Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

By Coach Antonius Arif

Ternyata yang menariknya berkomunikasi dengan satu manusia dengan manusia yang lain bisa berbeda walau satu keluargapun juga bisa berbeda. Bahkan cara kerja pikirannya atau cara dia memutuskan sesuatu sepertinya berbeda. Didalam NLP disebut namanya Meta program.

Dimana setiap orang ada profil yang berbeda dan kombinasi yang berbeda. Kita bisa menggunakan Meta Program ini untuk interview calon karyawan baru bahkan kita bisa gunakan juga untuk melakukan coaching kepada tim dibawah kita atau bahkan kita bisa gunakan untuk menyampaikan suatu informasi kepada tim kita.

Saya akan kupas beberapa saja meta program orang yang kita ajak bicara dan dampaknya kepada mereka seperti apa, ibaratnya kalau kita tahu meta program seseorang maka kita lebih mudah mempersuasi mereka, masuk akal kan?

Profil Meta Program apa saja?

  • Proactive & Reactive, dimana kita melihat karakter seseorang dalam melakukan sebuah Tindakan atau bagaimana mereka merepson sesuatu
  • Proactive : Orang yang memiliki meta program “proactive” cenderung inisiatif, aktif, dan berorientasi pada tindakan. Mereka seringkali memandang dunia sebagai tempat yang bisa mereka pengaruhi atau bentuk sesuai keinginan mereka. Mereka lebih mungkin untuk mengambil tindakan dengan cepat, mencari peluang, dan berusaha mengendalikan situasi..

kata kunci komunikasi yang sering digunakan : Ambil tindakan, langsung melakukan, segera diputuskan, cepat, dan singkat

Contoh : saya langsung lakukan, buat saya kecepatan itu penting, saya cari cara yang singkat

Orangnya jika bekerja seperti apa? Jika menjadi bagian keamanan maka dia akan mencari cara bagaimana mencegah terjadinya pencurian. Tetapi kalau orang tersebut adalah divisi accounting maka dia akan mengejar orang orang untuk segera melaporkan pekerjaan mereka.

  • Reactive : orang yang memiliki meta program “reactive” cenderung merespons situasi dan lingkungan sekitar mereka. Mereka mungkin lebih membiarkan hal-hal terjadi pada mereka daripada mencoba mengubah atau mengendalikannya. Mereka mungkin lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan mungkin merasa lebih nyaman saat mengikuti arus daripada menciptakan perubahan

Kata kata kunci yang sering digunakan : Mencoba, memikirkan, bisa saja, menunggu.

Contoh : saya coba dulu ya, saya pikirkan dulu caranya, saya menunggu apa kata atasan.

Orang yang mempunyai profil dalam bekerja :  ini jika menjadi keamanan maka akan menunggu jika terjadinya pencurian dan melihat ada kejadian pencurian baru bergerak. Sedangkan jika dia bagian business development maka orang ini harus disuruh suruh dulu baru dia mengerjakan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Hindari Hal Ini Saat Komunikasi

Hindari Hal Ini Saat Komunikasi

By Coach Antonius Arif

 

Ada juga beberapa guidance yang bisa menjadi pegangan kita saat komunikasi. Dan ada beberapa yang harus kita hindari :

  • Clinton box 

Imajinasikan seperti ada kotak didepan badan anda. Dan Ketika tangan kita keluar dari kotak itu saat berbicara ada dugaan bahwa kita cenderung berbohong. Jadi usahakan setiap berbicara tangan kita jangan keluar dari kotak tersebut

  • Tangan disilang didepan dada

Ini dianggap bahwa sinyal menarik diri atau anda lagi melindungi diri anda dan tidak suka dengan pendapat yang orang lain katakan kepada anda.

  • Menatap mata

Saat anda menyampaikan sesuatu dan setelah persis menyampaikan sesuatu kemudian anda menghindar bisa dianggap anda sebagai berbohong.

  • Berjalan saat masuk ke sebuah ruangan

Berjalan dengan kecepatan sedang, berdiri dengan tangan disamping, bahu ditarik dan mata kedepan. Jika anda berjalan terlalu lambat maka anda akan diasumsikan bukan sebagai seorang yang antusias.

  • Telapak Kaki menghadap ke orang yang kita ajak bicara

Tak sadar sering sekali Ketika kita bicara, telapak kaki kita mengarah ke tempat lain bukan kepada orang yang kita ajak bicara. Ini diasumsikan bahwa anda mau menghindar darinya atau mau melakukan hal yang lain.

  • Badan harus terbuka

Saat berbicara pastikan badan anda terbuka (bukan seperti bahu ditarik ke dalam atau cenderung membungkuk) karena jika terbuka maka orang didepan anda tertarik untuk berbicara dengan anda.

  • Saat meeting hindari melihat pada jam

Ini seperti anda menganggap bahwa meeting ini membosankan dan anda mau mencari cara untuk menghindar darinya.

  • Sentuh sedikit di bahunya

Ketika sedang ada pembicaraan atau sentuh tangannya sedikit saja seperti ketukan kepada tangan ini akan membuat seperti akrab.

  • Naikan alis mata saat menyapanya

Ini ekspresi muka yang sering sekali saya sharingkan saat menyapa orang baru dan ini sangat cepat sekali membuat menjalin hubungan. Kenapa itu bisa terjadi? Karena mereka akan beranggapan bahwa kita dan orang tersebut sudah kenal lama.

Pernah perhatikan saat anda berpapasan dengan teman satu kantor anda Ketika anda mau menuju ke toilet, anda secara tidak sengaja akan menaikkan alis mata seperti sebuah salam perkenalan.

 

Bayangin ga, jika kita berkomunikasi dengan orang lain dengan body language yang tepat maka Sebagian kesuksesan sudah terjadi.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Body Language for Success

Body Language for Success

By Coach Antonius Arif

 

Memang ada ya yang mempunyai body language untuk sukses? Ada, karena saya lihat sendiri ada beberapa orang mempunyai keahlian dibidang tertentu tapi ketika dia berbicara dengan orang lain, orang yang diajak bicara tidak percaya dengan apa yang dia sampaikan.

Dan sesuai dengan apa yang saya tuliskan sebelumnya, problemnya adalah bahasa tubuh mereka yang tidak mencerminkan bahwa mereka layak diperhitungkan. Masih ingat waktu awal karir, Presiden kita juga bahasa tubuhnya sering sekali dikritik orang lain tetapi kalau kita lihat beberapa tahun kemudian setelah menjabat, bahasa tubuh beliau berbeda bahkan cara beliau bersalaman, berhadapan dengan para menterinya dan juga ketika bertemu dengan rakyat seperti diatur sedemikian rupa sehingga banyak orang yang mempunyai impresi berbeda terhadapnya.

Dan kita juga melihat ada beberapa orang yang mau menjadi calon presiden, saya juga melihat ada beberapa orang yang bahasa tubuhnya berubah khususnya ketika mereka diwawancara atau ketika menyampaikan sesuatu. Bahkan ada yang sebelumnya suka gaya bicara sedikit vulgar tetapi sekarang sepertinya tertata dengan baik. Semua itu karena bahasa tubuh yang mempengaruhi orang lain.

Begitu juga saya melihat ada beberapa trainer yang sengaja mencitrakan dirinya tertentu di sosial media dengan foto foto yang dimunculkan disosial media. Kadang hal seperti itu berpengaruh sekali buat orang yang melihatnya. Bahkan saya sendiripun pernah mendapat feedback dari beberapa peserta training atau seminar saya ketika mereka melihat foto-foto saya baik dibrosur maupun website.

Sampai saya harus benar benar belajar bagaimana memunculkan ekspresi menyenangkan dilihat oleh orang lain.

Ternyata inilah yang kita sebut body language for success.

Beberapa yang bisa jadi guidance untuk memunculkan bahwa Anda adalah orang yang ramah :

  • Senyum : Ekspresi wajah yang paling umum dan mudah dikenali adalah senyum. Ketika seseorang senang atau merasa nyaman, bibir mereka mungkin membentuk senyuman yang hangat.
  • Ekspresi mata dan alis : Mata yang terlihat lebih lebar dengan alis yang tidak terlalu mengerut bisa menandakan perasaan positif. Alis yang terangkat bisa menunjukkan kekaguman atau kegembiraan.
  • Ekspresi bibir : Bibir yang terbuka dan santai menunjukkan bahwa Anda tidak tegang atau cemas. Ini menciptakan kesan bahwa Anda adalah orang yang nyaman diajak berbicara.
  • Mulut terbuka : Saat berbicara dengan orang lain, mulut yang terbuka dan siap mendengarkan menunjukkan bahwa Anda adalah pendengar yang baik dan siap untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Kok Kamu Gak Dengerin Sih? – Emphatic Listening

Kok Kamu Gak Dengerin Sih? – Emphatic Listening

By Coach Antonius Arif

 

Ada telpon dari seorang sales kepada istri saya, seperti biasa dia mengucapkan salam dan ditanya apa kabar lalu istri saya mengatakan bahwa dirinya sedang makan. Tetapi sepertinya sales tersebut langsung nyerocos terus dan seakan akan dia tidak pernah mendengar kata sedang makan atau jangan jangan dia pura pura tidak mendengar ya? Dan sering sekali saya mendapatkan sales seperti itu.

Bahkan pernah suatu ketika saya pernah dikantin rumah sakit, ada agen asuransi yang sedang memprospek seseorang di kantin tersebut. Dan saya dengar bahwa orang yang diprospek sedang kontrol untuk sakit jantung dan si salesnya cuma nanya sudah berapa lama? Dan lanjut jualan lagi.

Helllooooo, ini kebiasan sales. Dia fokus jualan terus tanpa mau peduli perasaan orang didepannya. Padahal dia harusnya mendengarkan dengan baik dan berempati. Ini banyak yang terjadi pada para sales yang mereka hanya peduli tentang kepentingan mereka sendiri.

Jadi idealnya seperti apa? Saya akan sharingkan Teknik Emphatic Listening. Dimana Teknik ini ketika kita mendengarkan orang yang diajak bicara ada mengalami sesuatu maka kita berhenti sejenak dan berempati kepada permasalahan mereka.

Saya bagikan tips untuk Emphatic Listening, ini yang harus dilakukan :

  • Setiap mendengarkan mereka dan saat mereka sudah selesai berbicara jangan langsung berbicara tetapi anda menghitung sampai 3 baru anda bicara. Ini mencegah anda memotong percakapan mereka
  • Dengarkan dahulu perkataan mereka hingga selesai dan jangan loncat langsung kepada kesimpulan dan langsung memberikan penilaian. Biasanya yang sering terjadi adalah anda menyimpulkan dengan ciri ciri kata yang digunakan “jadi ini berarti xxxxxxx” ini yang disebut anda menyimpulkan. Lebih baik mendengarkan dan anda bertanya atau mengklarifikasi itu jauh lebih baik
  • Mendengar untuk memahami tentang mereka daripada sekedar respon.
  • Ketika anda tidak memahami perkataan mereka, dengarkan dulu sampai selesai baru anda klarifikasi
  • Lakukan paraphrasing yaitu anda mengulangi kalimat terakhir yang penting dia ucapkan. Misal : “Saya sedang makan”. Responnya : “Ooo sedang makan, maaf ya kalau menganggu. Saya kontak lagi nanti boleh?”

