Ilustrasi tiga elemen NLP: Neuro, Linguistik, dan Pemrograman

Dr. Richard Bandler Ungkap Cara Mengubah Hidup dengan NLP

Cara Mengubah Hidup dengan NLP ala Dr. Richard Bandler

Apakah Anda pernah merasa hidup Anda stagnan, sulit berkembang, atau terus mengulang pola yang sama? Jika ya, Anda tidak sendirian. Banyak orang merasa seperti itu, dan kabar baiknya: Anda bisa mengubah hidup Anda dengan NLP.

Dr. Richard Bandler, salah satu pendiri Neuro-Linguistic Programming (NLP), mengajarkan bahwa kita bisa memetakan dan memprogram ulang pikiran serta kebiasaan agar hasil hidup berubah secara nyata.

1. Neuro: Cara Otak Memproses Informasi

Neuro merujuk pada cara sistem saraf kita — khususnya otak — menerima dan memproses informasi dari panca indera. Semua pengalaman yang kita alami diinterpretasikan oleh otak dan membentuk persepsi serta respons.

Contoh: Jika Anda sering mendengar kritik di masa lalu, otak Anda mungkin membentuk keyakinan “Saya tidak cukup baik.” NLP membantu memetakan dan mengubah persepsi ini.

2. Linguistik: Bahasa Membentuk Realitas

Bahasa adalah alat yang sangat kuat. Tidak hanya untuk komunikasi eksternal, tetapi juga internal — seperti dialog dalam pikiran kita.

Dengan NLP, kita belajar bagaimana mengubah bahasa internal (self-talk) yang negatif menjadi lebih membangun. Misalnya, mengubah “Saya selalu gagal” menjadi “Saya sedang belajar dan berkembang.”

3. Pemrograman: Membentuk Pola Kebiasaan

Dari pengalaman hidup, kita menciptakan pola kebiasaan. NLP memungkinkan kita memprogram ulang pola negatif menjadi pola baru yang produktif, positif, dan memberdayakan.

Ketiga elemen ini saling terhubung dan memengaruhi hasil hidup Anda. Dengan menguasai NLP, Anda bisa:

  • Mengubah cara berpikir yang membatasi

  • Meningkatkan komunikasi diri dan dengan orang lain

  • Mengganti kebiasaan negatif dengan strategi sukses yang terukur

Kesimpulan

Mengubah hidup dengan NLP bukanlah hal mistis. Ini adalah proses ilmiah yang memadukan kerja otak, bahasa, dan kebiasaan. NLP mengajarkan Anda untuk menjadi arsitek kehidupan Anda sendiri dengan membongkar pola lama dan membentuk pola baru yang lebih memberdayakan.

Jika Anda ingin mengubah hidup, meningkatkan karier, atau menjadi komunikator dan pemimpin yang lebih baik, NLP adalah alat yang sangat efektif untuk memulai perubahan tersebut.

Ikuti pelatihan Licensed Business Practitioner of NLP™ yang dirancang untuk Anda yang ingin melakukan transformasi pribadi dan profesional secara nyata.

Kunjungi website kami:

 
 

Dr. Richard Bandler menjelaskan konsep dasar NLP untuk perubahan hidup

Kenapa Dr. Richard Bandler Menciptakan NLP ?

NLP (Neuro-Linguistic Programming) bukan hanya tentang terlihat pintar dalam berkomunikasi. Dr. Richard Bandler menciptakan NLP untuk satu tujuan utama: membantu orang mengubah hidup mereka secara sadar.

Latar Belakang Lahirnya NLP

NLP lahir dari kegelisahan mendalam:
Mengapa sebagian orang bisa berubah dengan cepat, sementara yang lain tetap stuck selamanya?

Inilah yang mendorong Dr. Richard Bandler, bersama John Grinder, mempelajari cara kerja pikiran, bahasa, dan perilaku. Mereka meneliti para ahli terapi, pemimpin bisnis, dan komunikator andal, lalu menyusun pola-pola pikiran yang bisa ditiru dan diterapkan oleh siapa saja.

Apa Itu NLP?

NLP bukanlah teknik manipulasi atau hipnosis murahan.
NLP adalah pendekatan ilmiah untuk memahami bagaimana manusia berpikir, merasa, dan bertindak, kemudian memprogram ulang hal-hal yang menghambat pertumbuhan.

Bandler mengatakan:

“I want people to have choices.” – Dr. Richard Bandler

Pilihan inilah yang menjadi fondasi NLP:
Dengan memahami cara kerja pikiran, kita bisa mengubah respons, emosi, dan arah hidup kita secara sadar.

NLP dalam Dunia Nyata

Tidak heran jika NLP kemudian menjadi senjata rahasia banyak orang sukses di berbagai bidang. Karena mereka bisa:

  • Menyampaikan ide dengan pengaruh yang kuat

  • Membangun kepercayaan dalam hitungan menit

  • Mengatur emosi meskipun dalam tekanan

  • Mengubah arah hidup melalui kendali pikiran yang sadar

Apakah NLP dari Richard Bandler Cocok untuk Kamu?

Jika kamu sudah belajar banyak, bekerja keras, tapi tetap merasa mentok di tempat, bisa jadi masalahnya bukan kurang belajar, tapi belum memahami cara kerja pikiranmu sendiri.

Dan inilah kekuatan NLP:
Membantu kamu menguasai pikiran, bukan sekadar mengikuti alurnya.

Program Resmi NLP: Langkah Awal untuk Transformasi

Untuk kamu yang serius ingin menerapkan NLP dalam bisnis, karier, atau kehidupan pribadi, kini tersedia:

Program LICENSED BUSINESS PRACTITIONER OF NLP
Sertifikasi resmi dengan kurikulum langsung dari Dr. Richard Bandler, terstruktur, dan siap membimbing transformasi hidupmu dari dalam ke luar.


Kesimpulan

Dr. Richard Bandler menciptakan NLP bukan sekadar untuk membuatmu “terlihat pintar” dalam berbicara. NLP adalah alat untuk mengubah pola pikir, memperluas pilihan, dan mengubah hidup secara sadar.
Kalau kamu siap untuk itu, NLP bukan lagi teori — tapi langkah awal menuju versi terbaik dari dirimu.

Pelajari lebih lanjut tentang NLP dan bagaimana memanfaatkannya di:

orang-kantor-nlp

NLP Itu Berbahaya! Jika Anda Tak Siap Sukses

Pelatihan NLP – Kita hidup di dunia yang penuh paradoks. Semua orang berkata ingin sukses, tetapi banyak yang secara tidak sadar justru menghindarinya. Pernahkah Anda merasa tahu apa yang perlu dilakukan untuk maju, tetapi tetap menunda-nunda? Atau bahkan mencari alasan untuk tidak melakukannya? Ini bukan sekadar kebiasaan buruk—ini adalah cara otak kita bekerja, dan di sinilah ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming) dapat membantu Anda memahami dan mengubahnya.

Sebagai manusia, kita digerakkan oleh dua prinsip dasar: menghindari rasa sakit dan mencari kenikmatan. Prinsip ini, yang dikenal sebagai Pain and Pleasure Principle, adalah penggerak utama di balik setiap keputusan yang kita buat, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Namun, bagaimana jika pola ini justru menjebak kita?

Bayangkan Anda seorang pemimpin tim yang tahu pentingnya memberikan feedback kepada anggota yang performanya menurun. Namun, Anda menunda-nunda dengan alasan sibuk, padahal alasan sebenarnya adalah ingin menghindari ketidaknyamanan menghadapi konfrontasi. Di sisi lain, Anda lebih memilih tugas-tugas kecil yang memberi kepuasan instan, meskipun itu tidak berdampak besar pada kinerja tim. Secara tidak sadar, otak Anda lebih memilih kenyamanan sementara (pleasure) dan menghindari potensi ketegangan (pain).

Ubah Pola dengan Pelatihan NLP

Dengan Pelatihan NLP, Anda dapat membalikkan pola ini untuk keuntungan Anda. Salah satu teknik yang efektif adalah reframing, yakni mengubah sudut pandang terhadap rasa sakit dan kenikmatan. Cobalah fokus pada rasa sakit yang akan timbul jika Anda terus menunda. Apa yang akan terjadi pada tim Anda jika masalah ini tidak segera ditangani? Bisakah Anda menerima konsekuensi dari stagnasi atau bahkan kemunduran?

Di sisi lain, bayangkan kenikmatan yang akan Anda rasakan jika mengambil tindakan tegas. Lihat diri Anda sebagai pemimpin yang dihormati karena keberanian dan integritas Anda. Rasakan kepuasan melihat tim Anda berkembang karena Anda berani mengambil langkah yang sulit tetapi penting. Pelatihan NLP mengajarkan Anda memanfaatkan kekuatan visualisasi ini agar otak Anda terpacu melakukan perubahan signifikan.

Dorongan untuk Bertindak

Anehnya, banyak orang hanya butuh sedikit “dorongan emosional” untuk keluar dari zona nyaman mereka. Ketika Anda menghadirkan gambaran rasa sakit akibat stagnasi dan kenikmatan dari kemajuan, Anda memberi otak Anda alasan kuat untuk bertindak. Seperti menggiring bola ke gawang, Anda tidak akan berhenti jika tahu apa yang dipertaruhkan dan seberapa besar kemenangan yang menunggu.

Jadi, tanyakan pada diri sendiri sekarang: apakah Anda sedang mencari kenyamanan atau mencari keberhasilan? Jika jawabannya adalah yang kedua, biarkan NLP menjadi alat untuk mengarahkan fokus Anda pada apa yang benar-benar penting. Ingat, rasa sakit dan kenikmatan adalah kompas emosi Anda. Arahkan dengan bijak, dan Anda akan terkejut melihat betapa cepat hidup Anda berubah.

Kesuksesan tidak pernah semudah ini, selama Anda tahu cara memprogram ulang pikiran Anda. Siap untuk mencoba?

Pelajari lebih lanjut tentang NLP dan bagaimana memanfaatkannya di:

presentasi nlp

NLP Mengubah Hidup: Dari Proyek Mahasiswa ke Metode Global

Meningkatkan Daya Pikir dan Kualitas Hidup dengan NLP

Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah pendekatan praktis yang memadukan cara berpikir, bahasa, dan tindakan untuk menghasilkan perubahan positif. Meski awalnya dirancang sebagai metode terapi, kini NLP banyak diterapkan dalam konteks pendidikan, komunikasi, kepemimpinan, dan pengembangan potensi diri.

Latar Belakang dan Tujuan NLP

Pada tahun 1970-an, dua peneliti, Richard Bandler dan John Grinder, mempelajari bagaimana terapis seperti Virginia Satir dan Milton Erickson menciptakan hasil luar biasa. Mereka menemukan bahwa keberhasilan itu tidak hanya datang dari isi terapi, tetapi dari struktur bahasa dan pola pikir yang digunakan. Hasil penelitian ini kemudian dirumuskan menjadi metode yang dapat dipelajari oleh siapa saja untuk mencapai hasil serupa.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam rutinitas harian, teknik NLP dapat membantu seseorang mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperbaiki cara memandang tantangan. Salah satu teknik populer adalah reframing, yaitu mengubah sudut pandang terhadap suatu peristiwa agar lebih membangun dan memberdayakan. Selain itu, juga digunakan untuk menetapkan tujuan secara lebih jelas dan menciptakan kebiasaan berpikir yang mendukung pencapaian tersebut.

Manfaat untuk Dunia Kerja dan Bisnis

Banyak profesional memanfaatkan strategi NLP untuk membangun hubungan kerja yang harmonis. Dalam kepemimpinan, pendekatan ini membantu manajer memahami cara berpikir tim dan menyampaikan instruksi dengan cara yang lebih efektif. Di bidang penjualan, memudahkan dalam menjalin relasi emosional dengan klien, sekaligus meningkatkan kemampuan negosiasi.

Transformasi Pola Pikir dan Cara Komunikasi

Keunikan terletak pada kemampuannya memodifikasi kebiasaan mental yang menghambat pertumbuhan. Dengan memahami preferensi komunikasi—seperti visual, auditori, atau kinestetik—kita bisa menyesuaikan penyampaian pesan agar lebih mudah diterima oleh orang lain. NLP juga membantu dalam membangun empati, sehingga komunikasi menjadi lebih mengena dan bermakna.

Kesimpulan: Investasi untuk Diri Sendiri

Secara keseluruhan, pendekatan ini memberikan alat yang aplikatif untuk meningkatkan kualitas hidup. Jika Anda ingin lebih percaya diri, produktif, dan efektif dalam berinteraksi, memahami konsep NLP adalah langkah awal yang bijak. Investasi dalam pengembangan diri melalui NLP akan memberi dampak jangka panjang yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan.

Pelajari lebih lanjut di:

Mengali Informasi atau Menemukan Motivasi

Menggali Informasi

Menggali Informasi atau Menemukan Motivasi

by Coach Antonius Arif

2. Menggali Informasi atau Menentukan Motivasi 

Ada 2 orang kakak dan adik Wanita sedang bertengkar karena berebutan satu buah jeruk. Mereka berdua ribut begitu heboh sampai akhirnya ayahnya datang dan marah kepada mereka berdua. Kira kira menurut teman teman yang membaca.

Apa yang akan dilakukan ayahnya untuk memisahkan hal tersebut? Pasti ada yang mengatakan jeruknya diambil ayahnya biar kedua duanya tidak dapat, ada yang mengatakan jeruknya dibagi dua sama ayahnya. Tapi apakah itu fair? Tidak! Ini adalah simulasi yang sering sekali digunakan dalam pelatihan negosiasi dengan Teknik NLP yang disebut orange solution.

Kenapa ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena ayahnya yang datang yang harusnya menjadi penengah tetapi langsung bertindak tanpa bertanya kepada anak anak yang rebut tersebut. Sedangkan yang dianjurkan adalah bertanya kepada kedua anak tersebut, sebenarnya apa sih yang dimau oleh kedua anak tersebut?

Ketika ayahnya bertanya kepada anak tersebut, memang kaka mau buat apa jeruk itu? Dan dia jawab dia membutuhkan untuk garnish kue nya dan adiknya membutuhkan jeruk itu karena mau buat juice jeruk. Nah dari sini kita belajar bahwa kakaknya bisa mendapat kulit jeruk untuk buat garnish dan adiknya mendapat buahnya dan inilah yang win win solution. Hal ini bisa terjadi jika kita menggunakan Teknik bertanya dengan metode NLP.

Yuk kita bahas lebih detail!

Dalam NLP ada Teknik untuk bertanya sehingga, ketika ada sebuah pernyataan tertentu kita bisa melakukan dengan Teknik bertanya agar informasi yang mau disampaikan bisa kita ketahui dulu tujuannya. Dalam NLP kita sebut Tekniknya Meta Model simplified

Jenis jenis pertanyaan Meta model Simplified

  • Pertanyaan Memahami detail : Bagaimana, apa, kapan, dimana, siapa spesifiknya?

Pertanyaan ini membantu anda untuk menemukan generalisasi dan mencari yang fakta yang sesungguhnya sehingga membantu anda menemukan apa yang sesungguhnya dikepala mereka.

Contoh : saya merasa tidak perlu barang itu

Pertanyaan yang bisa diajukkan : apa spesifiknya yang dimaksud tidak perlu barang ini?

  • Pertanyaan sumber informasi tidak ada : Kata siapa? Menurut siapa?

Pertanyaan ini membantu untuk seseorang yang menganggap itu sebagai fakta sehingga dia menyadari bahwa itu sekedar opini.

Contoh : Dia tidak suka dengan saya

Pertanyaan yang bisa diajukkan : Kata siapa dia tidak suka dengan kamu?

  • Pertanyaan Generalisasi : Semua orang? Selalu? Tak pernah? Tak satupun? Semuanya? Tak serangpun?

Kata-kata yang muncul karena terlalu mengeneralisasi secara berlebihan. Dan kata-kata yang muncul seperti “selalu”, “tidak pernah”, “tidak seorangpun”

Contoh : Orang itu tidak pernah percaya dengan saya

Pertanyaan yang bisa diajukkan : tidak pernah? Selalu?

  • Pertanyaan Klarifikasi : Apa yang anda maksudkan dengan itu?

Tujuan pertanyaan diatas untuk mengklarifikasikan apa yang orang pikirkan yang bisa jadi karena pemberian makna berlebihan (distorsi)

Contoh : saya bisa mati karena ini

Pertanyaan yang bisa diajukkan : apa yang anda maksudkan bisa mati karena ini?

  • Pertanyaan Membandingkan : Dibandingkan dengan siapa? Dibandingkan dengan apa?

Orang-orang senang membatasi kemampuan dirinya sehingga kita membuka pikiran orang bahwa masih ada kemungkinan untuk melakukannya.

Contoh : saya ini tidak pintar

Pertanyaan yang bisa diajukkan  : dibandingkan dengan siapa?

  • Pertanyaan Memahami Fakta : Bagaimana anda tahu?

Untuk membuka fakta yang sebenarnya atas kejadian tertentu. Karena orang selalu berasumsi bahwa dia mengetahui sesuatu tentang dirinya.

Contoh : saya ini dilahirkan tidak pintar

Pertanyaan yang bisa diajukkan : Bagaimana anda tahu bahwa anda dilahirkan tidak pintar?

  • Pertanyaan Pembatasan diri : Apa yang menghentikan anda? apa yang akan terjadi jika anda bisa?

Ini bisa digunakan untuk orang yang mengatakan “saya tidak bisa….” saya tidak mampu…. “

Contoh : saya tidak bisa untuk berjualan

Pertanyaan yang bisa diajukkan: Apa yang menghentikan anda ? Dan apa yang akan terjadi jika anda bisa?

  • Pertanyaan kebulatan tekad : Apa yang terjadi jika anda melakukannya? apa yang akan terjadi jika anda tidak melakukannya?

Ini dipakai untuk ketika mereka sudah mulai untuk memutuskan untuk melakukan sesuatu. Khususnya jika mereka masih mengatakan “harus”

Contoh : saya harus tetap fokus dipekerjaan saya

Pertanyaan  yang bisa diajukkan: apa yang akan terjadi jika anda harus tetap fokus dipekerjaan anda? apa yang akan terjadi jika anda tidak melakukannya.

Nah sekarang tinggal kita latih agar lebih lancar dalam mengali informasi sehingga mencegah terjadinya kesalahpahaman atau Ketika kita mempresentasikan sebuah ide dan kita tahu apa mereka sudah lakukan atau belum.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Komunikasi Persuasif : 5 Langkah Komunikasi Persuasif

Komunikasi yang Persuasif

By Coach Antonius Arif

Pada suatu malam ada seseorang yang berdiskusi dengan saya berkaitan dengan presentasi atau ide yang dia sampaikan sering sekali ditolak oleh manajemen sehingga dia merasa lebih baik dia tidak memberikan ide kalau tidak diminta.  Saya coba tanya sama dirinya, bagaimana cara dia mempresentasikanya? Dan sesuai dugaan saya, isi konten presentasinya adalah ide yang dia punya dan dia sharingkan dan pada saat menjelaskan itu sepertinya sudah terlihat bahwa ini akan makan biaya cost yang sangat tinggi dan sebelum selesai menjelaskan dampak jika dilakukan ide tersebut sudah keburu ditolak.

Dan saya tahu bahwa ini sering sekali terjadi Ketika kita sudah di level manager atau bahkan dilevel yang lebih tinggi. Sayapun dulu sering mengalami peristiwa-peristiwa seperti itu apalagi jika belum belajar komunikasi dengan metode NLP. Kenapa? Karena saya tidak memahami apa values yang penting buat management dalam memutuskan sesuatu dan NLP menjelaskan apa itu values dan itu ada dipenjelasan saya sebelumnya berkaitan dengan filter.

Bahkan Ketika saya sebagai pemimpin, tim saya juga sering mengalami penolakan dari saya sampai saya jelaskan apa value value yang paling penting buat saya dalam mengambil keputusan. Dan ini akan saya ulas lebih dalam mengenai values dan pokok percakapan yang saya mau bahas adalah bagaimana cara berkomunikasi yang efektif.

komunikasi yang persuasif

Dalam NLP ada 5 langkah untuk komunikasi yang persuasif :

  1. Menjalin hubungan, bagaimana Teknik Teknik yang harus dilakukan untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain
  2. Mengali informasi atau mengali motivasi, menemukan informasi atau yang melatarbelakangi sebuah Tindakan.
  3. Menyajikan ide, bagaimana cara menyajikan atau mempresentasikan sebuah ide yang bisa diterima oleh orang yang mendengarkan
  4. Mengatasi perbedaan, cara mengatasi sebuah perbedaan sehingga mereka bisa menyetujui apa yang informasi yang kita sajikan.
  5. Menutup percakapan & Call to action, bagaimana cara menutup percakapan dan membuat orangnya untuk segera bertindak.

Kita akan setiap tahap satu persatu agar lebih jelas dengan berbagai contoh yang kami berikan diartikel selanjutnya ya! baca artikel selanjutnya

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Hati-Hati! Bahasa Tubuh Ketika Berkomunikasi

Hati-Hati! Bahasa Tubuh Ketika Berkomunikasi

By Coach Antonius Arif

Seperti pembahasan sebelumnya dalam NLP Komunikasi, bahwa komunikasi bukan saja cuma perkataan tetapi juga termasuk body language bahkan porsinya cukup besar dalam pengintepretasikan komunikasi. Oleh sebab itu ada beberapa body language atau bahasa tubuh  yang sangat tidak disarankan ketika berkomunikasi.

Hal-hal yang tidak disarankan saat berkomunikasi :

  • Melihat sekeliling ruangan 

Ketika saat berkomunikasi dengan orang lain malah celingak celinguk melihat sekeliling ruangan dan bukan focus kepada orang yang diajak bicara. Ini menunjukkan ketidak seriusan saat bicara.

  • Tidak melakukan eye contact

Ketika berbicara cenderung menunduk ini menunjukkan pemalu atau ada yang mau disembunyikan atau Ketika berbicara malah menghindari tatapan mata saat setelah menyampaikan sesuatu ini juga menunjukkan ketidakjujuran

  • Melihat ke mobile phone 

Bayangkan dalam meeting malah kita terfokus kepada telpon atau melihat gadget bahkan saya sering melihat saat meeting online malah mengecek hape. Ini kecanduan yang tidak baik dan dianggap tidak sopan dan tidak perhatian

  • Tidak mendengarkan 

Ketika orang tersebut menyampaikan sesuatu kita malah sibuk dengan percakapan atau pertanyaan bukan mendengarkan apa yang mereka katakan. Dimana kita bisa mengangguk dan sedikit melakukan paraphrasing (menggulang kalimat mereka). Hal ini bisa membuat kita kehilangan project dari awal.

  • Bicara terlalu cepat

Bicara terlalu cepat itu bagus karena akan terlihat seperti orang yang antusias tetapi kalau tidak ada jeda (pause) maka orang akan kehilangan ketertarikan berbicara dengan anda. Maka jika anda bicara cepat maka anda harus sedikit sedikit ada jeda atau pause khususnya 2-3 kalimat pastikan ada titik atau berhenti saat menyampaikan hal penting

  • Tidak menjaga jarak aman

Ketika berbicara khususnya dengan lawan jenis pastikan jaga ruang anda dengan dia dan jangan masuk ke zona pribadi mereka dan usahakan selalu di zona sosial atau kalau mau masuk ke zona personal paling tidak 1,5 meter. Menurut Edward T. Hall yang dukutip oleh Nageshwar Rao (2009), terdapat empat zona jarak dalam berkomunikasi :

Bahasa Tubuh Ketika Berkomunikasi

  • Zona Intim (intimate) yaitu mulai jarak 0 hingga 1 ½ kaki (sekitar 45,5 cm).
  • Zona Personal yaitu 1 ½ kaki hingga 4 kaki (sekitar 124 cm),
  • Zona Sosial yaitu mulai 4 kaki hingga 12 kaki (sekitar 378 cm),
  • Zona Publik yang dihitung mulai 12 kaki dan seterusnya.

 

  • Kurang merespon

Jadi seperti nomor 5 ketika berkomunikasi pastikan anda ada sedikit merespon mereka dengan anggukan kepala atau sedikit suara seperti “o ya, hmm, ok dan lain lain” karena jika kita tidak merespon maka orang berasumsi anda kurang perhatian

  • Terlalu banyak mengatakan “Tetapi”

Ini bahaya sekali Ketika bercakap cakap dan menggunakan kata tetapi ini membuat anda seperti tidak setuju dengan pendapat mereka. Apapun yang mereka sampaikan kalau kita katakan tetapi membuat mereka merasa anda tidak pernah setuju dengan mereka

  • Tubuh Tertutup

Ketika berbicara tangan dilipat, badan agak bungkuk ke depan atau kaki dilipat. Ini membuat orang yang diajak bicara menjadi tidak nyaman karena seakan akan anda sudah tidak setuju dengan apa yang akan anda bicarakan

  • Badan selonjoran atau tidak tegak – maka orang akan berpersepsi anda adalah orang yang tidak antusias.
  • Tidak senyum – ini menunjukan bahwa anda adalah orang yang tidak ramah.
  • Masuk ke ruangan dengan jalan pelan – ini juga menunjukkan anda bukan orang yang antusias
  • Hindari memegang bagian wajah saat bicara – khususnya area hidung, dagu ini diasumsikan anda tidak jujur atau memegang kerah diasumsikan anda gugup
  • Jangan mengosok pangkuan – Ketika berbicara hindari mengosok gosok pangguan ini menunjukkan anda tidak percaya diri

Ini adalah beberapa body language atau bahasa tubuh yang harus kita hindari saat berkomunikasi dengan Teknik NLP.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan artikel terbaru terkait NLP dari Coach Antonius Arif dapat bergabung dalam WA Group https://chat.whatsapp.com/JZ1Ks4QJubl6842uKDRMly

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi tidak melulu perkataan tetapi juga non verbal

Ketika berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain bukan sekedar berbicara dengan suara yang kita keluarkan tetapi ada beberapa komunikasi non verbal yang sampaikan saat berbicara dan dampaknya pun bisa berbeda dengan kata yang anda sampaikan. Mungkin maksud Anda baik tapi ketika berbicara dengan intonasi atau body language tertentu efeknya bisa berbeda.

Menurut penelitian Albert Mehrabian sehingga dibuat model 7-38-55 Communication Models bahwa hanya 7% perkataan orang lain berdampak kepada perasaan dan sikap seseorang tetapi orang lebih berdampak melalui 38% berdasarkan intonasi dan tinggi rendah suara dan 55% lebih berdampak melalui body language kita. Buktinya Anda bisa nonton tv dan tanpa suara sekalipun Anda bisa menguraikan apa yang terjadi pada orang tersebut.

Hmmm menarik kan?

Jadi dalam tulisan ini saya mau fokuskan 4 hal saat berbicara dengan orang lain :

  • Komunikasi Non Verbal dengan Hand Gesture

Ketika berbicara saya selalu menganjurkan tangan ditaruh kita letakan diatas meja dan saat berbicara tangan bisa membantu mengilustrasikan. Saya beri contoh Ketika kita mau menunjukkan besar maka tangan kita bisa terbuka sambil menunjukkan tentang besar dan begitu juga Ketika kita bicara masa lalu, maka kita menggunakan tangan menunjuk masa lalu (misal: tangan terbuka dan mengarah ke kiri) dan Ketika berbicara masa depan tangan menunjuk masa depan (misal : tangan terbuka dan mengarah ke kanan).

komunikasi non verbal

Dan begitu juga ketika mau berbicara peningkatan maka tangan kita bisa mengarah ke atas dan Ketika berbicara penurunan maka tangan menunjuk ke bawah. Didalam NLP ini disebut spatial anchor dan sangat membantu saat menjelaskan sehingga akan sangat jelas apa yang dimaksudkan

  • Ekspresi Wajah

saat berbicara dengan orang lain, ekspresi muka menjadi bagian yang tak kalah penting karena akan mendukung dengan perkataan yang kita ucapkan. Saya akan sharingkan tips ekspresi muka saat berkomunikasi. Saat menyapa pertama kali kita harus memunculkan smiling face atau wajah tersenyum.

komunikasi non verbal

Saya mempraktekkan ini didepan kaca sampai menggunakan pendekatan yang sering digunakan untuk maskapai penerbangan atau crew hotel yang disebut 225 yang artinya membuka mulut kita 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan dan tahan 5 detik. Saat awal ini tidak mudah, tapi saya berlatih terus didepan kaca sehingga Ketika berhadapan dengan orang lain saat menyapa smiling face ini yang saya mulai bahkan via telponpun saya pasti lakukan smiling face.

Lalu setelah itu baru kita muka netral tidak ada emosi apapun dan Ketika saat orang berbicara serius maka saya ekspresikan muka dengan serius dan eye contact saya menatap orang tersebut lalu mendengarkan mereka. Begitu juga Ketika ada yang bertanya kepada saya, saat saya mulai diawal langsung saya senyum dahulu dan Ketika pertanyaannya seperti memprovokasi sekalipun saya akan pasang muka netral dan saat mau menjawab saya langsung senyum dahulu dan mengucapkan makasih pertanyaannya dan baru menjawab.

Begitu juga Ketika kita orang yang berbicara sedang menceritakan kabar gembira maka ekspresi muka saya adalah gembira dengan dibantu intonasi suara gembira juga

  • Tonality

Cara mengekspresikan suara saat berbicara. Memang lebih mudah kalau ditunjuk langsung. Intinya Ketika kita bicara sedih kan tidak mungkin suaranya gembira? Tapi pelan dan menunjukkan kesedihan. Begitu juga Ketika berbicara profitnya ini bagus maka saya akan berbicara dengan nada excited khususnya Ketika berbicara profitnya bagus.

  • Body language

Bahasa tubuh yang bisa saya sharingkan beberapa Gerakan tubuh yang membantu dalam berkomunikasi khususnya Bahasa tubuh yang positif :

komunikasi non verbal

    • Postur terbuka. Bersikaplah santai, tapi jangan membungkuk. Duduk atau berdiri tegak dan letakkan tangan Anda di sisi tubuh. Hindari berdiri dengan tangan di pinggul, karena hal ini dapat menunjukkan agresi atau keinginan untuk mendominasi
    • Jabat tangan yang erat. Menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang antusias tapi ingat, jangan berlebihan saat mengengamnya.
    • Pertahankan kontak mata yang baik. Cobalah untuk menahan pandangan orang lain selama beberapa detik. Ini akan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda tulus dan berkomitmen.
    • Jangan menyentuh wajah. Jika Anda melakukan hal ini saat menjawab pertanyaan, itu bisa dianggap sebagai tanda ketidakjujuran. Meskipun hal ini tidak selalu terjadi, Anda tetap harus menghindari mengutak-atik rambut atau menggaruk hidung, agar Anda menunjukkan sifat dapat dipercaya.

So, inilah kenapa berkomunikasi menjadi menarik khususnya Ketika dengan orang lain dan NLP bisa membantu memahami lebih mudah

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Salah Persepsi

Sering Salah Persepsi Saat Berbicara?

Sadar gak sih ketika berkomunikasi kita sering mengalami kesalahan apa yang kita terima? Kita pikir ‘ooo maksudnya A’ tapi ternyata maksudnya adalah B. Dan membuat Ketika terjadi percapakan sering salah persepsi dan tak jarang bisa terjadi pertengkaran atau praduga yang tak benar.

Menurut NLP itu terjadi karena setiap manusia mempunyai peta dunia masing masing dalam pikiran kita, dan itu terjadi karena didalam peta dunia kita namanya Filter didalam pikiran yang didalamnya ada Generalization, Distortion, Deletion.

Apa itu masing masing? Kita kupas satu per Satu!

Generalisasi : Generalisasi terjadi ketika satu pengalaman spesifik mewakili keseluruhan pengalaman. Atau satu pengalaman yang digeneralisasikan keseluruhan.

Contoh : ketika kita melihat ada orang yang telat hadir saat meeting. Saat itu anda mengeneralisasikan sebagai tukang telat atau selalu telat. Nah bahayanya kalau seperti ini adalah membuat kita ketika melabel orang tertentu seakan akan dia berbuat salah. Hal ini yang menjadi bahaya sehingga ketika kita berkomunikasi dengan mereka sudah menganggap bahwa orang ini tidak bisa diandalkan.

Atau contoh lain lagi, ketika tim kita bekerja dengan kita dan saat anda menyampaikan suatu masukan kepada tim dan beberapa jam kemudian ketika mereka mengerjakan dan dia masih melakukan hal yang kita tegor. Maka kita menganggap bahwa orang ini tidak mau mendengar apa yang kita kasih tahu. Jadi harus gimana dong? Nah nanti dengan Teknik NLP kita kupas lebih dalam·

  • Distorsi

Penempelan makna terhadap suatu kejadian atau situasi tertentu. Contoh : masih ingat contoh orang yang kita beritahu dan dia tidak melakukan yang kita tegor? Lalu karena hal itu kita memberi pemaknaan bahwa orang tersebut keras kepala. Atau saat terjadi pasangan kita melihat lawan jenis langsung kita beri pemaknaan tukang selingkuh.

Atau mengerjakan matematika saat sekolah dulu kemudian Ketika kita dapat nilai jelek maka kita mengatakan bahwa saya bodoh dalam matematika dan inilah yang membuat sejak saat itu menjadi benci dengan matematika. Ini yang membuat Ketika kita berkomunikasi menjadi mengalami kesulitan bahkan bisa menghambat berkomunikasi karena sudah keburu diberi label·

  • Deletion

Penghapusan informasi yang kita dengar dan ini dilakukan dengan tidak sengaja. Contoh : saya BT banget, Ketika kita mendengar kalimat itu maka orang itu berasumsi BT karena sama Boss dimana kebetulan dia baru saja keluar dari ruang boss dan pasti kita berasumsi dia BT dengan boss.

Dan kita kadang langsung menjawab “ memang boss nge BT in banget hari ini” padahal dia mau cerita bahwa BT karena macet banget diperjalanan pagi ini. Inilah yang kita sebut deletion. Jika kita lihat seperti ini bahaya banget kan asumsi kita dalam berkomunikasi bisa saja menjadi salah. Belum lagi dalam peta dunia orang masing masing masih ada filter lainnya menurut NLP·

  • Belief

Dimana setiap orang mempunyai keyakinan yang dia percayai terhadap segala sesuatu dan ini menjadi filter saat berbicara. Ketika dia belief bahwa dia orang bodoh maka Ketika berbicara maka dia sudah minder dahulu dan Ketika ada orang yang berbicara hal tertentu kepadanya maka dia sudah menanggap orang itu lagi menuduh dia bodoh.

Contoh : saya pun menganggap diri saya tidaklah pintar karena saya punya pengalaman dimasa lalu Ketika belajar dan ujian nilai saya tidak bagus. Maka kalau saya mau jadi terbaik maka saya harus disiplin sehingga Ketika orang belajar 1 kali saya bisa 3-4x dan ini menjadi kebiasaan saya hingga hari ini. Walau saya sudah tidak punya mindset bahwa saya bodoh tapi kebiasaan disiplin itu telah membentuk diri saya sekarang.·

  • Experience

Pengalaman yang terjadi dalam hidup kita yang membuat kita menilai untuk melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman masa lalu.

Contoh : Ketika saya berbicara dengan tim dan tim melakukan kesalahan karena dia tidak mengerti maka setiap ada orang baru, saya memutuskan untuk menjelaskan secara detail dan ditest. Dan setiap keputusan saya didasarkan dengan apa yang terjadi dimasa lalu·

  • Metaprogram

Internal program didalam pikiran yang memfilter informasi yang masuk ke dalam diri dan otak kita bekerja berdasarkan filter ini.

Contoh : ada orang yang bekerja secara prosedur jadi bekerja harus dari A lalu ke B dan C atau SOP banget kalau bekerja jadi Ketika disuruh melakukan sesuatu tanpa SOP sepertinya dia akan mengalami kesulitan·

  • Values

Nilai nilai yang penting dalam diri kita yang membuat kita bekerja berdasarkan nilai nilai yang kita miliki. Contoh : Spiritual menjadi penting buat saya, sehingga Ketika melakukan sesuatu apapun maka saya melihat berdasarkan apakah ini sesuai dengan spiritual atau Tuhan. Nah nanti dalam artikel berikutnya akan saya perjelas lebih dalam lagi.

Komunikasi Ada Prosesnya Bukan Sekedar Bicara

Komunikasi ada prosesnya bukan sekedar bicara

Komunikasi Ada Prosesnya

Pernahkah anda berkomunikasi dengan orang lain dan sering mengalami salah paham dengan apa yang dia katakan. Baru saja beberapa hari yang lalu saya menonton di tiktok ada seorang pria berumur menyampaikan satu kalimat bahwa Paus Fransiskus mau memberkati pasangan LGBT dengan sambil memberikan link berita sebagai rujukan.

Karena saya tahu salah satu berita bisa menjadi simpang siur kalau saya hanya menonton diawal saja dan langsung menumpahkan ketidaksetujuan saya. Kok Paus sebagai pemimpin tertinggi Katolik bisa begitu? Saya terus baca beritanya dan isi beritanya juga sama sampai saya cari berita diluar negeri apa begitu? Begitu saya baca berita luar negeri kok sepertinya bukan itu maksudnya? Tapi saya simpan didalam hati dan saya tidak komentar dahulu walau didalam hati saya sudah muncul prasangka yang kurang tepat pada situasi tersebut.

Persis tadi pagi saya menonton video tiktok dimana orang yang membuat heboh tersebut membuat klarifikasi persis seperti berita yang saya baca diartikel luar negeri, dan dia menyebutkan bahwa Paus Fransiskus memberi berkat itu maksudnya jika ada orang yang LGBT dan datang kepada Pastor atau Romo dan meminta diberkati secara pribadi (bukan berkat untuk merestui pernikahan ya) maka diijinkan. Yang diberkati adalah orangnya ya bukan perilakunya karena mereka itu sama sama anak Adam. Dan tidak tertutup kemungkinan setelah diberkati malah hati mereka tersentuh dan berubah untuk bertobat.

Jujur Ketika saya lihat ini saya merasa dosa karena sudah ada sedikit keraguan kepada pemimpin tertinggi tersebut karena hasil dari berita yang disampaikan tadi. Abis nonton itu saya langsung berdoa dan bertobat. Inilah ngerinya kalau sebuah komunikasi tidak tahu cara menyampaikan dan tidak tahu cara prosesnya seperti yang saya gambarkan diatas.

NLP membantu untuk kita memahami sebuah komunikasi bukan sekedar berbicara, Komunikasi Ada Prosesnya dan dengan NLP kita kupas gimana caranya agar tidak terjadinya kesalahpahaman tersebut

Yuk kita kupas satu satu untuk memahaminya, ada istilah istilah dari gambar tersebut dan saat saya jelaskan gambar tersebut :

  1. Sender & Recipient adalah orang yang berkomunikasi dimana sender yang menyampaikan sesuatu dan receipient adalah orang yang mendengar informasi tersebut dan memberi tanggapan atau merespon atau istilahnya memberi feedback dari perkataan sender yang dia dengar
  2. Channel adalah kanal komunikasi via langsung tatap muka atau via online meeting atau via telp atau bahkan via chating. Dan semua media mempunyai noise atau gangguan
  3. Noise adalah gangguan yang mungkin muncul Ketika berkomunikasi. Dan nanti saya akan gambarkan secara detail
  4. Encoding adalah ide yang ada dikepala kita dan dikomunikasikan kepada orang lain berdasarkan budaya, intonasi, kecepatan atau gaya Bahasa tertentu dan juga arti tertentu.
  5. Decoding adalah dimana komunikasi yang diterima diartikan oleh pendengarnya. Dimana kalau gaya Bahasa berbeda saja maka artinya bisa berbeda. Contoh jika saya berkomunikasi dengan partner saya berkebangsaan Singapore atau Malaysia, saya lebih prefer mereka berkomunikasi dengan saya menggunakan Bahasa Inggris karena Ketika ke dalam Bahasa Melayu, wah tingkat kesalahan saya menjadi tinggi dan saya tidak memahami Persis apa yang mereka maksudkan. Bahkan contoh dengan karyawan saya dari daerah Aceh, dan Ketika menyampaikan sesuatu kepada saya, saya tidak memahami apa yang dia maksudkan dan kadang dia juga sebaliknya kepada saya.

Jadi kita sudah lihat ya, dalam komunikasi jika kita tidak memahami Teknik NLP dengan baik maka kita pasti akan mengalami kesulitan seperti ini dan tingkat kesalahan akan menjadi semakin tinggi. Dan nanti saya akan bahas lebih dalam kenapa seseorang bisa mempunyai pemahaman yang berbeda dan secara NLP akan kita bahas lebih dalam. Kita balik lagi ke dampak pemilihan Channel atau kanal komunikasi dengan kemungkinan noise.

Metode

Situasi Kemungkinan Noise
Tatap muka secara langsung

Dikeramaian (coffee shop, pasar, suara lalu lintas)

Suara mesin kopi, focus melihat orang lalu Lalang, diajak berbicara dengan orang lain

Ditempat privat (ruang meeting)

Pas jam makan siang mulai memikirkan lapar atau mau makan apa, pas jam pulang memikirkan tentang pulang dan macet

Tatap muka via online meeting

Dengan berbagai aplikasi

Koneksi internet, camera mati, sedang mengerjakan sesuatu

Telpon

Menggunakan aplikasi

Koneksi internet

Secara langsung

salah persepsi karena tidak melihat muka dan tidak paham tentang emosi mereka

Texting

Dengan berbagai aplikasi

Tidak mengetahui maksud sesungguhnya karena huruf besar dan kecil. Dan terlalu banyak emoticon bahkan terlalu banyak tanda baca

Saya pernah ada orang yang mengetik apapun hurufnya besar semua dalam chating dan biasanya jika huruf besar semua artinya marah marah tapi saya tahu orang itu sudah berumur ada kemungkinan orang itu gaptek atau tidak memahami jadi persepsi kita bisa berbeda.

Begitu juga jika texting kita tidak dibalas saja kita bisa punya persepsi macam macam. Jadi berkaitan hal ini menjadi sangat penting sekali dalam komunikasi khususnya dengan Teknik NLP, komunikasi ada prosesnya.