Dr. Richard Bandler menjelaskan teknik komunikasi NLP untuk negosiasi bisnis efektif

Dr. Richard Bandler: Ubah Gaya Komunikasi, Kuasai Meja Negosiasi

Dalam dunia bisnis modern, negosiasi bukan sekadar kemampuan untuk menyampaikan argumen kuat. Menurut Dr. Richard Bandler, pencipta Neuro-Linguistic Programming (NLP), inti dari negosiasi yang sukses adalah gaya komunikasi yang tepat—yang mampu membangun koneksi, memengaruhi secara halus, dan tetap menjaga keharmonisan hubungan.

Negosiasi Efektif Dimulai dari Komunikasi yang Cerdas

Melalui program Persuasion Engineering®, Bandler mengajarkan bahwa membentuk rapport atau koneksi emosional dengan lawan bicara adalah fondasi utama dalam proses negosiasi. Dengan membangun rasa percaya, lawan bicara akan lebih terbuka terhadap ide dan solusi yang Anda tawarkan.

Mendengar Lebih Dalam, Mempengaruhi Lebih Akurat

Bandler menekankan pentingnya mendengarkan secara aktif—bukan hanya pada kata-kata, tetapi juga pada nada suara, bahasa tubuh, dan makna tersembunyi. Dari sini, kita bisa memahami motivasi, keraguan, dan keyakinan terdalam dari lawan negosiasi.

Komunikasi Persuasif: Kunci Sukses Negosiasi

Melalui pendekatan NLP, Bandler menekankan pentingnya rapport, yaitu kemampuan menyatu secara emosional dan psikologis dengan lawan bicara. Rapport membuka ruang kepercayaan dan membuat komunikasi jadi lebih lancar. Dalam proses ini, ide-ide yang kamu sampaikan tidak akan terasa memaksa, karena telah dibungkus dengan empati dan pemahaman.

Teknik Persuasif NLP dalam Negosiasi

Berbagai teknik bahasa persuasif NLP seperti:

  • Embedded commands

  • Presupposition

  • Reframing

…memungkinkan Anda menyampaikan pesan secara halus, bahkan membuat ide Anda terasa seperti berasal dari pemikiran lawan bicara sendiri. Ini adalah seni memengaruhi tanpa terlihat mendominasi.

Kendalikan Emosi, Menangkan Situasi Negosiasi – NLP

Negosiator yang kalah bukan karena argumen lemah, tetapi karena emosi yang tidak terkendali. NLP mengajarkan pengelolaan state, yaitu bagaimana menjaga kondisi mental dan emosional tetap stabil, fokus, dan tenang di situasi penuh tekanan.

Kenali Gaya Komunikasi Lawan Bicara

Apakah mereka dominan visual, auditori, atau kinestetik? NLP memberikan cara untuk mengenali dan menyesuaikan gaya komunikasi Anda, sehingga negosiasi berlangsung lebih mulus dan hasilnya lebih maksimal.

Ikuti pelatihan Licensed Business Practitioner of NLP™ yang dirancang untuk Anda yang ingin melakukan transformasi pribadi dan profesional secara nyata.

Kunjungi website kami:

Ilustrasi tiga elemen NLP: Neuro, Linguistik, dan Pemrograman

Dr. Richard Bandler Ungkap Cara Mengubah Hidup dengan NLP

Cara Mengubah Hidup dengan NLP ala Dr. Richard Bandler

Apakah Anda pernah merasa hidup Anda stagnan, sulit berkembang, atau terus mengulang pola yang sama? Jika ya, Anda tidak sendirian. Banyak orang merasa seperti itu, dan kabar baiknya: Anda bisa mengubah hidup Anda dengan NLP.

Dr. Richard Bandler, salah satu pendiri Neuro-Linguistic Programming (NLP), mengajarkan bahwa kita bisa memetakan dan memprogram ulang pikiran serta kebiasaan agar hasil hidup berubah secara nyata.

1. Neuro: Cara Otak Memproses Informasi

Neuro merujuk pada cara sistem saraf kita — khususnya otak — menerima dan memproses informasi dari panca indera. Semua pengalaman yang kita alami diinterpretasikan oleh otak dan membentuk persepsi serta respons.

Contoh: Jika Anda sering mendengar kritik di masa lalu, otak Anda mungkin membentuk keyakinan “Saya tidak cukup baik.” NLP membantu memetakan dan mengubah persepsi ini.

2. Linguistik: Bahasa Membentuk Realitas

Bahasa adalah alat yang sangat kuat. Tidak hanya untuk komunikasi eksternal, tetapi juga internal — seperti dialog dalam pikiran kita.

Dengan NLP, kita belajar bagaimana mengubah bahasa internal (self-talk) yang negatif menjadi lebih membangun. Misalnya, mengubah “Saya selalu gagal” menjadi “Saya sedang belajar dan berkembang.”

3. Pemrograman: Membentuk Pola Kebiasaan

Dari pengalaman hidup, kita menciptakan pola kebiasaan. NLP memungkinkan kita memprogram ulang pola negatif menjadi pola baru yang produktif, positif, dan memberdayakan.

Ketiga elemen ini saling terhubung dan memengaruhi hasil hidup Anda. Dengan menguasai NLP, Anda bisa:

  • Mengubah cara berpikir yang membatasi

  • Meningkatkan komunikasi diri dan dengan orang lain

  • Mengganti kebiasaan negatif dengan strategi sukses yang terukur

Kesimpulan

Mengubah hidup dengan NLP bukanlah hal mistis. Ini adalah proses ilmiah yang memadukan kerja otak, bahasa, dan kebiasaan. NLP mengajarkan Anda untuk menjadi arsitek kehidupan Anda sendiri dengan membongkar pola lama dan membentuk pola baru yang lebih memberdayakan.

Jika Anda ingin mengubah hidup, meningkatkan karier, atau menjadi komunikator dan pemimpin yang lebih baik, NLP adalah alat yang sangat efektif untuk memulai perubahan tersebut.

Ikuti pelatihan Licensed Business Practitioner of NLP™ yang dirancang untuk Anda yang ingin melakukan transformasi pribadi dan profesional secara nyata.

Kunjungi website kami:

 
 

Dr. Richard Bandler menjelaskan konsep dasar NLP untuk perubahan hidup

Kenapa Dr. Richard Bandler Menciptakan NLP ?

NLP (Neuro-Linguistic Programming) bukan hanya tentang terlihat pintar dalam berkomunikasi. Dr. Richard Bandler menciptakan NLP untuk satu tujuan utama: membantu orang mengubah hidup mereka secara sadar.

Latar Belakang Lahirnya NLP

NLP lahir dari kegelisahan mendalam:
Mengapa sebagian orang bisa berubah dengan cepat, sementara yang lain tetap stuck selamanya?

Inilah yang mendorong Dr. Richard Bandler, bersama John Grinder, mempelajari cara kerja pikiran, bahasa, dan perilaku. Mereka meneliti para ahli terapi, pemimpin bisnis, dan komunikator andal, lalu menyusun pola-pola pikiran yang bisa ditiru dan diterapkan oleh siapa saja.

Apa Itu NLP?

NLP bukanlah teknik manipulasi atau hipnosis murahan.
NLP adalah pendekatan ilmiah untuk memahami bagaimana manusia berpikir, merasa, dan bertindak, kemudian memprogram ulang hal-hal yang menghambat pertumbuhan.

Bandler mengatakan:

“I want people to have choices.” – Dr. Richard Bandler

Pilihan inilah yang menjadi fondasi NLP:
Dengan memahami cara kerja pikiran, kita bisa mengubah respons, emosi, dan arah hidup kita secara sadar.

NLP dalam Dunia Nyata

Tidak heran jika NLP kemudian menjadi senjata rahasia banyak orang sukses di berbagai bidang. Karena mereka bisa:

  • Menyampaikan ide dengan pengaruh yang kuat

  • Membangun kepercayaan dalam hitungan menit

  • Mengatur emosi meskipun dalam tekanan

  • Mengubah arah hidup melalui kendali pikiran yang sadar

Apakah NLP dari Richard Bandler Cocok untuk Kamu?

Jika kamu sudah belajar banyak, bekerja keras, tapi tetap merasa mentok di tempat, bisa jadi masalahnya bukan kurang belajar, tapi belum memahami cara kerja pikiranmu sendiri.

Dan inilah kekuatan NLP:
Membantu kamu menguasai pikiran, bukan sekadar mengikuti alurnya.

Program Resmi NLP: Langkah Awal untuk Transformasi

Untuk kamu yang serius ingin menerapkan NLP dalam bisnis, karier, atau kehidupan pribadi, kini tersedia:

Program LICENSED BUSINESS PRACTITIONER OF NLP
Sertifikasi resmi dengan kurikulum langsung dari Dr. Richard Bandler, terstruktur, dan siap membimbing transformasi hidupmu dari dalam ke luar.


Kesimpulan

Dr. Richard Bandler menciptakan NLP bukan sekadar untuk membuatmu “terlihat pintar” dalam berbicara. NLP adalah alat untuk mengubah pola pikir, memperluas pilihan, dan mengubah hidup secara sadar.
Kalau kamu siap untuk itu, NLP bukan lagi teori — tapi langkah awal menuju versi terbaik dari dirimu.

Pelajari lebih lanjut tentang NLP dan bagaimana memanfaatkannya di:

orang-kantor-nlp

NLP Itu Berbahaya! Jika Anda Tak Siap Sukses

Pelatihan NLP – Kita hidup di dunia yang penuh paradoks. Semua orang berkata ingin sukses, tetapi banyak yang secara tidak sadar justru menghindarinya. Pernahkah Anda merasa tahu apa yang perlu dilakukan untuk maju, tetapi tetap menunda-nunda? Atau bahkan mencari alasan untuk tidak melakukannya? Ini bukan sekadar kebiasaan buruk—ini adalah cara otak kita bekerja, dan di sinilah ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming) dapat membantu Anda memahami dan mengubahnya.

Sebagai manusia, kita digerakkan oleh dua prinsip dasar: menghindari rasa sakit dan mencari kenikmatan. Prinsip ini, yang dikenal sebagai Pain and Pleasure Principle, adalah penggerak utama di balik setiap keputusan yang kita buat, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Namun, bagaimana jika pola ini justru menjebak kita?

Bayangkan Anda seorang pemimpin tim yang tahu pentingnya memberikan feedback kepada anggota yang performanya menurun. Namun, Anda menunda-nunda dengan alasan sibuk, padahal alasan sebenarnya adalah ingin menghindari ketidaknyamanan menghadapi konfrontasi. Di sisi lain, Anda lebih memilih tugas-tugas kecil yang memberi kepuasan instan, meskipun itu tidak berdampak besar pada kinerja tim. Secara tidak sadar, otak Anda lebih memilih kenyamanan sementara (pleasure) dan menghindari potensi ketegangan (pain).

Ubah Pola dengan Pelatihan NLP

Dengan Pelatihan NLP, Anda dapat membalikkan pola ini untuk keuntungan Anda. Salah satu teknik yang efektif adalah reframing, yakni mengubah sudut pandang terhadap rasa sakit dan kenikmatan. Cobalah fokus pada rasa sakit yang akan timbul jika Anda terus menunda. Apa yang akan terjadi pada tim Anda jika masalah ini tidak segera ditangani? Bisakah Anda menerima konsekuensi dari stagnasi atau bahkan kemunduran?

Di sisi lain, bayangkan kenikmatan yang akan Anda rasakan jika mengambil tindakan tegas. Lihat diri Anda sebagai pemimpin yang dihormati karena keberanian dan integritas Anda. Rasakan kepuasan melihat tim Anda berkembang karena Anda berani mengambil langkah yang sulit tetapi penting. Pelatihan NLP mengajarkan Anda memanfaatkan kekuatan visualisasi ini agar otak Anda terpacu melakukan perubahan signifikan.

Dorongan untuk Bertindak

Anehnya, banyak orang hanya butuh sedikit “dorongan emosional” untuk keluar dari zona nyaman mereka. Ketika Anda menghadirkan gambaran rasa sakit akibat stagnasi dan kenikmatan dari kemajuan, Anda memberi otak Anda alasan kuat untuk bertindak. Seperti menggiring bola ke gawang, Anda tidak akan berhenti jika tahu apa yang dipertaruhkan dan seberapa besar kemenangan yang menunggu.

Jadi, tanyakan pada diri sendiri sekarang: apakah Anda sedang mencari kenyamanan atau mencari keberhasilan? Jika jawabannya adalah yang kedua, biarkan NLP menjadi alat untuk mengarahkan fokus Anda pada apa yang benar-benar penting. Ingat, rasa sakit dan kenikmatan adalah kompas emosi Anda. Arahkan dengan bijak, dan Anda akan terkejut melihat betapa cepat hidup Anda berubah.

Kesuksesan tidak pernah semudah ini, selama Anda tahu cara memprogram ulang pikiran Anda. Siap untuk mencoba?

Pelajari lebih lanjut tentang NLP dan bagaimana memanfaatkannya di:

presentasi nlp

NLP Mengubah Hidup: Dari Proyek Mahasiswa ke Metode Global

Meningkatkan Daya Pikir dan Kualitas Hidup dengan NLP

Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah pendekatan praktis yang memadukan cara berpikir, bahasa, dan tindakan untuk menghasilkan perubahan positif. Meski awalnya dirancang sebagai metode terapi, kini NLP banyak diterapkan dalam konteks pendidikan, komunikasi, kepemimpinan, dan pengembangan potensi diri.

Latar Belakang dan Tujuan NLP

Pada tahun 1970-an, dua peneliti, Richard Bandler dan John Grinder, mempelajari bagaimana terapis seperti Virginia Satir dan Milton Erickson menciptakan hasil luar biasa. Mereka menemukan bahwa keberhasilan itu tidak hanya datang dari isi terapi, tetapi dari struktur bahasa dan pola pikir yang digunakan. Hasil penelitian ini kemudian dirumuskan menjadi metode yang dapat dipelajari oleh siapa saja untuk mencapai hasil serupa.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam rutinitas harian, teknik NLP dapat membantu seseorang mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperbaiki cara memandang tantangan. Salah satu teknik populer adalah reframing, yaitu mengubah sudut pandang terhadap suatu peristiwa agar lebih membangun dan memberdayakan. Selain itu, juga digunakan untuk menetapkan tujuan secara lebih jelas dan menciptakan kebiasaan berpikir yang mendukung pencapaian tersebut.

Manfaat untuk Dunia Kerja dan Bisnis

Banyak profesional memanfaatkan strategi NLP untuk membangun hubungan kerja yang harmonis. Dalam kepemimpinan, pendekatan ini membantu manajer memahami cara berpikir tim dan menyampaikan instruksi dengan cara yang lebih efektif. Di bidang penjualan, memudahkan dalam menjalin relasi emosional dengan klien, sekaligus meningkatkan kemampuan negosiasi.

Transformasi Pola Pikir dan Cara Komunikasi

Keunikan terletak pada kemampuannya memodifikasi kebiasaan mental yang menghambat pertumbuhan. Dengan memahami preferensi komunikasi—seperti visual, auditori, atau kinestetik—kita bisa menyesuaikan penyampaian pesan agar lebih mudah diterima oleh orang lain. NLP juga membantu dalam membangun empati, sehingga komunikasi menjadi lebih mengena dan bermakna.

Kesimpulan: Investasi untuk Diri Sendiri

Secara keseluruhan, pendekatan ini memberikan alat yang aplikatif untuk meningkatkan kualitas hidup. Jika Anda ingin lebih percaya diri, produktif, dan efektif dalam berinteraksi, memahami konsep NLP adalah langkah awal yang bijak. Investasi dalam pengembangan diri melalui NLP akan memberi dampak jangka panjang yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan.

Pelajari lebih lanjut di:

Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

Meta Program | Memahami Profile Komunikasi Teman Bicara

By Coach Antonius Arif

Ternyata yang menariknya berkomunikasi dengan satu manusia dengan manusia yang lain bisa berbeda walau satu keluargapun juga bisa berbeda. Bahkan cara kerja pikirannya atau cara dia memutuskan sesuatu sepertinya berbeda. Didalam NLP disebut namanya Meta program.

Dimana setiap orang ada profil yang berbeda dan kombinasi yang berbeda. Kita bisa menggunakan Meta Program ini untuk interview calon karyawan baru bahkan kita bisa gunakan juga untuk melakukan coaching kepada tim dibawah kita atau bahkan kita bisa gunakan untuk menyampaikan suatu informasi kepada tim kita.

Saya akan kupas beberapa saja meta program orang yang kita ajak bicara dan dampaknya kepada mereka seperti apa, ibaratnya kalau kita tahu meta program seseorang maka kita lebih mudah mempersuasi mereka, masuk akal kan?

Profil Meta Program apa saja?

  • Proactive & Reactive, dimana kita melihat karakter seseorang dalam melakukan sebuah Tindakan atau bagaimana mereka merepson sesuatu
  • Proactive : Orang yang memiliki meta program “proactive” cenderung inisiatif, aktif, dan berorientasi pada tindakan. Mereka seringkali memandang dunia sebagai tempat yang bisa mereka pengaruhi atau bentuk sesuai keinginan mereka. Mereka lebih mungkin untuk mengambil tindakan dengan cepat, mencari peluang, dan berusaha mengendalikan situasi..

kata kunci komunikasi yang sering digunakan : Ambil tindakan, langsung melakukan, segera diputuskan, cepat, dan singkat

Contoh : saya langsung lakukan, buat saya kecepatan itu penting, saya cari cara yang singkat

Orangnya jika bekerja seperti apa? Jika menjadi bagian keamanan maka dia akan mencari cara bagaimana mencegah terjadinya pencurian. Tetapi kalau orang tersebut adalah divisi accounting maka dia akan mengejar orang orang untuk segera melaporkan pekerjaan mereka.

  • Reactive : orang yang memiliki meta program “reactive” cenderung merespons situasi dan lingkungan sekitar mereka. Mereka mungkin lebih membiarkan hal-hal terjadi pada mereka daripada mencoba mengubah atau mengendalikannya. Mereka mungkin lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan mungkin merasa lebih nyaman saat mengikuti arus daripada menciptakan perubahan

Kata kata kunci yang sering digunakan : Mencoba, memikirkan, bisa saja, menunggu.

Contoh : saya coba dulu ya, saya pikirkan dulu caranya, saya menunggu apa kata atasan.

Orang yang mempunyai profil dalam bekerja :  ini jika menjadi keamanan maka akan menunggu jika terjadinya pencurian dan melihat ada kejadian pencurian baru bergerak. Sedangkan jika dia bagian business development maka orang ini harus disuruh suruh dulu baru dia mengerjakan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Kenapa Mengumpulkan Informasi Begitu Penting? – Informasi

Kenapa Mengumpulkan Informasi Begitu Penting?

Kenapa Tidak Langsung Beritahu Saja Sih?

By Coach Antonius Arif

 

Pada suatu siang saya datang ke kantor baru kami dan saya melihat ada kabel jaringan internet yang berantakan dibelakang kursi yang saya duduki dan kabel tersebut bukan dipasang rapi menyusuri tembok dan lewat loteng. Jadi saya melihatnya begitu berantakan. Begitu saya melihat itu, saya jengkel sekali dan langsung panggil salah satu staf saya yang biasa merapikan berkaitan hal itu.

Ketika saya panggil, saya tanya kepadanya “Iwan, kenapa kabel itu melintang dan berantakan. Kamu pasang gitu aja ga bisa. Rapikan dong, kan bisa lewat jendela yang rapi. Rapikan dan saya tidak mau terlihat berantakan”

Ketika saya bicara itu, Iwan terdiam lalu mencoba merapikan. Dan selidik punya selidik ternyata yang memasang bukan dia tetapi kawannya, Martin. Dan setelah beberapa saat, Iwan samperin saya bersama Martin dan berkata kepada saya “Pak, gak bisa pak. Saya sudah coba tadi dan tidak bisa”

Ketika saya dengar itu, jengkel saya muncul dan saya berpikir “hal seperti itu saja tidak bisa”. Lalu saya katakan kepadanya, “Gitu aja gak bisa, sini kasih saya. Saya yang pasang”

Begitu saya coba pasang eh ternyata memang tidak bisa karena saya mau tidak mau harus membolongi dinding kantor dengan bor dan saya tidak mau kantor dibolongin pakai bor. Jadi Ketika saya gak bisa, saya jadi malu hati dengan Iwan dan Martin.

 

Mengumpulkan Informasi

 

Lalu saat sore saya samperin Iwan dan saya minta maaf karena kejadian itu. Dari sini saya belajar satu hal, bahwa sebelum saya mau menyampaikan pendapat maka saya harus mencari informasi dahulu, kenapa tidak dikerjakan dan jangan langsung diberitahu (kemungkinan) kesalahannya.

Karena memang belum tentu salah ya kan? Begitu juga ketika jadi anak buah, pasti kita pernah juga mengalami atasan kita yang kita rasa kaya sok tahu padahal yang disarankan sudah kita lakukan, benar kan anda pernah merasakan itu?

Itulah kenapa mengali informasi atau mengali motivasi saat percakapan menjadi penting. Dan tulisan saya sebelumnya membahas tentang menjalin hubungan dan sekarang tahap kedua adalah mengumpulkan informasi atau menemukan apa motivasi mereka.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

 

Teknik Matching dan Mirroring untuk Menjalin Hubungan

Free photo apple on blue table isolated on yellow near mirror

Matching & Mirroring

By Coach Antonius Arif

 

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa ketika teman teman karibmu berkumpul, tingkah laku dan bahkan suara mereka cenderung mirip? Fenomena ini sering digambarkan sebagai ‘nyambung’, ternyata ada ilmu dibalik itu. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa teknik itu adalah Matching & Mirroring — meniru body language, tingkah laku, dan mengulangi kata-kata orang lain.

Bahkan ada teman yang dialeknya Jawa eh kok kita juga berdialek yang sama? Ini yang membuat kita menjadi cepat akrab. Dan ternyata teknik ini bisa diduplikasi dan hasilnya juga sama yaitu cepat terjalinnya hubungan baik.

 

Mirroring dan match adalah teknik yang banyak digunakan dalam Neuro-Linguistic Programming, atau NLP, sebuah model komunikasi interpersonal yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder pada tahun 1970an. Idenya adalah bahwa orang merasa paling nyaman berada di dekat orang-orang yang sama seperti mereka dan bahkan bisa juga pola pikir yang sama. Semakin seseorang percaya bahwa Anda seperti mereka, semakin mudah mengembangkan kepercayaan dan hubungan baik di tingkat pikiran bawah sadar.

 

Foto Contoh Teknik Matching Mirroring

 

Mirroring mengacu pada ‘peniruan’ perilaku orang lain secara bersamaan, seolah-olah mencerminkan gerakan mereka kembali ke orang tersebut. Jika dilakukan dengan rasa hormat dan kebijaksanaan, mirroring akan menciptakan perasaan positif dan respon positif kepada orang yang kita ajak bicara.  Bagaimana cara melakukannya? Ketika kaki orang yang didepan kita disilang, maka kita ikut menyilangkan kaki kita tapi diberi jeda 3-5 detik. Dan begitu juga Ketika orang yang kita ajak bicara maju ke depan maka kita melakukan yang sama.

Apa yang membedakan Matching dengan Mirroring?

Ketika matching kita meniru persis, kaki kanan disilang maka kita menyilang kaki kanan sedangkan mirroring kita seperti bercermin. Ketika orang yang kita ajak bicara kaki kanan disilang maka kaki kiri kita yang disilang sama seperti melihat dicermin.

Mau melakukan matching atau mirroring adalah sama saja yang penting anda melakukannya, masuk akal kan? Dan setelah itu kita lihat bagaimana akhirnya terciptalah keakraban dengan orang yang diajak bicara.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Team saya kok ga berkembang? Salah dimana ya? – bagian 1

Team saya kok ga berkembang? Salah dimana ya? – bagian 1

 

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

 

Sudah merekrut staf atau team baru dan anda berasumsi orang ini pasti bagus tapi ya kok saat menjalankan pekerjaan ga sebagus seperti yang anda bayangkan. Salah dimana? Siapa yang pernah punya permasalahan yang sama?

 

Ini terjadi dengan orang orang yang mengikuti pelatihan saya khususnya Neuro Linguistic Programing. Saya cuma mengatakan itu wajar karena kalau kita tidak mempunyai ilmunya maka akan mengalami kegagalan dalam mengembangkan orang lain.

 

Ketika ada seseorang masuk menjadi team kita maka hal yang pertama harus kita lakukan adalah mengecek level kompetensi atau level kemampuan mereka untuk mengerjakan hal tersebut. Dalam NLP dipecah menjadi 4 level :

  1. Unconscious incompetence, dimana orangnya tidak tahu bahwa dia tidak bisa. Dilevel ini mereka tidak tahu ada pekerjaan model itu atau kalaupun dia tahu tapi dia tidak tahu bisa mengerjakannya. Saya beri contoh sederhana. Ada seorang yang mau menjadi konten creator dan dia melihat sepertinya gampang. Dia tidak tahu bahwa dia tidak bisa. Tapi motivasinya tinggi dan semangat tinggi dan kompetensi NOL.
  2. Conscious incompetence, di level ini adalah orangnya jadi menyadari bahwa dia tidak bisa. Kita lanjutkan contoh di atas si konten Creator baru menyadari bahwa dia ga mengerti dan tidak bisa melakukannya. Dan gagal berkali kali. Dilevel ini adalah level kritikal karena dia bisa menyerah kapanpun dan resign bisa terjadi.
  3. Conscious competence, ditahap ini adalah tahap dia mengerti apa yang dia kerjakan dan mampu lakukan tapi ditahap ini kadang kadang masih ada kesalahan dibeberapa hal. Contoh : konten creator tadi sudah bisa mengerjakan tapi kadang kontennya bisa bagus dan tidak bagus. Tahu dari mana hasil tidak bagus atau bagus? Atasannya melihat dia ada kelemahan di tren analytic dan dengan hal itu tugas atasan membuat dia menyadari yang bagus itu seperti apa. Bukan sekedar kerja tanpa melihat hasilnya bagus atau engga.
  4. Unconscious competence, dilevel ini adalah level sempurna dan bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan sudah siap untuk menjadi penerus dilevel berikutnya.

 

Trus setiap bagian tersebut harus diapakan dong? Besok kita bahas lebih detail dengan teknik NLP yang tentukan akan membuat hidup lebih menyenangkan

NLP for Life – Penyesalan atas salah pengambilan keputusan

Salam Performance!

nlp for life

Mengambil Keputusan

Belajar NLP kali ini membahas tentang penyesalan dalam salah pengambilan keputusan. Dalam kehidupan pasti tak jarang kita mengalami kesalahan dalam pengambilan keputusan. Begitu salah dalam pengambilan keputusan kadang kita menyesali atas hal yang kita telah putuskan. Itu bisa saja berupa salah pengambilan keputusan saat memutuskan memilih pasangan, salah mengambil keputusan saat memilih profesi pekerjaan, salah dalam menentukan perekrutan karyawan, salah mengambil keputusan ketika orang tua sakit dan akhirnya mereka meninggal dan masih banyak lagi yang kadang disesali. Dan yang ini sering sekali terjadi.

Bahkan kadang yang berkaitan kehidupan sehari2 itu yang membuat penyesalannya bisa hingga lama. Bahkan berakhir dengan menyalahkan diri sendiri sehingga berakibat fatal kepada masa depan dirinya. Dalam teknologi pikiran, ketika seseorang merasa bersalah maka bisa berujung ke penyakit tertentu seperti gangguan ginjal dan sexual.

Jadi apa yang harus dilakukan? Ad satu asumsi dasar yang selaku digunakan dalam NLP yaitu, setiap keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik saat itu.

Jadi tidak ada keputusan yang salah. Karena memang saat itu opsi anda terbatas dan hanya itu yang anda tahu dan punyai. Bisa saja saat anda mengambil keputusan mau berbisnis dan ternyata meleset perhitungan anda, anda merasa waduhh salah ambil keputusan. Selama memahami dan menggunakan NLP sejak tahun 2006 hingga belajar langsung ke pencipta NLP Dr Richard Bandler hingga beberapa kali ke sana, saya menemukan bahwa bisa saja anda bukan salah tetapi strategi yang kurang tepat bila dalam organisasi. Tapi kalau dalam berkeluarga, anda merasa salah menentukan pasangan, stop dulu. Bukan salah, hanya anda tidak tahu harus mencari strategi apa. Kecuali anda ditipu, kecuali berkaitan nyawa. Saya hanya mengatakan tidak ada yang perlu disesali. Krn memang itu opsi yang anda punya.

Belajar Pure NLP akan menjadi lebih menyenangkan jika anda paham bagaimana menggunakan untuk hidup anda.

Antonius Arif