NLP for Life – Malas Memimpin Team

Selamat pagi. “Coach, manager kami itu malas sekali untuk membimbing stafnya. Jadi team kami kordinasinya kurang bagus. Mana managernya sibuk melulu.”

 

Itu salah satu pernyataan yang sering diajukan saat saya datang ke sebuah perusahaan untuk mencari tahu apa kebutuhan training diperusahaan mereka yang mereka harapkan dengan menggunakan NLP (neuro linguistic programing)

malas

Ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa manager di sebuah perusahaan tidak berjalan dengan baik. dan bisa dikatakan malas.

 

Apa saja?

  1. Apakah orang yang dipilih sudah dilakukan test bahwa orang tersebut mempunyai kemampuan kepemimpinan?
  2. Sudahkah dibekali pengetahuan sebagai manajer dan tugas-tugas yang harus dilakukan?
  3. Sudahkah dicek berkala tentang kemampuan manager tsb sbg pemimpin dengan 360 derajat feedforward dari sekitarnya?

 

Wajar jika belum dilakukan maka hasilnya tidak akan sebagus yang diharapkan.

 

Ada satu statement yang sering saya gunakan, “ATASAN YANG LEBIH SIBUK DIBANDINGKAN BAWAHANNYA MAKA MANAGER YANG KURANG EFEKTIF” loh kok bisa?

 

BISA! Ini alasan pernyataan saya

 

Kita kembali ke fungsi manager.

 

Setiap pekerjaan dibagi berdasarkan level dan kompetensi yang sebagai pegangan.

Dimana ada kemampuan teknikal, relationship serta konseptual

 

Untuk level staf maka kemampuan teknikal menjadi porsi yang paling besar.

 

Untuk level manager maka kemampuan relationship menjadi lebih besar dan kemampuan konsep sudah mulai ada disana.

 

Nah untuk posisi lebih atas lagi maka kemampuan konseptual lebih besar lagi.

 

Seandainya manager masih sibuk melakukan pekerjaan day by day maka bisa disebut manager yang kurang efektif. Kenapa bisa begitu?

 

Artinya porsi membina hubungan dan konseptual menjadi tersita. Sehingga wajar perusahaan tidak bisa bertumbuh dengan baik.

 

Apa yang harus dilakukan ketika menggunakan teknik NLP?

 

Teknik NLP akan membantu kesadaran kepada setiap individu bahwa seorang efektif manager perlu mempunyai kemampuan untuk memimpin, mengelola teamnya dengan baik sehingga kinerja perusahaan menjadi PAS dan TEPAT!

 

Sudahkah PAS dan TEPAT anda melakukannya? NLP membuat hidup lebih mudah dan menyenangkan.

Antonius Arif

NLP for Life – Mengubah Pikiran Negatif

Selamat pagi! pikiran negatif kerap kali datang menghampiri kita. pertanyaan nya mampu kita mengubah pikiran negatif tersebut. kita bahas secara NLP

pikiran negatif

Ada hal yang menarik dari pikiran dan otak manusia. Ketika kita mau membuat diri kita sukses dalam hal apapun, anda harus memahami cara kerja otak dengan PAS dan TEPAT. Kadang bila anda tidak memahaminya maka anda akan jatuh ke lubang yang sama berkali – kali.

 

Tahukah anda bahwa otak anda didesign tidak bisa memikirkan 2 hal sekaligus saat bersamaan saat itu juga? Ketika anda sudah memikirkan satu hal tertentu yang buruk maka anda cenderung terlena dan mengikuti apa yang anda pikirkan buruk tersebut. Kecuali anda belajar bagaimana mengelola pikiran anda dengan belajar NLP dan sejenisnya. Dan itupun tidak semua yang memahami NLP dengan cara yang PAS dan TEPAT. Makanya wajar banyak yang sudah belajarpun masih terjerumus ke problem yang sama berulang-ulang. Atau dengan kata lain Neuro linguistic Programing yang dipelajari belum menjadi Life style hidup anda.

 

Fakta yang menarik lagi adalah ketika anda sedang berpikir negatif tadi maka otak menjadi stuck dan seakan – akan melihat problem hanya dari satu sudut saja. Ketika melihat problem dari satu sudut saja maka anda akan terjebak atau terasosiasi dengan masalah tersebut sehingga otak anda akan semakin memasukkan drama (memberi pemaknaan yang tidak berguna) yang ujung – ujungnya menyebabkan problem tidak bisa diselesaikan. Makanya wajar banyak orang yang akhirnya tidak bisa sukses karena terlalu attach dengan masalahnya. Analoginya seperti seekor ikan didalam air yang dia tidak menyadari bahwa ada air disekitarnya. Karena dia tinggal di dalam air.

 

Trus bagaimana cara mengatasinya?

 

Ini dengan mengunakan teknik sederhana yaitu Reframing. Apa itu Reframing? Bahasa sederhana yang simpelnya adalah melihat dari sudut lain dari sebuah konteks.

 

Cara melakukannya?

ketika anda lagi stuck dan melihat masalah yang bakal menghambat anda maka lihat sudut positif atau sudut lain.

 

Contoh:

Konteks penjualan

Waduh, saya ditolak oleh dia. Jangan2, sy tidak cocok jadi sales.

 

Reframing Positif:

Wajar, itu artinya saya memang harus masih banyak belajar.

 

Contoh lain :

Staf saya kalau diomongin, ngebantah terus.

 

Reframing

Kan memang kamu rekrut dia untuk mencari celah kekurangan strategi kita. Bagus dong.

 

Dan masih banyak contoh lainnya yang bisa kita gunakan.

 

Jika anda menggunakan cara yang PAS dan TEPAT dan melihat dari sudut yang PAS dan TEPAT maka bisa jauh sangat memberdayakan. Apalagi dengan belajar NLP yang PAS dan TEPAT.

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Menjaga FRAME (Mindset)

Selamat pagi. Beberapa waktu yang lalu, saya membahas tentang Frame atau Mindset. Frame sangat berguna ketika kita menggunakan saat bertemu orang atau saat mau melakukan sesuatu. Bila mau tahu lebih dalam mengenai Frame bisa baca tulisan saya di https://nlpleadershipindonesia.com/its-just-your-frame/

silahkan klik link diatas supaya dapat lebih memahami mengenai apa itu frame atau mindset. jadi tidak kebingungan saat membaca artikel kali ini.

 

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana saat kita sedang mempersuasi seseorang dan ketika kita bertemu sudah men setting frame : anda adalah orang yang persuasive. Tetapi ditengah jalan dan mengalami penolakan, mendadak Frame anda berantakan. Mendadak anda menjadi diam seribu bahasa dan kadang anda menyerah.

menjaga frame

Nah ini yang sering menjadi tantangan. Bagaimana menjaga Frame Control agar tetap anda bisa menjaga frame tersebut.

 

Ini adalah beberapa tips dan pengalaman yang saya lakukan ketika frame nya turun atau berantakan maka saya akan melakukan mensetting ulang frame saya. Baik dengan melakukan self talk lagi dan sebagainya. Ini bisa dilakukan juga dengan mohon ijin ke kamar mandi lalu saya setting ulang disana. Bila memang ada waktu yang paling enak adalah melakukan anchoring. Dan itu adalah cara tercepat mendapatkan state dan frame nya sehingga bisa percaya diri lagi.

 

Menggunakan NLP dengan cara PAS dan TEPAT akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT.

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Memotivasi Anak

Salam Performance. Banyak sekali orang tua yang mengalami kesulitan mendidik dan memotivasi anak untuk belajar. Dan dulu sebelum saya belajar NLP pun juga mengalami hal yang sama. Wajar kalau kita sebagai orang tua mengalami kebingungan karena tidak ada sekolah untuk mendidik bagaimana agar menjadi orang tua yang PAS dan TEPAT.

nlp for life

Father and son playing superhero

Sebenarnya bagaimana mendidik anak yang PAS dan TEPAT dengan cara NLP?

 

Saya membagi problem anak dengan 4 pendekatan. Dan ini sebenarnya juga bisa digunakan dalam Leadership. Karena ini konsep yang sama persis hanya object nya saja yang berbeda yaitu Anak. Kalau leadership objectnya adalah staf.

 

Saya memakai pendekatan Ken Blanchard dengan sentuhan NLP.

 

Sudah siap belajar NLP Parenting? Yuk ah

 

Tahap ke satu adalah Menemukan alasan kenapa dia harus belajar.

 

Disini yang bisa dilakukan adalah mencari apa tujuan hidup anak. Apakah mudah? Tidak mudah. Ini butuh proses dan kesabaran. Bahkan anak saya yang besar, Matthew membutuhkan waktu ketika dia memutuskan tujuannya. Dan apakah tujuannya bisa berubah? Yes berubah. Bahkan beberapa kali. Tapi tidak terlalu jauh pergeseran tujuan dia. Begitu juga dengan putri kami Janice. Masih banyak pergeseran yang terjadi.

 

Tahap ke 2, kami membagi 4 fase yang digunakan oleh Ken Blanchard dalam mengidentifikasikan permasalahan anak.

 

Fase 1 adalah teaching. Ditahap ini adalah fase mendidik dan memberikan ilmu. Fase ini baru akan berhasil jika tahap menemukan alasan dia untuk melakukannya bisa diketemui. Tidak bisa hanya sekedar dimarahi dan dipaksa belajar.

 

Fase 2 adalah Mentoring. Disini adalah fase dimana setelah belajar dan dia merasa kesulitan. Sehingga kadang terjadi de motivasi. Ini terjadi dengan putri kami Janice kelas 5 SD. Dia mengalami kesulitan untuk memahami arti kata tertentu. Contoh: kali (sungai), kinerja dan sebagainya.

 

Dan dia juga kesulitan untuk memahami penguapan seperti apa. Jadi ketika belajar Mind Map dan digambar, dia mengalami kesulitan.

 

Yang saya lakukan adalah mengajak dia belajar bareng saya. (Padahal saya juga tidak mengerti hihihi). Jadi ketika pertama kali diajak belajar, dia menangis krn menolak untuk melakukan. Itu wajar, krn manusia bila diminta melakukan sesuatu yang tidak nyaman, maka itu tidaklah mudah. Dan tugas saya adalah tetap tenang. Dan sy beri tahu bahwa papa nya membantu dia. Serta memberi tahu konsekwensi kalau nilainya jelek. Dan pelan2 dia mau mengerjakan. Dan selama proses ini, dia banyak mengatakan “tidak tahu, tidak bisa” dan tugas saya hanya menenangkan dia dan melakukan sedikit terapi NLP. Dan pelan2 dia mengerjakan. Begitu dia bisa, betapa senangnya dia. Dan saya lakukan sampai beberapa waktu kemudian untuk bisa masuk ke fase ke 3.

 

Fase 3 adalah coaching. Difase ini adalah ketika anak sudah mengerti dan sudah bisa melakukannya tapi masih ragu. Tugas kita hanya memancing dengan pertanyaan saja. Dan dalam NLP kita bisa membantu dia untuk menggunakan teknik chunking dan meta model elegan.

 

Fase 4 adalah fase delegasi. Dimana dia sudah bisa dilepas dan bisa melakukan sendiri. Saat ini semua akan berjalan dengan baik.

 

Hmm menarik ya jika memahami NLP dengan PAS dan TEPAT lebih mudah mendidik dan memotivasi anak dengan cara yang PAS dan TEPAT.

 

Bagaimana hidup anda?

 

Antonius Arif

NLP For Life – Menjalin Hubungan via Text

Salam Performance!

Pagi ini kita akan membahas sesuai pertanyaan dari member NLP for Life mengenai bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang lain via text atau chat.nlp for life

Pada prinsipnya cara NLP dalam menjalin hubungan dengan orang lain memakai prinsip yang sama dalam segala hal. Hanya yang membedakan media komunikasi Yaitu Pacing. Setelah sudah sama frekuensinya atau sudah terjalin keakraban baru masuk ke tujuan untuk berbicara atau texting apa. Nah dalam NLP ketika berbicara apa tujuan utama itu disebut Leading.

Kebanyakan orang melakukan salah dibagian hal ini. Ketika baru berbicara malah langsung berbicara apa tujuan kedatangannya. Yang akibatnya malah tidak terjalin keakraban.

Nah kesalahan banyak dilakukan disini. Terlalu terburu2 chating dengan langsung berbicara tujuan dan akhirnya gagal. Jadi harus bagaimana?

Cara yang PAS dan TEPAT akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT.

Kalau bicara Pacing atau menyamakan. Kira-kira bicara apa yang bisa membuat orang tersebut tertarik membaca lebih lanjut chatingan anda?

Yes, betul. Topik-topik yang berkorelasi dengan kehidupan mereka. Jadi diawal anda bisa saja memulai dengan percakapan FORD (Family, organization, Recreation dan Dream)  yang sudah diulas sebelumnya.

Saya ambil contoh. Waktu itu ada yang chating sama saya langsung berbicara ke tujuannya. Saya tidak kenal dan belum apa – apa sudah langsung memerintahkan (leading) saya untuk melakukan sesuatu. Dan langsung saya tanya. “Untuk apa saya lakukan itu?” Dia jawab “mungkin bapak punya korelasi atau bapak sendiri butuh” trus saya tidak jawab. Buat saya ini aneh.

Coba seandainya kita ubah skenarionya.

Dia mulai menyapa saya dan lalu memperkenalkan diri.  Kemudian dia menanyakan kepada saya yang membuat saya perhatian. Apalagi bila dia riset siapa orang ini. Lalu dia mengatakan “pak, sepertinya bapak pernah bekerja disini. Teman-temannya banyak. Trus dia gali saya disana lalu kemudian dia menceritakan benefit utk saya apa dan kemudian baru dia meminta saya untuk melakukan sesuatu (Leading) maka kemungkinan besar keberhasilannya tinggi. Apalagi bila dilanjutkan dengan menggunakan Hypnotic Language pattern yang saya kupas tuntas dikelas Lisensi NLP Practitioner yang saya adakan. Kemungkinan besar saya akan menurut. Cara yang dilakukan orang tersebut tidaklah PAS dan TEPAT. Jadi kalau ditanya atasannya “kenapa nga ada hasil?” Jangan entar dijawab “kan saya sudah usaha.”

Betul sih usaha

Usaha yang tidak PAS dan TEPAT maka wajar hasilnya pun pas pas an. Hihihi

Yuk pahami psikologi manusia dengan BELAJAR NLP lebih dalam maka hasilnya akan lebih PAS dan TEPAT.

Antonius Arif

NLP for Life – Building Rapport Frame

Salam Performance! hal pertama yang harus dilakukan segera dalam bertemu orang, mungkin calon klien atau atasan kita adalah melakukan building rapport. hal ini wajib dilakukan dalam menit-menit awal pertemuan. karena bila terlalu lama tidak terjalin hubungan. maka kedepannya akan menjadi masalah yang baru.

Menjalin hubungan saat bertemu pertama kali baik orang baru atau orang sudah dikenal sebagai PERILAKU yang PAS dan TEPAT untuk melakukan tindakan berikutnya. Itu yang saya pelajari ketika belajar NLP ataupun dalam pengalaman ketika menjadi seorang penjual, negosiator bahkan ketika sebagai pemimpin.

building rapport

Teknik FORD untuk menciptakan percakapan

Banyak yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, betulkan?

Nah hanya ada beberapa orang meragukan kalau kita berbicara mendekat kepada orang lain (building rapport) khususnya menggunakan teknik FORD untuk menciptakan percakapan dianggap sebagai kepo atau interogasi apakah itu dianggap salah?

Tidak salah! Bisa saja anggapan anda benar jika anda menggunakan frame of mind yang tujuannya menginterogasi. Pasti cara bertanyanyapun akan sesuai dengan interogasi. Tetapi jika tujuan anda untuk membangun ke akraban, maka hasilnya akan sesuai dg yang anda rencanakan.

Apa itu frame of mind?

Bila dilihat di artikel saya di website saya https://nlpleadershipindonesia.com/its-just-your-frame/

Betapa hidup menyenangkan jika mengetahui bagaimana menggunakan Frame yang PAS dan TEPAT maka hidup akan menjadi lebih menyenangkan karena mendapatkan sumber dari PAS dan TEPAT

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Membuat Percaya diri team

Salam Performance!

NLP yang PAS dan TEPAT

Sebagai atasan dalam memimpin team penjualan kadang sering menemukan bahwa team down karena penolakan atau karena hal hal lainnya yang membuat mental break down. Bahkan kadang atasan tidak bisa membangkitkan semangat mereka. Dan ketika mereka tidak bisa dibangkitkan semangatnya maka yang terjadi mereka malah mengundurkan diri.

Saya dulu juga di awal karir saya sebelum bertemu dan belajar NLP yang PAS dan TEPAT juga banyak menemukan kejadian seperti itu.

Sebenarnya hal tersebut mudah sekali ditangani dengan menggunakan NLP yang PAS dan TEPAT.

Dalam NLP kita mempelajari bahwa tidak mungkin anda bisa memberikan informasi sesuatu ketika orang tersebut dalam kondisi state tertentu. Dan state mereka adalah tidak berdaya. Maka yang harus anda lakukan adalah memahami petanya. Dengan cara mendengarkan segala keluh kesah mereka.

Saat mereka berkeluh kesah maka langkah selanjutnya adalah anda melakukan pacing kepada orang tersebut dengan cara berempati dengan kondisinya. Dengan berempati maka dia merasa bahwa atasannya mengerti kondisinya.

Ketika sudah selesai kondisi tersebut maka barulah anda beri suggestion dan pengarahan apa yang anda mau terjadi berikutnya. Saran! Jangan hanya kasih motivasi tetapi cari solusinya agar saat kejadian lagi, dia sdh tahu apa yang harus dilakukan.

Hmm betapa menyenangkan belajar NLP yang PAS dan TEPAT maka hidup akan lebih menyenangkan. Don’t you agree!

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Sederhana menjalin relasi dengan instan

Salam Performance!

Ketika saya belajar NLP (Neuro linguistic Programing) saya menemukan bahwa ketika melakukan negosiasi, selling atau komunikasi kepada orang lain yang paling terpenting adalah menjalin hubungan dahulu baru lebih mudah dalam melakukan hal lainnya.

nlp for life

Menjalin hubungan dalam ber negosiasi

Banyak situasi yang saya temukan dalam kelas kadang tidak sesuai dengan lapangan. Tapi saya kembali lagi ke ilmu basic yang PAS dan TEPAT dahulu bagaimana caranya agar bisa menjalin hubungan tidak seperti orang yang lebay atau sengaja cari muka.

Ada beberapa teknik yang saya gunakan dan disesuaikan dengan kondisi lapangan selama berpuluh-puluh tahun agar mulai menjadikan sebuah pola. Sebelum saya menuduh prospek atau teman bicara saya begini dan begitu maka saya intropeksi dahulu apa yang bisa kita lakukan. Dan alternatif solusi untuk menjalin hubungan sangat banyak dan saya berikan beberapa pilihan yang bisa digunakan. Yang terpenting adalah “Tidak ada orang resisten, yang ada komunikator yang kurang ahli”

Ini beberapa variasi yang PAS dan TEPAT saya berikan untuk anda :

  1. Matching dan Mirroring. Melakukan pendekatan kepada orang dengan menyamakan gerakan kita dengan dirinya. Dan saya tidak mau membahas ini lebih detail karena ini sudah sering dibahas oleh banyak orang yang belajar NLP
  2. Menciptakan percakapan dengan pola FORD. Dimana berbicara mulai dengan bertanya tentang Family, Organisasi, Recreation dan Dream.
  3. Saat bersalaman, sambil menyapa. Anda bisa menaikkan alis mata seperti bertemu dengan orang lama yang sudah pernah bertemu. Ini mempercepat keakraban dengan sangat sangat instan

Itu beberapa yang saya sharing kepada anda dan masih banyak teknik yang lain untuk membangun keakraban dengan relatif sangat instan. Jika belajar NLP yang PAS dan TEPAT maka hasilnya akan PAS dan TEPAT.

Nikmati hasil yang PAS dan TEPAT dibandingkan anda mencoba yang belum sesuai dengan yang diinginkan.

Antonius Arif

 

NLP for Life – Tips Atasi DITOLAK

Salam Performance!

Anda seorang penjual dan anda mengalami yang namanya penolakan. Wajar kok terjadi. Semua orang yang dalam bidang penjualan, dalam bidang negosiasi bahkan dalam hubungan rumah tangga saja bahkan bisa ditolak.

Akrab kan diri supaya tidak mendapat penolakan

Itu bagian yang normal kok dalam kehidupan. Tinggal bagaimana cara mengatasinya.

Ketika belajar NLP saya memahami jika belajar dengan cara yang PAS dan TEPAT maka hasil akan PAS dan TEPAT. Bagaimana cara yang ideal untuk mengatasinya?

Saya akan bagikan bagaimana cara mengatasi penolakan. Penolakan dalam Neuro linguistic programing itu terjadi karena terjadi hubungan yang kurang akrab. Hubungan yang kurang akrab bisa terjadi karena belum saling mengenal satu sama lain. Dan tugas kita adalah bagaimana untuk menjalin hubungan yang akrab. Dalam presuposisi NLP ada kalimat “Tidak ada orang yang resisten yang ada adalah kurang terjalin hubungan yang akrab”

Yes, disinilah titik permasalahan setiap orang yang berhubungam dengan orang lain. Mungkin anda mengatakan “kalau sama anak dan istri kan sudah kenal? ”

Betul ! Tapi anda akrab nga?

Nah musti menjalin hubungan yang akrab dahulu baru anda bisa berbicara dengan orang itu. Mau menyampaikan pendapat harus dibangun dulu.

Bentuk membangun hubungan bisa berbagai cara. Salah satunya adalah meminta pendapat dari orang itu, perhatikan dia dengan sungguh2 dan mensupport setiap ceritanya. Itu cara yang paling cepat menjalin hubungan. Bagaimana dengan anda?

Belajar NLP dengan PAS dan TEPAT maka akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT. Hidup akan lebih Mudah dan Menyenangkan.

Antonius Arif

NLP for Life – Pasangan Boros?

Salam Performance!

Ini kalimat yang sering saya gunakan sehingga alumni atau peserta atau member saya sdh hapal jawaban saya. Setiap ada masalah dg pasangan, maka saya jawab, “ganti saja pasangannya. Ada tukar tambah kok hihihi”

 

nlp for life

Mengerti keinginan Pasangan

Ya kenapa saya sering becanda seperti itu? Karena saya bingung kok saat menikah tidak menyadari pasangannya seperti apa. Karakternya seperti apa? Ini yang saya sering sebut kalau sudah mabok cinta, semua jadi gelap. Atau berpikir nanti pas menikah baru saya ubah. Dikira mudah mengubah orang hihihi. Apalagi bila tidak mempunyai ilmu yang PAS dan TEPAT maka sudah pasti akan berantakan semua.

Tapi sudahlah, yang sudah terjadi ya sudah. Daripada menyalahi yang sudah lewat, yuk kita bahas secara NLP yang PAS dan TEPAT.

Pahami konsep “Peta bukan area yang sebenarnya”. Dimana yang kita lihat perilakunya yang kita asumsikan buruk belum tentu seburuk itu. Yuk kita cari isi kepala agar kita di halaman yang sama.

Ini tips NLP yang PAS dan TEPAT. Bila dimarahi maka akan jadi. Tanya kepadanya

  1. Boleh kasih tahu saya, bagaimana pendapat kamu tentang keuangan kita sekarang?
  2. Dalam 5 thn ke depan, kamu mau keuangan kita seperti apa?
  3. Apa yang harus kita lakukan lebih baik untuk mengelola keuangan kita?

Nah yang kedua, temukan internal motivasi mereka. Biasanya pertanyaan ke 2 diatas membantu utk menentukan apa yang mereka mau lalu ini dijadikan tools untuk mengubah perilaku dia. Contoh: saya ingin 5 thn ke depan beli rumah. Nah ini nanti bisa dikonekkan dengan perilaku dia perhari ini.

Setelah sudah dan mulai ada jalan keluar maka kita mulai, rencana kebutuhan pasangan seperti apa? Dan buat perencanaan bareng.

Kemudian setelah cara diatas tidak berhasil maka sudah harus konseling atau coaching kepada orang yang PAS dan TEPAT, sudah tahu siapa kan?

Selamat melakukan.

Antonius Arif

#NLPforLife #NLPforBusiness #LisensiTrainerNLP #LisensiNLPPractitioner #BelajarNLP #NLPLeadershipIndonesia