Hypnotic Influence Language Pattern

Hypnotic Influence Language Pattern

By Coach Antonius Arif

Yang paling menarik dari NLP salah satunya teknik Hypnotic language pattern dimana teknik ini diambil dari hasil modeling Dr Richard Bandler kepada Milton Erickson pakar Indirect Hypnosis yang setelah itu dijadikan standar yang digunakan oleh NLP untuk Milton Model.

Nah dalam tulisan kali ini kita akan membahas beberapa Teknik yang bisa membantu ketika mempresentasikan sesuatu menjadi lebih menarik sehingga orang lain bisa kita pengaruhi. Ada standar yang harus digunakan saat melakukan Teknik Influence Language pattern ini

  1. Menjalin hubungan tetap terjaga dengan baik
  2. Jika perlu lakukan Matching dan mirroring.
  3. Pada saat melakukan ini haruslah dibantu dengan intonasi tertentu atau penekanan tertentu dikalimat yang mau kita gunakan untuk mempengaruhi
  4. Jauh lebih baik jika menggunakan kata perintah (Command verb) bukan kata kerja (verb) dan saya berikan contoh dalam huruf capital. Contoh : bukan mengerjakan tetapi kerjakan.
  5. Saat mengucapkan pastikan anda percaya diri sehingga dampaknya akan terlihat dengan baik.

Berikut adalah Influence Language Pattern beserta contohnya :

Influence Language Pattern : Mengubah perintah langsung menjadi pertanyaan
Contoh : “Tanda tangan kontrak ini sekarang!” MENJADI “Apakah anda memiliki pulpen untuk TANDATANGANi kontrak ini?”

Influence Language Pattern : Membuka pemikiran customer agar tidak memunculkan keberatan
Contoh : 

“Apakah anda dapat PERTIMBANGKAN……”

“Mungkin anda SETUJU dengan……”

“Bagaimana jika Anda…..”

Influence Language Pattern : Memunculkan kepercayaan dari grup
Contoh : 

Banyak orang percaya…… (berikan fakta atau ide yang anda ingin mereka percaya)

Semua orang tahu itu ….. (berikan fakta atau ide yang anda ingin mereka percaya)

Ketika orang lain menyukai diri anda …. (berikan fakta atau ide yang anda ingin mereka percaya)

Influence Language Pattern : Memunculkan INFORMASI kepada customer anda
Contoh : 

Mungkin anda sudah menyadari fakta mengenai …. (hal yang mau diberikan sebagai informasi)

Anda mungkin sudah menyadari.. (manfaat yang anda dapatkan) ketika anda (membeli sesuatu saat ini)

Influence Language Pattern : Beri tahu mereka apa yang Anda katakan kepada mereka, dan kemudian perkenalkan “Langkah Logis” berikutnya

Kita sudah …. dan ….. Jadi/sekarang ….

Contoh : 

Kita sudah menjelaskan apa yang Anda butuhkan dan kita telah mendiskusikan bagaamana luar biasnya gadget kami yang bisa mengagalkan pesaing Anda untuk mencapai ke puncak kesuksesan, sekarang Anda mungkin bertanya-tanya seberapa cepat Anda bisa mendapatkan gadget luar biasa kami sampai ditempat Anda.

Influence Language Pattern : Memperoleh persetujuan dengan menggunakan pertanyaan
Contoh :

“Tidakkah Anda setuju bahwa …” (sebutkan posisi Anda atau fakta tentang produk Anda)

“Saya sangat suka (manfaat produk dan bagaimana rasanya), setujukan?”

Influence Language Pattern : Penggunaan Fakta
Contoh :

Faktanya, (nyatakan keyakinan Anda tentang produk Anda atau keyakinan negatif tentang produk pesaing)

Faktanya, ribuan klien yang puas menyukai bagaimana produk ABC menghematnya lebih dari 50% pada biaya tagihan energi mereka setiap tahun.

Influence Language Pattern : Jika…… Maka……
Contoh : 

Jika Anda menemukan rumah yang Anda inginkan hari ini maka Anda dapat menandatangani perjanjian ini besok pagi, bukan?

Influence Language Pattern : Semakin………. Semakin……….

Contoh : Semakin Anda berpikir hal tersebut maka semakin Anda penasaran hasilnya akan seperti apa

Influence Language Pattern : Cepat atau lambat………..?

Contoh: Cepat atau lambat Anda akan menyadari bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan pembiayaan berbunga rendah kami

Bagaimana cara Anda menggunakannya? Saya sarankan setiap hari cukup satu Hypnotic Language Pattern dahulu lalu sampai semua digunakan. Kemudian setelah itu anda lakukan kombinasi dengan kalimat lainnya.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana cara menerapkan Teknik Inokulasi?

Bagaimana Cara Menerapkan Teknik Inokulasi?

By Coach Antonius Arif

Ini dia cara yang bisa kamu gunakan dalam menerapkan Teknik Inokulasi.

  1. Persiapkan dugaan kemungkinan keberatan.

Silahkan ditulis apa saja kemungkinannya, contoh:

    1. ide yang anda sampaikan tidak bisa jalan di kami,
    2. terlalu mahal dan buang buang biaya,
    3. kami tidak punya orang yang mengerjakan itu dan keberatan keberatan lainnya. Pada tahap ini persiapan benar benar dibutuhkan
  1. Setelah mengumpulkan kemungkinan keberatan dan saat anda mau melakukan presentasi dengan teknik yang disharingkan di tulisan sebelumnya, Anda nyatakan kemungkinan keberatan tersebut. Contoh kita lanjutkan yang diatas :
    1. ada beberapa customer kami berpikir bahwa ide ini tidak bisa dijalankan dengan tempat mereka,
    2. ada beberapa orang yagn berpendapat bahwa hal ini terlalu mahal dan buang buang biaya.
    3. Ketika kami mau mempresentasikan hal ini ada beberapa orang yang berpendapat bahwa mereka tidak mempunyai orang untuk mengerjakannya.
  2. Lalu lanjutkan dengan Anda menyetujui pendapat tersebut dan tambahkan kata tetapi , dimana kata tetapi itu akan menghilangkan kalimat atau pernyataan didepannya. Contoh dari kasus yang diatas.
    1. Sayapun kalau jadi mereka juga setuju, tetapi …..
    2. Sayapun tidak mau mengatakan ini murah dan wajar mereka berpendapat itu karena belum tahu manfaatnya buat mereka, tetapi ….
    3. Wajar mereka berpendapat itu karena otomatis akan menambahkan keribetan dari sisi Perusahaan, tetapi
  3. Kemudian beri alasan kenapa mereka harus setuju dengan kita dan kita meminta ijin untuk memaparkan, contoh :
    1. Ketika mereka mendengar penjelasan kami, mereka menjadi berubah pikiran dan menyetujui kami dan ijinkan kami sharingkan ide ini sampai akhir dan jika ada yang mau ditanyakan kami siap menjawabnya
    2. Setelah mendengar presentasi kami serta penghematan yang terjadi dan mereka biasanya setuju dengan kami dan malah antusias untuk segera menerapkannya. Ijinkan kami menjelaskan lebih dalam
    3. Begitu mereka mendengarkan pemaparan kami mereka malah melihat penghematan apa yang terjadi dari sisi Perusahaan dan jika diijinkan kami menjelaskan lebih dalam maka kami akan menjelaskannya untuk anda
  4. Akhiri dengan bujukan tersirat sambil anda anggukan kepala, contoh
    1. Boleh saya lanjutkan pak? (sambil angguk kepala 3 kali)
    2. Setujukan pak? (sambil angguk kepala 3 kali)
    3. Masuk akalkan pak? (sambil angguk kepala 3 kali)

TAHUKAH ANDA?

Sullivan Nod adalah teknik penjualan yang dirancang untuk mendorong orang membeli barang tertentu dengan kekuatan sugesti bawah sadar. Ini paling sering digunakan dalam industri makanan, meskipun juga muncul di industri lain, mulai dari butik hingga tempat parkir mobil. Jika dijalankan dengan baik, Sullivan Nod sangat halus sehingga konsumen bahkan tidak menyadarinya, dan membuat customer menjadi setuju. Teknik ini dikembangkan oleh Tom Sullivan, seorang konsultan yang bekerja di bisnis restoran.

Sullivan merancang teknik ini sebagai cara untuk meningkatkan penjualan makanan pembuka, minuman, dan item lainnya yang dapat dengan cepat menaikkan harga keseluruhan label di sebuah restoran. Hal ini membuat Sullivan Nod populer di kalangan pramusaji yang ingin menaikkan label mereka untuk mendapatkan tip yang lebih tinggi, dan hal ini juga umum terjadi di kalangan bartender, yang terkadang menerima bonus karena menjual lebih banyak minuman beralkohol kelas atas. Anggukan Sullivan dapat digunakan oleh pelayan untuk mendorong pembelian barang yang lebih mahal.

Mekanisme Sullivan Nod cukup sederhana. Saat customer membaca menu, dan mereka melihat kepada kita dan pelayan tersebut cukup mengangguk sedikit, sekitar 10-15 derajat, ketika item yang diinginkan tercapai. Anggukan tersebut harus cukup halus sehingga tidak menonjol, namun tetap terlihat oleh konsumen. Menurut Sullivan, pelanggan merespons anggukan tersebut sekitar 65%, membeli barang yang ditunjukkan berapa pun biayanya.

Bagaimana jika anda mempresentasikan sesuatu dan mereka mengajukan ketidak setujuan atau keberatan mereka?

Sebelum kita menjawab hal ini, dalam berkomunikasi ada beberapa frame yang kita harus jaga selama percakapan agar dalam situasi apapun kita tetap bisa berkomunikasi dengan baik.

  1. Jaga hubungan tetap baik
  2. Ketika ada ketidaksetujuan mereka, kita persiapkan mental mereka bahwa wajar mereka butuh klarifikasi atau kejelasan lebih dalam. Karena biasanya yang bertanya itu adalah mereka tertarik tapi mereka tidak tahu tujuan percakapan ini apa untuk mereka?
  3. Ciptakan keselarasan dengan menghindari kata tetapi dan lebih baik menggunakan kata dan. Karena kata tetapi artinya anda tidak setuju dan walaupun anda tidak setuju sekalipun lebih baik kita jaga dengan menggunakan kata dan. Hanya memang kalau di inokulasi kita menggunakan kata tetapi karena inokulasi itu adalah pernyataan anda sendiri dan anda tidak setuju dengan pernyataan anda sendiri.

Nah ini yang menarik, ketika dalam percakapan yang sudah ada rancang dengan baik ternyata mereka tetap saja ada hal yang mereka tidak setuju. Maka apa yang bisa kita lakukan? Sebenarnya banyak sekali teknik yang bisa kita gunakan saat terjadi ketidak setujuan apalagi dengan menggunakan Teknik NLP. Saya akan sharingkan salah satu teknik sederhana yang bisa kita lakukan yaitu Teknik Reframing.

Cara melakukannya ketika ada keberatan yang muncul :

  1. Agreement frame, menyetujui keberatan mereka atau menselaraskan keberatan mereka
  2. Dilanjutkan dengan kata “Dan”
  3. Berikan alasan penolakan anda
  4. Akhiri dengan bujukan tersirat seperti “ya kan, benar kan? Masuk akalkan? Setuju kan?” dan lanjutkan dengan Sullivan nod

Contoh :

Keberatan : Perusahaan kami tidak ada orang yang mengerjakannya

Atasi keberatan : Saya sependapat dengan pemikiran anda dan saat kami membantu memberikan pelatihan agar program tersebut bisa dijalankan apalagi ini akan menghemat biaya Perusahaan hingga 30% yang berarti penghematan sekian milyar per tahunnya, jadi masuk akalkan? (angguk kepala 3 kali)

Dan saya tambahkan juga beberapa contoh Teknik mengatasi keberatan….. Artikel selanjutnya

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Bagaimana Seharusnya Kita Mengatasi Keberatan?

Bagaimana Seharusnya Kita Mengatasi Keberatan?

By Coach Antonius Arif

Banyak rencana Anda mempersuasi orang lain menjadi gagal ketika orang yang anda persuasi seperti tidak menyetujui pendapat Anda sehingga ide yang dimasukan menjadi ZONK. Dan menariknya teknik dalam mengatasi keberatan yang muncul itu sebenarnya adalah kata kuncinya adalah antisipasi.

Karena pada dasarnya ketika anda berbicara pasti ada hal hal yang sering banget mereka tidak menyetujui yang bisa kitakan hal hal yang itu saja atau sering berulang. Jadi tugas kita mempersiapkan kemungkinan jawaban atau kita bisa menggunakan Teknik Inokulasi.

Apa sih Inokulasi?

Inokulasi adalah seperti vaksinasi. Apa fungsi vaksinasi buat diri kita? Mencegah penyakit tertentu datang kepada kita dan menariknya isinya vaksin adalah virus itu sendiri yang sudah dilemahkan, sehingga ketika penyakit itu muncul, tubuh kita sudah bisa membuat immune systemnya.

Nah ini konsep yang sama yang kita gunakan saat berkomunikasi yang khususnya orangnya akan memunculkan kemungkinan keberatan. Dan menariknya jika kita memunculkan keberatan sebelum muncul dari pihak yang kita ajak bicara maka keberatan itu bisa jadi tidak muncul dan menariknya lagi kita sudah memberi jawaban yang mereka lebih akan mendengarkan.

Berbeda ketika terjadi percakapan dan ditengah percakapan mereka menolak apa yang kita sampaikan maka keberatan tersebut relative lebih sulit untuk kita jawab walau dalam Teknik NLP ada teknik yang bisa kita lakukan jika situasinya seperti itu.

Menariknya, teknik ini sebenarnya Anda sudah pernah lakukan saat terjadi sebuah percakapan. Ketika Anda mau menyampaikan sesuatu yang kemungkinan mereka akan menolak atau marah maka biasanya yang kita katakan adalah “Bolehkah saya mau menyampaikan sesuatu yang penting, tapi jangan marah ya?” Pasti familiar dengan pernyataan tersebut kan?

Nah ini konsepnya juga hampir mirip tetapi yang kita gunakan lebih elegan dan para pakar NLP biasa menggunakan teknik ini dalam percakapan. Bahkan saya pernah dalam satu pelatihan komunikasi disebuah perusahaan pertambangan bertanya kepada saya kenapa kok kesannya para pakar NLP cenderung tidak mau berargumen atau berdebat. Hahahahha bukan orang yang belajar NLP tidak mau berargumen loh ya, ya mau banget. Tapi kami mempunyai teknik yang elegan ketika kami tidak setuju atas sesuatu kami menggunakan dengan cara lebih elegan agar orang tersebut menyetujui dari pendapat yang kita sampaikan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Presentasi Solusi / Ide

Presentasi Solusi / Ide

By Coach Antonius Arif

Dalam beberapa tulisan saya yang lalu pernah membahas kesalahan seseorang saat melakukan presentasi kepada atasannya padahal presentasinya belum selesai. kita namakan saja Titis, saat itu dia sedang presentasi kepada atasannya untuk sebuah ide tentang pengembangan kemampuan atau kompetensi karyawannya tetapi sayangnya atasannya ketika mendengar presentasinya langsung menghentikannya karena dianggap yang dikerjakan oleh Titis tidak relevan dengan kemajuan Perusahaan.

Padahal Titis sudah mempersiapkan presentasi langsung kepada background masalah dan ide yang mau diterapkan padahal menurut atasan ini membuang buang uang dan tidak masuk akal di masa seperti ini. Dan juga cara menyampaikannya seperti muter-muter dan tidak terlihat ujungnya kemana. Apalagi seperti yang kita tahu jarang atasan yang bertanya kenapa karyawan mempresentasikan hal tersebut dan langsung memotong ditengah jalan. Dari kasus ini kita bisa belajar

  • Titis tidak tahu apa value kriteria yang penting bagi atasan dalam memutuskan.

Idealnya Titis harus mencari tahu apa kriteria yang paling penting bagi atasan saat memutuskan. Saya beri contoh pengalaman pribadi saya. Dahulu ada karyawan saya yang saya minta mencari hotel untuk lokasi acara. Setiap dia mencari hotel A salah, hotel B salah dan C adalah salah lagi. Jadi dia merasa serba salah.

Kemudian saya panggil dirinya dan saya menemukan apa hal yang menyulitkan dirinya kemudian saya meminta orang tersebut untuk bertanya kepada saya apa hal yang terpenting untuk saya dalam mencari hotel. Lalu saya katakan kepadanya “Hal yang penting untuk saya dalam hotel yang akan saya gunakan untuk pelatihan adalah murah, tempat pelatihan besar dan makanan banyak serta lokasi strategis” Lalu karena saya tahu ada kemungkinan dia akan salah cari maka saya tanya kepadanya “Berapa definisi murah?” Dia katakan Rp 350.000 /pax lalu saya jawab “Salah”

“Loh jadi berapa pak?” katanya Saya jawab “Rp 350.000 – Rp550.000 /pax” Kemudian dia catat. “Maksudnya makanan banyak itu berapa banyak? 5 macam?” Ujarnya. Saya jawab “Salah, makanan banyak adalah minimal 10 jenis makanan.” Lalu dia catat. Kemudian saya tanya lebih lanjut tempat besar maksudnya apa? Dia jawab “Ya sesuai dengan besar jumlah peserta” Saya jawab “Salah, tempat besar adalah jika peserta 10 maka bisa masuk untuk 20 orang dan jika memang hanya bisa 10 orang saja tetapi ada tempat diluar ruangan hotel untuk latihan dan cukup besar” Ooooo baru dia mengerti.

Nah kemudian saya bermain kasus, bagaimana jika tempat besar tapi harga Rp 650.000 makanan ada 15 jenis? Apa saya ok? Dijawab tidak. Betul kata saya. Bagaimana jika tempat Rp 350.000 /pax tapi lokasi pas 10 orang saja dan makanan hanya 8 jenis? Dijawab tidak. Yes, ini yang saya maksud dengan kriteria.

Jadi balik ke cerita awal, Titis kenapa dipotong oleh atasan karena dia tidak tahu kriteria atasan dan bisa jadi kriteria atasan tersebut adalah saving money dan profit. Sedangkan ketika dia presentasi dimulai langsung background dan solusi maka pikiran atasan adalah wah ini bakal buang cost.

Jadi gimana cara presentasinya? Kita akan jelaskan sebentar lagi!

  • Tidak bisa menempatkan apa manfaatnya buat audience.

Bahasa yang sering digunakan adalah WIIFM atau What Is It For Me dari sudut audience atau Bahasa Indonesianya kita sebut AMBAK : Apa Manfaatnya Buat Aku? Itu yang sering terjadi. Jadi ketika mempresentasikan sesuatu haruslah ada untuk kepentingan orang yang mendengar.

  • Titis mempresentasikannya seperti muter muter dan tidak to the point.

Ini yang sering terjadi sehingga atasan yang mendengarkan dibuat bingung, apa tujuan presentasi ini. Itu terjadi karena kurang tepat menaruh susunan premis. Apa itu? Saya akan kupas satu per satu. Ada istilah Premis Mayor dan Premis Minor. Apa itu masing masing?

    • Premis Mayor adalah pernyataan umum yang menjadi landasan argumen. Ini adalah pernyataan umum atau prinsip yang sering diterima sebagai kebenaran. Biasanya, premis mayor terletak pada posisi kedua dalam sebuah pernyataan yang mengikuti pola “Semua X adalah Y” atau “Tidak semua X adalah Y.” Contoh: “Semua manusia adalah makhluk rasional.”
    • Premis Minor : Pernyataan spesifik yang mendukung premis mayor. Ini adalah pernyataan yang memberikan informasi konkret atau fakta yang berkaitan dengan situasi atau kasus yang sedang dibahas. Biasanya, premis minor terletak pada posisi pertama dalam sebuah pernyatan deduktif. Contoh: “Saya adalah seorang manusia.”

Jadi ketika presentasi yang ideal adalah kita berikan satu landasan argument yang sesuai dengan problem mereka. Contoh : kita melihat terjadi kemerosotan penjualan yang kami lihat berdasarkan problem kompetensi yang kami ukur (ini premis mayor) dan lanjutkan data lanjutan argumennya (ini premis minor). Sedangkan Titis mempresentasikan “ saya melihat problem karyawan kebanyakan adalah berkaitan kompetensi karyawan yang tidak memadai dan langsung diberikan solusinya. Jadi tidak terlihat apa manfaatnya buat boss Perusahaan.

Jadi menarik sekali ya cara mempresentasikan sesuatu atau presentasi solusi. Dan membangun struktur argument yang bagus dengan pendekatan NLP kita bisa lakukan dengan 4MAT System.

Presentasi Solusi / Ide. Sumber gambar : https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2F4mat4learning.com.au%2Fwhat-is-4mat%2F&psig=AOvVaw08B8DQ5hNdpKw_IJaD4Eak&ust=1698373590185000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBEQjRxqFwoTCODAoOXUkoIDFQAAAAAdAAAAABAE

 

  • Why, dimana yang kita sajikan tentang problem yang mereka hadapi atau tantangan yang sesuai dengan kriteria value dari mereka
  • What, kemudian kita lanjutkan dengan data pendukung yang memperkuat why nya
  • How, lalu kita berikan solusi apa yang harus kita lakukan
  • What if, dan ditahap ini kita bisa diskusikan apa yang bisa kita lakukan dan apa yang akan kita dilakukan.

Contoh yang bisa dilakukan : 

Why : Seperti yang kami tahu bahwa untuk meningkatkan penjualan disaat seperti ini sangat dibutuhkan apalagi kita melihat situasi (berikan data riset) dan juga agar biayanya tidak terbuang percuma maka (berikan argument)

What : Oleh sebab itu kita (berikan data pendukung)

How : Cara yang bisa kita lakukan adalah (berikan solusi)

What If : Sampai sini mungkin ada yang mau ditanyakan?

Nah cara ini kita bisa bangun presentasi solusi yang menarik bukan saja slide presentasi yang menarik!!

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Disney Strategies on Action – Penerapan Dalam Dunia Bisnis

Disney Strategies on Action

Bagaimana penerapannya dalam dunia usaha?

By Coach Antonius Arif

Baca artikel sebelumnya… Disney Strategies on Action

 

Saya akan sharingkan konsepnya dan nanti kita akan kembangkan untuk melakukan coaching atau mencari sebuah ide kreatif.

Contoh kasus : Bagaimana meningkatkan penjualan

  • Dreamer, Anda ingin berimajinasi secara bebas tentang cara meningkatkan penjualan. Ide yang mungkin muncul :
    • Menciptakan kampanye iklan yang luar biasa dan unik yang akan menarik perhatian banyak orang.
    • Mengembangkan produk atau layanan tambahan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara baru.
    • Menjalin kemitraan dengan bisnis terkait untuk menciptakan strategi bersama yang menguntungkan.
  • Reality (Realis), untuk menerjemahkan ide-ide ini menjadi konsep yang lebih praktis:
    • Evaluasi anggaran yang tersedia untuk promosi dan pengembangan produk atau layanan baru.
    • Pilih salah satu ide, misalnya, mengembangkan produk tambahan, dan tentukan cara untuk merancang dan memproduksi produk tersebut.
    • Tentukan strategi pemasaran dan distribusi yang realistis untuk produk tambahan atau kampanye iklan
  • Critic, tahap ini kita mengkritik ide dan rencana yang sudah dibuat
    • Apakah kampanye iklan atau produk tambahan ini memiliki potensi untuk menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan penjualan?
    • Apakah kita telah memperhitungkan risiko, seperti apakah ide ini sesuai dengan merek atau apakah ada pesaing yang kuat di pasar?
    • Apakah rencana pemasaran dan distribusi cukup efektif dan realistis?

Nah menarik kan? Dan tahap ini bisa kita ulang ke dream, reality dan critic sampai dapat hasil yang kita inginkan. Dan bagaimana jika kita gunakan dalam coaching? Ini beberapa pertanyaan yang bisa anda gunakan

 

DREAMER :

Apa yang Anda inginkan?

Apa yang mau dibahas?

Hasil akhirnya seperti apa yang Anda imajinasikan?

 

REALITY :

Apa rencana Anda?

Yang akan Anda lakukan?

Apa saja strategi untuk melakukannya?

Kapan mau hal itu terjadi? Dengan siapa saja Anda melakukan?

 

CRITIC :

Apa hambatan untuk melakukannya?

ada tidak kemungkinan Anda tidak melakukannya?

Apa kelemahan rencanamu?

Bagaimana memastikan Anda melakukannya?

Yakin Anda bisa melakukannya?

 

Selamat berlatih dan menggunakan konsep ini ya!!

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

Disney Strategies on Action

Disney Strategies on Action

By Coach Antonius Arif

Siapa sih yang tidak tahu Walt Disney? Seorang pencipta keajaiban dunia dengan film kartunnya Donald duck, Mickey mouse, dan masih banyak tokoh lainnya serta membuat taman bermain Disney World bahkan beberapa film kartun yang terkenal diciptakan di studio mereka.

Nah, yang menarik adalah Neuro Linguistic Programming (NLP) memodel konsep dari mereka yang disebut Disney strategies dimana Disney strategies adalah konsep memainkan peran atau dalam NLP disebut perceptual position, dimana konsep perceptual adalah memainkan peran seperti anda berdialog dengan teman anda dan anda memainkan peran menjadi diri sendiri dan nanti kita bisa memainkan peran menjadi orang yang kita ajak bicara dan masih banyak lagi. Dan juga kita bisa melihat dari sudut pandang ketiga yaitu orang luar yang melihat percakapan dua orang tersebut.

Nah, Disney Strategies dalam NLP sering sekali digunakan untuk mendapatkan ide atau kreativitas. Tapi dalam tulisan saya kali ini kita gunakan Teknik Disney Strategies untuk menemukan solusi berkaitan bisnis tapi sebelum sampai disana saya akan kupas Disney strategies sesuai dengan peruntukkan awalnya dalam Disney ada 3 bagian didalamnya jika kita mau menggunakan ini untuk mencari sebuah ide kreatif

  • Dreamer, ketika kita dalam peran menjadi seorang dreamer maka kita menjadi seorang berimajinasi bebas tidak ada batasan, dan merancang ide-ide besar dan visi. Diposisi dreamer kita fokus pada pemikiran kreatif dan ide-ide potensial. Jangan ada yang membatasi pemikiran apapun.

Apa yang bisa kita lakukan ditahap ini?

    • Mulailah dengan merenungkan dan merancang ide secara bebas. Berpikirlah tanpa batasan, kritik, atau pembatasan apa pun. Ini adalah waktu untuk berimajinasi sebanyak mungkin
    • Buat daftar atau mind map ide-ide Anda. Pikirkan tentang visi dan cita-cita Anda dalam konteks apa pun yang sedang Anda kerjakan
  • Reality, setelah kita ditahap dreamer dan dapat ide maka kita memainkan peran menjadi reality. Peran ini mengambil ide-ide dari dreamer dan menerjemahkannya ke dalam konsep yang lebih praktis. Mereka menganalisis bagaimana ide-ide ini dapat diwujudkan dalam dunia nyata, termasuk sumber daya yang diperlukan dan langkah-langkah yang perlu diambil.

Apa yang bisa kita terapkan dalam tahap ini?

    • Setelah Anda memiliki sejumlah ide dan visi dari peran dreamer, bergantilah ke peran reality. Tugas Anda di sini adalah menerjemahkan ide-ide ini ke dalam konsep yang lebih praktis.
    • Pertimbangkan sumber daya yang diperlukan, langkah-langkah yang perlu diambil, dan bagaimana ide-ide ini dapat diwujudkan dalam dunia nyata.
    • Identifikasi kendala dan potensi risiko yang mungkin muncul, dan pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengatasi mereka
  • Critic, setelah selesai menjadi orang yang reality atau realis kemudian kita masuk ke tahap critic. Anda mmengevaluasi ide-ide dengan kritis. Mereka mempertimbangkan kelemahan, potensi risiko, dan bagaimana ide-ide ini dapat ditingkatkan.

Tahap apa yang bisa kita lakukan?

    • Ini adalah saat Anda mengevaluasi ide-ide Anda dengan kritis. Pertimbangkan kelemahan dalam ide-ide Anda, dan pertimbangkan bagaimana mereka dapat ditingkatkan.
    • Pastikan ide-ide ini memiliki dasar yang kuat dan dapat berhasil. Pertanyaan kritis ini dapat membantu Anda menyempurnakan dan mengasah ide-ide Anda.

Setelah tahap ini maka yang anda lakukan adalah kembali lagi ke dreamer lalu ke realis lalu lanjut ke critic sampai menjadi seperti yang anda harapkan.

Saya akan sajikan contoh yang digunakan oleh Walt Disney dalam pembuatan ide sebuah film. Mari kita lihat contoh penggunaan Disney Strategies dalam konteks pengembangan ide untuk film animasi:

  • Dreamer , kita mulai dengan berimajinasi tanpa batasan. Kita ingin membuat film animasi yang unik dan memukau. Beberapa ide yang mungkin muncul :
    • Sebuah dunia di mana hewan-hewan berbicara dan memiliki petualangan epik.
    • Kisah tentang petualangan seorang anak ke dunia ajaib yang tersembunyi di dalam lemari.
    • Sebuah cerita tentang persahabatan antara manusia dan makhluk mitos.
  • Reality (Realis), kita beralih ke peran disini untuk menerjemahkan ide-ide ini menjadi konsep yang lebih praktis:
    • Pertimbangkan anggaran yang tersedia untuk film.
    • Pilih salah satu ide, misalnya, cerita tentang persahabatan antara manusia dan makhluk mitos, dan rancang plot yang lebih terinci.
    • Tentukan berapa lama waktu produksi yang diperlukan dan sumber daya yang dibutuhkan, termasuk tim kreatif dan teknologi animasi.
  • Critic, tahap ini kita mengevaluasi rencana dan ide dalam realis
    • Apakah cerita tentang persahabatan antara manusia dan makhluk mitos memiliki potensi emosional dan pesan yang kuat?
    • Apakah kita telah memperhitungkan risiko, seperti apakah konsep ini akan menarik perhatian audiens atau apakah sudah ada terlalu banyak film dengan tema serupa?
    • Apakah rencana produksi realistis, atau apakah ada potensi untuk masalah produksi?

Dengan menggunakan Disney Strategies, kita telah menjalani proses kreatif yang terstruktur dan menyeluruh untuk mengembangkan ide film animasi. Setelah ini, kita dapat terus mengembangkan konsep, menyempurnakan naskah, dan memasuki tahap produksi dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mewujudkan ide ini ke dalam kenyataan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Mengali Informasi atau Menemukan Motivasi

Menggali Informasi

Menggali Informasi atau Menemukan Motivasi

by Coach Antonius Arif

2. Menggali Informasi atau Menentukan Motivasi 

Ada 2 orang kakak dan adik Wanita sedang bertengkar karena berebutan satu buah jeruk. Mereka berdua ribut begitu heboh sampai akhirnya ayahnya datang dan marah kepada mereka berdua. Kira kira menurut teman teman yang membaca.

Apa yang akan dilakukan ayahnya untuk memisahkan hal tersebut? Pasti ada yang mengatakan jeruknya diambil ayahnya biar kedua duanya tidak dapat, ada yang mengatakan jeruknya dibagi dua sama ayahnya. Tapi apakah itu fair? Tidak! Ini adalah simulasi yang sering sekali digunakan dalam pelatihan negosiasi dengan Teknik NLP yang disebut orange solution.

Kenapa ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena ayahnya yang datang yang harusnya menjadi penengah tetapi langsung bertindak tanpa bertanya kepada anak anak yang rebut tersebut. Sedangkan yang dianjurkan adalah bertanya kepada kedua anak tersebut, sebenarnya apa sih yang dimau oleh kedua anak tersebut?

Ketika ayahnya bertanya kepada anak tersebut, memang kaka mau buat apa jeruk itu? Dan dia jawab dia membutuhkan untuk garnish kue nya dan adiknya membutuhkan jeruk itu karena mau buat juice jeruk. Nah dari sini kita belajar bahwa kakaknya bisa mendapat kulit jeruk untuk buat garnish dan adiknya mendapat buahnya dan inilah yang win win solution. Hal ini bisa terjadi jika kita menggunakan Teknik bertanya dengan metode NLP.

Yuk kita bahas lebih detail!

Dalam NLP ada Teknik untuk bertanya sehingga, ketika ada sebuah pernyataan tertentu kita bisa melakukan dengan Teknik bertanya agar informasi yang mau disampaikan bisa kita ketahui dulu tujuannya. Dalam NLP kita sebut Tekniknya Meta Model simplified

Jenis jenis pertanyaan Meta model Simplified

  • Pertanyaan Memahami detail : Bagaimana, apa, kapan, dimana, siapa spesifiknya?

Pertanyaan ini membantu anda untuk menemukan generalisasi dan mencari yang fakta yang sesungguhnya sehingga membantu anda menemukan apa yang sesungguhnya dikepala mereka.

Contoh : saya merasa tidak perlu barang itu

Pertanyaan yang bisa diajukkan : apa spesifiknya yang dimaksud tidak perlu barang ini?

  • Pertanyaan sumber informasi tidak ada : Kata siapa? Menurut siapa?

Pertanyaan ini membantu untuk seseorang yang menganggap itu sebagai fakta sehingga dia menyadari bahwa itu sekedar opini.

Contoh : Dia tidak suka dengan saya

Pertanyaan yang bisa diajukkan : Kata siapa dia tidak suka dengan kamu?

  • Pertanyaan Generalisasi : Semua orang? Selalu? Tak pernah? Tak satupun? Semuanya? Tak serangpun?

Kata-kata yang muncul karena terlalu mengeneralisasi secara berlebihan. Dan kata-kata yang muncul seperti “selalu”, “tidak pernah”, “tidak seorangpun”

Contoh : Orang itu tidak pernah percaya dengan saya

Pertanyaan yang bisa diajukkan : tidak pernah? Selalu?

  • Pertanyaan Klarifikasi : Apa yang anda maksudkan dengan itu?

Tujuan pertanyaan diatas untuk mengklarifikasikan apa yang orang pikirkan yang bisa jadi karena pemberian makna berlebihan (distorsi)

Contoh : saya bisa mati karena ini

Pertanyaan yang bisa diajukkan : apa yang anda maksudkan bisa mati karena ini?

  • Pertanyaan Membandingkan : Dibandingkan dengan siapa? Dibandingkan dengan apa?

Orang-orang senang membatasi kemampuan dirinya sehingga kita membuka pikiran orang bahwa masih ada kemungkinan untuk melakukannya.

Contoh : saya ini tidak pintar

Pertanyaan yang bisa diajukkan  : dibandingkan dengan siapa?

  • Pertanyaan Memahami Fakta : Bagaimana anda tahu?

Untuk membuka fakta yang sebenarnya atas kejadian tertentu. Karena orang selalu berasumsi bahwa dia mengetahui sesuatu tentang dirinya.

Contoh : saya ini dilahirkan tidak pintar

Pertanyaan yang bisa diajukkan : Bagaimana anda tahu bahwa anda dilahirkan tidak pintar?

  • Pertanyaan Pembatasan diri : Apa yang menghentikan anda? apa yang akan terjadi jika anda bisa?

Ini bisa digunakan untuk orang yang mengatakan “saya tidak bisa….” saya tidak mampu…. “

Contoh : saya tidak bisa untuk berjualan

Pertanyaan yang bisa diajukkan: Apa yang menghentikan anda ? Dan apa yang akan terjadi jika anda bisa?

  • Pertanyaan kebulatan tekad : Apa yang terjadi jika anda melakukannya? apa yang akan terjadi jika anda tidak melakukannya?

Ini dipakai untuk ketika mereka sudah mulai untuk memutuskan untuk melakukan sesuatu. Khususnya jika mereka masih mengatakan “harus”

Contoh : saya harus tetap fokus dipekerjaan saya

Pertanyaan  yang bisa diajukkan: apa yang akan terjadi jika anda harus tetap fokus dipekerjaan anda? apa yang akan terjadi jika anda tidak melakukannya.

Nah sekarang tinggal kita latih agar lebih lancar dalam mengali informasi sehingga mencegah terjadinya kesalahpahaman atau Ketika kita mempresentasikan sebuah ide dan kita tahu apa mereka sudah lakukan atau belum.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Kenapa Mengumpulkan Informasi Begitu Penting? – Informasi

Kenapa Mengumpulkan Informasi Begitu Penting?

Kenapa Tidak Langsung Beritahu Saja Sih?

By Coach Antonius Arif

 

Pada suatu siang saya datang ke kantor baru kami dan saya melihat ada kabel jaringan internet yang berantakan dibelakang kursi yang saya duduki dan kabel tersebut bukan dipasang rapi menyusuri tembok dan lewat loteng. Jadi saya melihatnya begitu berantakan. Begitu saya melihat itu, saya jengkel sekali dan langsung panggil salah satu staf saya yang biasa merapikan berkaitan hal itu.

Ketika saya panggil, saya tanya kepadanya “Iwan, kenapa kabel itu melintang dan berantakan. Kamu pasang gitu aja ga bisa. Rapikan dong, kan bisa lewat jendela yang rapi. Rapikan dan saya tidak mau terlihat berantakan”

Ketika saya bicara itu, Iwan terdiam lalu mencoba merapikan. Dan selidik punya selidik ternyata yang memasang bukan dia tetapi kawannya, Martin. Dan setelah beberapa saat, Iwan samperin saya bersama Martin dan berkata kepada saya “Pak, gak bisa pak. Saya sudah coba tadi dan tidak bisa”

Ketika saya dengar itu, jengkel saya muncul dan saya berpikir “hal seperti itu saja tidak bisa”. Lalu saya katakan kepadanya, “Gitu aja gak bisa, sini kasih saya. Saya yang pasang”

Begitu saya coba pasang eh ternyata memang tidak bisa karena saya mau tidak mau harus membolongi dinding kantor dengan bor dan saya tidak mau kantor dibolongin pakai bor. Jadi Ketika saya gak bisa, saya jadi malu hati dengan Iwan dan Martin.

 

Mengumpulkan Informasi

 

Lalu saat sore saya samperin Iwan dan saya minta maaf karena kejadian itu. Dari sini saya belajar satu hal, bahwa sebelum saya mau menyampaikan pendapat maka saya harus mencari informasi dahulu, kenapa tidak dikerjakan dan jangan langsung diberitahu (kemungkinan) kesalahannya.

Karena memang belum tentu salah ya kan? Begitu juga ketika jadi anak buah, pasti kita pernah juga mengalami atasan kita yang kita rasa kaya sok tahu padahal yang disarankan sudah kita lakukan, benar kan anda pernah merasakan itu?

Itulah kenapa mengali informasi atau mengali motivasi saat percakapan menjadi penting. Dan tulisan saya sebelumnya membahas tentang menjalin hubungan dan sekarang tahap kedua adalah mengumpulkan informasi atau menemukan apa motivasi mereka.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

 

5 Teknik untuk Menjalin Hubungan : Menarik Perhatian

5 Teknik untuk Menjalin Hubungan

By Coach Antonius Arif

 

Ketika menjalin hubungan baik dengan orang lain, apa tips yang bisa kita lakukan agar terjalin hubungan yang sangat akrab? Paling tidak ada 5 hal yang harus kita lakukan….

  1. Menarik Perhatian

kita membuat orangnya terfokus dengan kita dan ngobrol dengan kita dengan cara membuat mereka perhatian dengan kita. Bagaimana cara agar mereka tertarik dengan kita? Salah satu Teknik yang sederhana dengan menggunakan teknik bertanya. Kita bisa bertanya tentang apapun yang menarik perhatian. Saya akan berikan beberapa contoh untuk Teknik pertanyaannya.

Teknik bertanya jenis apa yang bisa menimbulkan percakapan atau topik apa yang menarik ditanyakan saat awal percakapan agat dapat menjalin hubungan denganb baik?

  • Family,

Kita bisa bertanya tentang keluarga, lokasi mereka tinggal, tentang anak mereka ataupun tentang dulu sekolah dimana. Hati hati!, jangan pertanyaan anak sekolah dimana atau anak umur berapa ditanya diawal atau juga jangan bertanya tentang istri kerja dimana karena ini sensitive dimasa modern ini banyak orang yang belum menikah atau karena kesibukan jadi belum mempunyai anak.

Jadi pertanyaan yang bisa kita lakukan adalah bertanya, tinggal dimana? Dengan siapa tinggal disana? Jika dia bilang keluarga besar maka kita bisa gali lebih dalam dengan bertanya. Apakah dengan orang tua? Dari sini kita baru tahu apakah sudah menikah atau sudah punya anak. Jadi ditanya dengan cara ini lebih sopan santun.

  • Organisasi,

Kita bisa tanya kerja dimana dan sudah berapa lama kerja disana, berapa lama di divisi itu dan lain sebagainya.

  • Recreation,

Kita bisa bertanya kemana mereka kalau selama ini liburan kemana atau kebetulan abis tanggal merah kita bisa tanya, kemaren liburan kemana

  • Dream, kita bisa bertanya tentang Impian dia apa.

Dan ini adalah beberapa yang bisa kita gunakan. Saya akan berikan lagi tips lainnya yang kita sebut 5P

  • Profit, kita bisa bertanya tentang peluang bisnis dimasa sekarang apakah masih untung dan juga kita bisa tanya tentang jualan di tiktok apakah menguntungkan dan lain sebagainya.
  • Prediction, kita bertanya tentang apa pandangan dia tentang masa depan atau menjelang pemilu atau bahkan bisa tanya kira kira tentang IKN dan sebagainya.
  • Point of you, bertanya mengenai pendapat dia mengenai diri kita, profesi kita dan mungkin kita bisa minta nasehat darinya.
  • Passion, kita bisa tanya hobi mereka
  • Personal lalu kita bisa tanya tentang kehidupan pribadi mereka.

2. Membangun kesamaan,

Disini kita belajar untuk bertanya kepadanya saat terjadi percakapan diatas apakah adakah mereka sama dengan kita? Jika sama, kita bisa mengatakan kepadanya bahwa wah kebetulan kita sama. Dari situ akan kebangun chemistry yang baik. Kita bisa mencari kesamaan suku, agama, sekolah, teman bahkan hobi.

Menjalin Hubungan

3. Membangun keselarasan,

Ketika terjadi percakapan tidak jarang terjadi debat. Maka Ketika kita bicara jangan sampai terjadi perdebatan. Jika sampai terjadi perbedaan pendapat, maka kita lebih baik melakukan agreement frame dimana kita menyetujui pendapat mereka. Ingat! Menang debat tidak membuat anda menang atau anda mencapai tujuan.

4. Tunjukkan minat,

Setiap percakapan anda harus benar benar mendengar orang yang berbicara, jangan pegang apapun serta eye contact memperhatikan orangnya dan yang paling penting keluarkan beberapa kata sebagai tanda persetujuan seperti, “ya, benar, setuju, masuk akal, masa, o gitu dan lain sebagainya

5. Menciptakan dukungan,

Nah orang suka banget dipuji. Ditahap ini kita bisa menggunakan pujian. Dalam salah satu Teknik NLP kita bisa menggunakan Teknik QAS.

 

Teknik apa itu?

Question : kita mengajukan pertanyaan kepada orang yang kita ajak bicara

Answer : kita mendengarkan jawaban mereka

Support : lakukan pujian kepada mereka.

 

Saya berikan contoh :

Question : Sudah berapa lama kerja diperusahaan ini?

Answer  (orang yang diajak bicara menjawab) : Sudah 10 tahun

Support : Wah anda benar benar loyal ya, Perusahaan anda pasti bangga ya punya karyawan seperti anda.

 

Dengan konsep komunikasi seperti itu, menjalin hubungan menjadi menyenangkan dan langkah pertama telah selesai dan kita sekarang masuk ke tahap berikutnya.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Teknik Matching dan Mirroring untuk Menjalin Hubungan

Free photo apple on blue table isolated on yellow near mirror

Matching & Mirroring

By Coach Antonius Arif

 

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa ketika teman teman karibmu berkumpul, tingkah laku dan bahkan suara mereka cenderung mirip? Fenomena ini sering digambarkan sebagai ‘nyambung’, ternyata ada ilmu dibalik itu. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa teknik itu adalah Matching & Mirroring — meniru body language, tingkah laku, dan mengulangi kata-kata orang lain.

Bahkan ada teman yang dialeknya Jawa eh kok kita juga berdialek yang sama? Ini yang membuat kita menjadi cepat akrab. Dan ternyata teknik ini bisa diduplikasi dan hasilnya juga sama yaitu cepat terjalinnya hubungan baik.

 

Mirroring dan match adalah teknik yang banyak digunakan dalam Neuro-Linguistic Programming, atau NLP, sebuah model komunikasi interpersonal yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder pada tahun 1970an. Idenya adalah bahwa orang merasa paling nyaman berada di dekat orang-orang yang sama seperti mereka dan bahkan bisa juga pola pikir yang sama. Semakin seseorang percaya bahwa Anda seperti mereka, semakin mudah mengembangkan kepercayaan dan hubungan baik di tingkat pikiran bawah sadar.

 

Foto Contoh Teknik Matching Mirroring

 

Mirroring mengacu pada ‘peniruan’ perilaku orang lain secara bersamaan, seolah-olah mencerminkan gerakan mereka kembali ke orang tersebut. Jika dilakukan dengan rasa hormat dan kebijaksanaan, mirroring akan menciptakan perasaan positif dan respon positif kepada orang yang kita ajak bicara.  Bagaimana cara melakukannya? Ketika kaki orang yang didepan kita disilang, maka kita ikut menyilangkan kaki kita tapi diberi jeda 3-5 detik. Dan begitu juga Ketika orang yang kita ajak bicara maju ke depan maka kita melakukan yang sama.

Apa yang membedakan Matching dengan Mirroring?

Ketika matching kita meniru persis, kaki kanan disilang maka kita menyilang kaki kanan sedangkan mirroring kita seperti bercermin. Ketika orang yang kita ajak bicara kaki kanan disilang maka kaki kiri kita yang disilang sama seperti melihat dicermin.

Mau melakukan matching atau mirroring adalah sama saja yang penting anda melakukannya, masuk akal kan? Dan setelah itu kita lihat bagaimana akhirnya terciptalah keakraban dengan orang yang diajak bicara.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly