Body Language for Success

Body Language for Success

By Coach Antonius Arif

 

Memang ada ya yang mempunyai body language untuk sukses? Ada, karena saya lihat sendiri ada beberapa orang mempunyai keahlian dibidang tertentu tapi ketika dia berbicara dengan orang lain, orang yang diajak bicara tidak percaya dengan apa yang dia sampaikan.

Dan sesuai dengan apa yang saya tuliskan sebelumnya, problemnya adalah bahasa tubuh mereka yang tidak mencerminkan bahwa mereka layak diperhitungkan. Masih ingat waktu awal karir, Presiden kita juga bahasa tubuhnya sering sekali dikritik orang lain tetapi kalau kita lihat beberapa tahun kemudian setelah menjabat, bahasa tubuh beliau berbeda bahkan cara beliau bersalaman, berhadapan dengan para menterinya dan juga ketika bertemu dengan rakyat seperti diatur sedemikian rupa sehingga banyak orang yang mempunyai impresi berbeda terhadapnya.

Dan kita juga melihat ada beberapa orang yang mau menjadi calon presiden, saya juga melihat ada beberapa orang yang bahasa tubuhnya berubah khususnya ketika mereka diwawancara atau ketika menyampaikan sesuatu. Bahkan ada yang sebelumnya suka gaya bicara sedikit vulgar tetapi sekarang sepertinya tertata dengan baik. Semua itu karena bahasa tubuh yang mempengaruhi orang lain.

Begitu juga saya melihat ada beberapa trainer yang sengaja mencitrakan dirinya tertentu di sosial media dengan foto foto yang dimunculkan disosial media. Kadang hal seperti itu berpengaruh sekali buat orang yang melihatnya. Bahkan saya sendiripun pernah mendapat feedback dari beberapa peserta training atau seminar saya ketika mereka melihat foto-foto saya baik dibrosur maupun website.

Sampai saya harus benar benar belajar bagaimana memunculkan ekspresi menyenangkan dilihat oleh orang lain.

Ternyata inilah yang kita sebut body language for success.

Beberapa yang bisa jadi guidance untuk memunculkan bahwa Anda adalah orang yang ramah :

  • Senyum : Ekspresi wajah yang paling umum dan mudah dikenali adalah senyum. Ketika seseorang senang atau merasa nyaman, bibir mereka mungkin membentuk senyuman yang hangat.
  • Ekspresi mata dan alis : Mata yang terlihat lebih lebar dengan alis yang tidak terlalu mengerut bisa menandakan perasaan positif. Alis yang terangkat bisa menunjukkan kekaguman atau kegembiraan.
  • Ekspresi bibir : Bibir yang terbuka dan santai menunjukkan bahwa Anda tidak tegang atau cemas. Ini menciptakan kesan bahwa Anda adalah orang yang nyaman diajak berbicara.
  • Mulut terbuka : Saat berbicara dengan orang lain, mulut yang terbuka dan siap mendengarkan menunjukkan bahwa Anda adalah pendengar yang baik dan siap untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana sih Berkomunikasi untuk Mengatasi Orang Sulit?

Bagaimana sih Berkomunikasi untuk Mengatasi Orang Sulit?

By Coach Antonius Arif

Pernah gak sih komunikasi dengan orang yang sulit diajak bicara (bukan tidak bisa bicara tetapi sikap kekerasan kepala mereka). Dan ini sering sekali terjadi ketika berkomunikasi dengan staf atau berbicara dengan divisi lain bahkan ketika kita berbicara, orang itu seakan-akan tidak mau membantu kita sama sekali.

Bahkan saya pun pernah mempunyai staf yang ketika saya minta dia melakukan sesuatu malah diajak berdebat dahulu. Wah kalau saya tidak belajar NLP komunikasi bisa bisa saya sudah sering bertengkar sama dia (dan memang pernah bertengkar keras sekali tapi hanya satu kali), rasanya konyol sekali menghadapi orang orang seperti itu.

Apa sih yang bisa kita lakukan secara NLP ?

seperti yang saya sudah jelaskan diawal bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain kita harus memegang beberapa prinsip sukses dan saya akan mengulas sedikit karena sudah pernah ada ditulisan saya di bab sebelumnya.

Maka prinsip yang kita pakai adalah…

  1. Pisahkan niat dari perilaku, dimana kita pisahkan perilaku kasar orang tersebut dari niatnya dan saya yakin niat dia baik walau perilakunya salah. Sama seperti ibu mencuri susu untuk anaknya. Perilakunya salah tetapi niatnya positif. (bukan niat mencuri ya tapi niat memberi makan kepada anaknya). Jadi mau sekesel apapun, kita pegang prinsip ini agar kita lebih tenang saat berkomunikasi.
  2. Peta bukan area yang sebenarnya, dimana saya harus mengali informasi dahulu apa yang dia ketahui tentang hal yang didiskusikan atau tidak disetujui. Sehingga kita mempunyai kesamaan persepsi maka pembicaraan menjadi lebih mudah.
  3. Selalu ada niat positif dari sebuah tindakan, sama seperti no 1 tadi, kita harus melihat niat positifnya apa. Seperti contoh : orang merokok, niat positifnya untuk menjadi rileks. Ada orang yang marah marah dan niat positifnya untuk mempertahankan diri (karena orang yang marah marah karena sebenarnya dia memproteksi dirinya sendiri)
  4. Resisten, adalah tandanya kurang terjalin hubungan yang akrab, ini kunci awal saat berkomunikasi dengan orang sulit. Bahkan saya dulu pernah bekerja menjadi GM dimana staf saya wuihhh super sulit. Bahkan boss saya pun sempat mau pecat dia dan dia tidak disukai oleh teman teman di satu kantor karena suka ngaduin atau ngejelek jelekin mereka dan diadu domba sama dia.

Saya tahu cara untuk bisa dekat dengannya adalah jalin hubungan baik dulu dengan dia, mengerti tentang dia. Dan berhasil disaat itulah ketika saya berbicara apapun, orang itu cenderung mendukung pendapat saya dan mau melakukan perintah yang saya berikan.

Nah, kita sudah belajar mindset yang harus dimiliki saat berkomunikasi dengannya dan sekarang kita belajar Langkah Langkah apa yang harus dilakukan secara NLP agar komunikasi bisa terjalin dengan baik.

Saya sharingkan beberapa langkahnya :

  1. Bersikap tenang dan menggunakan Teknik Frame yang baik saat berkomunikasi dengan mereka. Contoh : orang yang saya ajak bicara adalah orang yang baik (walau kita tahu tidak seperti itu, ingat Pygmalion)
  2. Pahami dari sudut orang tersebut dengan bertanya kepadanya apa yang menjadi alasan dari motivasi mereka melakukan itu. Ingat orange solution dan melakukan pendekatan dari sana.
  3. Lakukan Agreement Frame (Menyetujui orang tersebut), ketika terjadi perdebatan lakukan anda selalu menyetujui pendapat mereka dan setelah itu langsung anda arahkan kearah yang anda mau.
  4. Pahami mereka secara penuh dengan melakukan empathic listening, dengarkan mereka dan selalu memunculkan kepedulian kita kepadanya
  5. Ajak berdiskusi untuk menemukan alternatif ke 3 yang win – win – win, teknik ini yang digunakan oleh Stephen Covey dan menurut saya ini teknik yang menarik untuk kita gunakan. Saya sharingkan tahap-tahap yang bisa kita lakukan.
  6. Temukan INTENSI, seperti orange solution cari tahu apa intensi atau yang memotivasi dia melakukan hal itu. Jadi kita pisahkan niat (intensi) mereka dengan perilakunya
  7. Hormati intensi mereka dengan mengatakan saya hargai motivasi mereka
  8. Brainstorming alternatif-alternatif pilihan yang Ekologis dengan berdiskusi Bersama untuk menentukan solusi yang sesuai dengan motivasi tersebut
  9. Temukan solusi Bersama dan menyetujui Bersama

Contoh  :

Ada seorang suami isteri yang sedang liburan panjang, dimana sang isteri ingin pergi ke rumah ibunya, ibunya sudah tua dan dia ingin menghabiskan waktu dengan ibunya. Sedangkan suaminya ingin pergi memancing Bersama anak anak. Dan ketika terjadi perbedaan tadi maka kebanyakan yang sering kita lakukan adalah suami mengalah untuk ikut Bersama istrinya atau istrinya mengalah dan ikut kepada suaminya.

Dan ini adalah hal yang tidak win win maka didiskusikan apa alasan suami ingin memancing Bersama anak anak dan isterinya? Dia ingin punya waktu keluarga Bersama sama dan ketika ditanya istrinya karena dia tidak mau menyesal kalau ibunya sudah tiada dan tidak sempat Bersama ibunya. Maka setelah itu mereka semua saling menghormati motivasi atau intensi masing masing dan mereka Bersama sama mencari alternatif solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Maka solusi yang bisa muncul adalah suami, istri dan anak anak mengajak ibu mertua untuk ikut mancing atau suami dan anak anak pergi memancing dilokasi dekat tinggal ibu mertua, atau minggu ini suami, istri dan anak anak pergi memancing dan minggu depan istrinya pergi ke tempat ibunya dan suaminya yang urus anak anak dirumah.

Dari cerita ini pasti andapun sudah punya banyak alternatif yang bisa digunakan dalam berkomunikasi, yang penting adalah kita mempunyai mindset yang tepat sehingga yang lain akan jadi mudah.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Artikel selanjutnya…. Klik disini

Presentasi Solusi / Ide

Presentasi Solusi / Ide

By Coach Antonius Arif

Dalam beberapa tulisan saya yang lalu pernah membahas kesalahan seseorang saat melakukan presentasi kepada atasannya padahal presentasinya belum selesai. kita namakan saja Titis, saat itu dia sedang presentasi kepada atasannya untuk sebuah ide tentang pengembangan kemampuan atau kompetensi karyawannya tetapi sayangnya atasannya ketika mendengar presentasinya langsung menghentikannya karena dianggap yang dikerjakan oleh Titis tidak relevan dengan kemajuan Perusahaan.

Padahal Titis sudah mempersiapkan presentasi langsung kepada background masalah dan ide yang mau diterapkan padahal menurut atasan ini membuang buang uang dan tidak masuk akal di masa seperti ini. Dan juga cara menyampaikannya seperti muter-muter dan tidak terlihat ujungnya kemana. Apalagi seperti yang kita tahu jarang atasan yang bertanya kenapa karyawan mempresentasikan hal tersebut dan langsung memotong ditengah jalan. Dari kasus ini kita bisa belajar

  • Titis tidak tahu apa value kriteria yang penting bagi atasan dalam memutuskan.

Idealnya Titis harus mencari tahu apa kriteria yang paling penting bagi atasan saat memutuskan. Saya beri contoh pengalaman pribadi saya. Dahulu ada karyawan saya yang saya minta mencari hotel untuk lokasi acara. Setiap dia mencari hotel A salah, hotel B salah dan C adalah salah lagi. Jadi dia merasa serba salah.

Kemudian saya panggil dirinya dan saya menemukan apa hal yang menyulitkan dirinya kemudian saya meminta orang tersebut untuk bertanya kepada saya apa hal yang terpenting untuk saya dalam mencari hotel. Lalu saya katakan kepadanya “Hal yang penting untuk saya dalam hotel yang akan saya gunakan untuk pelatihan adalah murah, tempat pelatihan besar dan makanan banyak serta lokasi strategis” Lalu karena saya tahu ada kemungkinan dia akan salah cari maka saya tanya kepadanya “Berapa definisi murah?” Dia katakan Rp 350.000 /pax lalu saya jawab “Salah”

“Loh jadi berapa pak?” katanya Saya jawab “Rp 350.000 – Rp550.000 /pax” Kemudian dia catat. “Maksudnya makanan banyak itu berapa banyak? 5 macam?” Ujarnya. Saya jawab “Salah, makanan banyak adalah minimal 10 jenis makanan.” Lalu dia catat. Kemudian saya tanya lebih lanjut tempat besar maksudnya apa? Dia jawab “Ya sesuai dengan besar jumlah peserta” Saya jawab “Salah, tempat besar adalah jika peserta 10 maka bisa masuk untuk 20 orang dan jika memang hanya bisa 10 orang saja tetapi ada tempat diluar ruangan hotel untuk latihan dan cukup besar” Ooooo baru dia mengerti.

Nah kemudian saya bermain kasus, bagaimana jika tempat besar tapi harga Rp 650.000 makanan ada 15 jenis? Apa saya ok? Dijawab tidak. Betul kata saya. Bagaimana jika tempat Rp 350.000 /pax tapi lokasi pas 10 orang saja dan makanan hanya 8 jenis? Dijawab tidak. Yes, ini yang saya maksud dengan kriteria.

Jadi balik ke cerita awal, Titis kenapa dipotong oleh atasan karena dia tidak tahu kriteria atasan dan bisa jadi kriteria atasan tersebut adalah saving money dan profit. Sedangkan ketika dia presentasi dimulai langsung background dan solusi maka pikiran atasan adalah wah ini bakal buang cost.

Jadi gimana cara presentasinya? Kita akan jelaskan sebentar lagi!

  • Tidak bisa menempatkan apa manfaatnya buat audience.

Bahasa yang sering digunakan adalah WIIFM atau What Is It For Me dari sudut audience atau Bahasa Indonesianya kita sebut AMBAK : Apa Manfaatnya Buat Aku? Itu yang sering terjadi. Jadi ketika mempresentasikan sesuatu haruslah ada untuk kepentingan orang yang mendengar.

  • Titis mempresentasikannya seperti muter muter dan tidak to the point.

Ini yang sering terjadi sehingga atasan yang mendengarkan dibuat bingung, apa tujuan presentasi ini. Itu terjadi karena kurang tepat menaruh susunan premis. Apa itu? Saya akan kupas satu per satu. Ada istilah Premis Mayor dan Premis Minor. Apa itu masing masing?

    • Premis Mayor adalah pernyataan umum yang menjadi landasan argumen. Ini adalah pernyataan umum atau prinsip yang sering diterima sebagai kebenaran. Biasanya, premis mayor terletak pada posisi kedua dalam sebuah pernyataan yang mengikuti pola “Semua X adalah Y” atau “Tidak semua X adalah Y.” Contoh: “Semua manusia adalah makhluk rasional.”
    • Premis Minor : Pernyataan spesifik yang mendukung premis mayor. Ini adalah pernyataan yang memberikan informasi konkret atau fakta yang berkaitan dengan situasi atau kasus yang sedang dibahas. Biasanya, premis minor terletak pada posisi pertama dalam sebuah pernyatan deduktif. Contoh: “Saya adalah seorang manusia.”

Jadi ketika presentasi yang ideal adalah kita berikan satu landasan argument yang sesuai dengan problem mereka. Contoh : kita melihat terjadi kemerosotan penjualan yang kami lihat berdasarkan problem kompetensi yang kami ukur (ini premis mayor) dan lanjutkan data lanjutan argumennya (ini premis minor). Sedangkan Titis mempresentasikan “ saya melihat problem karyawan kebanyakan adalah berkaitan kompetensi karyawan yang tidak memadai dan langsung diberikan solusinya. Jadi tidak terlihat apa manfaatnya buat boss Perusahaan.

Jadi menarik sekali ya cara mempresentasikan sesuatu atau presentasi solusi. Dan membangun struktur argument yang bagus dengan pendekatan NLP kita bisa lakukan dengan 4MAT System.

Presentasi Solusi / Ide. Sumber gambar : https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2F4mat4learning.com.au%2Fwhat-is-4mat%2F&psig=AOvVaw08B8DQ5hNdpKw_IJaD4Eak&ust=1698373590185000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBEQjRxqFwoTCODAoOXUkoIDFQAAAAAdAAAAABAE

 

  • Why, dimana yang kita sajikan tentang problem yang mereka hadapi atau tantangan yang sesuai dengan kriteria value dari mereka
  • What, kemudian kita lanjutkan dengan data pendukung yang memperkuat why nya
  • How, lalu kita berikan solusi apa yang harus kita lakukan
  • What if, dan ditahap ini kita bisa diskusikan apa yang bisa kita lakukan dan apa yang akan kita dilakukan.

Contoh yang bisa dilakukan : 

Why : Seperti yang kami tahu bahwa untuk meningkatkan penjualan disaat seperti ini sangat dibutuhkan apalagi kita melihat situasi (berikan data riset) dan juga agar biayanya tidak terbuang percuma maka (berikan argument)

What : Oleh sebab itu kita (berikan data pendukung)

How : Cara yang bisa kita lakukan adalah (berikan solusi)

What If : Sampai sini mungkin ada yang mau ditanyakan?

Nah cara ini kita bisa bangun presentasi solusi yang menarik bukan saja slide presentasi yang menarik!!

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Kenapa Mengumpulkan Informasi Begitu Penting? – Informasi

Kenapa Mengumpulkan Informasi Begitu Penting?

Kenapa Tidak Langsung Beritahu Saja Sih?

By Coach Antonius Arif

 

Pada suatu siang saya datang ke kantor baru kami dan saya melihat ada kabel jaringan internet yang berantakan dibelakang kursi yang saya duduki dan kabel tersebut bukan dipasang rapi menyusuri tembok dan lewat loteng. Jadi saya melihatnya begitu berantakan. Begitu saya melihat itu, saya jengkel sekali dan langsung panggil salah satu staf saya yang biasa merapikan berkaitan hal itu.

Ketika saya panggil, saya tanya kepadanya “Iwan, kenapa kabel itu melintang dan berantakan. Kamu pasang gitu aja ga bisa. Rapikan dong, kan bisa lewat jendela yang rapi. Rapikan dan saya tidak mau terlihat berantakan”

Ketika saya bicara itu, Iwan terdiam lalu mencoba merapikan. Dan selidik punya selidik ternyata yang memasang bukan dia tetapi kawannya, Martin. Dan setelah beberapa saat, Iwan samperin saya bersama Martin dan berkata kepada saya “Pak, gak bisa pak. Saya sudah coba tadi dan tidak bisa”

Ketika saya dengar itu, jengkel saya muncul dan saya berpikir “hal seperti itu saja tidak bisa”. Lalu saya katakan kepadanya, “Gitu aja gak bisa, sini kasih saya. Saya yang pasang”

Begitu saya coba pasang eh ternyata memang tidak bisa karena saya mau tidak mau harus membolongi dinding kantor dengan bor dan saya tidak mau kantor dibolongin pakai bor. Jadi Ketika saya gak bisa, saya jadi malu hati dengan Iwan dan Martin.

 

Mengumpulkan Informasi

 

Lalu saat sore saya samperin Iwan dan saya minta maaf karena kejadian itu. Dari sini saya belajar satu hal, bahwa sebelum saya mau menyampaikan pendapat maka saya harus mencari informasi dahulu, kenapa tidak dikerjakan dan jangan langsung diberitahu (kemungkinan) kesalahannya.

Karena memang belum tentu salah ya kan? Begitu juga ketika jadi anak buah, pasti kita pernah juga mengalami atasan kita yang kita rasa kaya sok tahu padahal yang disarankan sudah kita lakukan, benar kan anda pernah merasakan itu?

Itulah kenapa mengali informasi atau mengali motivasi saat percakapan menjadi penting. Dan tulisan saya sebelumnya membahas tentang menjalin hubungan dan sekarang tahap kedua adalah mengumpulkan informasi atau menemukan apa motivasi mereka.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

 

5 Teknik untuk Menjalin Hubungan : Menarik Perhatian

5 Teknik untuk Menjalin Hubungan

By Coach Antonius Arif

 

Ketika menjalin hubungan baik dengan orang lain, apa tips yang bisa kita lakukan agar terjalin hubungan yang sangat akrab? Paling tidak ada 5 hal yang harus kita lakukan….

  1. Menarik Perhatian

kita membuat orangnya terfokus dengan kita dan ngobrol dengan kita dengan cara membuat mereka perhatian dengan kita. Bagaimana cara agar mereka tertarik dengan kita? Salah satu Teknik yang sederhana dengan menggunakan teknik bertanya. Kita bisa bertanya tentang apapun yang menarik perhatian. Saya akan berikan beberapa contoh untuk Teknik pertanyaannya.

Teknik bertanya jenis apa yang bisa menimbulkan percakapan atau topik apa yang menarik ditanyakan saat awal percakapan agat dapat menjalin hubungan denganb baik?

  • Family,

Kita bisa bertanya tentang keluarga, lokasi mereka tinggal, tentang anak mereka ataupun tentang dulu sekolah dimana. Hati hati!, jangan pertanyaan anak sekolah dimana atau anak umur berapa ditanya diawal atau juga jangan bertanya tentang istri kerja dimana karena ini sensitive dimasa modern ini banyak orang yang belum menikah atau karena kesibukan jadi belum mempunyai anak.

Jadi pertanyaan yang bisa kita lakukan adalah bertanya, tinggal dimana? Dengan siapa tinggal disana? Jika dia bilang keluarga besar maka kita bisa gali lebih dalam dengan bertanya. Apakah dengan orang tua? Dari sini kita baru tahu apakah sudah menikah atau sudah punya anak. Jadi ditanya dengan cara ini lebih sopan santun.

  • Organisasi,

Kita bisa tanya kerja dimana dan sudah berapa lama kerja disana, berapa lama di divisi itu dan lain sebagainya.

  • Recreation,

Kita bisa bertanya kemana mereka kalau selama ini liburan kemana atau kebetulan abis tanggal merah kita bisa tanya, kemaren liburan kemana

  • Dream, kita bisa bertanya tentang Impian dia apa.

Dan ini adalah beberapa yang bisa kita gunakan. Saya akan berikan lagi tips lainnya yang kita sebut 5P

  • Profit, kita bisa bertanya tentang peluang bisnis dimasa sekarang apakah masih untung dan juga kita bisa tanya tentang jualan di tiktok apakah menguntungkan dan lain sebagainya.
  • Prediction, kita bertanya tentang apa pandangan dia tentang masa depan atau menjelang pemilu atau bahkan bisa tanya kira kira tentang IKN dan sebagainya.
  • Point of you, bertanya mengenai pendapat dia mengenai diri kita, profesi kita dan mungkin kita bisa minta nasehat darinya.
  • Passion, kita bisa tanya hobi mereka
  • Personal lalu kita bisa tanya tentang kehidupan pribadi mereka.

2. Membangun kesamaan,

Disini kita belajar untuk bertanya kepadanya saat terjadi percakapan diatas apakah adakah mereka sama dengan kita? Jika sama, kita bisa mengatakan kepadanya bahwa wah kebetulan kita sama. Dari situ akan kebangun chemistry yang baik. Kita bisa mencari kesamaan suku, agama, sekolah, teman bahkan hobi.

Menjalin Hubungan

3. Membangun keselarasan,

Ketika terjadi percakapan tidak jarang terjadi debat. Maka Ketika kita bicara jangan sampai terjadi perdebatan. Jika sampai terjadi perbedaan pendapat, maka kita lebih baik melakukan agreement frame dimana kita menyetujui pendapat mereka. Ingat! Menang debat tidak membuat anda menang atau anda mencapai tujuan.

4. Tunjukkan minat,

Setiap percakapan anda harus benar benar mendengar orang yang berbicara, jangan pegang apapun serta eye contact memperhatikan orangnya dan yang paling penting keluarkan beberapa kata sebagai tanda persetujuan seperti, “ya, benar, setuju, masuk akal, masa, o gitu dan lain sebagainya

5. Menciptakan dukungan,

Nah orang suka banget dipuji. Ditahap ini kita bisa menggunakan pujian. Dalam salah satu Teknik NLP kita bisa menggunakan Teknik QAS.

 

Teknik apa itu?

Question : kita mengajukan pertanyaan kepada orang yang kita ajak bicara

Answer : kita mendengarkan jawaban mereka

Support : lakukan pujian kepada mereka.

 

Saya berikan contoh :

Question : Sudah berapa lama kerja diperusahaan ini?

Answer  (orang yang diajak bicara menjawab) : Sudah 10 tahun

Support : Wah anda benar benar loyal ya, Perusahaan anda pasti bangga ya punya karyawan seperti anda.

 

Dengan konsep komunikasi seperti itu, menjalin hubungan menjadi menyenangkan dan langkah pertama telah selesai dan kita sekarang masuk ke tahap berikutnya.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Komunikasi Persuasif : 5 Langkah Komunikasi Persuasif

Komunikasi yang Persuasif

By Coach Antonius Arif

Pada suatu malam ada seseorang yang berdiskusi dengan saya berkaitan dengan presentasi atau ide yang dia sampaikan sering sekali ditolak oleh manajemen sehingga dia merasa lebih baik dia tidak memberikan ide kalau tidak diminta.  Saya coba tanya sama dirinya, bagaimana cara dia mempresentasikanya? Dan sesuai dugaan saya, isi konten presentasinya adalah ide yang dia punya dan dia sharingkan dan pada saat menjelaskan itu sepertinya sudah terlihat bahwa ini akan makan biaya cost yang sangat tinggi dan sebelum selesai menjelaskan dampak jika dilakukan ide tersebut sudah keburu ditolak.

Dan saya tahu bahwa ini sering sekali terjadi Ketika kita sudah di level manager atau bahkan dilevel yang lebih tinggi. Sayapun dulu sering mengalami peristiwa-peristiwa seperti itu apalagi jika belum belajar komunikasi dengan metode NLP. Kenapa? Karena saya tidak memahami apa values yang penting buat management dalam memutuskan sesuatu dan NLP menjelaskan apa itu values dan itu ada dipenjelasan saya sebelumnya berkaitan dengan filter.

Bahkan Ketika saya sebagai pemimpin, tim saya juga sering mengalami penolakan dari saya sampai saya jelaskan apa value value yang paling penting buat saya dalam mengambil keputusan. Dan ini akan saya ulas lebih dalam mengenai values dan pokok percakapan yang saya mau bahas adalah bagaimana cara berkomunikasi yang efektif.

komunikasi yang persuasif

Dalam NLP ada 5 langkah untuk komunikasi yang persuasif :

  1. Menjalin hubungan, bagaimana Teknik Teknik yang harus dilakukan untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain
  2. Mengali informasi atau mengali motivasi, menemukan informasi atau yang melatarbelakangi sebuah Tindakan.
  3. Menyajikan ide, bagaimana cara menyajikan atau mempresentasikan sebuah ide yang bisa diterima oleh orang yang mendengarkan
  4. Mengatasi perbedaan, cara mengatasi sebuah perbedaan sehingga mereka bisa menyetujui apa yang informasi yang kita sajikan.
  5. Menutup percakapan & Call to action, bagaimana cara menutup percakapan dan membuat orangnya untuk segera bertindak.

Kita akan setiap tahap satu persatu agar lebih jelas dengan berbagai contoh yang kami berikan diartikel selanjutnya ya! baca artikel selanjutnya

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Hati-Hati! Bahasa Tubuh Ketika Berkomunikasi

Hati-Hati! Bahasa Tubuh Ketika Berkomunikasi

By Coach Antonius Arif

Seperti pembahasan sebelumnya dalam NLP Komunikasi, bahwa komunikasi bukan saja cuma perkataan tetapi juga termasuk body language bahkan porsinya cukup besar dalam pengintepretasikan komunikasi. Oleh sebab itu ada beberapa body language atau bahasa tubuh  yang sangat tidak disarankan ketika berkomunikasi.

Hal-hal yang tidak disarankan saat berkomunikasi :

  • Melihat sekeliling ruangan 

Ketika saat berkomunikasi dengan orang lain malah celingak celinguk melihat sekeliling ruangan dan bukan focus kepada orang yang diajak bicara. Ini menunjukkan ketidak seriusan saat bicara.

  • Tidak melakukan eye contact

Ketika berbicara cenderung menunduk ini menunjukkan pemalu atau ada yang mau disembunyikan atau Ketika berbicara malah menghindari tatapan mata saat setelah menyampaikan sesuatu ini juga menunjukkan ketidakjujuran

  • Melihat ke mobile phone 

Bayangkan dalam meeting malah kita terfokus kepada telpon atau melihat gadget bahkan saya sering melihat saat meeting online malah mengecek hape. Ini kecanduan yang tidak baik dan dianggap tidak sopan dan tidak perhatian

  • Tidak mendengarkan 

Ketika orang tersebut menyampaikan sesuatu kita malah sibuk dengan percakapan atau pertanyaan bukan mendengarkan apa yang mereka katakan. Dimana kita bisa mengangguk dan sedikit melakukan paraphrasing (menggulang kalimat mereka). Hal ini bisa membuat kita kehilangan project dari awal.

  • Bicara terlalu cepat

Bicara terlalu cepat itu bagus karena akan terlihat seperti orang yang antusias tetapi kalau tidak ada jeda (pause) maka orang akan kehilangan ketertarikan berbicara dengan anda. Maka jika anda bicara cepat maka anda harus sedikit sedikit ada jeda atau pause khususnya 2-3 kalimat pastikan ada titik atau berhenti saat menyampaikan hal penting

  • Tidak menjaga jarak aman

Ketika berbicara khususnya dengan lawan jenis pastikan jaga ruang anda dengan dia dan jangan masuk ke zona pribadi mereka dan usahakan selalu di zona sosial atau kalau mau masuk ke zona personal paling tidak 1,5 meter. Menurut Edward T. Hall yang dukutip oleh Nageshwar Rao (2009), terdapat empat zona jarak dalam berkomunikasi :

Bahasa Tubuh Ketika Berkomunikasi

  • Zona Intim (intimate) yaitu mulai jarak 0 hingga 1 ½ kaki (sekitar 45,5 cm).
  • Zona Personal yaitu 1 ½ kaki hingga 4 kaki (sekitar 124 cm),
  • Zona Sosial yaitu mulai 4 kaki hingga 12 kaki (sekitar 378 cm),
  • Zona Publik yang dihitung mulai 12 kaki dan seterusnya.

 

  • Kurang merespon

Jadi seperti nomor 5 ketika berkomunikasi pastikan anda ada sedikit merespon mereka dengan anggukan kepala atau sedikit suara seperti “o ya, hmm, ok dan lain lain” karena jika kita tidak merespon maka orang berasumsi anda kurang perhatian

  • Terlalu banyak mengatakan “Tetapi”

Ini bahaya sekali Ketika bercakap cakap dan menggunakan kata tetapi ini membuat anda seperti tidak setuju dengan pendapat mereka. Apapun yang mereka sampaikan kalau kita katakan tetapi membuat mereka merasa anda tidak pernah setuju dengan mereka

  • Tubuh Tertutup

Ketika berbicara tangan dilipat, badan agak bungkuk ke depan atau kaki dilipat. Ini membuat orang yang diajak bicara menjadi tidak nyaman karena seakan akan anda sudah tidak setuju dengan apa yang akan anda bicarakan

  • Badan selonjoran atau tidak tegak – maka orang akan berpersepsi anda adalah orang yang tidak antusias.
  • Tidak senyum – ini menunjukan bahwa anda adalah orang yang tidak ramah.
  • Masuk ke ruangan dengan jalan pelan – ini juga menunjukkan anda bukan orang yang antusias
  • Hindari memegang bagian wajah saat bicara – khususnya area hidung, dagu ini diasumsikan anda tidak jujur atau memegang kerah diasumsikan anda gugup
  • Jangan mengosok pangkuan – Ketika berbicara hindari mengosok gosok pangguan ini menunjukkan anda tidak percaya diri

Ini adalah beberapa body language atau bahasa tubuh yang harus kita hindari saat berkomunikasi dengan Teknik NLP.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi tidak melulu perkataan tetapi juga non verbal

Ketika berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain bukan sekedar berbicara dengan suara yang kita keluarkan tetapi ada beberapa komunikasi non verbal yang sampaikan saat berbicara dan dampaknya pun bisa berbeda dengan kata yang anda sampaikan. Mungkin maksud Anda baik tapi ketika berbicara dengan intonasi atau body language tertentu efeknya bisa berbeda.

Menurut penelitian Albert Mehrabian sehingga dibuat model 7-38-55 Communication Models bahwa hanya 7% perkataan orang lain berdampak kepada perasaan dan sikap seseorang tetapi orang lebih berdampak melalui 38% berdasarkan intonasi dan tinggi rendah suara dan 55% lebih berdampak melalui body language kita. Buktinya Anda bisa nonton tv dan tanpa suara sekalipun Anda bisa menguraikan apa yang terjadi pada orang tersebut.

Hmmm menarik kan?

Jadi dalam tulisan ini saya mau fokuskan 4 hal saat berbicara dengan orang lain :

  • Komunikasi Non Verbal dengan Hand Gesture

Ketika berbicara saya selalu menganjurkan tangan ditaruh kita letakan diatas meja dan saat berbicara tangan bisa membantu mengilustrasikan. Saya beri contoh Ketika kita mau menunjukkan besar maka tangan kita bisa terbuka sambil menunjukkan tentang besar dan begitu juga Ketika kita bicara masa lalu, maka kita menggunakan tangan menunjuk masa lalu (misal: tangan terbuka dan mengarah ke kiri) dan Ketika berbicara masa depan tangan menunjuk masa depan (misal : tangan terbuka dan mengarah ke kanan).

komunikasi non verbal

Dan begitu juga ketika mau berbicara peningkatan maka tangan kita bisa mengarah ke atas dan Ketika berbicara penurunan maka tangan menunjuk ke bawah. Didalam NLP ini disebut spatial anchor dan sangat membantu saat menjelaskan sehingga akan sangat jelas apa yang dimaksudkan

  • Ekspresi Wajah

saat berbicara dengan orang lain, ekspresi muka menjadi bagian yang tak kalah penting karena akan mendukung dengan perkataan yang kita ucapkan. Saya akan sharingkan tips ekspresi muka saat berkomunikasi. Saat menyapa pertama kali kita harus memunculkan smiling face atau wajah tersenyum.

komunikasi non verbal

Saya mempraktekkan ini didepan kaca sampai menggunakan pendekatan yang sering digunakan untuk maskapai penerbangan atau crew hotel yang disebut 225 yang artinya membuka mulut kita 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan dan tahan 5 detik. Saat awal ini tidak mudah, tapi saya berlatih terus didepan kaca sehingga Ketika berhadapan dengan orang lain saat menyapa smiling face ini yang saya mulai bahkan via telponpun saya pasti lakukan smiling face.

Lalu setelah itu baru kita muka netral tidak ada emosi apapun dan Ketika saat orang berbicara serius maka saya ekspresikan muka dengan serius dan eye contact saya menatap orang tersebut lalu mendengarkan mereka. Begitu juga Ketika ada yang bertanya kepada saya, saat saya mulai diawal langsung saya senyum dahulu dan Ketika pertanyaannya seperti memprovokasi sekalipun saya akan pasang muka netral dan saat mau menjawab saya langsung senyum dahulu dan mengucapkan makasih pertanyaannya dan baru menjawab.

Begitu juga Ketika kita orang yang berbicara sedang menceritakan kabar gembira maka ekspresi muka saya adalah gembira dengan dibantu intonasi suara gembira juga

  • Tonality

Cara mengekspresikan suara saat berbicara. Memang lebih mudah kalau ditunjuk langsung. Intinya Ketika kita bicara sedih kan tidak mungkin suaranya gembira? Tapi pelan dan menunjukkan kesedihan. Begitu juga Ketika berbicara profitnya ini bagus maka saya akan berbicara dengan nada excited khususnya Ketika berbicara profitnya bagus.

  • Body language

Bahasa tubuh yang bisa saya sharingkan beberapa Gerakan tubuh yang membantu dalam berkomunikasi khususnya Bahasa tubuh yang positif :

komunikasi non verbal

    • Postur terbuka. Bersikaplah santai, tapi jangan membungkuk. Duduk atau berdiri tegak dan letakkan tangan Anda di sisi tubuh. Hindari berdiri dengan tangan di pinggul, karena hal ini dapat menunjukkan agresi atau keinginan untuk mendominasi
    • Jabat tangan yang erat. Menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang antusias tapi ingat, jangan berlebihan saat mengengamnya.
    • Pertahankan kontak mata yang baik. Cobalah untuk menahan pandangan orang lain selama beberapa detik. Ini akan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda tulus dan berkomitmen.
    • Jangan menyentuh wajah. Jika Anda melakukan hal ini saat menjawab pertanyaan, itu bisa dianggap sebagai tanda ketidakjujuran. Meskipun hal ini tidak selalu terjadi, Anda tetap harus menghindari mengutak-atik rambut atau menggaruk hidung, agar Anda menunjukkan sifat dapat dipercaya.

So, inilah kenapa berkomunikasi menjadi menarik khususnya Ketika dengan orang lain dan NLP bisa membantu memahami lebih mudah

Bingkai Pikiran By Coach Antonius Arif

Pikiran Manusia

Bingkai Pikiran

By Coach Antonius Arif

 

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain ada istilah dalam NLP yang disebut Frame atau kita sebut bingkai pikiran. Dimana ini menjadi seperti mindset didalam pikiran kita, ketika kita berhadapan dengan orang lain memakai filter tertentu yang sudah kita atur dalam pikiran kita.

▪️ Saya beri contoh : Ketika saya melihat ada seorang dosen yang mukanya jutek banget saat masuk kuliah maka dari awal saya sudah mempunyai pikiran atau frame bahwa dosen ini jutek banget. Atau jika ada dosen masuk dan senyum senyum saat masuk maka kita sudah berasumsi bahwa dia dosen yang baik hati.

Begitu juga kalau dilihat dari sudut dosen tersebut, ketika dia mau dikenal sebagai dosen killer dan agar tidak dipermainkan muridnya maka dari awal masuk kelas dia sudah memasang frame bahwa dirinya adalah orang yang tidak bisa dibuat main main maka secara otomatis cara bicaranya dibuat setegas mungkin.

Nah itulah yang disebut bingkai pikiran.

Bayangkan kalau kita bertemu orang baru, kita mau menggunakan frame apa ? jika mau memakai dari awal adalah orang bersahabat maka saat menyapa orang lain maka kita sudah muncul dengan muka bersahabat tentunya. Dan biasanya Ketika kita bermain dengan peran sebagai orang bersahabat dan orang didepan kita bisa terpancing mengikuti frame kita tersebut. Ini dengan syarat orangnya tidak memakai frame tertentu ya. Beda cerita kalau kita bertemu dengan aparat keamanan yang dari awal sudah jutek dan Ketika kita dengan gaya bersahabat maka dia bisa ngomel dari awal dianggap kita cengengesan.

Jadi masuk akal kan?

Nah kalau kita mau berkomunikasi dengan orang lain, kita harus tentukan dulu mau menggunakan frame apa saat bertemu? Dan saya pernah melakukan demonstrasi dikelas saat mengajarkan Teknik komunikasi dengan pendekatan NLP, saya meminta ada satu orang maju ke depan dan orang tersebut saya minta menjadi manager dan menggunakan frame dipikiran bahwa orang yang diajak bicara (bermain peran sebagai staf) adalah orang yang tidak bisa dipercaya dan suka bohong.

Jadi saat orang yang menjadi manager langsung seperti orang yang tidak percaya saat mendapat laporan dari yang bermain peran sebagai staf. Kenapa bisa begitu? Karena orang tersebut sudah menggunakan frame bahwa stafnya ini tukang bohong dan tidak bisa dipercaya.

Kemudian saya lakukan eksperimen kedua dimana dia menjadi manager yang bisa memberikan solusi dan stafnya tetap sama seperti biasa tapi kali ini, Ketika manajer tersebut mendapat laporan dari staf nya dengan isi percakapannya yang sama tapi ditanggapi dengan cara berbeda dan membantu mencarikan solusi, wowwww, apa yang terjadi? Ternyata frame yang berbeda berdampak kepada orang yang diajak bicara.

 

PYGMALION EFFECT

 

Inilah yang disebut the Power of Frame.

Bahkan ada penelitian yang dilakukan oleh Harvard University dalam bukunya Pygmalion in management yang ditulis oleh J Sterling Livingston menuliskan Apa yang diyakini para manajer tentang diri mereka sendiri secara tidak disadari mempengaruhi apa yang mereka yakini tentang bawahannya, apa yang mereka harapkan dari bawahannya, dan bagaimana mereka memperlakukan bawahannya.

Dengan kata lain, catatan kesuksesan dan kepercayaan diri para manajer yang superior terhadap kemampuan mereka sendiri memberikan kredibilitas terhadap harapan mereka yang tinggi. Dan inilah juga yang sebagai bagian dari frame.

Tapi apa sih Pygmalion? Ini adalah cerita rakyat yang kita tidak tahu kebenarannya tetapi dilakukan penelitian dengan dalam buku 10 Metamorphoses karya Ovid, Pygmalion adalah seorang pematung Siprus yang mengukir seorang wanita dari batu gading dan menamainya Galatea.

Ketika Pygmalion melihat Propoetides dari Siprus mempraktikkan prostitusi, dia mulai “Membenci kesalahan yang tidak dapat diukur yang telah diberikan oleh alam kepada wanita”. Dia bertekad untuk tetap membujang dan menyibukkan diri dengan seni pahat. Dia membuat patung seorang wanita yang menurutnya begitu sempurna hingga dia jatuh cinta padanya.

Pygmalion mencium dan membelai patung itu, membawakannya berbagai hadiah, dan membuatkan tempat tidur mewah untuknya. Sampai akhirnya, hari raya Aphrodite tiba dan Pygmalion memberikan persembahan di altar Aphrodite. Di sana, karena terlalu takut untuk mengakui keinginannya, dia diam-diam mengharapkan seorang pengantin wanita yang akan menjadi “Serupa dengan gadis pahatannya”.

Ketika dia kembali ke rumah, dia mencium patung tersebut, dan mendapati bibirnya terasa hangat. Dia menciumnya lagi, dan menemukan bahwa patung tersebut telah kehilangan kekerasannya. Aphrodite telah mengabulkan keinginan Pygmalion. Pygmalion menikah dengan patung yang berubah menjadi seorang wanita di bawah restu Aphrodite.

 

Bingkai Pikiran

 

Kisah inilah yang diteliti lebih lanjut dan dilakukan eksperimen dalam buku Pygmalion in management. Efek Pygmalion pertama kali diamati di ruang kelas. Psikolog sosial Robert Rosenthal dan kepala sekolah dasar Lenore Jacobson mengamati fenomena ini pada tahun 1968 di sebuah sekolah. Mereka melakukan eksperimen untuk menguji apakah prestasi siswa dapat dicapai dengan sendirinya, berdasarkan harapan guru.

Rosenthal dan Jacobsen memberikan tes IQ kepada anak-anak sekolah dasar. Dan dicarikan guru baru dan guru tersebut tidak mengetahui mana yang pintar dan tidak dan bahkan beberapa yang kurang pintar dimasukan dikelas tersebut dan menariknya gurunya tersebut dikasih tahu bahwa seluruh murid murid ini pintar semua dan guru ini dengan tidak sadar memperlakukan mereka seperti orang pintar semua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor IQ semua yang ditest menjadi tinggi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru guru tersebut. Karena dari awal guru guru tersebut sudah menganggap mereka ini adalah anak anak berbakat jadi secara tidak sengaja terjadilah persis seperti yang diharapkan.

Harapan para guru telah mengubah cara mereka memperlakukan anak-anak dan mempengaruhi kemampuan anak-anak. Dan guru tidak membedakan mana yang pintar dan tidak.

Dan inilah yang menjadi dasar dari frame yang kita bahas diatas. Menarikkah? Jadi Ketika kita berhadapan dengan orang tertentu maka kita harus mengeset ekspektasi dipikiran kita dahulu dan itu yang akan kita lihat. Inilah yang menarik tentang komunikasi dengan Teknik NLP.

Salam performance,

=======================
BOOK YOUR CALENDAR
Let’s join with our class

90 Days Performance Coaching Breakthrough Batch 3
By Coach Antonius Arif
Oktober 2023

Licensed Business Practitioner of NLP
By Coach Antonius Arif
November 2023

Strategic Business Coaching Certification
By Coach Adithia Amidjaya
Desember 2023 – April 2024

Info selengkapnya silahkan hubungi: https://PendaftaranTrainingAisyah.wasap.my

 

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Salah Persepsi

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Sadar gak sih ketika berkomunikasi kita sering mengalami kesalahan apa yang kita terima? Kita pikir ‘ooo maksudnya A’ tapi ternyata maksudnya adalah B. Dan membuat Ketika terjadi percapakan sering salah persepsi dan tak jarang bisa terjadi pertengkaran atau praduga yang tak benar.

Menurut NLP itu terjadi karena setiap manusia mempunyai peta dunia masing masing dalam pikiran kita, dan itu terjadi karena didalam peta dunia kita namanya Filter didalam pikiran yang didalamnya ada Generalization, Distortion, Deletion.

Apa itu masing masing? Kita kupas satu per Satu!

Generalisasi : Generalisasi terjadi ketika satu pengalaman spesifik mewakili keseluruhan pengalaman. Atau satu pengalaman yang digeneralisasikan keseluruhan.

Contoh : ketika kita melihat ada orang yang telat hadir saat meeting. Saat itu anda mengeneralisasikan sebagai tukang telat atau selalu telat. Nah bahayanya kalau seperti ini adalah membuat kita ketika melabel orang tertentu seakan akan dia berbuat salah. Hal ini yang menjadi bahaya sehingga ketika kita berkomunikasi dengan mereka sudah menganggap bahwa orang ini tidak bisa diandalkan.

Atau contoh lain lagi, ketika tim kita bekerja dengan kita dan saat anda menyampaikan suatu masukan kepada tim dan beberapa jam kemudian ketika mereka mengerjakan dan dia masih melakukan hal yang kita tegor. Maka kita menganggap bahwa orang ini tidak mau mendengar apa yang kita kasih tahu. Jadi harus gimana dong? Nah nanti dengan Teknik NLP kita kupas lebih dalam·

  • Distorsi

Penempelan makna terhadap suatu kejadian atau situasi tertentu. Contoh : masih ingat contoh orang yang kita beritahu dan dia tidak melakukan yang kita tegor? Lalu karena hal itu kita memberi pemaknaan bahwa orang tersebut keras kepala. Atau saat terjadi pasangan kita melihat lawan jenis langsung kita beri pemaknaan tukang selingkuh.

Atau mengerjakan matematika saat sekolah dulu kemudian Ketika kita dapat nilai jelek maka kita mengatakan bahwa saya bodoh dalam matematika dan inilah yang membuat sejak saat itu menjadi benci dengan matematika. Ini yang membuat Ketika kita berkomunikasi menjadi mengalami kesulitan bahkan bisa menghambat berkomunikasi karena sudah keburu diberi label·

  • Deletion

Penghapusan informasi yang kita dengar dan ini dilakukan dengan tidak sengaja. Contoh : saya BT banget, Ketika kita mendengar kalimat itu maka orang itu berasumsi BT karena sama Boss dimana kebetulan dia baru saja keluar dari ruang boss dan pasti kita berasumsi dia BT dengan boss.

Dan kita kadang langsung menjawab “ memang boss nge BT in banget hari ini” padahal dia mau cerita bahwa BT karena macet banget diperjalanan pagi ini. Inilah yang kita sebut deletion. Jika kita lihat seperti ini bahaya banget kan asumsi kita dalam berkomunikasi bisa saja menjadi salah. Belum lagi dalam peta dunia orang masing masing masih ada filter lainnya menurut NLP·

  • Belief

Dimana setiap orang mempunyai keyakinan yang dia percayai terhadap segala sesuatu dan ini menjadi filter saat berbicara. Ketika dia belief bahwa dia orang bodoh maka Ketika berbicara maka dia sudah minder dahulu dan Ketika ada orang yang berbicara hal tertentu kepadanya maka dia sudah menanggap orang itu lagi menuduh dia bodoh.

Contoh : saya pun menganggap diri saya tidaklah pintar karena saya punya pengalaman dimasa lalu Ketika belajar dan ujian nilai saya tidak bagus. Maka kalau saya mau jadi terbaik maka saya harus disiplin sehingga Ketika orang belajar 1 kali saya bisa 3-4x dan ini menjadi kebiasaan saya hingga hari ini. Walau saya sudah tidak punya mindset bahwa saya bodoh tapi kebiasaan disiplin itu telah membentuk diri saya sekarang.·

  • Experience

Pengalaman yang terjadi dalam hidup kita yang membuat kita menilai untuk melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman masa lalu.

Contoh : Ketika saya berbicara dengan tim dan tim melakukan kesalahan karena dia tidak mengerti maka setiap ada orang baru, saya memutuskan untuk menjelaskan secara detail dan ditest. Dan setiap keputusan saya didasarkan dengan apa yang terjadi dimasa lalu·

  • Metaprogram

Internal program didalam pikiran yang memfilter informasi yang masuk ke dalam diri dan otak kita bekerja berdasarkan filter ini.

Contoh : ada orang yang bekerja secara prosedur jadi bekerja harus dari A lalu ke B dan C atau SOP banget kalau bekerja jadi Ketika disuruh melakukan sesuatu tanpa SOP sepertinya dia akan mengalami kesulitan·

  • Values

Nilai nilai yang penting dalam diri kita yang membuat kita bekerja berdasarkan nilai nilai yang kita miliki. Contoh : Spiritual menjadi penting buat saya, sehingga Ketika melakukan sesuatu apapun maka saya melihat berdasarkan apakah ini sesuai dengan spiritual atau Tuhan. Nah nanti dalam artikel berikutnya akan saya perjelas lebih dalam lagi.