Profil Meta Program Procedural & Optional

Profil Meta Program Procedural & Optional

By Coach Antonius Arif

 

  1. Procedural & Optional adalah tipe kita mengerjakan, dua konsep yang digunakan untuk memahami bagaimana seseorang mengelola tugas dan pekerjaan mereka
  • Optional : Orang yang memiliki preferensi “optional” lebih cenderung berfokus pada hasil akhir, tujuan, atau hasil pekerjaan. Mereka cenderung lebih bebas dalam pendekatan mereka terhadap tugas dan tidak selalu memerhatikan langkah-langkah atau prosedur tertentu. Mereka mungkin lebih terbuka terhadap berbagai cara untuk mencapai hasil yang diinginkan dan lebih fleksibel dalam pendekatan kerja mereka.

Kata kunci perkataan : Kriteria, pilihan-pilihan, kemungkinan, dan lain lain

Contoh :

Pertanyaan: “Bagaimana  kamu bisa tahu iklan lowongan kerja diperusahaan ini?”

Jawab : “Ada dikoran Kompas dan kirim cv via email.”

Orang yang profil ini cocok : Bagian creative atau bagian yang membutuhkan ide ide

 

  • Procedural : orang yang memiliki preferensi “procedural” lebih cenderung memerhatikan langkah-langkah dan prosedur yang jelas dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Mereka cenderung mengikuti rencana yang telah ditetapkan atau panduan yang telah diberikan.

Mereka mungkin merasa lebih nyaman dengan struktur yang ketat dan proses yang terdefinisi dengan baik. Orang yang memiliki preferensi “procedural” lebih cenderung memerhatikan langkah-langkah dan prosedur yang jelas dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Mereka cenderung mengikuti rencana yang telah ditetapkan atau panduan yang telah diberikan. Mereka mungkin merasa lebih nyaman dengan struktur yang ketat dan proses yang terdefinisi dengan baik.

Kata kunci perkataan : Bercerita, narasi, sejarah kerja, kebutuhan, akibat dari suatu kejadian, bukan pilihan, dan lain lain

Contoh :

Pertanyaan: “Bagaimana  kamu bisa tahu iklan lowongan kerja diperusahaan ini?”

Jawab : “Waktu hari sabtu, saya melihat koran Kompas dan saya melihat ada lowongan pekerjaan diperusahaan ini. Lalu segera saya buat cv dan kirim via email sore itu juga.”

Orang yang profil ini cocok : Kerja administrasi, kerja yang memakai SOP

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana Cara Mempengaruhi Toward atau Away from?

Bagaimana Cara Mempengaruhi Toward atau Away from?

By Coach Antonius Arif

  1. Fokus pada Tujuan dan Pencapaian: Orang dengan preferensi “Toward” cenderung lebih termotivasi oleh tujuan dan pencapaian positif. Jelaskan dengan jelas bagaimana tindakan atau proyek tertentu akan membantu mereka mencapai tujuan yang diinginkan.
  2. Berikan Dorongan Positif: Berikan pujian dan pengakuan atas pencapaian mereka. Ini dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terus bekerja menuju tujuan.
  3. Jelaskan Manfaat Langsung: Gambarkan manfaat yang mereka akan rasakan dengan mencapai tujuan. Orang dengan preferensi “Toward” mungkin akan lebih termotivasi jika mereka melihat manfaat positif secara langsung.

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi “Away From”:

  1. Fokus pada Pencegahan Masalah: Orang dengan preferensi “away from” cenderung lebih fokus pada menghindari masalah atau risiko. Jelaskan bagaimana tindakan atau proyek tertentu akan membantu mencegah atau mengatasi masalah atau konsekuensi negatif.
  2. Jelaskan Dampak Negatif: Terkadang, menggambarkan dampak negatif dari tidak melakukan tindakan tertentu dapat menjadi pendorong bagi mereka. Ini dapat membantu mereka menjauhi potensi konsekuensi buruk.
  3. Tawarkan Solusi Keamanan: Berikan alternatif yang dapat membantu mereka merasa lebih aman dan mengurangi risiko. Ini bisa termasuk opsi untuk mengatasi hambatan atau menghindari risiko.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Profil Meta Program Toward & Away from

Profil Meta Program Toward & Away from

By Coach Antonius Arif

Toward & Away from, ini kita sebut arah motivasi mereka. Apakah mereka orang yang mengejar kenikmatan atau menghindari kesakitan.

    • Toward adalah orang yang mengejar kenikmatan. Orang seperti ini adalah tipe orang yang berfokus kepada impian,  tujuan, cita-cita, atau hal-hal yang ingin mereka capai. Mereka merasa termotivasi oleh hal-hal yang positif yang ingin mereka peroleh. Mereka mungkin lebih fokus pada pencapaian, aspirasi, atau hal-hal yang ingin mereka raih di masa depan. Mereka melihat perubahan sebagai kesempatan untuk mencapai hal-hal yang lebih baik.

Kata kunci : Mendapatkan, memperoleh, mencapai, mengejar, meraih, dll.

Contoh : Saya mengejar sampai dapat, saya pasti bisa memperolehnya.

Orang yang mempunyai profil ini : Jika latar belakang sebagai penjual, jika dia diiming imingi bonus tertentu maka dia akan kejar.

  • Away from adalah orang yang cenderung didorong oleh keinginan untuk menghindari masalah, konsekuensi negatif, atau hal-hal yang tidak mereka inginkan. Mereka mungkin lebih fokus pada menghindari resiko, masalah, atau hal-hal yang ingin mereka hindari. Mereka melihat perubahan sebagai cara untuk menjauhi sesuatu yang buruk atau tidak diinginkan.

Kata kunci perkataan : Menghindari, mengenali masalah, mencegah, mengantisipasi hambatan

Contoh : Saya tidak mau permasalahan itu terulang lagi, saya tidak mau keluarga saya susah.

Orang yang mempunyai profil ini : Orang tipe ini jika bekerja maka dipastikan sampai selesai, karena dia tidak mau terkena tegoran jika tidak dikerjakan.

Bagaimana kita tahu dia toward atau away from?

  1. Apa yang paling memotivasi Anda dalam bekerja? Orang yang cenderung “Toward” mungkin akan menjawab dengan aspirasi dan tujuan positif yang ingin mereka capai. Mereka mungkin akan berbicara tentang pencapaian, pertumbuhan, atau hal-hal yang mereka nantikan.
  2. Apa yang Anda coba hindari dalam pekerjaan? Orang yang cenderung “Away from” mungkin akan berbicara tentang masalah atau konsekuensi negatif yang ingin mereka hindari. Mereka mungkin akan fokus pada menghindari resiko, kesalahan, atau situasi yang tidak diinginkan.
  3. Ceritakan tentang pencapaian terbesar Anda di pekerjaan. Orang yang cenderung “Toward” mungkin akan menyoroti pencapaian mereka dengan antusiasme dan berbicara tentang bagaimana mereka mencapai tujuan mereka. Orang yang cenderung “Away from” mungkin akan menekankan bagaimana mereka menghindari kesalahan atau situasi buruk.
  4. Ceritakan tentang situasi terburuk yang pernah Anda alami di pekerjaan. Orang yang cenderung “Away from” mungkin akan berbicara tentang bagaimana mereka berusaha menghindari atau mengatasi situasi buruk. Orang yang cenderung “Toward” mungkin akan menekankan bagaimana mereka mengubah situasi buruk menjadi pelajaran dan pencapaian.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana Mengetahui Dia Proactive atau Reactive?

Proactive atau Reactive

Bagaimana Kita Tahu Dia Proactive atau Reactive?

By Coach Antonius Arif

 

Pertanyaan Terbuka: Dalam percakapan sehari-hari, Anda dapat mengajukan pertanyaan terbuka yang memungkinkan orang tersebut berbicara tentang pendekatan mereka terhadap pekerjaan dan bagaimana mereka merespons situasi tertentu.

Contohnya:

  • “Bagaimana Anda biasanya mengatasi tantangan di tempat kerja?”
  • “Apa yang membuat Anda merasa termotivasi dalam pekerjaan?”
  • “Bagaimana Anda mengambil keputusan dalam situasi yang tidak terduga?”

Observasi: Perhatikan perilaku dan keputusan yang dibuat oleh orang tersebut dalam situasi tertentu. Jika seseorang seringkali mengambil inisiatif, mencari peluang, dan berusaha mengendalikan situasi, itu mungkin menunjukkan tipe proactive. Sebaliknya, jika seseorang cenderung merespons dengan hati-hati dan lebih suka mengikuti arus, itu mungkin menunjukkan tipe reaktif.

Pertanyaan Khusus: Anda juga dapat mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik untuk mengeksplorasi preferensi mereka dalam berbagai aspek pekerjaan.

Contohnya:

  • “Apa yang pertama kali Anda lakukan ketika menghadapi masalah di proyek?”
  • “Bagaimana Anda menentukan prioritas tugas-tugas sehari-hari Anda?”
  • “Bagaimana Anda merespons perubahan rencana atau situasi yang tidak terduga?”

 

Bagaimana cara mempengaruhi orang Proactive atau Reactive?

 

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi Proactive:

  1. Berkomunikasi dengan Keterbukaan Terhadap Ide Baru: Orang yang proactive cenderung lebih terbuka terhadap ide-ide baru dan perubahan. Dukung dan dorong ide-ide inovatif dan solusi proaktif dalam percakapan.
  2. Fokus pada Langkah Aksi: Orang yang proactive biasanya cenderung mencari tindakan yang perlu diambil. Jelaskan langkah-langkah yang dapat mereka ambil dan cara mereka dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan.
  3. Berikan Otonomi: Orang yang proactive mungkin lebih bersemangat ketika diberikan otonomi untuk mengambil inisiatif dan tindakan yang mereka rasa tepat.

 

Mempengaruhi Orang yang Lebih Memiliki Preferensi Reactive:

  1. Tawarkan Panduan dan Dukungan: Orang yang reactive mungkin merasa lebih nyaman ketika mereka memiliki panduan dan dukungan yang jelas. Pastikan mereka merasa mereka memiliki arahan dan dukungan yang diperlukan.
  2. Fokus pada Tanggung Jawab dan Kewaspadaan: Jelaskan tanggung jawab mereka dalam situasi tertentu dan pentingnya tetap waspada terhadap perubahan atau masalah potensial. Biasa yang saya lakukan adalah membuat check list pekerjaan setiap yang dilakukan.
  3. Dorong Responsif terhadap Perubahan: Berbicaralah tentang respon terhadap perubahan dan kemampuan mereka untuk menanggapi dengan efektif ketika situasi berubah. Jadi ketika ada situasi tertentu dia sudah tahu harus melakukan apa.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

By Coach Antonius Arif

Ternyata yang menariknya berkomunikasi dengan satu manusia dengan manusia yang lain bisa berbeda walau satu keluargapun juga bisa berbeda. Bahkan cara kerja pikirannya atau cara dia memutuskan sesuatu sepertinya berbeda. Didalam NLP disebut namanya Meta program.

Dimana setiap orang ada profil yang berbeda dan kombinasi yang berbeda. Kita bisa menggunakan Meta Program ini untuk interview calon karyawan baru bahkan kita bisa gunakan juga untuk melakukan coaching kepada tim dibawah kita atau bahkan kita bisa gunakan untuk menyampaikan suatu informasi kepada tim kita.

Saya akan kupas beberapa saja meta program orang yang kita ajak bicara dan dampaknya kepada mereka seperti apa, ibaratnya kalau kita tahu meta program seseorang maka kita lebih mudah mempersuasi mereka, masuk akal kan?

Profil Meta Program apa saja?

  • Proactive & Reactive, dimana kita melihat karakter seseorang dalam melakukan sebuah Tindakan atau bagaimana mereka merepson sesuatu
  • Proactive : Orang yang memiliki meta program “proactive” cenderung inisiatif, aktif, dan berorientasi pada tindakan. Mereka seringkali memandang dunia sebagai tempat yang bisa mereka pengaruhi atau bentuk sesuai keinginan mereka. Mereka lebih mungkin untuk mengambil tindakan dengan cepat, mencari peluang, dan berusaha mengendalikan situasi..

kata kunci komunikasi yang sering digunakan : Ambil tindakan, langsung melakukan, segera diputuskan, cepat, dan singkat

Contoh : saya langsung lakukan, buat saya kecepatan itu penting, saya cari cara yang singkat

Orangnya jika bekerja seperti apa? Jika menjadi bagian keamanan maka dia akan mencari cara bagaimana mencegah terjadinya pencurian. Tetapi kalau orang tersebut adalah divisi accounting maka dia akan mengejar orang orang untuk segera melaporkan pekerjaan mereka.

  • Reactive : orang yang memiliki meta program “reactive” cenderung merespons situasi dan lingkungan sekitar mereka. Mereka mungkin lebih membiarkan hal-hal terjadi pada mereka daripada mencoba mengubah atau mengendalikannya. Mereka mungkin lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan mungkin merasa lebih nyaman saat mengikuti arus daripada menciptakan perubahan

Kata kata kunci yang sering digunakan : Mencoba, memikirkan, bisa saja, menunggu.

Contoh : saya coba dulu ya, saya pikirkan dulu caranya, saya menunggu apa kata atasan.

Orang yang mempunyai profil dalam bekerja :  ini jika menjadi keamanan maka akan menunggu jika terjadinya pencurian dan melihat ada kejadian pencurian baru bergerak. Sedangkan jika dia bagian business development maka orang ini harus disuruh suruh dulu baru dia mengerjakan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Hindari Hal Ini Saat Komunikasi

Hindari Hal Ini Saat Komunikasi

By Coach Antonius Arif

 

Ada juga beberapa guidance yang bisa menjadi pegangan kita saat komunikasi. Dan ada beberapa yang harus kita hindari :

  • Clinton box 

Imajinasikan seperti ada kotak didepan badan anda. Dan Ketika tangan kita keluar dari kotak itu saat berbicara ada dugaan bahwa kita cenderung berbohong. Jadi usahakan setiap berbicara tangan kita jangan keluar dari kotak tersebut

  • Tangan disilang didepan dada

Ini dianggap bahwa sinyal menarik diri atau anda lagi melindungi diri anda dan tidak suka dengan pendapat yang orang lain katakan kepada anda.

  • Menatap mata

Saat anda menyampaikan sesuatu dan setelah persis menyampaikan sesuatu kemudian anda menghindar bisa dianggap anda sebagai berbohong.

  • Berjalan saat masuk ke sebuah ruangan

Berjalan dengan kecepatan sedang, berdiri dengan tangan disamping, bahu ditarik dan mata kedepan. Jika anda berjalan terlalu lambat maka anda akan diasumsikan bukan sebagai seorang yang antusias.

  • Telapak Kaki menghadap ke orang yang kita ajak bicara

Tak sadar sering sekali Ketika kita bicara, telapak kaki kita mengarah ke tempat lain bukan kepada orang yang kita ajak bicara. Ini diasumsikan bahwa anda mau menghindar darinya atau mau melakukan hal yang lain.

  • Badan harus terbuka

Saat berbicara pastikan badan anda terbuka (bukan seperti bahu ditarik ke dalam atau cenderung membungkuk) karena jika terbuka maka orang didepan anda tertarik untuk berbicara dengan anda.

  • Saat meeting hindari melihat pada jam

Ini seperti anda menganggap bahwa meeting ini membosankan dan anda mau mencari cara untuk menghindar darinya.

  • Sentuh sedikit di bahunya

Ketika sedang ada pembicaraan atau sentuh tangannya sedikit saja seperti ketukan kepada tangan ini akan membuat seperti akrab.

  • Naikan alis mata saat menyapanya

Ini ekspresi muka yang sering sekali saya sharingkan saat menyapa orang baru dan ini sangat cepat sekali membuat menjalin hubungan. Kenapa itu bisa terjadi? Karena mereka akan beranggapan bahwa kita dan orang tersebut sudah kenal lama.

Pernah perhatikan saat anda berpapasan dengan teman satu kantor anda Ketika anda mau menuju ke toilet, anda secara tidak sengaja akan menaikkan alis mata seperti sebuah salam perkenalan.

 

Bayangin ga, jika kita berkomunikasi dengan orang lain dengan body language yang tepat maka Sebagian kesuksesan sudah terjadi.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Body Language for Success

Body Language for Success

By Coach Antonius Arif

 

Memang ada ya yang mempunyai body language untuk sukses? Ada, karena saya lihat sendiri ada beberapa orang mempunyai keahlian dibidang tertentu tapi ketika dia berbicara dengan orang lain, orang yang diajak bicara tidak percaya dengan apa yang dia sampaikan.

Dan sesuai dengan apa yang saya tuliskan sebelumnya, problemnya adalah bahasa tubuh mereka yang tidak mencerminkan bahwa mereka layak diperhitungkan. Masih ingat waktu awal karir, Presiden kita juga bahasa tubuhnya sering sekali dikritik orang lain tetapi kalau kita lihat beberapa tahun kemudian setelah menjabat, bahasa tubuh beliau berbeda bahkan cara beliau bersalaman, berhadapan dengan para menterinya dan juga ketika bertemu dengan rakyat seperti diatur sedemikian rupa sehingga banyak orang yang mempunyai impresi berbeda terhadapnya.

Dan kita juga melihat ada beberapa orang yang mau menjadi calon presiden, saya juga melihat ada beberapa orang yang bahasa tubuhnya berubah khususnya ketika mereka diwawancara atau ketika menyampaikan sesuatu. Bahkan ada yang sebelumnya suka gaya bicara sedikit vulgar tetapi sekarang sepertinya tertata dengan baik. Semua itu karena bahasa tubuh yang mempengaruhi orang lain.

Begitu juga saya melihat ada beberapa trainer yang sengaja mencitrakan dirinya tertentu di sosial media dengan foto foto yang dimunculkan disosial media. Kadang hal seperti itu berpengaruh sekali buat orang yang melihatnya. Bahkan saya sendiripun pernah mendapat feedback dari beberapa peserta training atau seminar saya ketika mereka melihat foto-foto saya baik dibrosur maupun website.

Sampai saya harus benar benar belajar bagaimana memunculkan ekspresi menyenangkan dilihat oleh orang lain.

Ternyata inilah yang kita sebut body language for success.

Beberapa yang bisa jadi guidance untuk memunculkan bahwa Anda adalah orang yang ramah :

  • Senyum : Ekspresi wajah yang paling umum dan mudah dikenali adalah senyum. Ketika seseorang senang atau merasa nyaman, bibir mereka mungkin membentuk senyuman yang hangat.
  • Ekspresi mata dan alis : Mata yang terlihat lebih lebar dengan alis yang tidak terlalu mengerut bisa menandakan perasaan positif. Alis yang terangkat bisa menunjukkan kekaguman atau kegembiraan.
  • Ekspresi bibir : Bibir yang terbuka dan santai menunjukkan bahwa Anda tidak tegang atau cemas. Ini menciptakan kesan bahwa Anda adalah orang yang nyaman diajak berbicara.
  • Mulut terbuka : Saat berbicara dengan orang lain, mulut yang terbuka dan siap mendengarkan menunjukkan bahwa Anda adalah pendengar yang baik dan siap untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Kok Kamu Gak Dengerin Sih? – Emphatic Listening

Kok Kamu Gak Dengerin Sih? – Emphatic Listening

By Coach Antonius Arif

 

Ada telpon dari seorang sales kepada istri saya, seperti biasa dia mengucapkan salam dan ditanya apa kabar lalu istri saya mengatakan bahwa dirinya sedang makan. Tetapi sepertinya sales tersebut langsung nyerocos terus dan seakan akan dia tidak pernah mendengar kata sedang makan atau jangan jangan dia pura pura tidak mendengar ya? Dan sering sekali saya mendapatkan sales seperti itu.

Bahkan pernah suatu ketika saya pernah dikantin rumah sakit, ada agen asuransi yang sedang memprospek seseorang di kantin tersebut. Dan saya dengar bahwa orang yang diprospek sedang kontrol untuk sakit jantung dan si salesnya cuma nanya sudah berapa lama? Dan lanjut jualan lagi.

Helllooooo, ini kebiasan sales. Dia fokus jualan terus tanpa mau peduli perasaan orang didepannya. Padahal dia harusnya mendengarkan dengan baik dan berempati. Ini banyak yang terjadi pada para sales yang mereka hanya peduli tentang kepentingan mereka sendiri.

Jadi idealnya seperti apa? Saya akan sharingkan Teknik Emphatic Listening. Dimana Teknik ini ketika kita mendengarkan orang yang diajak bicara ada mengalami sesuatu maka kita berhenti sejenak dan berempati kepada permasalahan mereka.

Saya bagikan tips untuk Emphatic Listening, ini yang harus dilakukan :

  • Setiap mendengarkan mereka dan saat mereka sudah selesai berbicara jangan langsung berbicara tetapi anda menghitung sampai 3 baru anda bicara. Ini mencegah anda memotong percakapan mereka
  • Dengarkan dahulu perkataan mereka hingga selesai dan jangan loncat langsung kepada kesimpulan dan langsung memberikan penilaian. Biasanya yang sering terjadi adalah anda menyimpulkan dengan ciri ciri kata yang digunakan “jadi ini berarti xxxxxxx” ini yang disebut anda menyimpulkan. Lebih baik mendengarkan dan anda bertanya atau mengklarifikasi itu jauh lebih baik
  • Mendengar untuk memahami tentang mereka daripada sekedar respon.
  • Ketika anda tidak memahami perkataan mereka, dengarkan dulu sampai selesai baru anda klarifikasi
  • Lakukan paraphrasing yaitu anda mengulangi kalimat terakhir yang penting dia ucapkan. Misal : “Saya sedang makan”. Responnya : “Ooo sedang makan, maaf ya kalau menganggu. Saya kontak lagi nanti boleh?”

Nah ini adalah hal yang wajib anda lakukan ketika mendengarkan mereka. Nah sekarang bagaimana cara untuk mendengarkan yang emphatic. Langkah yang dilakukan :

  1. Paraphrasing perkataan mereka
  2. Jika mereka menyebut kondisi atau peristiwa tertentu maka kita tanggapi dengan menyebut dugaan emosi yang muncul atau kita sebut merefleksikan perasaan yang muncul
  3. Selalu merepson dengan pertanyaan dan ada keinginan untuk memahami lebih baik

 

Contoh :

Klien                    : “Pasangan saya baru saja keluar dari rumah sakit”

Pebisnis              : “Pasangan anda baru keluar dari rumah sakit? Saya bisa merasakan kekhawatiran anda ya pa/bu, sakit apa?”

 

Klien                    : “Minggu lalu saya terkapar karena diare dan tidak bisa kemana-mana

Pebisnis              : “O ya pak? Diare? Saya bisa merasakan ketidakenakan saat itu ya, pasti lemes banget badannya ya pak?”

Ketika kita mendengarkan dengan berempatik maka komunikasi akan terus berlanjut dan mereka akan cerita dengan sendirinya sehingga komunikasi akan semakin menarik.

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Closing | Menutup Percakapan 

Closing – Menutup Percakapan 

By Coach Antonius Arif

 

Bagaimana menutup percakapan?

Percakapan apapun yang kita lakukan harus diakhiri dan bagaimana cara mengakhiri percakapan? Tujuan dari mengakhiri percakapan adalah untuk kita tahu apa langkah selanjutnya, kecuali percakapan informal kita bisa ngomong “balik yuk, udah malam” tapi dalam bisnis pasti ada tujuan ya kan? Saya akan tuliskan beberapa Teknik yang bisa kita gunakan untuk menutup sebuah percakapan.

 

Option Closing

Membuat sebuah ALTERNATIF PILIHAN yang membuat orang itu secara tidak sadar MEMILIH dari alternatif yang kita berikan. Alternatif pilihan tersebut tetap mengarahkan kepada memilih dari yang ditawarkan.

Formula :

Penutupan ini menggunakan dua pilihan dan ada kata sambung atau. Jadi mau gak mau mereka terpaksa memilih salah satu dari antara dua alternatif.

Contoh :

Ada orang yang memilih (sebutkan alternatif yang ditawarkan) ATAU ada juga yang memilih (sebutkan alternatif lainnya) dan semua pilihan tersebut adalah baik karena memberikan (sebut benefitnya)

 

 

YES SET

Pola ini paling sering digunakan dalam komunikasi NLP dan menggunakan TEKNIK MENUMPUK JAWABAN “YA” sebanyak minimal 3 kali lalu DILANJUTKAN SEBUAH AJAKAN untuk menyetujui sesuatu

Formula :

  • Penumpukan fakta : Memberikan 3 fakta dan diakhir fakta tersebut ditambah kata sambung “dan” lalu buat ajakan atau bujukan yang mau dilakukan

Contoh formula : Fakta, Fakta, Fakta “dan” Ajakan

  • Penumpukan Benefit : memberikan 3 keuntungan untuk mereka dan ditambah kata sambung “dan” lalu ditambah ajakan

Contoh format : Benefit, Benefit, Benefit “dan” Ajakan

Contoh :

  • Penumpukan fakta : Kondisi bisnis ke depan akan makin keras (fakta), dimana competitor juga pasti berjuang untuk mendapatkan market share (Fakta) serta produk dari China juga masuk untuk mengambil pasar kita (fakta) maka mau ga mau kita harus upgrade diri kita supaya menang persaingan.(ajakan)
  • Penumpukan benefit : seperti yang tadi anda katakan bahwa Perusahaan ingin meningkatkan penjualan dengan cepat (benefit) , serta anda juga mau tim anda bisa punya kemampuan menjual dengan baik (benefit) serta Perusahaan agar bisa diperhitungkan di market place (benefit) maka pelatihan komunikasi harus segera dilakukan. (ajakan)

 

Mengarahkan Tindakan

Teknik ini paling sederhana dan setelah selesai PRESENTASI IDE dan MENGATASI KEBERATAN maka Anda bisa menanyakan “ jadi apa keputusan atau tindakan anda“ agar orangnya bisa memutuskan. Karena jika anda tidak mengarahkan Tindakan maka kita pulang dari meeting dengan tanpa hasil apapun.

 

Kesimpulan / Story

Saya paling suka menggunakan Teknik ini, biasanya saya menutup percakapan bisnis dengan cara menceritakan satu cerita pendek yang mengarahkan kepada kesimpulan dan cerita itu saya tambahkan ada testimony dari klien kami setelah bekerjasama dengan kami dan itu bisa dibuat kesimpulan dan membuat mereka tertarik lebih lanjut

Kita kasiContoh :

Saya mempunyai seorang klien yang mempunyai problem tentang penjualan mereka, mereka sudah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan penjualan dan setelah diskusi dengan kami, kami menemukan persoalan mereka sebenarnya fundamental sekali dan setelah kami lakukan perbaikan dan beberapa ide, penjualan mereka menjadi meningkat dengan dibantu karena kami melakukan pemantauan dengan aplikasi halocoach yang membantu semua ini menjadi lebih mudah. Dan jika Anda setuju, kita bisa melangkah ke proses analisa problem kalian dan nanti kami akan report kepada Anda, bagaimana pa?

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

Lihat arikel sebelumuua …. Klik disinji

 

Bagaimana sih Berkomunikasi untuk Mengatasi Orang Sulit?

Bagaimana sih Berkomunikasi untuk Mengatasi Orang Sulit?

By Coach Antonius Arif

Pernah gak sih komunikasi dengan orang yang sulit diajak bicara (bukan tidak bisa bicara tetapi sikap kekerasan kepala mereka). Dan ini sering sekali terjadi ketika berkomunikasi dengan staf atau berbicara dengan divisi lain bahkan ketika kita berbicara, orang itu seakan-akan tidak mau membantu kita sama sekali.

Bahkan saya pun pernah mempunyai staf yang ketika saya minta dia melakukan sesuatu malah diajak berdebat dahulu. Wah kalau saya tidak belajar NLP komunikasi bisa bisa saya sudah sering bertengkar sama dia (dan memang pernah bertengkar keras sekali tapi hanya satu kali), rasanya konyol sekali menghadapi orang orang seperti itu.

Apa sih yang bisa kita lakukan secara NLP ?

seperti yang saya sudah jelaskan diawal bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain kita harus memegang beberapa prinsip sukses dan saya akan mengulas sedikit karena sudah pernah ada ditulisan saya di bab sebelumnya.

Maka prinsip yang kita pakai adalah…

  1. Pisahkan niat dari perilaku, dimana kita pisahkan perilaku kasar orang tersebut dari niatnya dan saya yakin niat dia baik walau perilakunya salah. Sama seperti ibu mencuri susu untuk anaknya. Perilakunya salah tetapi niatnya positif. (bukan niat mencuri ya tapi niat memberi makan kepada anaknya). Jadi mau sekesel apapun, kita pegang prinsip ini agar kita lebih tenang saat berkomunikasi.
  2. Peta bukan area yang sebenarnya, dimana saya harus mengali informasi dahulu apa yang dia ketahui tentang hal yang didiskusikan atau tidak disetujui. Sehingga kita mempunyai kesamaan persepsi maka pembicaraan menjadi lebih mudah.
  3. Selalu ada niat positif dari sebuah tindakan, sama seperti no 1 tadi, kita harus melihat niat positifnya apa. Seperti contoh : orang merokok, niat positifnya untuk menjadi rileks. Ada orang yang marah marah dan niat positifnya untuk mempertahankan diri (karena orang yang marah marah karena sebenarnya dia memproteksi dirinya sendiri)
  4. Resisten, adalah tandanya kurang terjalin hubungan yang akrab, ini kunci awal saat berkomunikasi dengan orang sulit. Bahkan saya dulu pernah bekerja menjadi GM dimana staf saya wuihhh super sulit. Bahkan boss saya pun sempat mau pecat dia dan dia tidak disukai oleh teman teman di satu kantor karena suka ngaduin atau ngejelek jelekin mereka dan diadu domba sama dia.

Saya tahu cara untuk bisa dekat dengannya adalah jalin hubungan baik dulu dengan dia, mengerti tentang dia. Dan berhasil disaat itulah ketika saya berbicara apapun, orang itu cenderung mendukung pendapat saya dan mau melakukan perintah yang saya berikan.

Nah, kita sudah belajar mindset yang harus dimiliki saat berkomunikasi dengannya dan sekarang kita belajar Langkah Langkah apa yang harus dilakukan secara NLP agar komunikasi bisa terjalin dengan baik.

Saya sharingkan beberapa langkahnya :

  1. Bersikap tenang dan menggunakan Teknik Frame yang baik saat berkomunikasi dengan mereka. Contoh : orang yang saya ajak bicara adalah orang yang baik (walau kita tahu tidak seperti itu, ingat Pygmalion)
  2. Pahami dari sudut orang tersebut dengan bertanya kepadanya apa yang menjadi alasan dari motivasi mereka melakukan itu. Ingat orange solution dan melakukan pendekatan dari sana.
  3. Lakukan Agreement Frame (Menyetujui orang tersebut), ketika terjadi perdebatan lakukan anda selalu menyetujui pendapat mereka dan setelah itu langsung anda arahkan kearah yang anda mau.
  4. Pahami mereka secara penuh dengan melakukan empathic listening, dengarkan mereka dan selalu memunculkan kepedulian kita kepadanya
  5. Ajak berdiskusi untuk menemukan alternatif ke 3 yang win – win – win, teknik ini yang digunakan oleh Stephen Covey dan menurut saya ini teknik yang menarik untuk kita gunakan. Saya sharingkan tahap-tahap yang bisa kita lakukan.
  6. Temukan INTENSI, seperti orange solution cari tahu apa intensi atau yang memotivasi dia melakukan hal itu. Jadi kita pisahkan niat (intensi) mereka dengan perilakunya
  7. Hormati intensi mereka dengan mengatakan saya hargai motivasi mereka
  8. Brainstorming alternatif-alternatif pilihan yang Ekologis dengan berdiskusi Bersama untuk menentukan solusi yang sesuai dengan motivasi tersebut
  9. Temukan solusi Bersama dan menyetujui Bersama

Contoh  :

Ada seorang suami isteri yang sedang liburan panjang, dimana sang isteri ingin pergi ke rumah ibunya, ibunya sudah tua dan dia ingin menghabiskan waktu dengan ibunya. Sedangkan suaminya ingin pergi memancing Bersama anak anak. Dan ketika terjadi perbedaan tadi maka kebanyakan yang sering kita lakukan adalah suami mengalah untuk ikut Bersama istrinya atau istrinya mengalah dan ikut kepada suaminya.

Dan ini adalah hal yang tidak win win maka didiskusikan apa alasan suami ingin memancing Bersama anak anak dan isterinya? Dia ingin punya waktu keluarga Bersama sama dan ketika ditanya istrinya karena dia tidak mau menyesal kalau ibunya sudah tiada dan tidak sempat Bersama ibunya. Maka setelah itu mereka semua saling menghormati motivasi atau intensi masing masing dan mereka Bersama sama mencari alternatif solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Maka solusi yang bisa muncul adalah suami, istri dan anak anak mengajak ibu mertua untuk ikut mancing atau suami dan anak anak pergi memancing dilokasi dekat tinggal ibu mertua, atau minggu ini suami, istri dan anak anak pergi memancing dan minggu depan istrinya pergi ke tempat ibunya dan suaminya yang urus anak anak dirumah.

Dari cerita ini pasti andapun sudah punya banyak alternatif yang bisa digunakan dalam berkomunikasi, yang penting adalah kita mempunyai mindset yang tepat sehingga yang lain akan jadi mudah.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Artikel selanjutnya…. Klik disini