Nah ini adalah hal yang wajib anda lakukan ketika mendengarkan mereka. Nah sekarang bagaimana cara untuk mendengarkan yang emphatic. Langkah yang dilakukan :

  1. Paraphrasing perkataan mereka
  2. Jika mereka menyebut kondisi atau peristiwa tertentu maka kita tanggapi dengan menyebut dugaan emosi yang muncul atau kita sebut merefleksikan perasaan yang muncul
  3. Selalu merepson dengan pertanyaan dan ada keinginan untuk memahami lebih baik

 

Contoh :

Klien                    : “Pasangan saya baru saja keluar dari rumah sakit”

Pebisnis              : “Pasangan anda baru keluar dari rumah sakit? Saya bisa merasakan kekhawatiran anda ya pa/bu, sakit apa?”

 

Klien                    : “Minggu lalu saya terkapar karena diare dan tidak bisa kemana-mana

Pebisnis              : “O ya pak? Diare? Saya bisa merasakan ketidakenakan saat itu ya, pasti lemes banget badannya ya pak?”

Ketika kita mendengarkan dengan berempatik maka komunikasi akan terus berlanjut dan mereka akan cerita dengan sendirinya sehingga komunikasi akan semakin menarik.

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Closing | Menutup Percakapan 

Closing – Menutup Percakapan 

By Coach Antonius Arif

 

Bagaimana menutup percakapan?

Percakapan apapun yang kita lakukan harus diakhiri dan bagaimana cara mengakhiri percakapan? Tujuan dari mengakhiri percakapan adalah untuk kita tahu apa langkah selanjutnya, kecuali percakapan informal kita bisa ngomong “balik yuk, udah malam” tapi dalam bisnis pasti ada tujuan ya kan? Saya akan tuliskan beberapa Teknik yang bisa kita gunakan untuk menutup sebuah percakapan.

 

Option Closing

Membuat sebuah ALTERNATIF PILIHAN yang membuat orang itu secara tidak sadar MEMILIH dari alternatif yang kita berikan. Alternatif pilihan tersebut tetap mengarahkan kepada memilih dari yang ditawarkan.

Formula :

Penutupan ini menggunakan dua pilihan dan ada kata sambung atau. Jadi mau gak mau mereka terpaksa memilih salah satu dari antara dua alternatif.

Contoh :

Ada orang yang memilih (sebutkan alternatif yang ditawarkan) ATAU ada juga yang memilih (sebutkan alternatif lainnya) dan semua pilihan tersebut adalah baik karena memberikan (sebut benefitnya)

 

 

YES SET

Pola ini paling sering digunakan dalam komunikasi NLP dan menggunakan TEKNIK MENUMPUK JAWABAN “YA” sebanyak minimal 3 kali lalu DILANJUTKAN SEBUAH AJAKAN untuk menyetujui sesuatu

Formula :

  • Penumpukan fakta : Memberikan 3 fakta dan diakhir fakta tersebut ditambah kata sambung “dan” lalu buat ajakan atau bujukan yang mau dilakukan

Contoh formula : Fakta, Fakta, Fakta “dan” Ajakan

  • Penumpukan Benefit : memberikan 3 keuntungan untuk mereka dan ditambah kata sambung “dan” lalu ditambah ajakan

Contoh format : Benefit, Benefit, Benefit “dan” Ajakan

Contoh :

  • Penumpukan fakta : Kondisi bisnis ke depan akan makin keras (fakta), dimana competitor juga pasti berjuang untuk mendapatkan market share (Fakta) serta produk dari China juga masuk untuk mengambil pasar kita (fakta) maka mau ga mau kita harus upgrade diri kita supaya menang persaingan.(ajakan)
  • Penumpukan benefit : seperti yang tadi anda katakan bahwa Perusahaan ingin meningkatkan penjualan dengan cepat (benefit) , serta anda juga mau tim anda bisa punya kemampuan menjual dengan baik (benefit) serta Perusahaan agar bisa diperhitungkan di market place (benefit) maka pelatihan komunikasi harus segera dilakukan. (ajakan)

 

Mengarahkan Tindakan

Teknik ini paling sederhana dan setelah selesai PRESENTASI IDE dan MENGATASI KEBERATAN maka Anda bisa menanyakan “ jadi apa keputusan atau tindakan anda“ agar orangnya bisa memutuskan. Karena jika anda tidak mengarahkan Tindakan maka kita pulang dari meeting dengan tanpa hasil apapun.

