Team saya kok ga berkembang? Salah dimana ya? – bagian 1

Team saya kok ga berkembang? Salah dimana ya? – bagian 1

 

Oleh coach Antonius Arif, LTNLP

 

Sudah merekrut staf atau team baru dan anda berasumsi orang ini pasti bagus tapi ya kok saat menjalankan pekerjaan ga sebagus seperti yang anda bayangkan. Salah dimana? Siapa yang pernah punya permasalahan yang sama?

 

Ini terjadi dengan orang orang yang mengikuti pelatihan saya khususnya Neuro Linguistic Programing. Saya cuma mengatakan itu wajar karena kalau kita tidak mempunyai ilmunya maka akan mengalami kegagalan dalam mengembangkan orang lain.

 

Ketika ada seseorang masuk menjadi team kita maka hal yang pertama harus kita lakukan adalah mengecek level kompetensi atau level kemampuan mereka untuk mengerjakan hal tersebut. Dalam NLP dipecah menjadi 4 level :

  1. Unconscious incompetence, dimana orangnya tidak tahu bahwa dia tidak bisa. Dilevel ini mereka tidak tahu ada pekerjaan model itu atau kalaupun dia tahu tapi dia tidak tahu bisa mengerjakannya. Saya beri contoh sederhana. Ada seorang yang mau menjadi konten creator dan dia melihat sepertinya gampang. Dia tidak tahu bahwa dia tidak bisa. Tapi motivasinya tinggi dan semangat tinggi dan kompetensi NOL.
  2. Conscious incompetence, di level ini adalah orangnya jadi menyadari bahwa dia tidak bisa. Kita lanjutkan contoh di atas si konten Creator baru menyadari bahwa dia ga mengerti dan tidak bisa melakukannya. Dan gagal berkali kali. Dilevel ini adalah level kritikal karena dia bisa menyerah kapanpun dan resign bisa terjadi.
  3. Conscious competence, ditahap ini adalah tahap dia mengerti apa yang dia kerjakan dan mampu lakukan tapi ditahap ini kadang kadang masih ada kesalahan dibeberapa hal. Contoh : konten creator tadi sudah bisa mengerjakan tapi kadang kontennya bisa bagus dan tidak bagus. Tahu dari mana hasil tidak bagus atau bagus? Atasannya melihat dia ada kelemahan di tren analytic dan dengan hal itu tugas atasan membuat dia menyadari yang bagus itu seperti apa. Bukan sekedar kerja tanpa melihat hasilnya bagus atau engga.
  4. Unconscious competence, dilevel ini adalah level sempurna dan bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan sudah siap untuk menjadi penerus dilevel berikutnya.

 

Trus setiap bagian tersebut harus diapakan dong? Besok kita bahas lebih detail dengan teknik NLP yang tentukan akan membuat hidup lebih menyenangkan

Posted in NLP and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *