Presentasi Solusi / Ide

Presentasi Solusi / Ide

By Coach Antonius Arif

Dalam beberapa tulisan saya yang lalu pernah membahas kesalahan seseorang saat melakukan presentasi kepada atasannya padahal presentasinya belum selesai. kita namakan saja Titis, saat itu dia sedang presentasi kepada atasannya untuk sebuah ide tentang pengembangan kemampuan atau kompetensi karyawannya tetapi sayangnya atasannya ketika mendengar presentasinya langsung menghentikannya karena dianggap yang dikerjakan oleh Titis tidak relevan dengan kemajuan Perusahaan.

Padahal Titis sudah mempersiapkan presentasi langsung kepada background masalah dan ide yang mau diterapkan padahal menurut atasan ini membuang buang uang dan tidak masuk akal di masa seperti ini. Dan juga cara menyampaikannya seperti muter-muter dan tidak terlihat ujungnya kemana. Apalagi seperti yang kita tahu jarang atasan yang bertanya kenapa karyawan mempresentasikan hal tersebut dan langsung memotong ditengah jalan. Dari kasus ini kita bisa belajar

  • Titis tidak tahu apa value kriteria yang penting bagi atasan dalam memutuskan.

Idealnya Titis harus mencari tahu apa kriteria yang paling penting bagi atasan saat memutuskan. Saya beri contoh pengalaman pribadi saya. Dahulu ada karyawan saya yang saya minta mencari hotel untuk lokasi acara. Setiap dia mencari hotel A salah, hotel B salah dan C adalah salah lagi. Jadi dia merasa serba salah.

Kemudian saya panggil dirinya dan saya menemukan apa hal yang menyulitkan dirinya kemudian saya meminta orang tersebut untuk bertanya kepada saya apa hal yang terpenting untuk saya dalam mencari hotel. Lalu saya katakan kepadanya “Hal yang penting untuk saya dalam hotel yang akan saya gunakan untuk pelatihan adalah murah, tempat pelatihan besar dan makanan banyak serta lokasi strategis” Lalu karena saya tahu ada kemungkinan dia akan salah cari maka saya tanya kepadanya “Berapa definisi murah?” Dia katakan Rp 350.000 /pax lalu saya jawab “Salah”

“Loh jadi berapa pak?” katanya Saya jawab “Rp 350.000 – Rp550.000 /pax” Kemudian dia catat. “Maksudnya makanan banyak itu berapa banyak? 5 macam?” Ujarnya. Saya jawab “Salah, makanan banyak adalah minimal 10 jenis makanan.” Lalu dia catat. Kemudian saya tanya lebih lanjut tempat besar maksudnya apa? Dia jawab “Ya sesuai dengan besar jumlah peserta” Saya jawab “Salah, tempat besar adalah jika peserta 10 maka bisa masuk untuk 20 orang dan jika memang hanya bisa 10 orang saja tetapi ada tempat diluar ruangan hotel untuk latihan dan cukup besar” Ooooo baru dia mengerti.

Nah kemudian saya bermain kasus, bagaimana jika tempat besar tapi harga Rp 650.000 makanan ada 15 jenis? Apa saya ok? Dijawab tidak. Betul kata saya. Bagaimana jika tempat Rp 350.000 /pax tapi lokasi pas 10 orang saja dan makanan hanya 8 jenis? Dijawab tidak. Yes, ini yang saya maksud dengan kriteria.

Jadi balik ke cerita awal, Titis kenapa dipotong oleh atasan karena dia tidak tahu kriteria atasan dan bisa jadi kriteria atasan tersebut adalah saving money dan profit. Sedangkan ketika dia presentasi dimulai langsung background dan solusi maka pikiran atasan adalah wah ini bakal buang cost.

Jadi gimana cara presentasinya? Kita akan jelaskan sebentar lagi!

  • Tidak bisa menempatkan apa manfaatnya buat audience.

Bahasa yang sering digunakan adalah WIIFM atau What Is It For Me dari sudut audience atau Bahasa Indonesianya kita sebut AMBAK : Apa Manfaatnya Buat Aku? Itu yang sering terjadi. Jadi ketika mempresentasikan sesuatu haruslah ada untuk kepentingan orang yang mendengar.

  • Titis mempresentasikannya seperti muter muter dan tidak to the point.

Ini yang sering terjadi sehingga atasan yang mendengarkan dibuat bingung, apa tujuan presentasi ini. Itu terjadi karena kurang tepat menaruh susunan premis. Apa itu? Saya akan kupas satu per satu. Ada istilah Premis Mayor dan Premis Minor. Apa itu masing masing?

    • Premis Mayor adalah pernyataan umum yang menjadi landasan argumen. Ini adalah pernyataan umum atau prinsip yang sering diterima sebagai kebenaran. Biasanya, premis mayor terletak pada posisi kedua dalam sebuah pernyataan yang mengikuti pola “Semua X adalah Y” atau “Tidak semua X adalah Y.” Contoh: “Semua manusia adalah makhluk rasional.”
    • Premis Minor : Pernyataan spesifik yang mendukung premis mayor. Ini adalah pernyataan yang memberikan informasi konkret atau fakta yang berkaitan dengan situasi atau kasus yang sedang dibahas. Biasanya, premis minor terletak pada posisi pertama dalam sebuah pernyatan deduktif. Contoh: “Saya adalah seorang manusia.”

Jadi ketika presentasi yang ideal adalah kita berikan satu landasan argument yang sesuai dengan problem mereka. Contoh : kita melihat terjadi kemerosotan penjualan yang kami lihat berdasarkan problem kompetensi yang kami ukur (ini premis mayor) dan lanjutkan data lanjutan argumennya (ini premis minor). Sedangkan Titis mempresentasikan “ saya melihat problem karyawan kebanyakan adalah berkaitan kompetensi karyawan yang tidak memadai dan langsung diberikan solusinya. Jadi tidak terlihat apa manfaatnya buat boss Perusahaan.

Jadi menarik sekali ya cara mempresentasikan sesuatu atau presentasi solusi. Dan membangun struktur argument yang bagus dengan pendekatan NLP kita bisa lakukan dengan 4MAT System.

Presentasi Solusi / Ide. Sumber gambar : https://www.google.co.id/url?sa=i&url=https%3A%2F%2F4mat4learning.com.au%2Fwhat-is-4mat%2F&psig=AOvVaw08B8DQ5hNdpKw_IJaD4Eak&ust=1698373590185000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBEQjRxqFwoTCODAoOXUkoIDFQAAAAAdAAAAABAE

 

  • Why, dimana yang kita sajikan tentang problem yang mereka hadapi atau tantangan yang sesuai dengan kriteria value dari mereka
  • What, kemudian kita lanjutkan dengan data pendukung yang memperkuat why nya
  • How, lalu kita berikan solusi apa yang harus kita lakukan
  • What if, dan ditahap ini kita bisa diskusikan apa yang bisa kita lakukan dan apa yang akan kita dilakukan.

Contoh yang bisa dilakukan : 

Why : Seperti yang kami tahu bahwa untuk meningkatkan penjualan disaat seperti ini sangat dibutuhkan apalagi kita melihat situasi (berikan data riset) dan juga agar biayanya tidak terbuang percuma maka (berikan argument)

What : Oleh sebab itu kita (berikan data pendukung)

How : Cara yang bisa kita lakukan adalah (berikan solusi)

What If : Sampai sini mungkin ada yang mau ditanyakan?

Nah cara ini kita bisa bangun presentasi solusi yang menarik bukan saja slide presentasi yang menarik!!

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Disney Strategies on Action – Penerapan Dalam Dunia Bisnis

Disney Strategies on Action

Bagaimana penerapannya dalam dunia usaha?

By Coach Antonius Arif

Baca artikel sebelumnya… Disney Strategies on Action

 

Saya akan sharingkan konsepnya dan nanti kita akan kembangkan untuk melakukan coaching atau mencari sebuah ide kreatif.

Contoh kasus : Bagaimana meningkatkan penjualan

  • Dreamer, Anda ingin berimajinasi secara bebas tentang cara meningkatkan penjualan. Ide yang mungkin muncul :
    • Menciptakan kampanye iklan yang luar biasa dan unik yang akan menarik perhatian banyak orang.
    • Mengembangkan produk atau layanan tambahan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara baru.
    • Menjalin kemitraan dengan bisnis terkait untuk menciptakan strategi bersama yang menguntungkan.
  • Reality (Realis), untuk menerjemahkan ide-ide ini menjadi konsep yang lebih praktis:
    • Evaluasi anggaran yang tersedia untuk promosi dan pengembangan produk atau layanan baru.
    • Pilih salah satu ide, misalnya, mengembangkan produk tambahan, dan tentukan cara untuk merancang dan memproduksi produk tersebut.
    • Tentukan strategi pemasaran dan distribusi yang realistis untuk produk tambahan atau kampanye iklan
  • Critic, tahap ini kita mengkritik ide dan rencana yang sudah dibuat
    • Apakah kampanye iklan atau produk tambahan ini memiliki potensi untuk menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan penjualan?
    • Apakah kita telah memperhitungkan risiko, seperti apakah ide ini sesuai dengan merek atau apakah ada pesaing yang kuat di pasar?
    • Apakah rencana pemasaran dan distribusi cukup efektif dan realistis?

Nah menarik kan? Dan tahap ini bisa kita ulang ke dream, reality dan critic sampai dapat hasil yang kita inginkan. Dan bagaimana jika kita gunakan dalam coaching? Ini beberapa pertanyaan yang bisa anda gunakan

 

DREAMER :

Apa yang Anda inginkan?

Apa yang mau dibahas?

Hasil akhirnya seperti apa yang Anda imajinasikan?

 

REALITY :

Apa rencana Anda?

Yang akan Anda lakukan?

Apa saja strategi untuk melakukannya?

Kapan mau hal itu terjadi? Dengan siapa saja Anda melakukan?

 

CRITIC :

Apa hambatan untuk melakukannya?

ada tidak kemungkinan Anda tidak melakukannya?

Apa kelemahan rencanamu?

Bagaimana memastikan Anda melakukannya?

Yakin Anda bisa melakukannya?

 

Selamat berlatih dan menggunakan konsep ini ya!!

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

 

Disney Strategies on Action

Disney Strategies on Action

By Coach Antonius Arif

Siapa sih yang tidak tahu Walt Disney? Seorang pencipta keajaiban dunia dengan film kartunnya Donald duck, Mickey mouse, dan masih banyak tokoh lainnya serta membuat taman bermain Disney World bahkan beberapa film kartun yang terkenal diciptakan di studio mereka.

Nah, yang menarik adalah Neuro Linguistic Programming (NLP) memodel konsep dari mereka yang disebut Disney strategies dimana Disney strategies adalah konsep memainkan peran atau dalam NLP disebut perceptual position, dimana konsep perceptual adalah memainkan peran seperti anda berdialog dengan teman anda dan anda memainkan peran menjadi diri sendiri dan nanti kita bisa memainkan peran menjadi orang yang kita ajak bicara dan masih banyak lagi. Dan juga kita bisa melihat dari sudut pandang ketiga yaitu orang luar yang melihat percakapan dua orang tersebut.

Nah, Disney Strategies dalam NLP sering sekali digunakan untuk mendapatkan ide atau kreativitas. Tapi dalam tulisan saya kali ini kita gunakan Teknik Disney Strategies untuk menemukan solusi berkaitan bisnis tapi sebelum sampai disana saya akan kupas Disney strategies sesuai dengan peruntukkan awalnya dalam Disney ada 3 bagian didalamnya jika kita mau menggunakan ini untuk mencari sebuah ide kreatif

  • Dreamer, ketika kita dalam peran menjadi seorang dreamer maka kita menjadi seorang berimajinasi bebas tidak ada batasan, dan merancang ide-ide besar dan visi. Diposisi dreamer kita fokus pada pemikiran kreatif dan ide-ide potensial. Jangan ada yang membatasi pemikiran apapun.

Apa yang bisa kita lakukan ditahap ini?

    • Mulailah dengan merenungkan dan merancang ide secara bebas. Berpikirlah tanpa batasan, kritik, atau pembatasan apa pun. Ini adalah waktu untuk berimajinasi sebanyak mungkin
    • Buat daftar atau mind map ide-ide Anda. Pikirkan tentang visi dan cita-cita Anda dalam konteks apa pun yang sedang Anda kerjakan
  • Reality, setelah kita ditahap dreamer dan dapat ide maka kita memainkan peran menjadi reality. Peran ini mengambil ide-ide dari dreamer dan menerjemahkannya ke dalam konsep yang lebih praktis. Mereka menganalisis bagaimana ide-ide ini dapat diwujudkan dalam dunia nyata, termasuk sumber daya yang diperlukan dan langkah-langkah yang perlu diambil.

Apa yang bisa kita terapkan dalam tahap ini?

    • Setelah Anda memiliki sejumlah ide dan visi dari peran dreamer, bergantilah ke peran reality. Tugas Anda di sini adalah menerjemahkan ide-ide ini ke dalam konsep yang lebih praktis.
    • Pertimbangkan sumber daya yang diperlukan, langkah-langkah yang perlu diambil, dan bagaimana ide-ide ini dapat diwujudkan dalam dunia nyata.
    • Identifikasi kendala dan potensi risiko yang mungkin muncul, dan pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengatasi mereka
  • Critic, setelah selesai menjadi orang yang reality atau realis kemudian kita masuk ke tahap critic. Anda mmengevaluasi ide-ide dengan kritis. Mereka mempertimbangkan kelemahan, potensi risiko, dan bagaimana ide-ide ini dapat ditingkatkan.

Tahap apa yang bisa kita lakukan?

    • Ini adalah saat Anda mengevaluasi ide-ide Anda dengan kritis. Pertimbangkan kelemahan dalam ide-ide Anda, dan pertimbangkan bagaimana mereka dapat ditingkatkan.
    • Pastikan ide-ide ini memiliki dasar yang kuat dan dapat berhasil. Pertanyaan kritis ini dapat membantu Anda menyempurnakan dan mengasah ide-ide Anda.

Setelah tahap ini maka yang anda lakukan adalah kembali lagi ke dreamer lalu ke realis lalu lanjut ke critic sampai menjadi seperti yang anda harapkan.

Saya akan sajikan contoh yang digunakan oleh Walt Disney dalam pembuatan ide sebuah film. Mari kita lihat contoh penggunaan Disney Strategies dalam konteks pengembangan ide untuk film animasi:

  • Dreamer , kita mulai dengan berimajinasi tanpa batasan. Kita ingin membuat film animasi yang unik dan memukau. Beberapa ide yang mungkin muncul :
    • Sebuah dunia di mana hewan-hewan berbicara dan memiliki petualangan epik.
    • Kisah tentang petualangan seorang anak ke dunia ajaib yang tersembunyi di dalam lemari.
    • Sebuah cerita tentang persahabatan antara manusia dan makhluk mitos.
  • Reality (Realis), kita beralih ke peran disini untuk menerjemahkan ide-ide ini menjadi konsep yang lebih praktis:
    • Pertimbangkan anggaran yang tersedia untuk film.
    • Pilih salah satu ide, misalnya, cerita tentang persahabatan antara manusia dan makhluk mitos, dan rancang plot yang lebih terinci.
    • Tentukan berapa lama waktu produksi yang diperlukan dan sumber daya yang dibutuhkan, termasuk tim kreatif dan teknologi animasi.
  • Critic, tahap ini kita mengevaluasi rencana dan ide dalam realis
    • Apakah cerita tentang persahabatan antara manusia dan makhluk mitos memiliki potensi emosional dan pesan yang kuat?
    • Apakah kita telah memperhitungkan risiko, seperti apakah konsep ini akan menarik perhatian audiens atau apakah sudah ada terlalu banyak film dengan tema serupa?
    • Apakah rencana produksi realistis, atau apakah ada potensi untuk masalah produksi?

Dengan menggunakan Disney Strategies, kita telah menjalani proses kreatif yang terstruktur dan menyeluruh untuk mengembangkan ide film animasi. Setelah ini, kita dapat terus mengembangkan konsep, menyempurnakan naskah, dan memasuki tahap produksi dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mewujudkan ide ini ke dalam kenyataan.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Mengali Informasi atau Menemukan Motivasi

Menggali Informasi

Menggali Informasi atau Menemukan Motivasi

by Coach Antonius Arif

2. Menggali Informasi atau Menentukan Motivasi 

Ada 2 orang kakak dan adik Wanita sedang bertengkar karena berebutan satu buah jeruk. Mereka berdua ribut begitu heboh sampai akhirnya ayahnya datang dan marah kepada mereka berdua. Kira kira menurut teman teman yang membaca.

Apa yang akan dilakukan ayahnya untuk memisahkan hal tersebut? Pasti ada yang mengatakan jeruknya diambil ayahnya biar kedua duanya tidak dapat, ada yang mengatakan jeruknya dibagi dua sama ayahnya. Tapi apakah itu fair? Tidak! Ini adalah simulasi yang sering sekali digunakan dalam pelatihan negosiasi dengan Teknik NLP yang disebut orange solution.

Kenapa ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena ayahnya yang datang yang harusnya menjadi penengah tetapi langsung bertindak tanpa bertanya kepada anak anak yang rebut tersebut. Sedangkan yang dianjurkan adalah bertanya kepada kedua anak tersebut, sebenarnya apa sih yang dimau oleh kedua anak tersebut?

Ketika ayahnya bertanya kepada anak tersebut, memang kaka mau buat apa jeruk itu? Dan dia jawab dia membutuhkan untuk garnish kue nya dan adiknya membutuhkan jeruk itu karena mau buat juice jeruk. Nah dari sini kita belajar bahwa kakaknya bisa mendapat kulit jeruk untuk buat garnish dan adiknya mendapat buahnya dan inilah yang win win solution. Hal ini bisa terjadi jika kita menggunakan Teknik bertanya dengan metode NLP.

Yuk kita bahas lebih detail!

Dalam NLP ada Teknik untuk bertanya sehingga, ketika ada sebuah pernyataan tertentu kita bisa melakukan dengan Teknik bertanya agar informasi yang mau disampaikan bisa kita ketahui dulu tujuannya. Dalam NLP kita sebut Tekniknya Meta Model simplified

Jenis jenis pertanyaan Meta model Simplified

  • Pertanyaan Memahami detail : Bagaimana, apa, kapan, dimana, siapa spesifiknya?

Pertanyaan ini membantu anda untuk menemukan generalisasi dan mencari yang fakta yang sesungguhnya sehingga membantu anda menemukan apa yang sesungguhnya dikepala mereka.

Contoh : saya merasa tidak perlu barang itu

Pertanyaan yang bisa diajukkan : apa spesifiknya yang dimaksud tidak perlu barang ini?

  • Pertanyaan sumber informasi tidak ada : Kata siapa? Menurut siapa?

Pertanyaan ini membantu untuk seseorang yang menganggap itu sebagai fakta sehingga dia menyadari bahwa itu sekedar opini.

Contoh : Dia tidak suka dengan saya

Pertanyaan yang bisa diajukkan : Kata siapa dia tidak suka dengan kamu?

  • Pertanyaan Generalisasi : Semua orang? Selalu? Tak pernah? Tak satupun? Semuanya? Tak serangpun?

Kata-kata yang muncul karena terlalu mengeneralisasi secara berlebihan. Dan kata-kata yang muncul seperti “selalu”, “tidak pernah”, “tidak seorangpun”

Contoh : Orang itu tidak pernah percaya dengan saya

Pertanyaan yang bisa diajukkan : tidak pernah? Selalu?

  • Pertanyaan Klarifikasi : Apa yang anda maksudkan dengan itu?

Tujuan pertanyaan diatas untuk mengklarifikasikan apa yang orang pikirkan yang bisa jadi karena pemberian makna berlebihan (distorsi)

Contoh : saya bisa mati karena ini

Pertanyaan yang bisa diajukkan : apa yang anda maksudkan bisa mati karena ini?

  • Pertanyaan Membandingkan : Dibandingkan dengan siapa? Dibandingkan dengan apa?

Orang-orang senang membatasi kemampuan dirinya sehingga kita membuka pikiran orang bahwa masih ada kemungkinan untuk melakukannya.

Contoh : saya ini tidak pintar

Pertanyaan yang bisa diajukkan  : dibandingkan dengan siapa?

  • Pertanyaan Memahami Fakta : Bagaimana anda tahu?

Untuk membuka fakta yang sebenarnya atas kejadian tertentu. Karena orang selalu berasumsi bahwa dia mengetahui sesuatu tentang dirinya.

Contoh : saya ini dilahirkan tidak pintar

Pertanyaan yang bisa diajukkan : Bagaimana anda tahu bahwa anda dilahirkan tidak pintar?

  • Pertanyaan Pembatasan diri : Apa yang menghentikan anda? apa yang akan terjadi jika anda bisa?

Ini bisa digunakan untuk orang yang mengatakan “saya tidak bisa….” saya tidak mampu…. “

Contoh : saya tidak bisa untuk berjualan

Pertanyaan yang bisa diajukkan: Apa yang menghentikan anda ? Dan apa yang akan terjadi jika anda bisa?

  • Pertanyaan kebulatan tekad : Apa yang terjadi jika anda melakukannya? apa yang akan terjadi jika anda tidak melakukannya?

Ini dipakai untuk ketika mereka sudah mulai untuk memutuskan untuk melakukan sesuatu. Khususnya jika mereka masih mengatakan “harus”

Contoh : saya harus tetap fokus dipekerjaan saya

Pertanyaan  yang bisa diajukkan: apa yang akan terjadi jika anda harus tetap fokus dipekerjaan anda? apa yang akan terjadi jika anda tidak melakukannya.

Nah sekarang tinggal kita latih agar lebih lancar dalam mengali informasi sehingga mencegah terjadinya kesalahpahaman atau Ketika kita mempresentasikan sebuah ide dan kita tahu apa mereka sudah lakukan atau belum.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Teknik Matching dan Mirroring untuk Menjalin Hubungan

Free photo apple on blue table isolated on yellow near mirror

Matching & Mirroring

By Coach Antonius Arif

 

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa ketika teman teman karibmu berkumpul, tingkah laku dan bahkan suara mereka cenderung mirip? Fenomena ini sering digambarkan sebagai ‘nyambung’, ternyata ada ilmu dibalik itu. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa teknik itu adalah Matching & Mirroring — meniru body language, tingkah laku, dan mengulangi kata-kata orang lain.

Bahkan ada teman yang dialeknya Jawa eh kok kita juga berdialek yang sama? Ini yang membuat kita menjadi cepat akrab. Dan ternyata teknik ini bisa diduplikasi dan hasilnya juga sama yaitu cepat terjalinnya hubungan baik.

 

Mirroring dan match adalah teknik yang banyak digunakan dalam Neuro-Linguistic Programming, atau NLP, sebuah model komunikasi interpersonal yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder pada tahun 1970an. Idenya adalah bahwa orang merasa paling nyaman berada di dekat orang-orang yang sama seperti mereka dan bahkan bisa juga pola pikir yang sama. Semakin seseorang percaya bahwa Anda seperti mereka, semakin mudah mengembangkan kepercayaan dan hubungan baik di tingkat pikiran bawah sadar.

 

Foto Contoh Teknik Matching Mirroring

 

Mirroring mengacu pada ‘peniruan’ perilaku orang lain secara bersamaan, seolah-olah mencerminkan gerakan mereka kembali ke orang tersebut. Jika dilakukan dengan rasa hormat dan kebijaksanaan, mirroring akan menciptakan perasaan positif dan respon positif kepada orang yang kita ajak bicara.  Bagaimana cara melakukannya? Ketika kaki orang yang didepan kita disilang, maka kita ikut menyilangkan kaki kita tapi diberi jeda 3-5 detik. Dan begitu juga Ketika orang yang kita ajak bicara maju ke depan maka kita melakukan yang sama.

Apa yang membedakan Matching dengan Mirroring?

Ketika matching kita meniru persis, kaki kanan disilang maka kita menyilang kaki kanan sedangkan mirroring kita seperti bercermin. Ketika orang yang kita ajak bicara kaki kanan disilang maka kaki kiri kita yang disilang sama seperti melihat dicermin.

Mau melakukan matching atau mirroring adalah sama saja yang penting anda melakukannya, masuk akal kan? Dan setelah itu kita lihat bagaimana akhirnya terciptalah keakraban dengan orang yang diajak bicara.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi tidak melulu perkataan tetapi juga non verbal

Ketika berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain bukan sekedar berbicara dengan suara yang kita keluarkan tetapi ada beberapa komunikasi non verbal yang sampaikan saat berbicara dan dampaknya pun bisa berbeda dengan kata yang anda sampaikan. Mungkin maksud Anda baik tapi ketika berbicara dengan intonasi atau body language tertentu efeknya bisa berbeda.

Menurut penelitian Albert Mehrabian sehingga dibuat model 7-38-55 Communication Models bahwa hanya 7% perkataan orang lain berdampak kepada perasaan dan sikap seseorang tetapi orang lebih berdampak melalui 38% berdasarkan intonasi dan tinggi rendah suara dan 55% lebih berdampak melalui body language kita. Buktinya Anda bisa nonton tv dan tanpa suara sekalipun Anda bisa menguraikan apa yang terjadi pada orang tersebut.

Hmmm menarik kan?

Jadi dalam tulisan ini saya mau fokuskan 4 hal saat berbicara dengan orang lain :

  • Komunikasi Non Verbal dengan Hand Gesture

Ketika berbicara saya selalu menganjurkan tangan ditaruh kita letakan diatas meja dan saat berbicara tangan bisa membantu mengilustrasikan. Saya beri contoh Ketika kita mau menunjukkan besar maka tangan kita bisa terbuka sambil menunjukkan tentang besar dan begitu juga Ketika kita bicara masa lalu, maka kita menggunakan tangan menunjuk masa lalu (misal: tangan terbuka dan mengarah ke kiri) dan Ketika berbicara masa depan tangan menunjuk masa depan (misal : tangan terbuka dan mengarah ke kanan).

komunikasi non verbal

Dan begitu juga ketika mau berbicara peningkatan maka tangan kita bisa mengarah ke atas dan Ketika berbicara penurunan maka tangan menunjuk ke bawah. Didalam NLP ini disebut spatial anchor dan sangat membantu saat menjelaskan sehingga akan sangat jelas apa yang dimaksudkan

  • Ekspresi Wajah

saat berbicara dengan orang lain, ekspresi muka menjadi bagian yang tak kalah penting karena akan mendukung dengan perkataan yang kita ucapkan. Saya akan sharingkan tips ekspresi muka saat berkomunikasi. Saat menyapa pertama kali kita harus memunculkan smiling face atau wajah tersenyum.

komunikasi non verbal

Saya mempraktekkan ini didepan kaca sampai menggunakan pendekatan yang sering digunakan untuk maskapai penerbangan atau crew hotel yang disebut 225 yang artinya membuka mulut kita 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan dan tahan 5 detik. Saat awal ini tidak mudah, tapi saya berlatih terus didepan kaca sehingga Ketika berhadapan dengan orang lain saat menyapa smiling face ini yang saya mulai bahkan via telponpun saya pasti lakukan smiling face.

Lalu setelah itu baru kita muka netral tidak ada emosi apapun dan Ketika saat orang berbicara serius maka saya ekspresikan muka dengan serius dan eye contact saya menatap orang tersebut lalu mendengarkan mereka. Begitu juga Ketika ada yang bertanya kepada saya, saat saya mulai diawal langsung saya senyum dahulu dan Ketika pertanyaannya seperti memprovokasi sekalipun saya akan pasang muka netral dan saat mau menjawab saya langsung senyum dahulu dan mengucapkan makasih pertanyaannya dan baru menjawab.

Begitu juga Ketika kita orang yang berbicara sedang menceritakan kabar gembira maka ekspresi muka saya adalah gembira dengan dibantu intonasi suara gembira juga

  • Tonality

Cara mengekspresikan suara saat berbicara. Memang lebih mudah kalau ditunjuk langsung. Intinya Ketika kita bicara sedih kan tidak mungkin suaranya gembira? Tapi pelan dan menunjukkan kesedihan. Begitu juga Ketika berbicara profitnya ini bagus maka saya akan berbicara dengan nada excited khususnya Ketika berbicara profitnya bagus.

  • Body language

Bahasa tubuh yang bisa saya sharingkan beberapa Gerakan tubuh yang membantu dalam berkomunikasi khususnya Bahasa tubuh yang positif :

komunikasi non verbal

    • Postur terbuka. Bersikaplah santai, tapi jangan membungkuk. Duduk atau berdiri tegak dan letakkan tangan Anda di sisi tubuh. Hindari berdiri dengan tangan di pinggul, karena hal ini dapat menunjukkan agresi atau keinginan untuk mendominasi
    • Jabat tangan yang erat. Menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang antusias tapi ingat, jangan berlebihan saat mengengamnya.
    • Pertahankan kontak mata yang baik. Cobalah untuk menahan pandangan orang lain selama beberapa detik. Ini akan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda tulus dan berkomitmen.
    • Jangan menyentuh wajah. Jika Anda melakukan hal ini saat menjawab pertanyaan, itu bisa dianggap sebagai tanda ketidakjujuran. Meskipun hal ini tidak selalu terjadi, Anda tetap harus menghindari mengutak-atik rambut atau menggaruk hidung, agar Anda menunjukkan sifat dapat dipercaya.

So, inilah kenapa berkomunikasi menjadi menarik khususnya Ketika dengan orang lain dan NLP bisa membantu memahami lebih mudah

Bingkai Pikiran By Coach Antonius Arif

Pikiran Manusia

Bingkai Pikiran

By Coach Antonius Arif

 

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain ada istilah dalam NLP yang disebut Frame atau kita sebut bingkai pikiran. Dimana ini menjadi seperti mindset didalam pikiran kita, ketika kita berhadapan dengan orang lain memakai filter tertentu yang sudah kita atur dalam pikiran kita.

▪️ Saya beri contoh : Ketika saya melihat ada seorang dosen yang mukanya jutek banget saat masuk kuliah maka dari awal saya sudah mempunyai pikiran atau frame bahwa dosen ini jutek banget. Atau jika ada dosen masuk dan senyum senyum saat masuk maka kita sudah berasumsi bahwa dia dosen yang baik hati.

Begitu juga kalau dilihat dari sudut dosen tersebut, ketika dia mau dikenal sebagai dosen killer dan agar tidak dipermainkan muridnya maka dari awal masuk kelas dia sudah memasang frame bahwa dirinya adalah orang yang tidak bisa dibuat main main maka secara otomatis cara bicaranya dibuat setegas mungkin.

Nah itulah yang disebut bingkai pikiran.

Bayangkan kalau kita bertemu orang baru, kita mau menggunakan frame apa ? jika mau memakai dari awal adalah orang bersahabat maka saat menyapa orang lain maka kita sudah muncul dengan muka bersahabat tentunya. Dan biasanya Ketika kita bermain dengan peran sebagai orang bersahabat dan orang didepan kita bisa terpancing mengikuti frame kita tersebut. Ini dengan syarat orangnya tidak memakai frame tertentu ya. Beda cerita kalau kita bertemu dengan aparat keamanan yang dari awal sudah jutek dan Ketika kita dengan gaya bersahabat maka dia bisa ngomel dari awal dianggap kita cengengesan.

Jadi masuk akal kan?

Nah kalau kita mau berkomunikasi dengan orang lain, kita harus tentukan dulu mau menggunakan frame apa saat bertemu? Dan saya pernah melakukan demonstrasi dikelas saat mengajarkan Teknik komunikasi dengan pendekatan NLP, saya meminta ada satu orang maju ke depan dan orang tersebut saya minta menjadi manager dan menggunakan frame dipikiran bahwa orang yang diajak bicara (bermain peran sebagai staf) adalah orang yang tidak bisa dipercaya dan suka bohong.

Jadi saat orang yang menjadi manager langsung seperti orang yang tidak percaya saat mendapat laporan dari yang bermain peran sebagai staf. Kenapa bisa begitu? Karena orang tersebut sudah menggunakan frame bahwa stafnya ini tukang bohong dan tidak bisa dipercaya.

Kemudian saya lakukan eksperimen kedua dimana dia menjadi manager yang bisa memberikan solusi dan stafnya tetap sama seperti biasa tapi kali ini, Ketika manajer tersebut mendapat laporan dari staf nya dengan isi percakapannya yang sama tapi ditanggapi dengan cara berbeda dan membantu mencarikan solusi, wowwww, apa yang terjadi? Ternyata frame yang berbeda berdampak kepada orang yang diajak bicara.

 

PYGMALION EFFECT

 

Inilah yang disebut the Power of Frame.

Bahkan ada penelitian yang dilakukan oleh Harvard University dalam bukunya Pygmalion in management yang ditulis oleh J Sterling Livingston menuliskan Apa yang diyakini para manajer tentang diri mereka sendiri secara tidak disadari mempengaruhi apa yang mereka yakini tentang bawahannya, apa yang mereka harapkan dari bawahannya, dan bagaimana mereka memperlakukan bawahannya.

Dengan kata lain, catatan kesuksesan dan kepercayaan diri para manajer yang superior terhadap kemampuan mereka sendiri memberikan kredibilitas terhadap harapan mereka yang tinggi. Dan inilah juga yang sebagai bagian dari frame.

Tapi apa sih Pygmalion? Ini adalah cerita rakyat yang kita tidak tahu kebenarannya tetapi dilakukan penelitian dengan dalam buku 10 Metamorphoses karya Ovid, Pygmalion adalah seorang pematung Siprus yang mengukir seorang wanita dari batu gading dan menamainya Galatea.

Ketika Pygmalion melihat Propoetides dari Siprus mempraktikkan prostitusi, dia mulai “Membenci kesalahan yang tidak dapat diukur yang telah diberikan oleh alam kepada wanita”. Dia bertekad untuk tetap membujang dan menyibukkan diri dengan seni pahat. Dia membuat patung seorang wanita yang menurutnya begitu sempurna hingga dia jatuh cinta padanya.

Pygmalion mencium dan membelai patung itu, membawakannya berbagai hadiah, dan membuatkan tempat tidur mewah untuknya. Sampai akhirnya, hari raya Aphrodite tiba dan Pygmalion memberikan persembahan di altar Aphrodite. Di sana, karena terlalu takut untuk mengakui keinginannya, dia diam-diam mengharapkan seorang pengantin wanita yang akan menjadi “Serupa dengan gadis pahatannya”.

Ketika dia kembali ke rumah, dia mencium patung tersebut, dan mendapati bibirnya terasa hangat. Dia menciumnya lagi, dan menemukan bahwa patung tersebut telah kehilangan kekerasannya. Aphrodite telah mengabulkan keinginan Pygmalion. Pygmalion menikah dengan patung yang berubah menjadi seorang wanita di bawah restu Aphrodite.

 

Bingkai Pikiran

 

Kisah inilah yang diteliti lebih lanjut dan dilakukan eksperimen dalam buku Pygmalion in management. Efek Pygmalion pertama kali diamati di ruang kelas. Psikolog sosial Robert Rosenthal dan kepala sekolah dasar Lenore Jacobson mengamati fenomena ini pada tahun 1968 di sebuah sekolah. Mereka melakukan eksperimen untuk menguji apakah prestasi siswa dapat dicapai dengan sendirinya, berdasarkan harapan guru.

Rosenthal dan Jacobsen memberikan tes IQ kepada anak-anak sekolah dasar. Dan dicarikan guru baru dan guru tersebut tidak mengetahui mana yang pintar dan tidak dan bahkan beberapa yang kurang pintar dimasukan dikelas tersebut dan menariknya gurunya tersebut dikasih tahu bahwa seluruh murid murid ini pintar semua dan guru ini dengan tidak sadar memperlakukan mereka seperti orang pintar semua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor IQ semua yang ditest menjadi tinggi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru guru tersebut. Karena dari awal guru guru tersebut sudah menganggap mereka ini adalah anak anak berbakat jadi secara tidak sengaja terjadilah persis seperti yang diharapkan.

Harapan para guru telah mengubah cara mereka memperlakukan anak-anak dan mempengaruhi kemampuan anak-anak. Dan guru tidak membedakan mana yang pintar dan tidak.

Dan inilah yang menjadi dasar dari frame yang kita bahas diatas. Menarikkah? Jadi Ketika kita berhadapan dengan orang tertentu maka kita harus mengeset ekspektasi dipikiran kita dahulu dan itu yang akan kita lihat. Inilah yang menarik tentang komunikasi dengan Teknik NLP.

Salam performance,

=======================
BOOK YOUR CALENDAR
Let’s join with our class

90 Days Performance Coaching Breakthrough Batch 3
By Coach Antonius Arif
Oktober 2023

Licensed Business Practitioner of NLP
By Coach Antonius Arif
November 2023

Strategic Business Coaching Certification
By Coach Adithia Amidjaya
Desember 2023 – April 2024

Info selengkapnya silahkan hubungi: https://PendaftaranTrainingAisyah.wasap.my

 

Kenapa Perlu Komunikasi? – Communication Skill

Mungkin kita bingung, buat apa belajar komunikasi?

Bukankah selama ini sudah belajar Bahasa Indonesia dari kecil jadi mungkin membuat kita merasa ragu buat apa belajar komunikasi?

Ini juga terjadi kepada saya sebelum saya mendalami Teknik Neuro linguistic Programming, dimana saya bekerja dibanyak perusahaan dan waktu awal-awal karir saya mengalami situasi, ketika berbicara dengan principal saya yang berkebangsaan Singapore, saya dikatakan kalau berbicara itu smoke.

Saya bingung apa maksud smoke itu? Setahu saya smoke itu kan asap. Lah saya tidak merokok kok dibilang berasap. Eh tahu tahunya setelah saya pahami arti tersebut bahwa saya dianggap kalau berkomunikasi suka tidak jelas dan berbicara seperti orang mengambang yang bisa dikatakan saya terlalu banyak berbicara premis minor baru premis mayor.

Apa sih itu? Nanti kita bahas lebih dalam lagi ketika sudah masuk ke materi pembahasan.

Saya ingin sharing ada satu cerita yang menarik. Waktu itu saya membaca ada satu buah tulisan di social media yang memberitahukan bahwa ayahnya begitu bangga dengannya sehingga memajang seluruh piagam yang dia miliki selama ini.

Lalu saya comment kepadanya menuliskan “Tidak sekalian ijazah dan sertifikat sertifikat?” dan dijawab “Iya coach, Alm papa saya hanya menaruh itu saja” dan saat saya membaca tulisan itu, saya seperti tidak menyadari sesuatu ada yang aneh tapi saya tidak paham apa yang aneh.

Lalu saya lanjut bekerja karena hari itu saya benar benar padat sekali. Eh tahu tahu ada yang telpon saya mengatakan bahwa ayahnya orang yang saya comment di facebook meninggal. Saya terkaget dan saya tanya sudah sejak kapan? Ternyata sudah lewat satu hari.

Nah loh! Berarti saat saya komen ayahnya sudah meninggal dong, kok saya tidak enggeh. Lalu saya baca lagi komennya dan saya baru enggeh, dia menuliskan Alm alias almarhum padahal saya tahu bahwa ayahnya masih hidup dan memang lagi mengalami sakit penyait. Astaga! Saya berasa bersalah banget saat itu karena saya tidak enggeh ada kata alm dan seperti hilang saja informasi itu yang dalam Teknik NLP disebut Deletion.

Apa itu? Nanti akan dibahas lebih detail lagi dalam tulisan saya ini. Saya yakin teman teman pernah mengalami peristiwa seperti ini kan? Inilah kenapa kita perlu belajar komunikasi. Kesalahpahaman dan perbedaan persepsi kadang bisa membuat orang menjadi berdebat bahkan tak jarang bisa terjadi kekerasan.

Belum lagi berkomunikasi via chating yang sekarang sering banget menjadi problem seperti ini kadang ada orang yang sedang chating satu persoalan lalu nambah lagi satu persoalan maka Ketika orang membalas juga sering tidak focus. Ini lagi membahas masalah yang mana? Dan tak jarang malah terjadi salah persepsi.

Pasti relate kan dengan situasi seperti ini?

Jadi banyak permasalahan komunikasi terjadi karena orang salah memahami situasi atau kondisi dengan baik sehingga jika kita tidak punya Teknik komunikasi yang tepat maka sudah pasti perselisihan paham bisa terjadi. Itulah tujuan buku ini dituliskan. Semoga bisa membantu proses berkomunikasi menjadi lebih efektif dan juga menggunakan pendekatan Neuro linguistic programming.

Belajar Komunikasi

Apa saja fungsi komunikasi sih?

  1. Membangun hubungan & kepercayaan, ketika bertemu dengan orang baru kita dapat berkomunikasi dengan baik sehingga orang percaya dengan apa yang kita sampaikan dan bisa membuat mudahnya menjalin hubungan yang baik serta tidak menjadi salah persepsi saat mendengarkan percakapan yang baik
  2. Mengidentifikaskan masalah & memecahkan masalah, mampu membuat kita menemukan apa yang menjadi akar masalah dan bagaimana menemukan solusi dari permasalahan.
  3. Komunikasi yang persuasi & efektif, komunikasi bukan sekedar berbicara tetapi bagaimana membuat komunikasi menjadi persuasive dan mempengaruhi orang lain sehingga mereka percaya dengan kita.
  4. Negosiasi, mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi agar kita bisa menemukan titik temu yang sama dalam komunikasi yang kita lakukan dan sama sama win win win
  5. Mencapai tujuan, setiap pemimpin harus mempunyai kemampuan dalam berbicara sehingga tujuan Perusahaan agar lebih mudah tercapai dengan Teknik komunikasi.

Bayangkan ketika kita menjadi pemimpin serta mempunyai kemampuan itu semua,  maka tujuan pribadi bisa terwujud.