 

Kesimpulan / Story

Saya paling suka menggunakan Teknik ini, biasanya saya menutup percakapan bisnis dengan cara menceritakan satu cerita pendek yang mengarahkan kepada kesimpulan dan cerita itu saya tambahkan ada testimony dari klien kami setelah bekerjasama dengan kami dan itu bisa dibuat kesimpulan dan membuat mereka tertarik lebih lanjut

Kita kasiContoh :

Saya mempunyai seorang klien yang mempunyai problem tentang penjualan mereka, mereka sudah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan penjualan dan setelah diskusi dengan kami, kami menemukan persoalan mereka sebenarnya fundamental sekali dan setelah kami lakukan perbaikan dan beberapa ide, penjualan mereka menjadi meningkat dengan dibantu karena kami melakukan pemantauan dengan aplikasi halocoach yang membantu semua ini menjadi lebih mudah. Dan jika Anda setuju, kita bisa melangkah ke proses analisa problem kalian dan nanti kami akan report kepada Anda, bagaimana pa?

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

Lihat arikel sebelumuua …. Klik disinji

 

Bagaimana sih Berkomunikasi untuk Mengatasi Orang Sulit?

Bagaimana sih Berkomunikasi untuk Mengatasi Orang Sulit?

By Coach Antonius Arif

Pernah gak sih komunikasi dengan orang yang sulit diajak bicara (bukan tidak bisa bicara tetapi sikap kekerasan kepala mereka). Dan ini sering sekali terjadi ketika berkomunikasi dengan staf atau berbicara dengan divisi lain bahkan ketika kita berbicara, orang itu seakan-akan tidak mau membantu kita sama sekali.

Bahkan saya pun pernah mempunyai staf yang ketika saya minta dia melakukan sesuatu malah diajak berdebat dahulu. Wah kalau saya tidak belajar NLP komunikasi bisa bisa saya sudah sering bertengkar sama dia (dan memang pernah bertengkar keras sekali tapi hanya satu kali), rasanya konyol sekali menghadapi orang orang seperti itu.

Apa sih yang bisa kita lakukan secara NLP ?

seperti yang saya sudah jelaskan diawal bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain kita harus memegang beberapa prinsip sukses dan saya akan mengulas sedikit karena sudah pernah ada ditulisan saya di bab sebelumnya.

Maka prinsip yang kita pakai adalah…

  1. Pisahkan niat dari perilaku, dimana kita pisahkan perilaku kasar orang tersebut dari niatnya dan saya yakin niat dia baik walau perilakunya salah. Sama seperti ibu mencuri susu untuk anaknya. Perilakunya salah tetapi niatnya positif. (bukan niat mencuri ya tapi niat memberi makan kepada anaknya). Jadi mau sekesel apapun, kita pegang prinsip ini agar kita lebih tenang saat berkomunikasi.
  2. Peta bukan area yang sebenarnya, dimana saya harus mengali informasi dahulu apa yang dia ketahui tentang hal yang didiskusikan atau tidak disetujui. Sehingga kita mempunyai kesamaan persepsi maka pembicaraan menjadi lebih mudah.
  3. Selalu ada niat positif dari sebuah tindakan, sama seperti no 1 tadi, kita harus melihat niat positifnya apa. Seperti contoh : orang merokok, niat positifnya untuk menjadi rileks. Ada orang yang marah marah dan niat positifnya untuk mempertahankan diri (karena orang yang marah marah karena sebenarnya dia memproteksi dirinya sendiri)
  4. Resisten, adalah tandanya kurang terjalin hubungan yang akrab, ini kunci awal saat berkomunikasi dengan orang sulit. Bahkan saya dulu pernah bekerja menjadi GM dimana staf saya wuihhh super sulit. Bahkan boss saya pun sempat mau pecat dia dan dia tidak disukai oleh teman teman di satu kantor karena suka ngaduin atau ngejelek jelekin mereka dan diadu domba sama dia.

Saya tahu cara untuk bisa dekat dengannya adalah jalin hubungan baik dulu dengan dia, mengerti tentang dia. Dan berhasil disaat itulah ketika saya berbicara apapun, orang itu cenderung mendukung pendapat saya dan mau melakukan perintah yang saya berikan.

Nah, kita sudah belajar mindset yang harus dimiliki saat berkomunikasi dengannya dan sekarang kita belajar Langkah Langkah apa yang harus dilakukan secara NLP agar komunikasi bisa terjalin dengan baik.

Saya sharingkan beberapa langkahnya :

  1. Bersikap tenang dan menggunakan Teknik Frame yang baik saat berkomunikasi dengan mereka. Contoh : orang yang saya ajak bicara adalah orang yang baik (walau kita tahu tidak seperti itu, ingat Pygmalion)
  2. Pahami dari sudut orang tersebut dengan bertanya kepadanya apa yang menjadi alasan dari motivasi mereka melakukan itu. Ingat orange solution dan melakukan pendekatan dari sana.
  3. Lakukan Agreement Frame (Menyetujui orang tersebut), ketika terjadi perdebatan lakukan anda selalu menyetujui pendapat mereka dan setelah itu langsung anda arahkan kearah yang anda mau.
  4. Pahami mereka secara penuh dengan melakukan empathic listening, dengarkan mereka dan selalu memunculkan kepedulian kita kepadanya
  5. Ajak berdiskusi untuk menemukan alternatif ke 3 yang win – win – win, teknik ini yang digunakan oleh Stephen Covey dan menurut saya ini teknik yang menarik untuk kita gunakan. Saya sharingkan tahap-tahap yang bisa kita lakukan.
  6. Temukan INTENSI, seperti orange solution cari tahu apa intensi atau yang memotivasi dia melakukan hal itu. Jadi kita pisahkan niat (intensi) mereka dengan perilakunya
  7. Hormati intensi mereka dengan mengatakan saya hargai motivasi mereka
  8. Brainstorming alternatif-alternatif pilihan yang Ekologis dengan berdiskusi Bersama untuk menentukan solusi yang sesuai dengan motivasi tersebut
  9. Temukan solusi Bersama dan menyetujui Bersama

Contoh  :

Ada seorang suami isteri yang sedang liburan panjang, dimana sang isteri ingin pergi ke rumah ibunya, ibunya sudah tua dan dia ingin menghabiskan waktu dengan ibunya. Sedangkan suaminya ingin pergi memancing Bersama anak anak. Dan ketika terjadi perbedaan tadi maka kebanyakan yang sering kita lakukan adalah suami mengalah untuk ikut Bersama istrinya atau istrinya mengalah dan ikut kepada suaminya.

Dan ini adalah hal yang tidak win win maka didiskusikan apa alasan suami ingin memancing Bersama anak anak dan isterinya? Dia ingin punya waktu keluarga Bersama sama dan ketika ditanya istrinya karena dia tidak mau menyesal kalau ibunya sudah tiada dan tidak sempat Bersama ibunya. Maka setelah itu mereka semua saling menghormati motivasi atau intensi masing masing dan mereka Bersama sama mencari alternatif solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Maka solusi yang bisa muncul adalah suami, istri dan anak anak mengajak ibu mertua untuk ikut mancing atau suami dan anak anak pergi memancing dilokasi dekat tinggal ibu mertua, atau minggu ini suami, istri dan anak anak pergi memancing dan minggu depan istrinya pergi ke tempat ibunya dan suaminya yang urus anak anak dirumah.

Dari cerita ini pasti andapun sudah punya banyak alternatif yang bisa digunakan dalam berkomunikasi, yang penting adalah kita mempunyai mindset yang tepat sehingga yang lain akan jadi mudah.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Artikel selanjutnya…. Klik disini

Posisi Duduk Menentukan Prestasi – by Coach Antonius Arif

Posisi Duduk Menentukan Prestasi

By Coach Antonius Arif

 

Bener juga ya becandaan jaman sekolah dulu bahwa posisi duduk dikelas menentukan prestasi. Ada yang bilang duduk depan agar bisa menyerap pelajaran dengan baik, tetapi ada juga yang memilih duduk dibelakang agar bisa membuat contekan hahahaha (sayapun dulu duduk dibelakang tapi akhirnya dipindahkan ke depan dan baru tahu kalau duduk didepan selain tidak bisa nyontek tapi lebih mudah memahami ya).

Tapi, sejak saat itu setiap saya belajar hal baru, saya usahakan duduk adalah baris ke satu sampai ketiga agar saya bisa menyerap pembelajaran dengan baik. Kalau perlu duduknya ditengah agar bisa jelas saat guru menjelaskan.

Tapi yang saya mau bicarakan disini bukan masalah itu, saya mau membahas berkaitan dengan menjalin hubungan dengan menentukan posisi duduk atau posisi berdiri. Ketika beberapa tahun yang lalu (saya lupa persisnya tahun berapa) saya berangkat belajar dengan Kevin Hogan pakar Covert Influence dalam Influence Bootcamp di Las Vegas, USA.

Kevin Hogan pakar Covert Influence dalam Influence Bootcamp di Las Vegas, USA.

Saat itu beliau mengajarkan bahwa posisi berdiri kita dengan orang yang diajak berbicara mempengaruhi keakraban. Jika mau menjalin hubungan dengan cepat, dia menganjurkan agar posisi kita kepada teman bicara kita adalah posisi berdiri atau duduk dijam 12 alias duduk saling berhadapan atau jam 1 atau jam 2.

Nah, coba deh Anda coba praktekkan rasanya ketika berbicara dengan posisi orang seperti itu maka pembicaraan kita makin asyik, tetapi anehnya ketika kita berdiri diposisi jam 11 atau 10 dari posisi berhadapan maka rasanya seperti tidak nyaman dan bawaannya jadi curiga atau cenderung tidak percaya.

Bahkan saya pernah perhatikan saat pelatihan kok kenapa peserta yang disebelah kiri saya (pada posisi jam 11-10) seperti paling banyak bertanya seperti menyelidik atau bahkan paling tidak aktif tapi orang orang yang duduk diposisi duduk jam 12 sampai jam 3 malah seperti bersahabat. Dari sini saya baru paham, ketika setiap meeting pasti saya atur posisi duduk agar terjadi terjalin keakraban yang dalam.

Ketika saya memahami teknik ini maka saya pastikan untuk terjalin hubungan yang akrab dengan cepat. Pernah dalam sebuah meeting, sengaja saya duduk dikursi paling kiri dimana orang yang saya ajak berbicara di posisi jam 1. Dan Selama pembicaraan orang itu cepat sekali akrab dengan saya dan dengan mudah terjadi sebuah proses deal.

Memang yang menjadi tantangan saat kita punya ide atau kita mau mengajukan sesuatu dimana keputusan mereka memutuskan sesuatu belum tentu factor logika atau Analisa, kadang factor keputusan mereka adalah apakah mereka menyukai kita atau tidak. Disinilah letak unfair advantage untuk membuat kita unggul dari detik awal ketika berbicara.  Inilah yang menarik dari NLP Komunikasi karena kita belajar cara cara tertentu yang berhasil.

