Bingkai Pikiran By Coach Antonius Arif

Pikiran Manusia

Bingkai Pikiran

By Coach Antonius Arif

 

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain ada istilah dalam NLP yang disebut Frame atau kita sebut bingkai pikiran. Dimana ini menjadi seperti mindset didalam pikiran kita, ketika kita berhadapan dengan orang lain memakai filter tertentu yang sudah kita atur dalam pikiran kita.

▪️ Saya beri contoh : Ketika saya melihat ada seorang dosen yang mukanya jutek banget saat masuk kuliah maka dari awal saya sudah mempunyai pikiran atau frame bahwa dosen ini jutek banget. Atau jika ada dosen masuk dan senyum senyum saat masuk maka kita sudah berasumsi bahwa dia dosen yang baik hati.

Begitu juga kalau dilihat dari sudut dosen tersebut, ketika dia mau dikenal sebagai dosen killer dan agar tidak dipermainkan muridnya maka dari awal masuk kelas dia sudah memasang frame bahwa dirinya adalah orang yang tidak bisa dibuat main main maka secara otomatis cara bicaranya dibuat setegas mungkin.

Nah itulah yang disebut bingkai pikiran.

Bayangkan kalau kita bertemu orang baru, kita mau menggunakan frame apa ? jika mau memakai dari awal adalah orang bersahabat maka saat menyapa orang lain maka kita sudah muncul dengan muka bersahabat tentunya. Dan biasanya Ketika kita bermain dengan peran sebagai orang bersahabat dan orang didepan kita bisa terpancing mengikuti frame kita tersebut. Ini dengan syarat orangnya tidak memakai frame tertentu ya. Beda cerita kalau kita bertemu dengan aparat keamanan yang dari awal sudah jutek dan Ketika kita dengan gaya bersahabat maka dia bisa ngomel dari awal dianggap kita cengengesan.

Jadi masuk akal kan?

Nah kalau kita mau berkomunikasi dengan orang lain, kita harus tentukan dulu mau menggunakan frame apa saat bertemu? Dan saya pernah melakukan demonstrasi dikelas saat mengajarkan Teknik komunikasi dengan pendekatan NLP, saya meminta ada satu orang maju ke depan dan orang tersebut saya minta menjadi manager dan menggunakan frame dipikiran bahwa orang yang diajak bicara (bermain peran sebagai staf) adalah orang yang tidak bisa dipercaya dan suka bohong.

Jadi saat orang yang menjadi manager langsung seperti orang yang tidak percaya saat mendapat laporan dari yang bermain peran sebagai staf. Kenapa bisa begitu? Karena orang tersebut sudah menggunakan frame bahwa stafnya ini tukang bohong dan tidak bisa dipercaya.

Kemudian saya lakukan eksperimen kedua dimana dia menjadi manager yang bisa memberikan solusi dan stafnya tetap sama seperti biasa tapi kali ini, Ketika manajer tersebut mendapat laporan dari staf nya dengan isi percakapannya yang sama tapi ditanggapi dengan cara berbeda dan membantu mencarikan solusi, wowwww, apa yang terjadi? Ternyata frame yang berbeda berdampak kepada orang yang diajak bicara.

 

PYGMALION EFFECT

 

Inilah yang disebut the Power of Frame.

Bahkan ada penelitian yang dilakukan oleh Harvard University dalam bukunya Pygmalion in management yang ditulis oleh J Sterling Livingston menuliskan Apa yang diyakini para manajer tentang diri mereka sendiri secara tidak disadari mempengaruhi apa yang mereka yakini tentang bawahannya, apa yang mereka harapkan dari bawahannya, dan bagaimana mereka memperlakukan bawahannya.

Dengan kata lain, catatan kesuksesan dan kepercayaan diri para manajer yang superior terhadap kemampuan mereka sendiri memberikan kredibilitas terhadap harapan mereka yang tinggi. Dan inilah juga yang sebagai bagian dari frame.

Tapi apa sih Pygmalion? Ini adalah cerita rakyat yang kita tidak tahu kebenarannya tetapi dilakukan penelitian dengan dalam buku 10 Metamorphoses karya Ovid, Pygmalion adalah seorang pematung Siprus yang mengukir seorang wanita dari batu gading dan menamainya Galatea.

Ketika Pygmalion melihat Propoetides dari Siprus mempraktikkan prostitusi, dia mulai “Membenci kesalahan yang tidak dapat diukur yang telah diberikan oleh alam kepada wanita”. Dia bertekad untuk tetap membujang dan menyibukkan diri dengan seni pahat. Dia membuat patung seorang wanita yang menurutnya begitu sempurna hingga dia jatuh cinta padanya.

Pygmalion mencium dan membelai patung itu, membawakannya berbagai hadiah, dan membuatkan tempat tidur mewah untuknya. Sampai akhirnya, hari raya Aphrodite tiba dan Pygmalion memberikan persembahan di altar Aphrodite. Di sana, karena terlalu takut untuk mengakui keinginannya, dia diam-diam mengharapkan seorang pengantin wanita yang akan menjadi “Serupa dengan gadis pahatannya”.

Ketika dia kembali ke rumah, dia mencium patung tersebut, dan mendapati bibirnya terasa hangat. Dia menciumnya lagi, dan menemukan bahwa patung tersebut telah kehilangan kekerasannya. Aphrodite telah mengabulkan keinginan Pygmalion. Pygmalion menikah dengan patung yang berubah menjadi seorang wanita di bawah restu Aphrodite.

 

Bingkai Pikiran

 

Kisah inilah yang diteliti lebih lanjut dan dilakukan eksperimen dalam buku Pygmalion in management. Efek Pygmalion pertama kali diamati di ruang kelas. Psikolog sosial Robert Rosenthal dan kepala sekolah dasar Lenore Jacobson mengamati fenomena ini pada tahun 1968 di sebuah sekolah. Mereka melakukan eksperimen untuk menguji apakah prestasi siswa dapat dicapai dengan sendirinya, berdasarkan harapan guru.

Rosenthal dan Jacobsen memberikan tes IQ kepada anak-anak sekolah dasar. Dan dicarikan guru baru dan guru tersebut tidak mengetahui mana yang pintar dan tidak dan bahkan beberapa yang kurang pintar dimasukan dikelas tersebut dan menariknya gurunya tersebut dikasih tahu bahwa seluruh murid murid ini pintar semua dan guru ini dengan tidak sadar memperlakukan mereka seperti orang pintar semua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor IQ semua yang ditest menjadi tinggi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru guru tersebut. Karena dari awal guru guru tersebut sudah menganggap mereka ini adalah anak anak berbakat jadi secara tidak sengaja terjadilah persis seperti yang diharapkan.

Harapan para guru telah mengubah cara mereka memperlakukan anak-anak dan mempengaruhi kemampuan anak-anak. Dan guru tidak membedakan mana yang pintar dan tidak.

Dan inilah yang menjadi dasar dari frame yang kita bahas diatas. Menarikkah? Jadi Ketika kita berhadapan dengan orang tertentu maka kita harus mengeset ekspektasi dipikiran kita dahulu dan itu yang akan kita lihat. Inilah yang menarik tentang komunikasi dengan Teknik NLP.

Salam performance,

=======================
BOOK YOUR CALENDAR
Let’s join with our class

90 Days Performance Coaching Breakthrough Batch 3
By Coach Antonius Arif
Oktober 2023

Licensed Business Practitioner of NLP
By Coach Antonius Arif
November 2023

Strategic Business Coaching Certification
By Coach Adithia Amidjaya
Desember 2023 – April 2024

Info selengkapnya silahkan hubungi: https://PendaftaranTrainingAisyah.wasap.my

 

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Salah Persepsi

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Sadar gak sih ketika berkomunikasi kita sering mengalami kesalahan apa yang kita terima? Kita pikir ‘ooo maksudnya A’ tapi ternyata maksudnya adalah B. Dan membuat Ketika terjadi percapakan sering salah persepsi dan tak jarang bisa terjadi pertengkaran atau praduga yang tak benar.

Menurut NLP itu terjadi karena setiap manusia mempunyai peta dunia masing masing dalam pikiran kita, dan itu terjadi karena didalam peta dunia kita namanya Filter didalam pikiran yang didalamnya ada Generalization, Distortion, Deletion.

Apa itu masing masing? Kita kupas satu per Satu!

Generalisasi : Generalisasi terjadi ketika satu pengalaman spesifik mewakili keseluruhan pengalaman. Atau satu pengalaman yang digeneralisasikan keseluruhan.

Contoh : ketika kita melihat ada orang yang telat hadir saat meeting. Saat itu anda mengeneralisasikan sebagai tukang telat atau selalu telat. Nah bahayanya kalau seperti ini adalah membuat kita ketika melabel orang tertentu seakan akan dia berbuat salah. Hal ini yang menjadi bahaya sehingga ketika kita berkomunikasi dengan mereka sudah menganggap bahwa orang ini tidak bisa diandalkan.

Atau contoh lain lagi, ketika tim kita bekerja dengan kita dan saat anda menyampaikan suatu masukan kepada tim dan beberapa jam kemudian ketika mereka mengerjakan dan dia masih melakukan hal yang kita tegor. Maka kita menganggap bahwa orang ini tidak mau mendengar apa yang kita kasih tahu. Jadi harus gimana dong? Nah nanti dengan Teknik NLP kita kupas lebih dalam·

  • Distorsi

Penempelan makna terhadap suatu kejadian atau situasi tertentu. Contoh : masih ingat contoh orang yang kita beritahu dan dia tidak melakukan yang kita tegor? Lalu karena hal itu kita memberi pemaknaan bahwa orang tersebut keras kepala. Atau saat terjadi pasangan kita melihat lawan jenis langsung kita beri pemaknaan tukang selingkuh.

Atau mengerjakan matematika saat sekolah dulu kemudian Ketika kita dapat nilai jelek maka kita mengatakan bahwa saya bodoh dalam matematika dan inilah yang membuat sejak saat itu menjadi benci dengan matematika. Ini yang membuat Ketika kita berkomunikasi menjadi mengalami kesulitan bahkan bisa menghambat berkomunikasi karena sudah keburu diberi label·

  • Deletion

Penghapusan informasi yang kita dengar dan ini dilakukan dengan tidak sengaja. Contoh : saya BT banget, Ketika kita mendengar kalimat itu maka orang itu berasumsi BT karena sama Boss dimana kebetulan dia baru saja keluar dari ruang boss dan pasti kita berasumsi dia BT dengan boss.

Dan kita kadang langsung menjawab “ memang boss nge BT in banget hari ini” padahal dia mau cerita bahwa BT karena macet banget diperjalanan pagi ini. Inilah yang kita sebut deletion. Jika kita lihat seperti ini bahaya banget kan asumsi kita dalam berkomunikasi bisa saja menjadi salah. Belum lagi dalam peta dunia orang masing masing masih ada filter lainnya menurut NLP·

  • Belief

Dimana setiap orang mempunyai keyakinan yang dia percayai terhadap segala sesuatu dan ini menjadi filter saat berbicara. Ketika dia belief bahwa dia orang bodoh maka Ketika berbicara maka dia sudah minder dahulu dan Ketika ada orang yang berbicara hal tertentu kepadanya maka dia sudah menanggap orang itu lagi menuduh dia bodoh.

Contoh : saya pun menganggap diri saya tidaklah pintar karena saya punya pengalaman dimasa lalu Ketika belajar dan ujian nilai saya tidak bagus. Maka kalau saya mau jadi terbaik maka saya harus disiplin sehingga Ketika orang belajar 1 kali saya bisa 3-4x dan ini menjadi kebiasaan saya hingga hari ini. Walau saya sudah tidak punya mindset bahwa saya bodoh tapi kebiasaan disiplin itu telah membentuk diri saya sekarang.·

  • Experience

Pengalaman yang terjadi dalam hidup kita yang membuat kita menilai untuk melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman masa lalu.

Contoh : Ketika saya berbicara dengan tim dan tim melakukan kesalahan karena dia tidak mengerti maka setiap ada orang baru, saya memutuskan untuk menjelaskan secara detail dan ditest. Dan setiap keputusan saya didasarkan dengan apa yang terjadi dimasa lalu·

  • Metaprogram

Internal program didalam pikiran yang memfilter informasi yang masuk ke dalam diri dan otak kita bekerja berdasarkan filter ini.

Contoh : ada orang yang bekerja secara prosedur jadi bekerja harus dari A lalu ke B dan C atau SOP banget kalau bekerja jadi Ketika disuruh melakukan sesuatu tanpa SOP sepertinya dia akan mengalami kesulitan·

  • Values

Nilai nilai yang penting dalam diri kita yang membuat kita bekerja berdasarkan nilai nilai yang kita miliki. Contoh : Spiritual menjadi penting buat saya, sehingga Ketika melakukan sesuatu apapun maka saya melihat berdasarkan apakah ini sesuai dengan spiritual atau Tuhan. Nah nanti dalam artikel berikutnya akan saya perjelas lebih dalam lagi.

Mindset Komunikasi ala NLP

Mindset Komunikasi ala NLP

Apa sih NLP ? NLP adalah kependekan dari Neuro Linguistic Programming. Banyak orang yang menyebut NLP sebagai the science of cchievement ada juga yang menyatakan the handbook of human mind dan penciptanya sendiri Dr Richard Bandler menyebutkan sebuah studi yang mempelajari pengalaman seseorang yang bersifat subyektif. Atau bisa saya katakan ada seseorang menghadapi situasi tertentu, dia bisa berpikir berbeda, menghadapi berbeda dan bahkan berbicara atau menanggapi berbeda.

Ada orang yang Ketika menghadapi permasalahan malah nangis, ada juga yang menghadapi permasalahan malah santai atau malah cenderung cuek, ada orang yang malah masuk rumah sakit karena terlalu stress. Setiap orang mempunyai strategi atau cara yang berbeda beda Ketika menghadapi sesuatu. Nah bisa bayangkan ga, NLP itu juga mempelajari tentang hal itu dan kita bisa memodeling seseorang yang expert dibidang tertentu dan kita tiru mereka dan kitapun bisa seperti mereka.

O ya? Iya! Itu yang menarik dari NLP.

Konteks kali ini saya akan bicara apa sih yang ada dipikiran seseorang Ketika dalam berkomunikasi? Ini prinsip dasar yang kita sebut presuposisi NLP sehingga Ketika menghadapi situasi tertentu, dia bisa bertindak mengikuti prinsip prinsip dan asas yang digunakan oleh NLP.

Skill Komunikasi

Saya akan kupas satu persatu mindset yang bisa digunakan dalam komunikasi dan cara mengaplikasikannya.

– Menghargai model dunia orang lain, apa maksudnya ini?

Ketika seorang NLP’ers menghadapi permasalahan, mereka mencari tahu dulu apa yang mendasari seseorang bisa berpikir atau bertindak tertentu. Karena seorang NLP sangat percaya bahwa setiap manusia mempunyai model dunia (baca: pengalaman dan situasi yang berbeda dengan setiap orang bahkan seorang kembar sekalipun bisa berbeda). Jadi sebelum menjudge atau melabel seseorang kita perlu tahu dan memahami dulu dengan mencari informasi ke dirinya.

– Makna suatu komunikasi didapat dari respon yang didapatkan,

Maksudnya adalah Ketika kita mau berbicara sesuatu, kita bukan sekedar nyeplos atau berkata kata saja tetapi harus lihat apa dampaknya Ketika kita sampaikan itu. Jadi karena kata tengahnya adalah linguistic maka kita perlu pelan pelan dan memahami arti setiap kata yang mau kita sampaikan dan dampaknya apa.

Saya beri contoh : jika saya berbicara kepada seseorang bahwa kamu kalau presentasi tuh jelek atau kalimat kedua presentasi yang kamu sampaikan benar benar berguna banget dan kalau boleh beri saran sedikit biar yang kamu sampaikan itu benar benar diterima orang lain maka kamu bisa lakukan a,b, c. nah dari dua kalimat tadi, kira kira mana yang akan lebih bisa diterima?

Bisa bayangin ga jika bicara ini ke pasangan, salah bicara bisa tidur di sofa hihihi

– Peta bukan area yang sebenarnya, ini juga menarik.

Anggaplah setiap orang mempunyai peta GPS terhadap sesuatu misal : ada yang menganggap asuransi itu penting tapi ada yang menganggap asuransi itu merugikan. Ini dampaknya untuk setiap orang berbeda.

Jika kita berbicara dan berjualan kepada orang yang punya persepsi kurang tepat dan kita malah ngotot maka hasilnya bisa jadi kontra produktif. Makanya kita harus memahami dulu peta mereka. Gimana memahami peta mereka? Ya bertanya apa yang mendasari pemikiran seperti itu. Dengan begitu akan lebih mudah memahami isi pikiran masing masing.

– Setiap perilaku mempunyai maksud baik, ketika seseorang menghadapi masalah dan bertindak tertentu. Kita harus melihat pasti tindakannya maksudnya baik walau perilakunya tidak tepat. Saya beri contoh : boss marah marah kepada karyawan yang kerjanya tidak efektif. Mungkin karyawannya kesel, marah melulu bossnya.

Padahal kalau karyawannya mau cari tahu, boss itu marah marah karena lagi memikirkan gimana caranya membayar gaji karyawan dan Ketika dia melihat ada hal yang tidak beres maka dia berasumsi ini pasti juga salah satu hal yang menyebabkan bisnis tidak ramai atau bisnis menjadi problem.

– Tidak ada klien yang resisten, yang ada adalah komunikasi yang tidak fleksibel. Saya beri contoh: mungkin anda mencoba mendekatkan diri dengan seseorang dan anda bingung mau menciptakan percakapan apa, anda bingung bagaimana memulai percakapan. Jadi tidak ada orang yang sebenarnya menolak anda, itu terjadi cara kita berbicara dan cara menyampaikan atau berkomunikasi menjadi penting.

Saya sering sekali mencoba cara A, trus ubah cara B jika kurang berhasil dan terus mencari cara sampai saya berhasil berkomunikasi dengan orang itu.

Jadi jangan kita mencap atau melabel orang itu ga mau berkomunikasi dengan kita tetapi kitanya saja yang kurang fleksibel.

Nah ini beberapa yang saya sharingkan yang bisa menjadi dasar dalam berkomunikasi. Paling tidak ini menjadi salah satu guidance yang membantu kita apalagi dengan Teknik NLP

Kenapa Perlu Komunikasi? – Communication Skill

Mungkin kita bingung, buat apa belajar komunikasi?

Bukankah selama ini sudah belajar Bahasa Indonesia dari kecil jadi mungkin membuat kita merasa ragu buat apa belajar komunikasi?

Ini juga terjadi kepada saya sebelum saya mendalami Teknik Neuro linguistic Programming, dimana saya bekerja dibanyak perusahaan dan waktu awal-awal karir saya mengalami situasi, ketika berbicara dengan principal saya yang berkebangsaan Singapore, saya dikatakan kalau berbicara itu smoke.

Saya bingung apa maksud smoke itu? Setahu saya smoke itu kan asap. Lah saya tidak merokok kok dibilang berasap. Eh tahu tahunya setelah saya pahami arti tersebut bahwa saya dianggap kalau berkomunikasi suka tidak jelas dan berbicara seperti orang mengambang yang bisa dikatakan saya terlalu banyak berbicara premis minor baru premis mayor.

Apa sih itu? Nanti kita bahas lebih dalam lagi ketika sudah masuk ke materi pembahasan.

Saya ingin sharing ada satu cerita yang menarik. Waktu itu saya membaca ada satu buah tulisan di social media yang memberitahukan bahwa ayahnya begitu bangga dengannya sehingga memajang seluruh piagam yang dia miliki selama ini.

Lalu saya comment kepadanya menuliskan “Tidak sekalian ijazah dan sertifikat sertifikat?” dan dijawab “Iya coach, Alm papa saya hanya menaruh itu saja” dan saat saya membaca tulisan itu, saya seperti tidak menyadari sesuatu ada yang aneh tapi saya tidak paham apa yang aneh.

Lalu saya lanjut bekerja karena hari itu saya benar benar padat sekali. Eh tahu tahu ada yang telpon saya mengatakan bahwa ayahnya orang yang saya comment di facebook meninggal. Saya terkaget dan saya tanya sudah sejak kapan? Ternyata sudah lewat satu hari.

Nah loh! Berarti saat saya komen ayahnya sudah meninggal dong, kok saya tidak enggeh. Lalu saya baca lagi komennya dan saya baru enggeh, dia menuliskan Alm alias almarhum padahal saya tahu bahwa ayahnya masih hidup dan memang lagi mengalami sakit penyait. Astaga! Saya berasa bersalah banget saat itu karena saya tidak enggeh ada kata alm dan seperti hilang saja informasi itu yang dalam Teknik NLP disebut Deletion.

Apa itu? Nanti akan dibahas lebih detail lagi dalam tulisan saya ini. Saya yakin teman teman pernah mengalami peristiwa seperti ini kan? Inilah kenapa kita perlu belajar komunikasi. Kesalahpahaman dan perbedaan persepsi kadang bisa membuat orang menjadi berdebat bahkan tak jarang bisa terjadi kekerasan.

Belum lagi berkomunikasi via chating yang sekarang sering banget menjadi problem seperti ini kadang ada orang yang sedang chating satu persoalan lalu nambah lagi satu persoalan maka Ketika orang membalas juga sering tidak focus. Ini lagi membahas masalah yang mana? Dan tak jarang malah terjadi salah persepsi.

Pasti relate kan dengan situasi seperti ini?

Jadi banyak permasalahan komunikasi terjadi karena orang salah memahami situasi atau kondisi dengan baik sehingga jika kita tidak punya Teknik komunikasi yang tepat maka sudah pasti perselisihan paham bisa terjadi. Itulah tujuan buku ini dituliskan. Semoga bisa membantu proses berkomunikasi menjadi lebih efektif dan juga menggunakan pendekatan Neuro linguistic programming.

Belajar Komunikasi

Apa saja fungsi komunikasi sih?

  1. Membangun hubungan & kepercayaan, ketika bertemu dengan orang baru kita dapat berkomunikasi dengan baik sehingga orang percaya dengan apa yang kita sampaikan dan bisa membuat mudahnya menjalin hubungan yang baik serta tidak menjadi salah persepsi saat mendengarkan percakapan yang baik
  2. Mengidentifikaskan masalah & memecahkan masalah, mampu membuat kita menemukan apa yang menjadi akar masalah dan bagaimana menemukan solusi dari permasalahan.
  3. Komunikasi yang persuasi & efektif, komunikasi bukan sekedar berbicara tetapi bagaimana membuat komunikasi menjadi persuasive dan mempengaruhi orang lain sehingga mereka percaya dengan kita.
  4. Negosiasi, mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi agar kita bisa menemukan titik temu yang sama dalam komunikasi yang kita lakukan dan sama sama win win win
  5. Mencapai tujuan, setiap pemimpin harus mempunyai kemampuan dalam berbicara sehingga tujuan Perusahaan agar lebih mudah tercapai dengan Teknik komunikasi.

Bayangkan ketika kita menjadi pemimpin serta mempunyai kemampuan itu semua,  maka tujuan pribadi bisa terwujud.

Memaafkan Orang Jadi Hal yang Sulit?

Pernahkah Kamu Merasakan Sulit Memaafkan Seseorang?

Tentunya hal tersebut akan menyebabkan kita merasakan perasaan emosional seperti marah, kesal, benci dan sakit hati kepada situasi atau keadaan tersebut.

Namun kalau itu semua terus kamu pendam, tentunya akan menyebabkan suatu masalah pada diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus memaafkan seseorang tersebut, bagaimana caranya? Kamu harus mengetahui strategi berkomunikasi agar tidak selalu memendam perasaan tersebut.

Kenapa ya harus dimaafkan? Bagaimana jika kamu tidak mau memaafkannya?

Menurut John Kappas Ph. Seorang ahli kesehatan, tubuh kita sebenarnya mengalami 5 syndrome yang secara langsung berpengaruh sama bagian tubuh dan penyebabnya 70 – 80% dari pikiran kita.

Berikut 5 syndrome yang berpengaruh secara langsung pada tubuh :

  • Crying Syndrome

Segala penyakit yang terjadi dari batas perut sampai ke atas kepala seperti magh, jantung, paru-paru, telinga, sakit kepala, dsb. Artinya kita memendam kekesalan atau kemarahan tetapi kita tidak bisa menghilangkannya.

  • Responsibilty Syndrome (sakit di bahu)

Diibaratkan sebagai penyakit yang terjadi akibat beban yang ditanggung oleh seseorang. Contoh: Ketika kamu punya seorang kakak, namun biaya hidup dari kakak kamu justru malah menjadi tanggung jawab kamu. Jadi bebannya terasa di bahu

  • Teaching Syndrome (sakit di tangan)

Sakit yang terasa dari batas pangkal lenga hingga ujung jari tangan. Diibaratkan ketika kamu memiliki impian tapi tidak bisa pernah tercapai.

  • Flight Syndrome (sakit di paha)

Sakit yang dirasakan dari batas pangkal paha sampai dengan ujung jari kaki. Diibaratkan ketika kamu punya banyak masalah tetapi tidak bisa lari dari masalah tersebut.

  • Guilt Syndrome or Sexual Frustration

Sakit yang dirasakan dari batas pinggang sampai dengan daerah vital (kelamin). Contoh : ginjal, wasir, vaginimismu, dll.

Jadi semua penyakit yang terjadi ini alasannya karena kamu belum bisa memaafkan. Oleh karena itu kamu harus memaafkan orang yang menyakiti kamu lebih dulu untuk menjalani hidup sehat. Menjaga komunikasi dengan orang lain dengan strategi komunikasi yang tepat.

Dalam NLP ada beberapa teknik memaafkan :

  • Gunakanlah teknik mengucapkan “Maaf”

– Bayangkan orang yang kita benci

– Munculkan dipikiran kita

– Kemudian katakanlah “saya maafkan kamu”

Dilakukan pengulangan selama 7x setiap hari selama seminggu

  • Mencari sisi baiknya

– Bayangkan diri kita menjadi orang yang menyakiti tersebut

– Kira-kira apa yang dipikirkan seorang tersebut, kenapa melakukan hal tersebut

Kemudian kamu cari maksud baiknya apa dan hikmah apa yang bisa diambil.

Dengan memafkan suatu hal yang pernah terjadi pada dirimu, kamu bisa terlepaskan dari suatu problem tersebut dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Kamu juga perlu menjaga komunikasi dengan mereka menggunakan strategi komunikasi yang tepat. Kamu bisa menghilangkan trauma yang dimiliki melalui teknik dari NLP.

Join With Our Class Life Reborn

untuk penjelasan lebih lengkap bisa klik disini.