NLP for Life – Tips Menjaga FRAME (Mindset)

Selamat pagi. Beberapa waktu yang lalu, saya membahas tentang Frame atau Mindset. Frame sangat berguna ketika kita menggunakan saat bertemu orang atau saat mau melakukan sesuatu. Bila mau tahu lebih dalam mengenai Frame bisa baca tulisan saya di http://nlpleadershipindonesia.com/its-just-your-frame/

silahkan klik link diatas supaya dapat lebih memahami mengenai apa itu frame atau mindset. jadi tidak kebingungan saat membaca artikel kali ini.

 

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana saat kita sedang mempersuasi seseorang dan ketika kita bertemu sudah men setting frame : anda adalah orang yang persuasive. Tetapi ditengah jalan dan mengalami penolakan, mendadak Frame anda berantakan. Mendadak anda menjadi diam seribu bahasa dan kadang anda menyerah.

menjaga frame

Nah ini yang sering menjadi tantangan. Bagaimana menjaga Frame Control agar tetap anda bisa menjaga frame tersebut.

 

Ini adalah beberapa tips dan pengalaman yang saya lakukan ketika frame nya turun atau berantakan maka saya akan melakukan mensetting ulang frame saya. Baik dengan melakukan self talk lagi dan sebagainya. Ini bisa dilakukan juga dengan mohon ijin ke kamar mandi lalu saya setting ulang disana. Bila memang ada waktu yang paling enak adalah melakukan anchoring. Dan itu adalah cara tercepat mendapatkan state dan frame nya sehingga bisa percaya diri lagi.

 

Menggunakan NLP dengan cara PAS dan TEPAT akan menghasilkan hasil yang PAS dan TEPAT.

Antonius Arif

NLP for Life – Tips Memotivasi Anak

Salam Performance. Banyak sekali orang tua yang mengalami kesulitan mendidik dan memotivasi anak untuk belajar. Dan dulu sebelum saya belajar NLP pun juga mengalami hal yang sama. Wajar kalau kita sebagai orang tua mengalami kebingungan karena tidak ada sekolah untuk mendidik bagaimana agar menjadi orang tua yang PAS dan TEPAT.

nlp for life

Father and son playing superhero

Sebenarnya bagaimana mendidik anak yang PAS dan TEPAT dengan cara NLP?

 

Saya membagi problem anak dengan 4 pendekatan. Dan ini sebenarnya juga bisa digunakan dalam Leadership. Karena ini konsep yang sama persis hanya object nya saja yang berbeda yaitu Anak. Kalau leadership objectnya adalah staf.

 

Saya memakai pendekatan Ken Blanchard dengan sentuhan NLP.

 

Sudah siap belajar NLP Parenting? Yuk ah

 

Tahap ke satu adalah Menemukan alasan kenapa dia harus belajar.

 

Disini yang bisa dilakukan adalah mencari apa tujuan hidup anak. Apakah mudah? Tidak mudah. Ini butuh proses dan kesabaran. Bahkan anak saya yang besar, Matthew membutuhkan waktu ketika dia memutuskan tujuannya. Dan apakah tujuannya bisa berubah? Yes berubah. Bahkan beberapa kali. Tapi tidak terlalu jauh pergeseran tujuan dia. Begitu juga dengan putri kami Janice. Masih banyak pergeseran yang terjadi.

 

Tahap ke 2, kami membagi 4 fase yang digunakan oleh Ken Blanchard dalam mengidentifikasikan permasalahan anak.

 

Fase 1 adalah teaching. Ditahap ini adalah fase mendidik dan memberikan ilmu. Fase ini baru akan berhasil jika tahap menemukan alasan dia untuk melakukannya bisa diketemui. Tidak bisa hanya sekedar dimarahi dan dipaksa belajar.

 

Fase 2 adalah Mentoring. Disini adalah fase dimana setelah belajar dan dia merasa kesulitan. Sehingga kadang terjadi de motivasi. Ini terjadi dengan putri kami Janice kelas 5 SD. Dia mengalami kesulitan untuk memahami arti kata tertentu. Contoh: kali (sungai), kinerja dan sebagainya.

 

Dan dia juga kesulitan untuk memahami penguapan seperti apa. Jadi ketika belajar Mind Map dan digambar, dia mengalami kesulitan.

 

Yang saya lakukan adalah mengajak dia belajar bareng saya. (Padahal saya juga tidak mengerti hihihi). Jadi ketika pertama kali diajak belajar, dia menangis krn menolak untuk melakukan. Itu wajar, krn manusia bila diminta melakukan sesuatu yang tidak nyaman, maka itu tidaklah mudah. Dan tugas saya adalah tetap tenang. Dan sy beri tahu bahwa papa nya membantu dia. Serta memberi tahu konsekwensi kalau nilainya jelek. Dan pelan2 dia mau mengerjakan. Dan selama proses ini, dia banyak mengatakan “tidak tahu, tidak bisa” dan tugas saya hanya menenangkan dia dan melakukan sedikit terapi NLP. Dan pelan2 dia mengerjakan. Begitu dia bisa, betapa senangnya dia. Dan saya lakukan sampai beberapa waktu kemudian untuk bisa masuk ke fase ke 3.

 

Fase 3 adalah coaching. Difase ini adalah ketika anak sudah mengerti dan sudah bisa melakukannya tapi masih ragu. Tugas kita hanya memancing dengan pertanyaan saja. Dan dalam NLP kita bisa membantu dia untuk menggunakan teknik chunking dan meta model elegan.

 

Fase 4 adalah fase delegasi. Dimana dia sudah bisa dilepas dan bisa melakukan sendiri. Saat ini semua akan berjalan dengan baik.

 

Hmm menarik ya jika memahami NLP dengan PAS dan TEPAT lebih mudah mendidik dan memotivasi anak dengan cara yang PAS dan TEPAT.

 

Bagaimana hidup anda?

 

Antonius Arif