Untuk lebih jelasnya saya tunjukkan dalam bentuk gambar dibawah ini

  • Meja segi empat – Memulai pembicaraan 

Posisi Duduk - Meja segi empat

Ketika berbicara dengan orang yang mau kita terjalin keakraban maka dari awal saya memposisikan diri seperti diilustrasikan yaitu meja sebelah kanan dan tengah. Dan terasa sekali langsung terjalin hubungan yang baik.

 

  • Meja segi empat – Jika mencari kerjasama

Posisi duduk - Meja segi empat

Begitu juga ketik sudah akrab dan kita mau agar terjadi kerjasama yang baik, maka posisi yang paling kanan yang akan saya gunakan. Disini percakapan akan semakin akrab tapi ingat ya tidak dilakukan saat awal. Tapi saat sudah akrab.

 

  • Meja kotak – Mencari pembicaraan dan kerjasama.

Untuk meja kotak atau bulat maka tetap posisi jam 13 yang terbaik.

Posisi duduk

Bar atau cafe, sedangkan di bar atau cafe dengan meja bulat, kotak, ataupun panjang, ini pilihan terbaik

Restaurant, sedangkan dalam restaurant maka direkomendasikan yang seperti ini :

 

 

Dari semua rekomendasi tadi, saya sangat sarankan Anda coba dan lihat hasilnya. Betapa cepat menjalin hubungan dengan orang lain.

 

Baca artikel lainnya, Klik Disini

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif. Yuk bergabung dalam WA Group sekarang!!  https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

Hypnotic Influence Language Pattern

Hypnotic Influence Language Pattern

By Coach Antonius Arif

Yang paling menarik dari NLP salah satunya teknik Hypnotic language pattern dimana teknik ini diambil dari hasil modeling Dr Richard Bandler kepada Milton Erickson pakar Indirect Hypnosis yang setelah itu dijadikan standar yang digunakan oleh NLP untuk Milton Model.

Nah dalam tulisan kali ini kita akan membahas beberapa Teknik yang bisa membantu ketika mempresentasikan sesuatu menjadi lebih menarik sehingga orang lain bisa kita pengaruhi. Ada standar yang harus digunakan saat melakukan Teknik Influence Language pattern ini

  1. Menjalin hubungan tetap terjaga dengan baik
  2. Jika perlu lakukan Matching dan mirroring.
  3. Pada saat melakukan ini haruslah dibantu dengan intonasi tertentu atau penekanan tertentu dikalimat yang mau kita gunakan untuk mempengaruhi
  4. Jauh lebih baik jika menggunakan kata perintah (Command verb) bukan kata kerja (verb) dan saya berikan contoh dalam huruf capital. Contoh : bukan mengerjakan tetapi kerjakan.
  5. Saat mengucapkan pastikan anda percaya diri sehingga dampaknya akan terlihat dengan baik.

Berikut adalah Influence Language Pattern beserta contohnya :

Influence Language Pattern : Mengubah perintah langsung menjadi pertanyaan
Contoh : “Tanda tangan kontrak ini sekarang!” MENJADI “Apakah anda memiliki pulpen untuk TANDATANGANi kontrak ini?”

Influence Language Pattern : Membuka pemikiran customer agar tidak memunculkan keberatan
Contoh : 

“Apakah anda dapat PERTIMBANGKAN……”

“Mungkin anda SETUJU dengan……”

“Bagaimana jika Anda…..”

Influence Language Pattern : Memunculkan kepercayaan dari grup
Contoh : 

Banyak orang percaya…… (berikan fakta atau ide yang anda ingin mereka percaya)

Semua orang tahu itu ….. (berikan fakta atau ide yang anda ingin mereka percaya)

Ketika orang lain menyukai diri anda …. (berikan fakta atau ide yang anda ingin mereka percaya)

Influence Language Pattern : Memunculkan INFORMASI kepada customer anda
Contoh : 

Mungkin anda sudah menyadari fakta mengenai …. (hal yang mau diberikan sebagai informasi)

Anda mungkin sudah menyadari.. (manfaat yang anda dapatkan) ketika anda (membeli sesuatu saat ini)

Influence Language Pattern : Beri tahu mereka apa yang Anda katakan kepada mereka, dan kemudian perkenalkan “Langkah Logis” berikutnya

Kita sudah …. dan ….. Jadi/sekarang ….

Contoh : 

Kita sudah menjelaskan apa yang Anda butuhkan dan kita telah mendiskusikan bagaamana luar biasnya gadget kami yang bisa mengagalkan pesaing Anda untuk mencapai ke puncak kesuksesan, sekarang Anda mungkin bertanya-tanya seberapa cepat Anda bisa mendapatkan gadget luar biasa kami sampai ditempat Anda.

Influence Language Pattern : Memperoleh persetujuan dengan menggunakan pertanyaan
Contoh :

“Tidakkah Anda setuju bahwa …” (sebutkan posisi Anda atau fakta tentang produk Anda)

“Saya sangat suka (manfaat produk dan bagaimana rasanya), setujukan?”

Influence Language Pattern : Penggunaan Fakta
Contoh :

Faktanya, (nyatakan keyakinan Anda tentang produk Anda atau keyakinan negatif tentang produk pesaing)

Faktanya, ribuan klien yang puas menyukai bagaimana produk ABC menghematnya lebih dari 50% pada biaya tagihan energi mereka setiap tahun.

Influence Language Pattern : Jika…… Maka……
Contoh : 

Jika Anda menemukan rumah yang Anda inginkan hari ini maka Anda dapat menandatangani perjanjian ini besok pagi, bukan?

Influence Language Pattern : Semakin………. Semakin……….

Contoh : Semakin Anda berpikir hal tersebut maka semakin Anda penasaran hasilnya akan seperti apa

Influence Language Pattern : Cepat atau lambat………..?

Contoh: Cepat atau lambat Anda akan menyadari bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan pembiayaan berbunga rendah kami

Bagaimana cara Anda menggunakannya? Saya sarankan setiap hari cukup satu Hypnotic Language Pattern dahulu lalu sampai semua digunakan. Kemudian setelah itu anda lakukan kombinasi dengan kalimat lainnya.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana cara menerapkan Teknik Inokulasi?

Bagaimana Cara Menerapkan Teknik Inokulasi?

By Coach Antonius Arif

Ini dia cara yang bisa kamu gunakan dalam menerapkan Teknik Inokulasi.

  1. Persiapkan dugaan kemungkinan keberatan.

Silahkan ditulis apa saja kemungkinannya, contoh:

    1. ide yang anda sampaikan tidak bisa jalan di kami,
    2. terlalu mahal dan buang buang biaya,
    3. kami tidak punya orang yang mengerjakan itu dan keberatan keberatan lainnya. Pada tahap ini persiapan benar benar dibutuhkan
  1. Setelah mengumpulkan kemungkinan keberatan dan saat anda mau melakukan presentasi dengan teknik yang disharingkan di tulisan sebelumnya, Anda nyatakan kemungkinan keberatan tersebut. Contoh kita lanjutkan yang diatas :
    1. ada beberapa customer kami berpikir bahwa ide ini tidak bisa dijalankan dengan tempat mereka,
    2. ada beberapa orang yagn berpendapat bahwa hal ini terlalu mahal dan buang buang biaya.
    3. Ketika kami mau mempresentasikan hal ini ada beberapa orang yang berpendapat bahwa mereka tidak mempunyai orang untuk mengerjakannya.
  2. Lalu lanjutkan dengan Anda menyetujui pendapat tersebut dan tambahkan kata tetapi , dimana kata tetapi itu akan menghilangkan kalimat atau pernyataan didepannya. Contoh dari kasus yang diatas.
    1. Sayapun kalau jadi mereka juga setuju, tetapi …..
    2. Sayapun tidak mau mengatakan ini murah dan wajar mereka berpendapat itu karena belum tahu manfaatnya buat mereka, tetapi ….
    3. Wajar mereka berpendapat itu karena otomatis akan menambahkan keribetan dari sisi Perusahaan, tetapi
  3. Kemudian beri alasan kenapa mereka harus setuju dengan kita dan kita meminta ijin untuk memaparkan, contoh :
    1. Ketika mereka mendengar penjelasan kami, mereka menjadi berubah pikiran dan menyetujui kami dan ijinkan kami sharingkan ide ini sampai akhir dan jika ada yang mau ditanyakan kami siap menjawabnya
    2. Setelah mendengar presentasi kami serta penghematan yang terjadi dan mereka biasanya setuju dengan kami dan malah antusias untuk segera menerapkannya. Ijinkan kami menjelaskan lebih dalam
    3. Begitu mereka mendengarkan pemaparan kami mereka malah melihat penghematan apa yang terjadi dari sisi Perusahaan dan jika diijinkan kami menjelaskan lebih dalam maka kami akan menjelaskannya untuk anda
  4. Akhiri dengan bujukan tersirat sambil anda anggukan kepala, contoh
    1. Boleh saya lanjutkan pak? (sambil angguk kepala 3 kali)
    2. Setujukan pak? (sambil angguk kepala 3 kali)
    3. Masuk akalkan pak? (sambil angguk kepala 3 kali)

TAHUKAH ANDA?

Sullivan Nod adalah teknik penjualan yang dirancang untuk mendorong orang membeli barang tertentu dengan kekuatan sugesti bawah sadar. Ini paling sering digunakan dalam industri makanan, meskipun juga muncul di industri lain, mulai dari butik hingga tempat parkir mobil. Jika dijalankan dengan baik, Sullivan Nod sangat halus sehingga konsumen bahkan tidak menyadarinya, dan membuat customer menjadi setuju. Teknik ini dikembangkan oleh Tom Sullivan, seorang konsultan yang bekerja di bisnis restoran.

Sullivan merancang teknik ini sebagai cara untuk meningkatkan penjualan makanan pembuka, minuman, dan item lainnya yang dapat dengan cepat menaikkan harga keseluruhan label di sebuah restoran. Hal ini membuat Sullivan Nod populer di kalangan pramusaji yang ingin menaikkan label mereka untuk mendapatkan tip yang lebih tinggi, dan hal ini juga umum terjadi di kalangan bartender, yang terkadang menerima bonus karena menjual lebih banyak minuman beralkohol kelas atas. Anggukan Sullivan dapat digunakan oleh pelayan untuk mendorong pembelian barang yang lebih mahal.

Mekanisme Sullivan Nod cukup sederhana. Saat customer membaca menu, dan mereka melihat kepada kita dan pelayan tersebut cukup mengangguk sedikit, sekitar 10-15 derajat, ketika item yang diinginkan tercapai. Anggukan tersebut harus cukup halus sehingga tidak menonjol, namun tetap terlihat oleh konsumen. Menurut Sullivan, pelanggan merespons anggukan tersebut sekitar 65%, membeli barang yang ditunjukkan berapa pun biayanya.

Bagaimana jika anda mempresentasikan sesuatu dan mereka mengajukan ketidak setujuan atau keberatan mereka?

Sebelum kita menjawab hal ini, dalam berkomunikasi ada beberapa frame yang kita harus jaga selama percakapan agar dalam situasi apapun kita tetap bisa berkomunikasi dengan baik.

  1. Jaga hubungan tetap baik
  2. Ketika ada ketidaksetujuan mereka, kita persiapkan mental mereka bahwa wajar mereka butuh klarifikasi atau kejelasan lebih dalam. Karena biasanya yang bertanya itu adalah mereka tertarik tapi mereka tidak tahu tujuan percakapan ini apa untuk mereka?
  3. Ciptakan keselarasan dengan menghindari kata tetapi dan lebih baik menggunakan kata dan. Karena kata tetapi artinya anda tidak setuju dan walaupun anda tidak setuju sekalipun lebih baik kita jaga dengan menggunakan kata dan. Hanya memang kalau di inokulasi kita menggunakan kata tetapi karena inokulasi itu adalah pernyataan anda sendiri dan anda tidak setuju dengan pernyataan anda sendiri.

Nah ini yang menarik, ketika dalam percakapan yang sudah ada rancang dengan baik ternyata mereka tetap saja ada hal yang mereka tidak setuju. Maka apa yang bisa kita lakukan? Sebenarnya banyak sekali teknik yang bisa kita gunakan saat terjadi ketidak setujuan apalagi dengan menggunakan Teknik NLP. Saya akan sharingkan salah satu teknik sederhana yang bisa kita lakukan yaitu Teknik Reframing.

Cara melakukannya ketika ada keberatan yang muncul :

  1. Agreement frame, menyetujui keberatan mereka atau menselaraskan keberatan mereka
  2. Dilanjutkan dengan kata “Dan”
  3. Berikan alasan penolakan anda
  4. Akhiri dengan bujukan tersirat seperti “ya kan, benar kan? Masuk akalkan? Setuju kan?” dan lanjutkan dengan Sullivan nod

Contoh :

Keberatan : Perusahaan kami tidak ada orang yang mengerjakannya

Atasi keberatan : Saya sependapat dengan pemikiran anda dan saat kami membantu memberikan pelatihan agar program tersebut bisa dijalankan apalagi ini akan menghemat biaya Perusahaan hingga 30% yang berarti penghematan sekian milyar per tahunnya, jadi masuk akalkan? (angguk kepala 3 kali)

Dan saya tambahkan juga beberapa contoh Teknik mengatasi keberatan….. Artikel selanjutnya

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana Seharusnya Kita Mengatasi Keberatan?

Bagaimana Seharusnya Kita Mengatasi Keberatan?

By Coach Antonius Arif

Banyak rencana Anda mempersuasi orang lain menjadi gagal ketika orang yang anda persuasi seperti tidak menyetujui pendapat Anda sehingga ide yang dimasukan menjadi ZONK. Dan menariknya teknik dalam mengatasi keberatan yang muncul itu sebenarnya adalah kata kuncinya adalah antisipasi.

Karena pada dasarnya ketika anda berbicara pasti ada hal hal yang sering banget mereka tidak menyetujui yang bisa kitakan hal hal yang itu saja atau sering berulang. Jadi tugas kita mempersiapkan kemungkinan jawaban atau kita bisa menggunakan Teknik Inokulasi.

Apa sih Inokulasi?

Inokulasi adalah seperti vaksinasi. Apa fungsi vaksinasi buat diri kita? Mencegah penyakit tertentu datang kepada kita dan menariknya isinya vaksin adalah virus itu sendiri yang sudah dilemahkan, sehingga ketika penyakit itu muncul, tubuh kita sudah bisa membuat immune systemnya.

Nah ini konsep yang sama yang kita gunakan saat berkomunikasi yang khususnya orangnya akan memunculkan kemungkinan keberatan. Dan menariknya jika kita memunculkan keberatan sebelum muncul dari pihak yang kita ajak bicara maka keberatan itu bisa jadi tidak muncul dan menariknya lagi kita sudah memberi jawaban yang mereka lebih akan mendengarkan.

Berbeda ketika terjadi percakapan dan ditengah percakapan mereka menolak apa yang kita sampaikan maka keberatan tersebut relative lebih sulit untuk kita jawab walau dalam Teknik NLP ada teknik yang bisa kita lakukan jika situasinya seperti itu.

Menariknya, teknik ini sebenarnya Anda sudah pernah lakukan saat terjadi sebuah percakapan. Ketika Anda mau menyampaikan sesuatu yang kemungkinan mereka akan menolak atau marah maka biasanya yang kita katakan adalah “Bolehkah saya mau menyampaikan sesuatu yang penting, tapi jangan marah ya?” Pasti familiar dengan pernyataan tersebut kan?

Nah ini konsepnya juga hampir mirip tetapi yang kita gunakan lebih elegan dan para pakar NLP biasa menggunakan teknik ini dalam percakapan. Bahkan saya pernah dalam satu pelatihan komunikasi disebuah perusahaan pertambangan bertanya kepada saya kenapa kok kesannya para pakar NLP cenderung tidak mau berargumen atau berdebat. Hahahahha bukan orang yang belajar NLP tidak mau berargumen loh ya, ya mau banget. Tapi kami mempunyai teknik yang elegan ketika kami tidak setuju atas sesuatu kami menggunakan dengan cara lebih elegan agar orang tersebut menyetujui dari pendapat yang kita sampaikan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly