dan mengapa Anda merasakannya. Apakah itu situasi tertentu, objek, atau pikiran tertentu? Mengetahui sumber ketakutan akan membantu Anda menghadapinya secara efektif.

✔️ Buat Hubungan Antar Bahasa Tubuh dan Pikiran

Teknik NLP mengakui adanya hubungan antara bahasa tubuh dan pikiran. Anda dapat mengubah cara Anda berbicara kepada diri sendiri tentang ketakutan Anda dan mengubah bahasa tubuh yang Anda gunakan saat menghadapinya. Misalnya, menggantikan pikiran negatif dengan afirmasi positif dan memperbaiki postur tubuh yang lebih percaya diri. Hal ini membantu mengubah pola pikir yang negatif dan mempengaruhi perasaan secara keseluruhan.

✔️ Visualisasikan Keberhasilan

Salah satu teknik yang digunakan dalam NLP adalah visualisasi. Gunakan imajinasi Anda untuk memvisualisasikan diri Anda menghadapi ketakutan dengan penuh keyakinan dan keberanian. Gambarkan situasi yang membuat Anda takut dan bayangkan diri Anda melewatinya dengan sukses. Dengan mengulangi visualisasi ini secara teratur, Anda dapat mengubah persepsi Anda terhadap ketakutan dan mempersiapkan pikiran dan tubuh Anda untuk menghadapinya dengan lebih baik.

✔️ Ubah Bahasa Internal Anda

Bentuk komunikasi internal Anda juga penting dalam mengatasi rasa ketakutan. Perhatikan bahasa dalam pikiran Anda saat menghadapi ketakutan. Ubah bahasa yang digunakan agar lebih positif dan memberikan motivasi kepada diri sendiri. Misalnya, mengubah kata “takut” menjadi “mencoba” atau “menghadapi tantangan”. Dengan mengubah bahasa internal Anda, Anda dapat mengubah cara Anda merespons ketakutan dan menggantinya dengan sikap yang lebih positif.

✔️ Gunakan Teknik Anchoring

Teknik Anchoring dalam NLP melibatkan mengaitkan respons fisik tertentu dengan perasaan yang diinginkan. Anda dapat menciptakan anchor (penanda) fisik yang dikaitkan dengan perasaan percaya diri dan ketenangan. Misalnya, menggenggam jari telunjuk dan ibu jari saat Anda merasa penuh keberanian dan menggunakan anchor tersebut saat menghadapi ketakutan. Dengan mengulangi tindakan ini, Anda dapat memicu respons positif dan mengatasi ketakutan dengan lebih mudah.

Teknik Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah pendekatan yang efektif dalam mengatasi rasa ketakutan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat mengubah persepsi Anda terhadap ketakutan dan menggantinya dengan sikap yang lebih positif. Ingatlah bahwa setiap individu mungkin memiliki respons yang berbeda terhadap teknik ini, jadi penting untuk menemukan pendekatan yang paling sesuai dengan Anda.

Jika ketakutan Anda parah atau terus-menerus mengganggu kehidupan Anda, disarankan untuk mencari bantuan dari seorang profesional yang terlatih dalam bidang NLP atau psikoterapi. Mau diterapi rasa ketakutan yang menyelimuti dalam diri? Join with our Class NLP Spiritual

Salam performance