Pelatihan Penjualan dan NLP : siapa kamu?


Semangat pagi, pelatihan penjualan kembali lagi hari ini bersama anda membahas topik yang fundamental khususnya mengenai identitas diri anda sebagai penjual ( sales ) yaitu siapa diri anda ? Saya banyak menemukan dikelas pelatihan penjualan saya juga diperusahaan waktu saya bekerja. Saya bisa melihat bahwa dia bakal menjadi sales yang bagus atau tidaknya tergantung kepada dirinya mengidentitaskan dirinya seperti apa. Karena dengan identitas yang kuat akan mempengaruhi kepercayaan diri seorang penjual saat melakukan penjualan.

Dalam pelatihan penjualan dan motivasi yang saya adakan, saya sering sekali meminta untuk diri peserta menuliskan siapa diri mereka? Ada yang menuliskan saya adalah seorang salesman diperusahaan ABC atau saya adalah seorang penjual dan sebagainya. Berdasarkan pengalaman saya melakukan pelatihan secara one on one atau pelatihan penjualan dan motivasi secara masal saya menemukan identitas yang biasa akan membuat seorang penjual hanya melakukan penjualan dengan cara yang biasa dan tidak luar biasa. Kok bisa begitu? Yes, kata – kata yang disebutkan akan mempengaruhi tubuh anda. Dalam NLP kami mempercayai kata – kata yang diucapkan akan mempengaruhi diri anda dan tingkah laku anda. Karena menjadi penjual bukan sekedar keahliannya saja tetapi kemampuan pikiran akan mempengaruhi pusat tubuh dalam bekerja. Pernah nga ada bicara saya lemas rasanya hari ini dan benar – benar tubuh anda akan lemas? Ya ini pengaruh dengan kata – kata yang anda ucapkan mempengaruhi ke tubuh. Apalagi saat anda menjadi penjual dan juga mengatakan saya adalah penjual pt abc. Ini tidak membuat anda merekam program ke pikiran bawah sadar agar menjadi lebih daripada yang anda ucapkan.

Kenapa bisa begitu? Dalam pelatihan penjualan dan NLP yang saya sharingkan saya mensharingkan teknik yang dikenal istilah Neurological level. Dimana dalam neurological level dibagi berdasarkan

Spiritual, dilevel ini bisa berarti purpose atau tujuan hidup anda. Jadi anda melakukan ini semua untuk siapa lagi?

Identity, adalah identitas diri anda dan kata kuncinya adalah siapa saya dalam konteks tertentu atau konteks anda sebagai manusia secara keseluruhan

Value & belief, ini berkaitan nilai – nilai yang anda anut dan juga keyakinan – keyakinan yang anda miliki.

Capability, kemampuan apa yang anda miliki seperti knowledge dan skill.

Behavior, perilaku apa yang anda miliki

Environment, lingkungan anda yang anda punya.

Dimana identitas diatas bisa mempengaruhi belief atau keyakinan didalam diri seseorang dan begitu juga akan mempengaruhi dengan capability atau kemampuan kita dan juga akan mempengaruhi perilaku kita. Nah menariknya bila identitas anda sebagai seorang penjual dan ditanya siapa diri anda dan dijawab : saya adalah seorang penjual dari pt abc maka ya anda akan bersikap seperti itu dan sebaliknya jika anda memasukan identitas anda dengan baik maka akan mempengaruhi belief anda menjadi lebih positif dan juga akan mempengaruhi ke perilaku anda. Hmm makin menarik ya rahasia seseorang menjadi juara yang saya cuplikan dari pelatihan penjualan dan NLP

Jadi yang baik seperti apa?

Bila sudah mempelajari konsep diatas maka yang harus kita lakukan adalah menentukan identitas anda yang positif. Saya beri contoh dan ini yang saya gunakan : siapa saya? Saya adalah supersalesman 10 customer datang kepada saya dan 9 pasti closing. Dan ini yang membuat saya menjadi Top Achiever award 3 thn berturut – turut dan juga menjadi Marketer to watch 2006 dari majalah SWA. Ada juga seseorang yang bagus penjualannya ketika ditanya siapa saya? Maka dia menjawab saya adalah Top Sales Nasional sepanjang tahun. Maka menariknya itu yang terjadi saat dia berjualan dan prestasinya juga sesuai dengan apa yang dia katakan.

Apa yang bisa di simpulkan? Bahwa kata – kata seorang penjual akan mempengaruhi tingkah laku dia dalam melakukan proses penjualan dan bila mau menjadi extraordinary maka berkata – katalah kepada diri anda yang extraordinary. Cukup dulu tulisan saya kali ini dari pelatihan penjualan dan akan membahas topik – topik yang lain ke depan

Salam performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Belajar NLP Leadership Indonesia : 4 tips Rajin membaca buku

Semangat pagi! Saya Coach Antonius Arif, Licensed Trainer of NLP ™ approved by Dr Richard Bandler Father of NLP membawakan topik 5 tips agar rajin membaca buku. Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk membaca buku. Padahal tahu bahwa orang – orang hebat didunia membaca 50-60 buku per tahun itu sama seperti kuliah S1. Wowww menarik ya. Seandainya kita punya kemampuan dan niat saja untuk membaca buku maka hidup kita pasti berbeda, setuju teman – teman?


Yuk kita mulai untuk belajar NLP Leadership Indonesia

4 tips untuk anda bisa baca buku adalah

  1. Temukan dulu apa tujuan anda membaca buku. Sebelum membaca, tentukan dulu apa tujuan anda membaca buku. Bila anda tidak punya niat untuk apa membaca maka anda tidak akan pernah membaca. Contoh : tujuan membaca untuk mengembangkan diri dalam dunia kepemimpinan. Maka baca buku kepemimpinan.
  2. Akses fokus pengalaman masa lalu. Akses fokus pengalaman masa lalu anda dimana anda merasa sangat fokus. Ingat pengalaman itu dan ingat perasaannya. Jika perlu lakukan anchor. Dan bila anda mau membaca buku lagi maka anda trigger anchor nya dan itu akan membuat anda membaca buku dengan lebih fokus.
  3. Ketika membaca jangan bolak balik. Walaupun saat anda membaca, mungkin sudah melupakan apa yang anda baca. Percayalah pikiran bawah sadar anda pasti akan ingat. Dan teruskan saja bacanya tanpa perlu dibolak balik dan teruskan sampai selesai.
  4. Bawa selalu rasa penasaran ketika anda membaca buku. Dengan penasaran maka akan membuat anda terus menerus membaca hingga selesai.

Itu tips belajar NLP Leadership indonesia agar anda bisa menjadi luar biasa dalam membaca buku

Semoga berguna

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Belajar NLP Leadership Indonesia : 5 tips mengatasi Mental Block

Semangat pagi, saya Coach Antonius Arif Licensed Trainer of NLP ™ resmi dari Dr Richard Bandler (Father of NLP ™ ) kembali lagi bersama Belajar NLP Leadership Indonesia dengan membawakan topik 5 tips mengatasi Mental Block. Apa sih mental Block atau dalam NLP disebut Limiting Belief? Limiting belief adalah sebuah belief atau sebuah keyakinan yang membatasi diri jika anda ada sebuah rencana untuk mencapai sesuatu. Dan akibat limiting belief tersebut akhirnya anda menjadi tidak mengejarnya untuk mencapainya. Contoh : anda punya impian agar bisa mencapai promosi karir. Tetapi anda mempunyai limiting belief bahwa buat apa promosi karir karena karir naik bakal ribet dan banyak hal yang diurus. Nah ini salah satu belief yang menghambat untuk pencapaian kesuksesan. Bila anda dengan belajar NLP Leadership Indonesia maka NLP bisa membantu anda dengan relatif lebih cepat. Sudah siap untuk mendapatkan tips dari belajar NLP?


Bagaimana anda mengatasi Limiting belief? Ini 5 tips dari belajar NLP Leadership Indonesia untuk merubah limiting belief menjadi belief yang mendukung anda mencapai tujuan.

Identifikasikan apa Limiting belief atau mental blocknya. Apa goal yang anda ingin kejar? Dan ketika mengimajinasikan goal tersebut apakah anda mempunyai keraguan? Dan keraguan tersebut berbicara tentang apa? Dan itulah yang disebut Limiting belief.

Menemukan Highest intention limiting belief. Setelah diketemukan, apa niat tertinggi atau apa niat positif dari limiting belief itu? Karena setiap limiting belief mempunyai maksud positif. Dan apa maksud positif dari limiting belief tersebut? Saya beri contoh : saya takut prospek karena takut dihina orang. Nah jadi maksud baik limiting belief itu adalah melindungi diri anda agar tidak dihina. Bukankah itu bagus?

Bertanggung jawab 100 persen. Setelah anda tahu apa maksud positif dari limiting belief tersebut maka anda harus menggunakan konsep bertanggungjawab 100 persen. Maka anda harus menyadari bahwa semua problem yang terjadi dalam hidup kita adalah tanggungjawab kita. Menurut konsep Michael Hall, dalam diri kita ada 4 bagian. Dimana manusia mempunyai pikiran, perkataan, perasaan dan perilaku. Ada orang yang merasa bahwa mereka tidak bisa mengendalikan pikiran mereka, ada juga yang tidak bisa mengendalikan perilaku mereka dan lain-lain. Maka saya menyarankan anda untuk menggunakan teknik power zone. Dan untuk memudahkan anda latihan maka anda bisa download filenya dilink ini http://www.masteringstuttering.com/Techniques/Power-Zone.pdf

Reframing limiting belief. Setelah anda sudah bertanggungjawab kepada diri anda maka selanjutnya anda buat diri anda lebih positif dalam pola berpikir. Maka yang harus anda lakukan adalah merubah maknanya. Jika problem itu karena orang lain maka anda cari kira – kira apa makna positif dia melakukan itu kepada anda? Misal : saya pernah dihina sama orang dengan dia mengatakan “jual saja celana dalam ibumu” dan dulu itu membuat saya kesel dan sakit hati. Dan apa makna positif kejadian itu? Makna positifnya adalah mungkin dia bermaksud becanda hanya caranya salah. Nah bila kita pakai reframing dengan konsep konteks maka dalam konteks apa perilaku itu berguna? Mungkin membuat saya harus membuktikan kepada orang tersebut untuk menjadi orang yang diakui prestasinya maka mereka tidak lagi menghina saya. So, sekarang yuk cari makna positif atas kejadian itu.

Temukan WHY untuk belief yang mendukung. Apa alasan anda untuk berubah? Kenapa harus lakukan hal yang positif itu. Tanya kepada diri anda dan lihat hasilnya.

Cukup dulu tulisan kali ini di belajar NLP Leadership Indonesia sampai jumpa ditulisan saya lainnya.

Salam performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

NLP Sales : Tips NLP mengatasi Resistance

Semangat pagi, NLP Sales pagi ini akan mensharingkan pengalaman bagaimana mengatasi orang yang menolak kita. Dan ini dilihat dari sudut pandang NLP Sales. Sebelum anda menikmati seluruh pembelajaran hari ini, saya akan mengajak anda untuk mengetahui apa sih yang membuat orang resistance atau menolak anda?


Menurut Kevin Hogan ada 3 penyebab orang resistance

Takut kehilangan kontrol. Mereka merasa belum kenal dengan anda atau kalau sudah kenal dengan anda tapi belum kenal dengan produknya. Mereka merasa ragu dan ketika didekati oleh seorang penjual maka dirinya akan bersikap menolak.

Takut salah ambil keputusan. Mereka benar berhati – hati agar jangan sampai salah mengambil keputusan maka tak jarang mereka bisa menunda untuk memutuskan. Bisa juga karena pengalaman masa lalu dimana dirinya salah mengambil keputusan.

Takut dimanipulasi. Bila orang tersebut menolak anda dari awal karena mereka takut anda memanipulasi dirinya dan sejak awal langsung menolak.

Jadi bila kita lihat ini ada 2 jenis resistance yaitu dari awal sudah menolak atau yang kedua setelah bertemu dan bicara ditengah – tengah baru menolak. Atau kata lainya adalah reactance.

Nah jadi bagaimana mengatasi orang yang menolak kita secara NLP? Mari kita kupas dengan baik. Ketika orang menolak anda sebagai sales, menolak itu adalah sebuah state dalam NLP. State adalah sebuah kondisi internal tertentu. Ketika orang dalam state menolak maka untuk merubah statenya anda harus merubah statenya. Bagaimana cara merubahnya? Saya memegang prinsip dari pikiran dan tubuh satu sistem. Dimana ketika orang tersebut menolak kita maka bahasa tubuhnya dalam kondisi tertutup maka yang akan saya lakukan, saya melakukan NLP Pattern Interrupt. Yang saya lakukan adalah merubah posisi tubuh dia. Dengan cara saya bisa mengajak orangnya berdiri untuk melihat sesuatu dan menjelaskan dilokasi tertentu. Dan cara ini berhasil saya lakukan berkali – kali dan juga dengan seluruh peserta pelatihan saat mereka praktekan ke prospek mereka. Setelah mereka sudah terinterrupt maka akan lebih mudah buat anda menjelaskan benefitnya.

Apakah ada cara lain lagi? Yes, cara diatas lebih fokus untuk merubah tubuh maka baru berubah pikiran mereka.

Nah sekarang melakukan NLP Pattern interrupt melalui kata – kata dan kita fokus dibagian pikiran. Beberapa teknik yang bisa dipakai :

Menanyakan pertanyaan yang tidak ada hubungan dengan topik pembicaraan misal : saya bicara tentang jam tangan mereka, atau kacamata yang digunakan atau sejenisnya. Dan saat bicara saya akan bertanya sesuatu yang membuat mereka akan bingung. Saya berikan contoh

Saya : pak, saya melihat jam tangan bapak. Boleh tahu beli dimana pak?

Prospek : oh beli di mal A.

Saya : siapa yang memilih modelnya?

Prospek : saya pak.

Saya : oooo menarik.

Prospek : kenapa pak?

Saya : tidak ada apa – apa.

Dan disini dia akan tercipta loop dalam pikirannya sehingga akan lebih mudah kita masukan program ke pikiran mereka dan dirinya pasti masih bertanya – tanya apa maksudnya hal itu? Dan jangan dijawab maka dia akan penasaran.

Dan ini adalah beberapa cara dari banyaknya cara untuk meruntuhkan keberatan mereka. Karena bila mereka dalam kondisi keberatan dan apapun yang anda bicarakan tidak akan didengar oleh mereka.

So, selamat latihan.

Cukup dulu tulisan saya kali ini dan akan dilanjutkan besok.

Salam performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Belajar NLP leadership Indonesia : 5 Tips mengatasi Malas

 

Semangat pagi, kembali lagi saya Coach Antonius Arif Licensed Trainer of NLP ™ resmi dari Dr Richard Bandler (Father of NLP) membawakan belajar NLP Leadership Indonesia dengan topik 5 tips mengatasi malas. Malas dalam konteks in adalah malas untuk melakukan sesuatu. Sudah punya niat melakukannya tetapi sepertinya malas untuk melakukannya. Bahkan kadang muncul perasaan capek atau bahkan merasa percuma untuk melakukannya. Karena sudah berpikir hasilnya akan jelek.

Saya yakin yang mengalami masalah ini bukan sedikit orang tetapi banyak orang yang malas karena sudah berpikir bahwa belum – belum tidak akan berjalan dengan baik. Oleh sebab itu belajar NLP Leadership Indonesia akan memberikan 5 tips untuk mengatasinya. Siap?

5 tips mengatasi Malas

Semua orang mempunyai sumber untuk sukses. NLP membuat anda belajar satu hal menarik. Bahwa setiap manusia sudah punya sumber untuk sukses. Bila anda mau menjadi orang yang lebih rajin maka cari pengalaman masa lalu dimana anda pernah berhasil mengatasi malas. Apa yang anda lakukan persis sebelum anda menjadi rajin dan anda langsung melakukannya. Contoh : waktu dulu saya malas untuk menuliskan artikel, persis sebelum saya menuliskan artikel maka saya harus menyiapkan satu waktu untuk memegang handphone dan membuka google doc dan saya berpikir materi apa yang harus ditulis. Begitu saya tahu polanya, saya tinggal mengulangi polanya dan selalu berhasil membuat saya menjadi menulis.

Rubah to do list menjadi outcome list. Dulu sebelum saya belajar NLP dan mempunyai lembaga belajar NLP dengan nama NLP Leadership Indonesia banyak motivator produktivitas dan management mengatakan kalau mau bekerja efektif maka harus setiap pagi membuat to do list. Dan saya coba lakukan untuk membuat to do list. Saya menuliskan apa – apa saja yang harus saya kerjakan. Tetapi setiap saya menulis dan membaca untuk melakukan lah kok membuat saya malah makin malas untuk melakukan. Contoh : telpon customer A, membuat modul dan sebagainya eh yang muncul malah rasa sakit melakukannya. Kok sakit? Yes, sakit ketika menelpon customer A dan belum ditolaknya. Itu tidak nyaman buat saya. Begitu juga ketika saya memikirkan membuat modul eh yang kepikir kerepotan melakukan riset dan sebagainya. Wuihh jadi malah makin tidak saya kerjakan. Sampai suatu ketika saya belajar NLP dengan Tim Hallboom, beliau mengatakan coba buat outcome list. Jadi yang ditulis bukan telpon customer A tetapi telah menelpon customer A. Eh kok malah muncul happy ya. Kok mengganti to do list dan outcome list eh lebih mudah buat saya melakukan. Begitu juga ketika saya malas berolah raga. Yang saya pikirkan kalau tentang sakitnya kaki, jauh jalannya serta macam – macam maka saya tidak akan melakukan. Tapi berbeda kalau membayangkan saya sudah selesai melakukannya eh lebih menyenangkan dan saya lakukan. Hmm menarik ya kalau orang sudah belajar NLP dan sudah menjadi bagian lifestyle bukan sekedar tools saja.

Reframing pikiran anda. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa pikiran bisa mempengaruhi mood serta tubuh kita. Dalam NLP kita bisa belajar bahwa pikiran yang suka melintas dipikiran anda akan membuat tubuh anda jadi malas untuk melakukan sesuatu. Seperti contoh : ahhh tar saja berolah raganya. Atau capek banget ini badan, besok saja kerjakannya. Masih ada waktu. Padahal kita tahu kalau anda tunda besokpun belum tentu anda kerjakan juga ya kan. Maka NLP menyarankan reframing pikiran ke arah supaya anda mau melakukannya sekarang dan tidak menunda. Misal: ahh tar saja berolah raga. Diganti hmm kayanya olah raga sekarang enak nih. Biar berolahraga sekalian bisa punya waktu berpikir untuk buat modul kan. Dan itu cara yang paling efektif untuk membuat pikiran kita berdaya.

Menghitung angka dari 5 hingga ke 1. Nah diatas kan sudah saya sharing bagaimana mengatasi malas dari sudut pikiran atau persepsi. Bagaimana kalau kita sekarang juga memanfaatkan tubuh kita untuk membuat rajin. Saya ingat sekali ketika saya memakai alarm dengan getaran ditangan saya. Saya menemukan ada 2 mode dalam diri saya. Satu, begitu ada getaran lalu saya segera bangun dan berdiri dan mode kedua, begitu ada getaran lalu saya matikan dan tidur lagi. Lucunya begitu saya tidur lagi saya pikir hanya tidur sebentar lagi eh kebablasan 30 menit. Hahaha. Dan sekarang saya lebih menggunakan mode satu yaitu mensegerakan diri kita untuk melakukan. Begitu juga diri saya dengan menghitung lima sampai satu dan setelah satu maka saya mensegerakan diri saya melakukan dan ternyata itu works banget! Selama kita memahami cara kerja pikiran dengan belajar NLP maka hidup kita akan lebih mudah dan menyenangkan. Bagi anda yang sudah belajar NLP dan masih belum menyatu dengan hidup dan sikap anda maka perlu belajar menselaraskan ke dalam diri anda tentunya.

Memikirkan pain dan gain. Ini salah satu tips dalam NLP yang bisa kita belajar membuat diri kita excellent. Cara kerja pikiran adalah manusia mengejar kenikmatan dan menghindari dari rasa sakit maka ketika kita malas melakukan sesuatu maka saya menyarankan pikirkan sesuatu yang membuat anda sakit karena konsekwensi anda malas. Dan juga memikirkan apa konsekwensi kenikmatan yang anda dapatkan jika anda melakukan. Kalau belum bergerak juga artinya anda belum cukup memikirkan dampak yang bakal terjadi bila tidak bergerak. Ok?

Selesai dulu tips saya dari belajar NLP Leadership Indonesia dan selamat mempraktekan.

Salam performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Belajar NLP Leadership Indonesia : 5 Tips menghadapi Difficult People

 

Semangat pagi! Saya Coach Antonius Arif, Licensed Trainer of NLP ™ approved by Dr Richard Bandler membawakan tulisan belajar NLP Indonesia dengan topik 5 tips menghadapi orang yang sulit. Saya pernah mengalami kondisi ketika menjadi seorang General Manager disebuah perusahaan dan ada beberapa staf yang menurut saya sulit untuk diatur. Bahkan dia tipe orang yang kasar dan bisa mengadu domba satu sama lain. Maka saya berikan tips untuk anda untuk bagaimana mengatasinya bila anda punya team seperti itu.


Frame bersahabat. Ketika anda mencoba untuk mendekati dia gunakan frame of mind bersahabat. Dengan frame bersahabat maka akan mudah menjalin hubungan dengan dirinya. Kalau kita menggunakan frame of mind merasa tidak nyaman atau sejenisnya maka diapun bisa merasakan perasaan yang tidak nyaman dengan kita. Saya ambil contoh pernahkah anda masuk ke sebuah ruangan dan tidak tahu bagaimana anda merasakan bahwa anda tidak nyaman berada diruangan itu, pernahkan? Nah ini juga kalau anda memakai frame of mind negatif maka ketika anda bertemu dengan orang tersebut dan orang tersebut belum apa – apa sudah tidak merasa nyaman dengan anda. Bagaimana anda mau mendekatkan diri dengannya, ya kan?

Memahami di posisinya, saya dan NLP mempercayai bahwa setiap orang mempunyai niat baik dan positif hanya perilakunya yang kadang negatif. Saya menyarankan bagaimana bila anda diposisi dia, kira – kira apa yang dia pikirkan sehingga bersikap dan bertindak seperti itu. Coba anda rasakan menjadi orang itu dan berkata – kata seperti dirinya, kira – kira apa sih maksud positif dia melakukan hal itu kepada anda? Apa yang melatarbelakangi dirinya melakukan tindakan itu kepada anda atau orang lain. Pengalaman saya adalah orang yang melakukan tindakan negatif bisa berarti mempunyai pengalaman negatif tertentu maka dia bertindak begitu. Jadi, dengan NLP kita belajar bagaimana memahami dirinya dari posisi dia. Sehingga kita bersikap lebih positif.

Menjalin hubungan. Ketika saya belajar NLP, saya menemukan ada satu presuposisi yang menarik untuk saya. Tidak ada orang yang resisten, yang ada adalah komunikator yang kurang ulung. Jadi setiap kita menghadapi orang yang negatif coba kita perbaiki cara kita berkomunikasi dan bersikap bersahabat dengan dirinya. Ini tips yang menarik dari saya adalah coba anda pelajari latar belakang dirinya, apa latar belakang keluarganya, apa impian dia, apa ketakutan dirinya serta apa nilai – nilai yang penting dalam hidup dirinya dia. Praktekan dan lihat hasilnya.

Mendengarkan dengan empati. Setelah anda sudah menjalin dan berkomunikasi dengannya sangat saya sarankan belajar mendengarkan dengan cara empati dan setiap dia menyampaikan sesuatu yang sepertinya dia mau menunjukkan dirinya hebat, pujilah dirinya. Maka sikap dia ke kita akan berbeda. Dia merasa bahwa kita memperhatikan dirinya lebih maka dia akan lebih dan makin nyaman dengan kita. Ketika mendengarkan dengan empati, hindari mendengarkan dia dengan melakukan sesuatu. Full focus memperhatikan dirinya dan lakukan paraphrasing serta melakukan anggukan kepala sehingga dia tahu kita mendengarkan dirinya.

Reframing pikiran kita. Ini bagian yang paling menantang yaitu ketika dirinya melakukan tindakan negatif kadang emosi kita muncul dan membuat kita menjadi marah dengannya. Maka tugas anda adalah melakukan reframing atau merubah makna dipikiran kita atas kejadian tersebut. Selalu beri makna positif atas setiap kejadian dan akibatnya anda akan menjadi tetap bisa netral dengan pemikiran yang jauh lebih positif. Dalam belajar di dunia NLP adalah tidak ada kenyataan dan semua adalah persepsi. Jadi apa sudut pandang kita terhadap sesuatu sehingga itulah yang membuat pikiran kita tetap positif dan kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih positif

Cukup dulu 5 tips belajar NLP bagaimana menghadapi orang yang sulit diharapkan dengan tips belajar NLP akan membuat hidup anda lebih menyenangkan.

Salam performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

NLP Covert Selling : Giligan Loop Pattern – Membuat orang tak sadar tertarik membeli

Semangat pagi, pagi ini kita akan membahas NLP Covert Selling dengan teknik Gilligan Loop Pattern. Gilligan pattern diambil dari murid langsung dari Milton Erickson Stephen Gilligan. Beliau adalah salah satu indirect hypnosis terbaik yang dimiliki dunia. Teknik ini sebenarnya adalah teknik conversational hypnosis dan bila ditelaah lebih dalam teknik ini bisa digunakan untuk banyak hal salah satunya penjualan serta mempengaruhi orang. Teknik yang digunakan menggunakan pendekatan Pacing Leading, Analog Marking serta Embedded command dan membuat loop agar otak jadi bertanya – tanya apa maksud yang dibicarakan dan hal itu dimasukan dalam kalimat tersebut. Buat anda praktisi NLP maka anda tidak akan mengalami kesulitan memahaminya. Yuk kita kupas tekniknya apalagi bila kita pakai di NLP Covert selling


Saya akan kupas langkah demi langkah melakukannya.

Pertama anda harus tahu dahulu apa yang anda mau terjadi apakah mereka membeli atau ada state khusus yang anda mau mereka mengakses atau mengalami kondisi itu.

Kedua anda harus membuat orangnya percaya dengan anda baik metode FORD atau Metode NLP Building Rapport dan sebagainya.

Ketiga anda ulangi 3 kali kata – kata yang anda mau masukan ke dalam pikiran mereka dan dibuat ambigu agar orangnya tidak resisten dan menolak perintah itu. Contoh : Rasakan begitu percaya sangat dalam. Anda ulangi 3 kali dengan cara mengucapkan kata yang berbeda.

Keempat adalah saat anda membaca kata yang ada garis bawah atau analog marking maka anda jeda sejenak dan turunkan tonality anda dan lakukan tonality perintah ( ingat bukan tonality bertanya ).

Contoh penggunaan untuk menjalin hubungan

Membuka Loop dan kalimat pembuka

“Semua orang tahu bagaimana rasanya PERCAYA KEPADA ORANG LAIN begitu dalam”

Setelah pembukaan gunakan repetisi 3 kali kalimat yang digarisbawahi dan gunakan ambigu frasa agar mengurangi penolakan.

Banyak orang bisa PERCAYA KEPADA ORANG LAIN dengan membuka diri dan melihat segala kemungkinan

Orang yang lain bisa PERCAYA KEPADA ORANG LAIN ketika orang tersebut mau mendengarkan dan menatap mata anda

Dan ada sebagian orang lagi bisa PERCAYA KEPADA ORANG LAIN ketika orangnya ramah dan senyum kepada anda.

Dan sekarang menutup loopnya dan gunakan leading

“Dan anda akan menemukan bisa PERCAYA KEPADA ORANG LAIN dengan cara anda sendiri yang menurut anda tepat buat anda.”

Jadi formula Gilligan Loop Pattern adalah

4 statement pertama adalah pacing statement dan ditutup dengan 1 lead dan bisa digunakan untuk NLP Covert Selling

Alasan bahwa pattern ini powerful karena membuat orang yang mendengarnya menjadi TDS ( Trance Derivational search) alias mencari sendiri pengalamannya dan menjadi masuk akal apa yang dikatakannya bukan sekedar menarik perhatian saja dan kemudian pikiran sadar menjadi kebanjiran informasi dan begitu diberikan sugesti maka cenderung diterima oleh pikiran bawah sadar. Hmm menarik kan?

Nah yuk kita coba untuk digunakan Berjualan dengan NLP Covert selling

“Setiap orang tahu bahwa dirinya harus berdayakan diri dengan IKUT training NLP buat dirinya, keluarganya dan orang yang dicintainya.”

“Banyak orang Putuskan menjadi pahlawan dengan IKUT training NLP agar keluarganya bahagia. Orang yang lain IKUT training NLP agar penjualan dan omzet mereka meningkat. Dan ada juga orang yang IKUT training NLP karena mau bangun dari keterpurukan.”

“Dan mungkin anda juga menemukan alasan sendiri untuk IKUT Training NLP untuk alasan yang berbeda dan mungkin juga dengan salah satu alasan yang saya sebutkan tadi.”

Dengan memasukan 4 kali pacing dan 1 leading IKUT Training NLP maka anda sudah memasukan sesuatu kepikiran orang yang anda ajak bicara

Menarik ya

Cukup dulu NLP Covert selling hari ini dan semoga berguna. Sampai jumpa

Salam Performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Belajar NLP Leadership Indonesia : 5 Tips memotivasi team anda

Semangat pagi, saya kembali lagi dalam belajar NLP Leadership Indonesia membawakan topik 5 tips memotivasi team anda dengan pendekatan NLP. Banyak manager atau pengusaha yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan karyawan atau teamnya. Mereka merasa bahwa team yang mereka miliki bekerja ala kadarnya tidak maksimum. Bahkan mereka merasa betapa sulit membuat mereka bisa bekerja bagus. Richard Branson pemilik Virgin airlines mengatakan perusahaan bisa besar karena karyawannya dan itu berarti memilih orang yang tepat serta bagaimana mengelola mereka dengan benar juga sehingga tercipta team yang bekerja secara maksimum.

Kali ini saya dalam belajar NLP Leadership Indonesia tidak membahas soal perekrutan tetapi membahas bagaimana caranya mengembangkan dan memotivasi team dengan pendekatan NLP. Sudah siap?


Ini 5 tips nya :

Menentukan WFO staf diperusahaan. WFO artinya well formed outcome. Anda membuat apa outcome dia dalam bekerja. Tentukan tujuan dia dalam bekerja. Tujuan dalam bekerja sebagai team ada 2, pertama sebagai pribadi dan mempunyai tujuan dalam bekerja. Mempunyai impian apa dalam bekerja. Orang baru bisa termotivasi dalam bekerja bila mereka mempunyai tujuan dalam pribadi. Apa impian yang dia mau raih dalam konteks untuk pribadi. Bila tidak mempunyai tujuan maka kehidupan seperti sekedar berjalan saja. Ketika anda sebagai atasan ajak diskusi berdua dan tanya apa outcome dia dalam bekerja. Kedua, anda bisa juga menanyakan saat bekerja apa outcome dia dalam konteks didalam perusahaan. Karena kadang mereka cuma sekedar menjalani saja. Dengan membantu apa outcomenya bisa membantu apa yang mereka mau raih.

Menggunakan Value untuk memotivasi. Selama saya menjadi coach NLP di Indonesia dan mengajarkan NLP lisensi resmi dari Dr Richard Bandler, saya menemukan bahwa Value atau nilai – nilai penting dalam hidup kita bagaikan GPS yang mengarahkan kita ke satu tujuan. Imajinasikan ketika GPS sudah di arahkan oleh kita menuju ke satu tujuan maka ketika kita berbelok arah tidak sesuai GPS maka GPS akan mengarahkan lagi arah jalannya agar kita kembali on track. Ini juga seperti manusia, belajar NLP menemukan bahwa ketika dalam unconscious anda sudah ditentukan GPS atau Value anda maka jalan anda akan sesuai value tersebut. Maka apa yang harus anda lakukan dalam rangka memotivasi team atau karyawan. Belajar NLP Indonesia menganjurkan agar anda menanyakan apa nilai-nilai yang paling penting dalam hidupnya team anda lalu anda konek -an pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan sesuai dengan value yang dimiliki. Caranya seperti apa? Anda bisa menanyakan apa keuntungan dan kerugian ketika melakukan aktivitas tersebut dan jika tidak melakukan. Setiap anda mengcoaching atau mengencourage mereka selalu arahkan ke value.

Meta program. Apa itu meta program? Meta program adalah Operating system didiri kita yang mengarahkan kita untuk bertindak atau berprilaku seperti apa. Dalam memotivasi seseorang selain dengan value ada yang namanya arah motivasi. Toward dan away from dimana orang yang toward akan mengejar atau mengapai tujuan sedangkan orang away from adalah orang yang menghindari dari rasa sakit. Jadi orang dengan meta program toward akan senang dan terpacu bila diiming-imingi sesuatu atau reward sedangkan orang away from dengan cara ditakuti – takuti. Istilah toward sama dengan metode carrot atau diberi hadiah sedangkan away from diberikan stick atau dihukum. Dan masih ada beberapa type meta program lainnya yang bisa dipakai untuk memotivasi team atau staf anda.

4 tahap Learning adalah sebuah proses pembelajaran dalam rangka anda mau memenuhi keahlian dan ketrampilan mereka berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki. Dan tugas anda sebagai pemimpin adalah memberikan kemampuan tersebut bisa dengan diarahkan, dibimbing, di coaching dan lain sebagainya. Dalam 4 tahap learning manusia ada apa saja?

Unconscious incompetent. Ditahap ini orangnya tidak tahu bahwa dia tidak mampu. Ditahap ini adalah tahap pengenalan dahulu dan diajarkan ilmunya bagaimana cara mengerjakan pekerjaan dengan benar. Dan kita berikan role play untuk pekerjaan mereka.

Conscious incompetent. Setelah mereka turun kepekerjaan mereka, mungkin mereka baru menyadari bahwa mereka mengalami tantangan. Disana muncul problem yang kadang mereka tidak mampu menyelesaikan. Saran diberikan pengarahan agar mereka mampu bekerja dengan baik dan benar.

Conscious competent. Ditahap ini mereka sudah mulai bekerja dengan baik tetapi kadang masih kaku. Ditahap ini dibutuhkan kemampuan anda untuk melakukan coaching sehingga mereka bisa bekerja dengan baik dan benar.

Unconscious competent. Ditahap ini pekerja sudah mulai mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan mungkin sudah mahir. Tahap disini adalah memberikan delegasi pekerjaan.

Memahami di sepatu mereka. Dalam belajar NLP tahap terakhir dan tidak kalah penting adalah anda harus berdiri diposisi staf anda. Coba anda bayangkan anda berada di posisi mereka. Apa sih yang sebenarnya mereka butuhkan untuk termotivasi? Saat anda memahami hal itu tinggal anda gunakan dan terapkan

Cukup dulu cara memotivasi team dan tips dari belajar NLP leadership Indonesia dan sampai jumpa lain kesempatan

Salam Performance

“YourAachievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Belajar NLP Leadership Indonesia : 5 tips mengatasi orang terdekat yang berpikir negatif

Semangat pagi! Belajar NLP leadership Indonesia kali ini akan memberikan 5 tips NLP bagaimana cara mengatasi orang terdekat yang berpikir negatif. Ini bisa pasangan kita, orang tua kita, saudara kita atau bisa siapapun yang didekat dengan kita. Yang membuat saya menulis ini karena orang – orang yang kita cintai kadang suka berpikir negatif terhadap segala hal yang terjadi pada hidup disekitarnya. Atau terlalu cepat memberikan makna kepada kejadian yang terjadi kepada hidupnya. Bagus kalau maknanya positif tetapi kadang makna yang muncul bisa negatif dan kadang suka membuat down.


Apa sih yang membuat cepat sekali berpikir negatif?

Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya saat belajar, menjadi praktisi dan juga mengajar dalam bidang NLP, Hypnosis serta teknologi pikiran biasanya dikarenakan ada pengalaman masa lalu yang terjadi sehingga cepat sekali memberikan pemaknaan tersebut atau distorsi. Seperti contoh : dulu kecil papa pernah marah dan mengatakan bila kamu nakal, maka papa tidak ajak kamu jalan. Jadi sejak itu mempunyai pemaknaan negatif. Atau pernah dikatakan oleh temannya kalau suami sudah merahasiakan telponnya atau dikunci artinya ada yang disembunyikan. Sehingga ketika ada kejadian tertentu langsung diberikan makna yang negatif. Jadi bagaimana cara mengatasinya dengan cara NLP, sudah siap untuk belajar NLP?

5 tips NLP untuk mengatasi hal tersebut

Berikan space kepada dirinya sesaat karena reptil brain lagi bekerja. Didalam otak manusia ada bagian yang disebut reptil brain jadi ketika ada kejadian maka yang dilakukan adalah defense mechanism yaitu fight dan flight. Dimana fight langsung marah – marah atau kesal. Sedangkan flight adalah mengurung diri dan mental break down. Jadi bagaimana cara mengatasinya, saya menyarankan biarkan reptil brainnya tenang dulu. Biarkan dahulu dan berikan jarak. Karena semakin kita langsung menanggapinya maka dia akan semakin keluar reptil brainnya. Kecuali bila dia minta dibantu maka saya menyarankan teknik NLP yang sederhana yang bisa kita belajar darinya adalah menggunakan presuposisi NLP yaitu tubuh dan pikiran satu sistem. Dimana ketika orang lagi down maka tubuhnya akan menunjukkan tertutup. Oleh sebab itu saya akan meminta dirinya untuk berdiri tegak dengan dada dibusungkan lalu mata menatap ke atas dengan tangan terbuka keatas dan diangkat. Biarkan diri anda sekitar 2-3 menit dalam kondisi itu maka pikiran akan cenderung menjadi positif. Karena kita tidak bisa berpikir negatif ketika mengangkat tangan ke atas dengan dada dibusungkan dan mata melihat ke atas

Menggunakan teknik meta model. Apa sih meta model? Meta model adalah sebuah teknik untuk mengumpulkan informasi serta mengidentifikasikan setiap pernyataan yang nyatakan oleh seseorang. Karena apa yang dikatakan seseorang hanyalah permukaannya saja dan tugas seorang NLP’ers adalah menemukan pengalaman yang sesungguhnya. Bagaimana cara menggunakannya? Sangat sederhana. Misal kasusnya adalah : saya tidak diajak pergi oleh teman saya, mereka tidak suka dengan saya. Maka kita bisa menanyakan, “pernah nga kamu tidak mengajak temenmu dan kamu suka dengannya?” Nah tugas kita hanya membuka sudut pandang seseorang agar bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Memahami apa yang membuat mereka cepat sekali memaknai negatif. Saat diatas tentang mengali atau mengidentifikasikan pernyataan yang disampaikan dan sekarang saatnya anda menemukan datang dari mana mereka bisa memaknai itu? NLP bisa membantu anda menemukan asal mulanya pemaknaan itu. Dengan menemukan root causenya maka akan lebih mudah anda membantu mereka. Misal kasusnya tetap sama diatas. “Saya tidak diajak pergi oleh teman – teman, mereka tidak suka dengan saya” maka kita bisa temukan darimana datangnya pemaknaan itu dengan menanyakan “apa yang melatarbelakangi pemikiran kamu sehingga kamu berpikir bahwa dengan tidak diajak itu artinya mereka tidak suka dengan kamu?” Atau bisa ditanyakan “ jika mengingat masa lalu, apa yang terjadi dimasa lalu sehingga kamu bisa memberikan pemaknaan tersebut?” Dengan menemukan akar masalah maka kita akan lebih mudah melakukan reframing (mengubah makna) dari masalah tersebut.

Reframing. Dalam Belajar NLP ini adalah teknik yang paling menyenangkan buat saya. Seseorang bisa berpersepsi negatif berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Bila kita rubah pemaknaan maka persepsi seseorang bisa kita rubah. Ada 2 teknik reframing yang bisa kita gunakan yaitu content (mencari apa niat positif orang itu melakukan itu) dan context (dalam konteks apa perilaku itu berguna). Yuk coba kalau kasusnya adalah “boss saya memarahi saya dengan keras” nah apa niat positif bos memarahi anda? Karena mau membuat pekerjaan saya menjadi benar dan tidak mengulangi lagi. Nah itu adalah content. Dan contextnya bagaimana? Kira – kira bos memarahi dengan keras itu berguna dalam konteks untuk mendidik saya agar bisa menjadi orang hebat.  Menarikkan? Dengan reframing maka kita menjadi lebih positif. Seru kan?

Mengatasi saat meta program different yang mengontrol. Ini adalah salah satu teknik NLP yang juga bisa berguna sekali untuk saya. Dalam meta program ada istilah different atau berbeda dan sameness atau sama. Orang dengan metaprogram different akan berpikir dengan cara kebalikan. Ketika kita katakan A maka dia bisa mengatakan B. Oleh sebab itu, kita bisa menggunakan teknik different untuk dia berubah. Misal dia mengatakan : saya tahu pikiran saya salah. Saya tidak tahu mengubahnya. Maka anda bisa mengatakan “buat apa berubah? Mending tetap berpikir negatif. Kan enak hidup seperti itu” nah bila dibalik begini biasanya mereka akan ngotot dan yakin bisa berubah. Ini adalah salah satu teknik yang saya sukai untuk mengcoaching orang yang agak ngeyel dan keras kepala.

Wah Semakin belajar NLP sepertinya semakin menyenangkan. Hidup bisa lebih berguna dan lebih dahsyat lagi.

Sampai jumpa dikelas belajar NLP leadership indonesia. Tentunya bila anda sudah putuskan untuk hidup lebih menyenangkan tentunya

Salam performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Belajar NLP Motivator : 5 tips Hidup Bahagia

Semangat pagi! Kembali lagi bersama saya Antonius Arif Licenses Trainer of NLP ™ Resmi dari Dr Richard Bandler ( Father of NLP ™ ) dengan tema belajar NLP Motivator dalam topik 5 tips hidup bahagia. Kenapa sih topik ini begitu penting? Banyak orang yang tidak bisa merasa bahagia dalam hidupnya. Kehidupannya dianggap selalu saja ada penderitaan. Penuh kesengsaraan maka yang terjadi setelah itu bisa mengalami gangguan mental bahkan bisa mengalami gangguan kesehatan. Kita akan membahas 5 tips hidup bahagia dari sudut pandang NLP. Nah sudah siap untuk belajar NLP Motivator?


5 tips Hidup Bahagia

Menjadi penyebab bukan akibat. Ketika saya  belajar NLP untuk menjadi motivator bagi diri sendiri pelajaran paling penting yang saya dapatkan adalah menjadilah penyebab bukan sebagai akibat. Ketika ingin menjadi hidup bahagia maka anda yang harus menciptakan kondisi itu bukan anda menjadi akibat yang membuat anda bahagia. Maksudnya bagaimana? Orang yang menjadi akibat baru bahagia bila mereka dicintai, bila mereka punya uang, bila berjalan sesuai rencana. Kata kunci orang akibat adalah “baru bahagia bila” sedangkan menjadi orang yang penyebab adalah menjadi bahagia bukan karena akibat tapi menjadi bahagia karena kita penyebabnya. Anda bisa bahagia dalam kondisi apapun bukan karena akibat dari sesuatu. Hidup jadi lebih simpel kan dengan belajar NLP dan menjadi motivator dalam diri sendiri.

Kebahagiaan tercipta karena persepsi. Kenapa seseorang bisa mempunyai pikiran positif dan negatif itu karena akibat dari terciptanya sebuah persepsi. Persepsi bisa terbentuk dari pengalamam, belief, pemaknaan dan juga keputusan apa yang anda mau munculkan dipersepsi anda. Ketika anda mendapatkan suatu kejadian tertentu misal : ada orang yang memberikan masukan atau feedback kepada anda, anda bisa memaknai bahwa orang tersebut mau membuat anda hebat atau bisa artinya merendahkan itu tergantung dari persepsi apa yang anda ciptakan dan anda putuskan. Ketika anda memutuskan bahagia, anda juga bisa mengatur persepsi anda apa yang anda mau ciptakan dipikiran anda. Mau dimunculkan yang positif boleh atau dimunculkan negatif juga boleh, itu tergantung dari apa yang anda mau capai dengan NLP.

Mempunyai outcome. Banyak orang yang menjalani kehidupan sekedar menjalani saja dan mengikuti arus. Kalau arusnya mengarah ke positif ya bagus kalau ke negatif nah ini yang jadi masalah. Sedangkan ketika belajar NLP dan menjadi motivator dalam diri itu tidak seperti itu. Kehidupan kita yang tentukan arahnya. Bila anda mau bahagia maka anda tentukan kemudi kapalnya ke arah yang akan membawa anda kebahagiaan bukan mengarah sebaliknya. Saya ambil contoh : ketika mengarah ke bahagia maka anda akan membawa setiap perilaku, pikiran kita mengarah ke bahagia. Ketika ada orang yang mengajak anda berdebat dan anda tahu kalau berdebat tidak akan membuat anda bahagia maka anda sebisa mungkin akan menghindar. Bahkan anda tidak akan membiarkan orang lain mengambil kebahagiaan anda. Sedangkan orang yang berjalan berdasar arus maka kehidupannya akan tergantung dari orang lain dan situasi. Anda bisa jadi positif atau negatif tergantung arus. Sepertinya itu bukan kehidupan yang diinginkan ya kan? Gunakanlah NLP untuk hal – hal yang mengarahkan kekebahagiaan anda.

Menjalin hubungan baik dengan orang – orang yang positif. Dalam belajar NLP dan menjadi motivator dalam diri maka menjalin hubungan baik dengan orang lain adalah sebaga salah satu sumber penguat. Apalagi bila anda menjalin hubungan dengan orang – orang yang positif. Orang – orang yang positif dan ketika kita bergaul dengan mereka akan membuat kita semakin positif. Dalam NLP kami mempercayai bahwa faktor lingkungan sangat mempengaruhi pola pikir dan jalan pikir kita. Bila kita bergaul akrab dengan orang yang negatif maka pola pikir kita juga menjadi negatif. Dan tindakan kitapun akan negatif sesuai yang kita pikirkan dan bergaul bersama siapa dihidup kita.

Memprogram positif neurology anda. Dalam belajar NLP dan menjadi motivator dalam diri, kami mempercayai apa yang kita program dalam diri kita akan membuat pikiran kita serta tindakan kita akan mengarah kemana. Apalagi ada penelitian bahwa manusia mempunyai self talk sekitar 50.000 perhari dan 80% biasanya negatif. Bila kita tidak memprogram diri anda dengan pemikiran bahagia maka hidup anda akan sengsara seperti apa yang anda masukan ke pikiran anda. Andalah tuan dari diri anda. Andalah yang memprogram apa yang anda mau dalam diri anda. Apa pilihan anda?

Cukup dulu tulisan saya dari belajar NLP dan menjadi motivator buat diri anda sendiri hari ini dan akan kita lanjutkan ke depan. Salam performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif