NLP for Life – Hanya mau melihat apa yang ingin di lihat

Selamat Pagi

 

Ada seorang guru yang sedang bercerita kepada temannya yang juga seorang guru SMP. Dia bercerita bahwa ada seorang murid SMP yang bernama Andi. Dia nakal sekali dan suka menganggu temannya. Dan dia tidak koperatif saat belajar. Dan teman guru tersebut ketika mendengar cerita itu jadi bingung dan dia mengatakan “kok saya tidak melihat itu. Di kelas dia baik banget, ceria dan suka membantu temannya.” Guru yang komplain tadi ngotot “ah masa? Coba kita cocokan namanya. Ini andi yang sama kita bicarakan?” Dan ternyata sama.

 

Karena penasaran, ketika teman tersebut mengajar maka dia duduk dibelakang dan mengamati. Dan selama mengajar temannya tersebut mengajar dengan santai dan ceria. Dan sedangkan temannya yang duduk dibelakang mencatat hal yang andi lakukan buruk dan sebagainya. Dan begitu selesai kelas, guru tadi diskusi dan menyimpulkan apa yang terjadi dibelakang kelas, “nah bener kan andi trouble maker” dan guru yang mengajar dan punya persepsi positif tentang andi itu tidak setuju dan dia mengatakan ,”tidak, andi bagus dan dia banyak bantu temannya,”

nlp for life

Nah loh, kok bisa?

 

Saya akan berikan anda jawaban kenapa bisa begitu? Ini berkaitan bagaimana anda bisa mempengaruhi orang lain secara terselubung yang kebetulan saya ada kelas Invisible Influence pada

Sabtu – Minggu,18-19 Mei 2019, informasi klik http://bit.ly/TheSecretofInvisibleInfluence dan akan dibahas TUNTAS disana. Dan saya banyak belajar dengan pakar2 Influence dan Persuasion dunia secara langsung seperti Richard Bandler, Kevin Hogan, John La Valle, Owen Fitzpatrick, Victor Antonio, Alex Mandossian dan masih banyak lagi.

 

Dan buat anda yang belum PUTUSKAN, saya akan bantu anda untuk memberikan NLP tips bagaimana mengatasi hal tersebut

 

Sebenarnya anda hanya mau melihat, mendengar dan merasakan apa yang anda mau lihat, dengar dan rasakan. Kenapa saya selalu mengatakan tidak ada realita yang ada hanya persepsi. Jadi ketika anda mau mempengaruhi orang lain, anda harus mempunyai Mindset bahwa orang tersebut mudah dahulu. Orangnya koperatif dan sebagainya maka mempengaruhi akan lebih mudah. Kegagalan anda bukan saat bertemu dengan orangnya tetapi kegagalan anda adalah battle in your mind. Sama seperti ketika saya mengcoaching seseorang dan dia ngotot bahwa market lagi sepi tetapi ketika saya mengatakan jika ada orang lain yang jago bisa jualan kira-kira siapa, dia sebut satu nama. Dan kemudian saya tanya, jika orang tersebut jualan apakah akan mudah closing? Dia jawab “iya”. Nah saya tanya “apakah marketnya sepi?” Dia terdiam.

 

Jadi semua itu tergantung peta pikiran anda yang PAS dan TEPAT maka mempengaruhi orang akan lebih mudah dan menyenangkan.

 

Antonius Arif

Posted in NLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 10 =